
Karena riko mengemudi dengan kecepatan yang tinggi, mobil mereka telah jauh melewati pusat kota dan memasuki area pedesa’an. Karena minimnya lampu penerangan dan suasana pedesaan yang begitu sepi, membuat pemandangan malam ini menjadi mencekam. Karena kondisi jalanan yang amat sepi, tak memutus kemungkinan jika sewaktu – waktu ada begal ataupun penjahat muncul di tengah perjalanan mereka. Namun saat ini yang ada dalam benak mereka berdua bukanlah mengenai keselamatan mereka sendiri, melainkan hanyalah keselamatan dio seorang. Mobil veno saat ini tengah melewati jalanan berbatu kapur yang berada di kaki gunung.
Sepanjang perjalanan, pemandangan yang mereka lihat hanyalah pepohonan dan tebing – tebing yang menjulang tinggi. Hanya sorot lampu mobil veno lah sumber penerangan mereka saat ini. Tak ada satupun lampu jalan yang menerangi jalanan berbatu yang mereka berdua lewati. Tak sempat memikirkan kemungkinan adanya penampakan ataupun gangguan dari makhluk astral, mereka berdua tetap fokus pada tujuan utama mereka, yakni segera bertemu dengan dio.
Setelah melewati jalanan berbatu, kini mobil veno memasuki jalanan yang sebagian aspal jalannya telah rusak dan berlubang. Mereka telah masuk dalam wilayah pemukiman warga. Dan tak membutuhkan waktu yang lama,
mereka berdua akhirnya sampai pada lokasi destinasi wisata alam tempat rombongan dio berada. Nampak dari tim kepolisian telah mengerahkan beberapa anggota untuk mencari dan memecahkan teka – teki atas hilangnya dio. Dan para murid laki – laki juga ikut membantu pihak kepolisian untuk ikut serta dalam proses pencarian dio.
Karena kejadian yang tidak di inginkan menimpa salah satu anak didiknya, seluruh kegiatan yang telah di atur dan di jadwalkan oleh pihak penyelenggara akhirnya gagal. Seluruh murid tengah merasakan kesedihan dan kekecewa’an atas insiden mencekam yang tengah menimpa rombongan mereka, ditambah lagi dengan gagalnya seluruh rangkaian acara yang sejatinya telah mereka tunggu - tunggu. Mereka hanya bisa diam dan termenung sedih. Namun dalam tenda milik kelompok dina, seluruh anggota tim nampak berbahagia dan tengah asyik bercanda tanpa ada beban dalam raut wajah mereka. Nampak dina terus tersenyum karena suatu hal bahagia tengah menyelimuti hatinya.
Mobil veno akhirnya berhenti tepat di sebelah mobil polisi yang terparkir. Nampak beberapa guru pendamping sedang memberikan keterangan pada pihak kepolisian. Dengan segera, veno berjalan ke arah polisi itu. “selamat malam, apa anda wali dari saudari dio?” ucap salah satu polisi. “iya, saya walinya !!”. tak fokus dengan perkataan polisi yang berada di depannya saat ini, veno sibuk dengan ponsel yang ada di pada genggamannya saat ini. “please, ayo ketemu !!” ucap veno dalam batin. “haahh, ketemu !!” ucap veno dengan setengah berteriak. Mendengar suara veno yang cukup keras, beberapa polisi mendatangi veno. “tolong kerahkan beberapa anggota kepolisian untuk mengikuti saya!!.”, “saya menemukan keberadaan dio!!” ucap veno sembari berjalan ke arah mobil miliknya.
__ADS_1
Mobil veno melaju mengikuti arahan GPS menuju tempat dio berada. Karena rasa kawatir yang begitu besar terhadap istrinya, veno sengaja memasang sistem GPS pada sebuah kompas kecil, dan telah ia berikan pada dio tadi pagi. Mobil veno pun melaju mengikuti arahan GPS menuju letak dio berada. Di ikuti dengan mobil polisi yang melaju mengikuti mobil veno dari belakang. “semoga lu dalam keada’an sehat di!!” ucap veno dalam batin. Seorang
misterius nampak tengah bersembunyi dalam semak, dan sedari tadi terus memantau pergerakan polisi. Melihat dua mobil melaju menuju titik penculikan berada, dengan tergesa – gesa ia segera melaporkan hal tersebut pada seseorang dalam telefon.
Di gedung bekas.
Dengan mengelus lembut rambut dio, salah satu pria bertopeng itu berkata “boleh juga !!”. “drrrrttt !!!” tiba – tiba ponsel pria itu bergetar. Dengan berat hati, ia melepaskan tangannya dari rambut dio, dan segera mengangkat pagilan masuk itu. “halo ?” ucap pria “boss gawat boss !!” ucap pria dalam telefon dengan suara gelisah. “ada apa?” ucap pria bertopeng dengan nada datar. “ada mobil polisi menuju gudang tempat bos berada !!, sepertinya gadis itu membawa GPS di saku atau tasnya !!” ucap pria dalam telefon. Seketika, pria bertopeng itu memasukkan tangannya pada tas selempang milik dio yang tengah ia kenakan. Melihat sebuah kompas kecil di dalamnya, pria bertopeng itu pun murka dan membanting kompas itu dengan keras. “ayo kita bawa gadis ini kabur !!” ucap pria bertopeng itu pada kedua rekannya.
kecil milik dio yang berada di atas lantai. “ini kompas milik dio !!” ucap veno sembari memungut kompas itu.
“ada bekas putung rokok yang masih hangat !, sepertinya mereka baru saja kabur dari sini !!, ayo kita berpencar !!” ucap salah satu polisi. “di, lu dimana?” veno berkata pada batin. Seluruh anggota kepolisian dikerahkan untuk berpencar guna mencari keberada’an dio, yang saat ini diduga tak jauh dari tempat mereka berada saat ini. Sembari berjalan berpancar ke segala arah, veno, riko dan seluruh polisi berpencar mencari jejak keberadaan para penculik itu berada.
__ADS_1
Di sisi lain, dio yang masih di bawa oleh ketiga pria bertopeng itu pun mulai sadar. Dengan perlahan, dio mulai membuka matanya. Alangkah kagetnya dio, terbangun dalam kondisi tangan dan kaki terikat, dan tengah dikelilingi oleh tiga pria bertopeng di sebelahnya. Seketika dio menutup matanya kembali dan terus berpura – pura masih pingsan. Dengan jantung yang berdegub kencang dan nafas yang tak beraturan, dio terus berusaha tenang dan terus berpura – pura pingsan. Ketiga penjahat itu akhirnya membawa dio dan bersembunyi di sebuah gubuk kecil di dekat area persawahan. “braaaak !!” pintu dari anyaman bambu pada gubuk itu terhempas karena adanya dorongan yang kuat dari luar gubuk. Nampak seseorang berjalan masuk ke dalam gubuk, “diooo!!” suara laki – laki yang begitu familiar dengan telinganya. Perkelahian antara seorang pria dengan tiga penjahat pun tak bisa di elakkan.
Karena penasaran, dio membuka matanya dengan perlahan. “veno ??” dio berkata pada batin. Melihat veno tengah berkelahi melawan tiga orang penjahat, membuat dio merasa deg – degan atas keselamatan veno.
Namun jika dio tiba – tiba bangun, pasti ketiga pria jahat itu menjadikan dio sebagai alat untuk mengancam veno. Meskipun veno berkelahi hanya seorang diri, veno masih bisa bertahan. “veno!!” ucap riko berlari menghampiri veno yang tengah berkelahi bersama ketiga penjahat itu. “sial, datang lagi satu anjing pengganggu !!” ucap salah satu pria bertopeng dengan suara yang kesal. Tak ingin berlama – lama, salah satu penjahat itu mengeluarkan sebuah belati tajam. “gua habisi lu !!” ucap pria dengan belati di tangannya itu. perkelahian pun masih belum berakhir. Riko membantu veno, dan ikut berkelahi melawan ketiga penjahat itu.
Merasa tak begitu diperhatikan oleh ketiga penjahat itu, dio mencoba melonggarkan ikatan pada tangannya, dan berusaha melepaskan ikatan pada kedua pergelangan tangannya itu. Akhirnya ikatan pada kedua tangan dio pun terlepas. Dengan perlahan, dio juga melepaskan ikatan pada kedua kakinya. Karena pergerakan dio yang cukup ketara, tatapan veno pun saat ini tertuju pada istrinya. Karena pandangannya yang teralihkan, veno tak sadar
jika saat ini ia tengah berkelahi dengan seorang penjahat. Hingga belati milik penjahat itu pun berhasil menyayat salah satu lengan veno. “aaahh !!!” veno mendesah kesakitan. Seketika darah segar mengalir deras dari sela – sela luka sayatan pada lengan veno. Karena veno menggunakan kemeja berwarna putih, seketika lengan kemeja veno pun berubah warna menjadi warna merah segar. Karena dalamnya luka sayatan dan veno yang terus bergerak melawan penjahat, darah yang mengalir dari lengan veno mengalir dan membasahi area perutnya.
“doorrr, doorr, doorr!!!” suara tembakan bertubi – tubi tedengar keras di telinga. Sebuah timah panas akhirnya menancap pada salah satu kaki penjahat itu, di ikuti dengan teriakan keras dari polisi. “angkat tangan !!, kalian sudah dikepung !!” ucap seorang polisi sembari mengarahkan pistolnya pada para penjahat. Merasa tak dihiraukan dan mencoba melawan, beberapa polisi lainnya memberika tembakan bertubi – tubi pada para penjahat itu. “doorr, doorr dorrr!!” para penjahat itu pun tegeletak dan segera diringkus oleh para anggota kepolisian. “vennoo!!!” dio berteriak keras melihat suaminya tengah bersimbah darah.
__ADS_1