Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Tersesat


__ADS_3

  “ciiitttt !!!” setelah melakukan hampir dua jam perjalanan, bus yang dio tumpangi akhirnya berhenti di salah satu destinasi wisata alam yang cukup jauh dari pusat kota. Lokasinya berada di kaki gunung, dengan hamparan pepohan dan ilalang liar yang menjulang tinggi sebagai pemandangannya. Dio dan murid – murid lainnya pun segera turun dari bus. “waahhh, seger banget.!!, rasanya udah lama gak main ke alam !!” ucap dio sembari melemaskan otot kaki dan tangannya yang kaku karena perjalanan. Seperti seorang atlet pencak silat yang sedang melakukan stretching, dio nampak mengayunkan tangannya ke kanan dan ke kiri dan memutar kepalanya se arah jarum jam. Melihat tingkah dio, indah pun bertanya “lu mau kungfu???” ucap indah. “gua mau nari balet sih !!” saut dio, sembari melenggak lenggokkan badannya bak penari balet. “menurut gua, bakat lu yang satu ini emang harus tetap dipendam sih!!” saut indah guna menggoda dio. Nampak kevin tengah berdiri tak jauh dari tempat dio dan juga indah berdiri sambil terus memperhatikan dio yang tengah bercanda bersama indah.


  “ayo kita foto bareng ndah!!” ucap dio sembari mengeluarkan ponselnya dari dalam saku. “cekrek!, cekrek!, cekrek!, begitu banyak potret yang telah mereka ambil. Dengan berbagai pose, mereka mengambil potret mereka berdua dengan latar belakang pemandangan alam yang begitu sejuk dan asri. “vin sini !!, ayo ikut foto bareng kita!!” dio memanggil kevin untuk ikut berfoto bersama mereka berdua. Mendengar dio memanggil namanya, kevinpun segera menghampiri dio dengan bersemangat. Kevin berdiri tepat di sebelah dio, dan dio berada pada posisi tengah. Dio mendekatkan badanya ke arah kevin, dan “cekrek!!” mereka bertiga pun mengambil potret bersama.


Nampak dari kejauhan, dina tengah mengawasi mereka berdua dari jauh. Melihat kevin yang terus menerus menempeli dio, dina semakin membenci dio. Setelah mereka bertiga mengambil potret bersama, kevin pun bertanya pada dio. “emmm, gua boleh ngajak foto berdua sama kamu gak di?” kevin bertanya dengan ragu –


ragu, karena takut permintaanya itu ditolak. “boleh!!, kenapa enggak?” saut dio. “ndah foto’in kita ya!!” ucap kevin sembari menyerahkan ponselnya pada indah.


  Tak lama setelah mereka selesai mengambil foto, Bu Feli memberi aba – aba pada para siswa untuk segera mendirikan tenda dan segera melanjutkan kegiatan selanjutnya. “anak – anak, ibu kasih waktu 30 – 60 menit untuk memasang tenda, dan setelah itu kita akan melaksanakan kegiatan selanjutnya, yakni acara jelajah alam!!” ucap Bu Feli. Setelah menerima instruksi dari Bu Feli, seluruh murid dengan segera berkumpul bersama teman masing - masing timnya, dan dengan segera mendirikan tenda bersama. Berhubung anggota kelompok dio adalah indah dan juga kevin, mereka bertiga pun bekerja sama untuk segera mendirikan tenda milik kelompok mereka.

__ADS_1


  Seluruh tenda dari masing – masing kelompok telah selesai di rakit. Dan masing – masing kelompok pun telah berbaris rapi menunggu aba – aba selanjutnya dari Bu Feli. “untuk kegiatan selanjutnya, kalian akan melakukan kegiatan jelajah alam”. “Dengan membawa perlengkapan yang kemarin sudah ibu sampaikan, baik itu makanan, minuman, dan lain sebagainya, kalian harus kompak dan saling membantu antara masing – masing anggota kelompok.!!”. “masing – masing kelompok akan diberi kertas peta!!”, “dimana kalian satu kelompok harus naik ke puncak gunung, dengan melewati jalur yang telah tergambar dalam peta, dan kelompok yang telah tiba di puncak, akan diberi bendera berwarna kuning”. “setelah menerima bendera warna kuning, kalian harus turun dan menyerahkan berdera tersebut pada ibu!!”. “sekarang pukul 11 siang, dan acara jelajah alam dijadwalkan selesai pukul 3 sore!!”. “kita akan menghabiskan waktu 4 jam untuk menikmati keindahan alam ini bersama”. Ucap Bu Feli memberikan penjelasan.


 Setelah Bu Feli memberikan penjelasan, dina segera membagikan peta jalur pendakian pada masing – masing kelompok. Nampak dina menyerahkan peta tersebut dengan raut wajah yang  nampak sinis terhadap dio. Setelah masing – masing kelompok menerima peta, seluruh kelompok pun segera berangkat, termasuk kelompok dio. Mereka bertiga berjalan ber iringan, dan mulai masuk ke dalam area hutan. Melewati jalan setapak penuh batu dan cukup terjal, mereka terus berjalan dengan penuh kehati – hatian. Setelah melewati jalanan berbatu, mereka bertiga yang terus mengikuti arahan peta, nampak sedikit bingung dan memutuskan untuk berhenti. “kalau menurut nih peta, kita harus belok ke arah kiri!!” ucap kevin sembari menunjuk ke arah kiri. “iya betul!!, tapi belokan ke kiri itu


keliatannya bukan jalanan deh!!, rimbun banget soalnya!!” ucap dio menyauti. “namanya juga jelajah alam, pastinya yang dilewati alam – alam liar gitu lah!!” saut indah menyauti. “iya juga sih!!, kita istrirahat bentar ya? Gua laper banget nih!!” ucap dio sambil mengelus – elus perutnya yang tengah keroncongan itu.


  Setelah beristirahat hampir 15 menit, mereka bertiga memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka.


  Setelah cukup lama berjalan, bukan jalan setapak berbatu lagi yang kelompok dio lewati. Tapi hanya semak – semak liar yang tumbuh rimbun, dan nampaknya belum pernah dilewati oleh orang lain. Karena harus menyibakkan tumbuhan rimbun dan menerobos tanaman berduri, tak cocok jika saat ini mereka di sebut tengah melewati jalur pendakian. Tak jarang jika celana ataupun tas mereka sesekali tersangkut dengan tanaman liar berduri.

__ADS_1


Merasa aneh dengan jalur dalam peta yang mereka bawa, mereka bertiga pun berhenti lagi untuk istirahat karena kelelahan. “vin ini kita kesasar apa gimana?, sekarang hampir jam 3 sore, harusnya kita udah turun karena acara jelajah udah hampir selesai. Tapi puncak pun kita masih belum sampai.!!” “ucap indah pada kevin dengan nada yang sedih. Melihat hutan yang nampak berkabut dan tak lagi seterang saat mereka pertama kali berangkat, membuat dio hanya diam karena rasa takut dan pikiran negatif mulai muncul dalam pikiran dio.


  Dio dan indah bersandar pada sebuah pohon besar,dan terduduk dengan lemas. Karena kelelahan dan juga rasa haus yang tengah mereka rasakan, dio dan indah memillih untuk tetap diam dan mengurangi pergerakan.


“gua haus banget vin!” ucap dio dengan suara yang lemas. “gua juga vin!, minum gua juga udah abis dari tadi!!” indah menyauti dengan lirih. Mendengar ada suara aliran air yang tak jauh dari tempat mereka berada, veno berinisiatif untuk segera mengambilkan mereka berdua air untuk minum. “di depan kayaknya ada suara air!!, kalian tunggu di sini ya! Jangan kemana – mana!!” ucap kevin. “iya!!” saut dio dengan suara yang lemas.


Dengan membawa dua botol air minum, kevin berjalan meninggalkan dio dan indah menuju sumber mata air. Setelah berjalan sekitar 50 meter, kevin melihat sebuah sungai dengan aliran air yang jernih. Karena


lokasi sungai di bawah lereng, kevin harus menuruni lereng itu dengan hati – hati untuk sampai di bibir sungai. Dengan perlahan, kevin berjalan menuruni lereng, sambil terus memegang akar – akaran yang menonjol dari dalam tanah agar dirinya tak jatuh.

__ADS_1


  Kevin pun akhirnya sampai di aliran sungai dangkal yang jernih. Dengan perlahan, kevin mengisi botol minum yang telah ia bawa itu satu persatu. “drrrrtttt, drrrrrtttt!!” ponsel kevin pun bergetar karena ada panggilan masuk. “telefon masuk ?, masih ada sinyal rupanya” ucap kevin dalam batin. “hallo?” ucap kevin. “hallo bos!!, laki – laki itu akhirnya ngaku!!, katanya dia di utus oleh om nya dio!!, dan om nya berencana untuk menghabisi dio, dan mengambil seluruh harta dio!!” ucap seseorang dalam telfon itu dengan nada yang serius. “ok, jangan biarin tuh orang mati!!” ucap kevin dengan nada ketus. “eh boss, ada satu hal lagi yang penting!!. Katanya om dio punya rencana lain untuk dio, pada saat dio ikut acara camping!!”. “Tapi sayangnya, dia gak tau kapan acara camping itu di adakan boss!!” pria dalam telefon itu menambahkan. Seketika mata kevin terbelalak kaget. Botol air yang tengah kevin pegang pun terjatuh, hingga air di dalam botol minum tersebut tumpah. Belum sempat kevin mematikan panggilan telefon pada ponselnya, kevin segera berlari dengan sekuat tenaganya menuju tempat dio berada. Alangkah kagetnya kevin, mendapati hanya ada indah seorang yang tengah tergeletak tak sadarkan diri.


__ADS_2