Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Mengunjungi Dio


__ADS_3

  Setelah hampir setengah hari dio hanya membaca komik, ia merasa begitu bosan.


“huuufff”, “bosen juga di rumah gak ada kerja’an!” Dio pun mengeluh sembari menghela nafas panjang .


“srak, srak, srak!!” akhirnya dio berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang keluarga dengan kaki yang terseret – seret. “kayaknya nongkrong di luar sambil ngemil enak deh!, dari pada di rumah cuma baca komik, mata gua sampek terharu kayak gini!!” ucap dio menggerutu dalam batin. “bruukk!” Dio pun menghempaskan badannya ke atas sofa yang berada di depan televisi. Tak hanya itu, dio pun memutar badannya 180 derajat, dengan posisi kepala dio di bawah, dan kakinya di atas. Rambut dio yang panjang itu menjuntai ke bawah hingga menyentuh lantai. Dengan hanya memakai kaos oblong dan celana pendek, serta posisinya yang sedang jungkir balik di atas sofa seperti saat ini, Sungguh bertolak belakang dengan statusnya sebagai istri dari seorang pengusaha sukses. Dengan posisi yang masih jungkir balik, dio menutup wajahnya menggunakan komik yang telah ia baca tadi.  Karena dio adalah nyonya di rumah, jadi ia bebas melakukan apapun tanpa ada yang melarang.


  Berhentilah sebuah mobil berwarna hitam mengkilap di halaman rumah veno. “ciiittt!!” mobil itu pun berhenti tepat di halaman veno, lurus dengan teras rumah. Nampak Bu Ani yang sedang menyapu di teras, dan segera menyapa seseorang yang keluar dari mobil itu dengan ramah. “eh, tuan riko!”, “sudah lama tuan gak main kesini!!”,dengan senyum yang lebar, riko menjawab “iya!, udah lama gak kesini!”, “ini aja kesini gaara - gara nganterin makanan yang di suruh sama veno!” saut riko dengan ramah. “untuk nyonya?, sepertinya nyonya sedang berada di ruang tv, tuan riko!!” saut Bu Ani sembari terus melanjutkan pekerjaannya yakni menyapu. Riko pun segera masuk ke dalam rumah veno, dan berjalan menuju ruang keluarga dengan tangan yang penuh dengan paper bag berisi beberapa camilan dan minuman.


  Riko akhirnya sampai di ruang keluarga.


“pffttt..!!” riko tak kuasa menahan tawanya, saat melihat tingkah dio yang tengah jungkir balik di kursi sofa. Mendengar suara seseorang yang terdengar sedang menahan tawa, dio pun mengambil buku yang menutupi mukanya. “haaiii!!” riko menyapa dio dengan penuh senyum. “haah!” dio pun kaget melihat riko yang datang dengan tiba – tiba itu, seketika dio pun merasa malu dan dengan segera ia membenarkan posisi duduknya. Kedua mata dio pun langsung menatap ke arah paper bag dengan brand camilan kesukaannya. “waahhh,, camilan favorit gua!” Dio berkata dengan wajah yang begitu ceria. Melihat senyum dio yang begitu cerah, riko tak dapat mengalihkan pandangannya dari wajah. Dengan percaya diri, dio pun berkata "itu, buat gua??” ucap dio sembari menunjuk ke


arah camilan yang ada di tangan riko. “iya!!, veno nyuruh gua buat beli’in lu camilan, jadi gua beli’in beberapa varian ini!, entah lu suka apa enggak!” ucap riko. “waahh.!!, pas banget sama selera gua!!, thank you!” ucap dio sambil meraih camilan di tangan riko. Merasa telah menyesaikan tugasnya, veno pun berpamitan “ya udah gua pamit kalau gitu!” ucap riko. “jangan pamit dulu!!, gua nitip camilan ini buat veno ya!” Dio menitipkan salah satu camilan yang riko beli, untuk diberikan pada veno di kantor. Dio pun mengulurkan camilan tersebut pada riko. “makasih ya!!” Dio pun mengucap terima kasih. “iya, nanti gua kasih serahin ke veno!!” ucap riko sembari meraih camilan yang dio serahkan.

__ADS_1


  Jam pulang sekolah.


  “kriiiiingg!!” Suara bel pulang pun berbunyi.


Indah yang masih kawatir dengan kondisi dio, berniat untuk menjenguk dio di rumahnya. Namun, karena indah belum mengetahui lokasi rumah yang dio tinggali saat ini, indah mencoba menghubungi dio untuk bertanya.


Dio yang saat ini sedang bersantai sembari menghabisan camilan, dibuat kaget dengan ponselnya yang terus bergetar. Dengan sigap, ia melompat dengan sekuat tenaga ke arah meja kecil tempat ponsel dio berada.


Seperti seorang atlet lompat jauh, dalam sekali lompatan, dua kursi mampu dio lampaui. “indah??” Dio yang mengetahui indahlah yang tengah  menelfonnya, bergegas mengangkat telepon itu. “hallo indaaaahhhh!!!” Dio bersuara dengan nada yang manja. “dasar lu temen kurang ajar.!, bisa – bisa nya lu gak cerita kalau kemarin lu dapat musibah!”, “lu nganggep gua temen apa bukan sihh!!”. Menjawab suara manja dio, indah tak menjawab dengan suara manja juga, melainkan langsung menyemprot dio dengan nada yang nge gass karena kekesalannya terhadap dio.


  Dina yang tak sengaja mendengar percakapan indah mengenai rumah dio, membuat dina menjadi penasaran, dan merasa ada yang sedang disembunyikan oleh dio mengenai tempat tinggalnya saat ini. Merasa penasaran, dina memutuskan membuntuti indah dari belakang secara diam – diam. “pasti ada yang gak beres, dan sekarang lagi lu sembunyi’in di !, tunggu sampai gua tau semua, gua bakal bikin lu lebih malu lagi dari kemarin!” ucap dina pada batin. Dengan tatapan jahatnya, dina mengikuti indah dari belakang menuju mobil jemputan masing – masing.


Dina yang masuk ke dalam mobilnya itu berkata pada sopirnya “ikuti mobil di depan itu pak!!, jangan sampai ketinggalan!” Ucap dina sembari menunjuk ke arah mobil yang di tumpangi dina. Mobil indah pun melaju meninggalkan sekolah, dan di ikuti oleh mobil dina di belakangnya.

__ADS_1


  Mobil mereka berdua telah meninggalkan lokasi sekolah, menuju pusat kota.


Merasa ada mobil yang sedang membuntutinya di belakang, sopir indah pun curiga dan berkata pada nonanya “non, di belakang itu ada mobil yang membuntuti kita!!” Mendengar ucapan sopirnya, indah segera menoleh ke belakang, dan mengenali bahwa mobil itu adalah milik dina. “gawat, pasti dina ngikutin gua buat cari tau rumah yang di tempati dio sekarang!!” indah menggerutu pelan. “pak, jangan sampai mobil di belakang itu ngikutin kita!!” Indah berkata pada sopirnya dengan gelisah. “iya non!!” Sopir indah segera menginjak pedal gas, dan melaju dengan kecepatan yang lebih kencang meninggalkan mobil dina. Dengan lincah dan gesit, sopir indah menyalip


kendaraan yang ada di depannya dengan begitu profesional. Layaknya pembalap formula 1, sopir indah mampu melesat jauh meninggalkan mobil indah yang tertinggal jauh di belakang, dan tak mungkin lagi mampu mengikuti mobil indah lagi.


  Melihat mobil indah yang tak lagi terlihat, dina pun menggerutu kesal. “sialan!, hampir aja gua nemu’in rahasia dio, sekarang gagal deh!”, “pasti indah udah tau, kalau gua lagi ngebuntutin dia!!”, “bapak juga sih!!, ngikutin mobil gitu aja gak becus!!” Karena kesal, dina melampiaskan kekesalannya itu pada sopirnya. Namun sopir dina hanya bisa


meminta maaf. “maaf’in saya non!. Indah pun bisa bernafas lega sembari tertawa bahagia. “hahaha, rasa’in tuh din!!, mangkanya jadi orang tuh jangan kepo dan usil!, hahaha!!”.”untung aja bapak bisa nyelip – nyelip kayak pembalap!, apa bapak dulu beneran seorang pembalap??” Indah bertanya penasaran. “hehe, iya non!, pembalap kampung tapi!” Sopir indah pun menjawab dengan malu – malu.


  Mobil mulai melewati jalanan dengan menuju perumahan elite tempat dio tinggal. “waah, gak nyangka dio bisa tinggal di lingkungan elite gini!!” Indah berdecak kagum dalam batin. Mengikuti arahan maps, mobil indah berhenti di depan rumah yang nampak paling mewah di lingkungan elite ini, dengan gerbang besar berwarna coklat di depannya. “apa gak salah!!, apa beneran dio tinggal di sini?” Indah masih bingung apakah sahabatnya itu tinggal di rumah yang begitu mewah ini. Karena mobil indah yang berhenti tepat di depan gerbang dan tak kunjung masuk ke halaman, seorang petugas keamanan di rumah veno itu pun menghampiri mobil indah. “ada yang bisa saya


bantu.?” Petugas itu bertanya dengan ramah pada sopir indah. “apa betul dio tinggal disini ya??” ucap indah dengan penasaran. “ohh nyonya dio?, iya nyonya dio tinggal di sini!”, “apa nona temannya nyonya dio?” petugas

__ADS_1


keamanan itu menjawab dengan ramah dengan nada yang begitu santai.


“nyonya????” mendengar perkataan petugas keamanan tersebut, indah pun terbelalak kaget, dengan dua bola matanya yang melotot seakan ingin melompat keluar.


__ADS_2