Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Gosip Veno


__ADS_3

  Om fadli adalah adik sambung dari papanya dio. Selama ini om fadli menggantungkan hidupnya dari pekerjaan yang ia peroleh berkat bantuan dari kakak sambungnya itu, yakni papanya dio. Setelah perusahaan yang dipimpin oleh papa dio bangkrut, om fadli yang pada dasarnya manusia tamak, malah memanfaatkan kondisisi kakaknya yang tak sadarkan diri itu, untuk merebut dan mengambil alih aset dan usaha milik papa dio yang masih bertahan, dan tidak tersita bank. Selama papa dio sakit dan tak sadarkan diri, om fadli juga tak pernah menampakkan diri di rumah sakit. Apalagi masalah biaya rumah sakit, sepeser pun belum pernah keluar dari saku om fadli untuk kakaknya itu. Bahkan saat meninggalnya mendiang mama dio, om fadli maupun istrinya tak hadir meskipun untuk menyelawat dan mengucap bela sungkawa. Sungguh manusia yang tak tahu berbalas budi.


  dengan pandangan yang penuh emosi, om fadli menghampiri lelaki yang tengah duduk di depannya itu. “coba ulangi perkataanmu!” Ucap om fadli dengan nada yang sedikit lebih rendah. “kalau menurut saya, jalan satu – satunya hanya kematian ponakan tuan, baru tuan bisa ambil alih bisnis itu dengan mudah!” ucap lelaki itu dengan ragu – ragu, sambil ketakutan melihat ekspresi om fadli yang nampak emosi. Om fadli memicingkan kedua matanya, dan berfikir sejenak. “sekarang mending kamu pergi!!, nanti aku kabari lagi!”. ucap om fadli dengan ketus.


  Di rumah veno.


  Pak Anton sedang mengeluarkan mobil dari dalam garasi menuju halaman rumah. Menunggu Pak Anton mengeluarkan mobilnya, dio yang telah siap itu pun mengambil ponselnya, dan meletakkan ponsel miliknya itu pada salah satu telinganya. Nampak saat ini dio sedang menelfon seseorang dan orang itu veno  “halo ven!!”


“hemm, hallo??” Jawab veno. “ven gua mau ke toko buku di deket perusahaan lu!, gak lama kok!, cuma beli komik doang!” Ucap dio. “iya!!, mau mampir kah??” Tanya veno. “emm, gak deh!, ya udah bye bye!!” Dio pun mengakhiri panggilan itu. “sudah siap nyonya??” Ucap Pak Anton dari dalam mobil. “udah!!” Dio pun menjawab sembari bergegas masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


  Sesampainya di toko buku, dio segera turun dari dalam mobil. Dengan bergegas, ia pun berjalan menuju rak buku yang berisi komik favoritnya itu. sambil membolak – balikkan komik di tangannya, dio nampak tersenyum senang. Dio telah berdiri cukup lama di depan rak buku, hingga tak sadar jika seseorang tengah mengambil gambarnya secara diam – diam. Seorang pria terlihat sedang mengambil beberapa potret dio yang tengah tersenyum, menggunakan kamera ponselnya. Sampai beberapa potret yang telah ia ambil, pria itu segera mengirimkan hasil jepretan’nya itu pada seseorang melalui pesan singkat. Nampaknya, seseorang itu telah dibayar oleh orang lain untuk mengawasi kegiatan dio. Pria itu nampak mencurigakan, dan belum diketahui siapa yang telah membayar pria itu untuk melaporkan segala kegiatan dio.


  Di luar toko, nampak seseorang juga tengah mengawasi dio dari balik kaca. Sesekali ia juga mengarahkan ponselnya ke arah dio. Entah untuk mengambil gambar atau video. Menyadari ada orang lain yang


juga mengawasi dio dari dalam toko, pria itu nampak bingung sekaligus curiga. “Kenapa ada orang lain yang mengawasi perempuan itu juga??, apa bos yang nyuruh orang itu.?, atau jangan – jangan, orang lain yang mengutus orang itu utuk mengawasi perempuan bos.?” ucap pria itu dalam batin, dengan ekspresi ysng penasaran. “lebih baik aku ambil potret orang itu juga, dan segera lapor ke bos.!!” Pria itu berinisiatif untuk mengambil potret orang itu. Ia pun mengarahkan ponselnya ke arah pria itu, dan mengambil beberapa potretnya untuk dilaporkan kepada bosnya.


  Karena hari ini dio sendirian, ia berniat untuk segera pulang setelah membayar komik yang telah ia ambil. Dengan sabar ia berdiri untuk mengantri di depan kasir, sambil menggenggam buku komik yang akan dibelinya itu. “eh, lu liat berita gak.?, katanya artis favorit gua, lovita itu dikabarkan deket sama pengusaha!, kalau gak salah namanya veno!!”, “waah, mereka cocok dong, yang laki gagah dan ganteng, yang perempuan cantik dan seksi!!” Terdengar percakapan antara dua wanita muda di depan dio mengantri. Dan topik pembicaraan mereka adalah suaminya. Bagai bensin yang tersulut api, kepala dio terasa panas seakan ingin mendidih. “tapi gua pernah denger, katanya


listrik yang melewati telinga dio. Begitu sakit dan menusuk telinga. “what the ****, setaan lu, kurang ajar kalian berdua.!, kalau gua udah lulus, gua bikin resepsi pernikahan dengan bintang tamu si lovita ganjen itu!!. biar dia kesiksa batinnya ngeliat gua nikah sama veno.!!” dio yang tak dapat membeberkan fakta sebenarnya mengenai hubungannya dengan veno, hanya mampu berkata kasar pada batinnya.

__ADS_1


  Mendengar dua orang di depannya terus asik menyulut emosinya, dio yang sedang berusaha sabar itu, sengaja membanting komik yang ia pegang dengan keras ke arah lantai. “buuuukkk.!!”, suara hantaman komik pada lantai itu terdengar keras, hingga beberapa orang di sekitar dio juga ikut menoleh karena kaget. Begitu juga dua wanita muda di depan dio itu. dengan santainya, dio pun berkata “aduuh, kaget ada suara anjing menggonggong sih, jadi kaget deh.!!” Dio pun mengambil kembali buku yang telah ia jatuhkan itu. Dua wanita muda itu saling berpandangan satu sama lain, dan memandang dio dengan aneh. Mereka berdua pun terdiamam, dan tak meneruskan pembicaraan mereka mengenai suaminya itu.


  Akhirnya dio keluar dari toko buku itu dengan wajah yang masam, dan bibir yang terkuncir rapi. Pak Anton tak berani bertanya pada dio karena saat ini dio nampak sangat emosi. “pak anterin saya beli es boba, saya mau ngademin suhu tubuh saya yang lagi mendidih.!!” Ucap dio dengan


nada yang sedikit ketus. Dio pun segera naik mobil, dan mobil pun melaju menuju


stand yang menjual es boba langgananan’nya itu.


  Dio yang sudah tiba di stand itu bergegas memesan beberapa varian pada penjaganya. “mbak saya pesan rasa green tea satu, brown sugar satu, dan milk tea satu.!!”. penjaga stand itu pun segera membuat pesanan milik dio. karena boba yang di jual di stand ini yang rasanya enak, banyak pembeli yang rela antri untuk mendapatkan minuman enak dan menyegarkan itu. dan  datanglah sekelompok wanita muda yang mengantri di belakang dio. nampak bereka ber empat saling mengenal, dan sling bersenda gurau bersama. “eh, lu tau lovita gak.? Artis seksi itu lo.!!, katanya gosipnya lagi deket sama pengusaha!”, “pengusaha siapa.?”, “veno sebastian.!!, masak lu gak tau sih.!, dia cowok yang perfect banget deh.!”.belum hilang rasa panas dari tubuh dio karena mendengar ucapan dua itu di toko buku, eh sekarang empat orang sekaligus tengah merumpi’kan suaminya dengan si artis ganjen itu.

__ADS_1


 “niat mau ngademin hati dan pikiran, disini gua malah di panasin terus.!!” Dio bergumam dalam batin. Dio berusaha menahan amarahnya, dan mencoba telihat tenang. “totalnya 125 ribu kak.!!” Ucap pegawai boba itu. Dio pun mengulurkan dua lembar uang seratus ribuan pada pegawai itu, dengan bergegas wanita penjaga stand boba itu menghitung kembalian dari uang dio.


  “kayaknya mereka emang punya hubungan yang tersembunyi deh.!!”, “waah, skandal besar ckckck.!!”, “tunggu aja kabarnya, paling - paling bentar lagi mereka juga ngumu’min hubungan mereka.!!” Mereka terus melanjutkan pembahasan mengenai veno. Dio menghembuskan nafas beratnya. Bagai air yang mendidih di atas kompor, dio tak dapat mengontrol emosinya lagi. dan “praaakk.!!!” Dio membanting kantong kresek berisi es boba itu dengan kencang ke arah lantai. seketika cup es boba itu pecah dan es boba itu pun tumpah membasahi lantai. Empat wanita yang tengah bergosip itu akhirnya diam, dan seketika memandang ke arah dio. Penjaga stand boba itu juga ikut melongo, melihat es buatannya telah tumpah dan menyegarkan lantai standnya. “kembalian’nya ambil aja mbak.!!, barusan tangan saya licin dan kaget karena mendengar gonggongan anjing.!!” Ucap dio sambil pergi meninggalkan stand boba itu dengan penuh emosi.


__ADS_2