Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
kevin si sosiopat


__ADS_3

  Dengan wajah yang malu – malu, fira mengulurkan sebuah kotak kecil yang ada di tangannya pada kevin.


“ini buat kamu!” Ucap fira dengan suara yang lemah lembut. Beberapa murid yang tengah menyaksikan kejadian so sweat itu pun berdecak kagum. “ckckck, keren si fira nyalinya gedhe banget!!”, “kira – kira bakal diterima apa gak ya?”. beberapa murid nampak penasaran dengan respon apakah yang akan kevin berikan pada fira saat ini. Mereka saling memandang dan memperhatikan dengan serius. Ada pula yang tengah menggigit kuku jarinya karena ikut tegang melihat situasi di depan mereka saat ini. “kenapa jadi lu yang tegang.?, kan fira yang ngasih


hadiahnya.!, bukan elu.!!!” , “gua tuh lagi menghayati peran gua sebagai penoton tauuu.!!, stop jangan pecahin konsentrasi gua.!!” Mereka terus berdebat dan memandang penasaran ke arah fira dan juga kevin.


  Kevin pun menoleh ke arah fira yang tengah berdiri di depannya itu. Melihat tangan fira yang tengah mengulurkan sebuah kotak kecil padanya, kevin tak kunjung memberikan respon. Senyum lebar pun menghiasi bibir fira.


Tanpa memberikan jawaban, kevin mengangkat tangan kanannya, dan meraih kotak kecil itu.


Melihat kevin menerima hadiah pemberiannya, fira pun merasa bahagia. Namun, “taakk.!!” Hadiah yang baru saja


kevin terima dengan sengaja ia jatuhkan, dan akhirnya terjatuh ke atas lantai di samping bangku tempat kevin duduk. Bagaikan seorang sosipat tanpa perasaan dan terbilang cukup kasar, wajah kevin nampak datar tanpa ekspresi. Tanpa adanya rasa empati dari dalam hatinya, ataupun rasa bersalah yang terpancar dari raut wajahnya, kevin pun berkata dengan santai “gak! Makasih!!”


  Beberapa murid yang sedari tadi penasaran dengan respon kevin itu, seketika melongo bersama’an.


“waw, savage.!!”, “anjir gua merinding guys!”, “ gua tadi udah ngira, pasti bakal ditolak!”, “kan lu tau, gak ada yang bisa buat kevin bertekuk lutut selain dio”, “selain hadiah dari dio, mana mungkin kevin mau!” Beberapa murid itu saling saut menyaut dengan heboh. Bagai tertampar dengan kotoran di wajahnya, fira merasa sangat malu.

__ADS_1


Matanya nampak berkaca – kaca, dan ia pun berlari keluar kelas sambil menutupi wajahnya karena malu.


Setelah melihat fira yang berlari keluar kelas dengan tergesa - gesa, kevin memungut hadiah kecil yang segaja ia jatuhkan itu. Dan dengan entengnya, kevin melempar bungkusan kecil itu pada tempat sampah yang berada di pojok kelasnya.


  Melihat respon kevin yang sengaja membuang hadiah dari fira ke tempat sampah, mereka yang mengawasi dari jauh itu pun hanya terdiam dan tak mampu berkata - kata. Mereka nampak terkejut melihat respon kevin terhadap fira yang terkesan kasar dan arogan itu. Mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya karena heran. Beberapa orang lainnya nampak berbisik satu sama lain, dan pastinya dengan kevin sebagai topik pembicaraannya.


“woahh, gak salah sih, kalau kevin disebut sebagai cowok tercuek di sekolah.!!” Ucap salah murid yang tengah mengawasi kevin dari jauh.


  Di rumah veno.


  Dio yang masih menangis histeris dalam pelukan veno mulai berangsur tenang. Ia pun melepaskan kedua tangannya yang melingkar erat pada tubuh veno, dan mendongakkan kepalanya menghadap wajah veno.


“katanya mau ke bandara.?” Dio bertanya penasaran pada suaminya. “enggak jadi.!!, tadi aku langsung pulang setelah tau kamu dapet masalah.!!” Jawab veno dengan nada yang tenang. “sekarang masih mau berangkat.????” dio bertanya penasaran. “heemmmm...!!!” tanpa menjawab, veno hanya berdehem pelan. “kok cuma hemm.?, mau berangkat lagi ya??” Saut dio. Nampak dari wajah dio saat ini, ia tegah merasa kecewa. “huuuffftt” dio pun melepas nafas berat dari muluttnya.


  “udah dong adegan meweknya.!!, jelek tauu.!!!” Ucap veno guna menggoda dio yang masih cemberut itu.


“ooooo.., jadi gua jelek ya..??” saut dio dengan nada yang lebih tinggi. “ututuu..., enggak kok.!!, istri gua mah cantik, baik, pinter, badannya bagus lagi.!!” ucap veno dengan menahan senyum, dan terus mencoba menggoda dio.

__ADS_1


“tuh kan, kalau ngomong suka bener deh.!!”, “hahaha.!!” Ucap dio sembari tertawa. Nampak dari raut wajah dio saat ini, ia sudah merasa lebih baik dari pada tadi sebelum veno datang. Vno mengeluarkan ponselnya yang terus bergetar, dan mengangkat paggilan dari seseorang itu dengan segera. Karena merasa panggilan itu bersifat privasi, veno berjalan ke arah pintu ruang tamu, guna memberi jarak antara dirinya dan juga dio. Nampaknya, saat ini veno sedang membicarakan suatu hal yang penting dan rahasia.


  Dio memandangi suaminya yang berdiri di depan pintu ruang tamu itu dengan seksama. “telfon sama siapa sih, kok keliaatannya serius gitu.!!” Dio yang penasaran itu hanya bisa bergumam dalam batin. Sampai beberapa lama, veno belum juga menutup telefonnya. Veno nampak fokus dan serius dalam pembicaraan itu. Nampaknya, panggilan tersebut berasal dari seseorang yang tengah menyampaikan kabar yang begitu penting.


Akhirnya telefon pun di akhiri. Nampak dari raut wajah veno saat ini, ia nampak sedikit gelisah dan


tidak tenang. Melihat suaminya dalam kondisi hati yang kurang baik, dio pun berusaha mendekati suaminya. Dengan ekspresi yang penasaran, dio bertanya pelan pada veno. “kamu gak papa ven.??” veno memandang ke arah dio dan menjawab “gak papa di.!!” Veno mencoba menutupi masalah nya dengan senyuman yang terpancar


dari bibirnya. Ia berusaha untuk terlihat biasa saja di depan dio.


  Riko yang semula sudah menunggu veno di bandara, kini dalam perjalanan menuju rumah veno.


Mengingat ketika dirinya telah sampai terlebih dahulu di bandara dan menunggu veno di kursi tunggu, namun veno yang tak kunjung tiba, dan membuat riko menjadi gelisah. Ia pun segera menelfon veno dan menanyakan alasan kenapa ia tak kunjung tiba.  “lu dimana ven.?, gua udah nunggu lama di bandara.!!” Ucap riko. “batalin penerbangannya, nanti gua jelasin.!!, sekarang gua menuju rumah.!! dio lagi ada masalah.!!” “tuut, tuut.!!” Setelah berkata demikian, veno segera menutup panggilan dari riko. Setelah mendengar dio yang berada dalam masalah, riko ikut kaget dan penasaran. Sekiranya apa yang saat ini tengah menimpa dio. Riko pun segera meninggalkan bandara, dan langsung menuju rumah veno. “ciiitt.!!!” Mobil telah berhenti di halaman rumah. Riko segera turun, dan berjalan ke dalam rumah.


  Melihat dio dan juga veno tengah berdiri berdampingan, riko segera menghampiri mereka. “ada masalah apa ven.???” riko bertanya dengan penasaran. “om dan tante dio barusan dari sini, dan mereka bertikai sama dio.!!” ucap veno dengan ekspresi yang geram. “apa.??, setelah perbuatan jahat mereka, ternyata mereka masih punya muka bikin onar disini.??” Saut riko dengan ekspresi wajah yang nampak kesal. “gua yakin, pasti ada hal yang mereka incar.!!” Ucap veno. “apa perlu gua selidiki.??” Riko menawarkan diri untuk menyelidiki om dan tante dio. “enggak usah.!!, gua udah nyuruh seseorang buat nyelidiki mereka secara diam – diam. Ucap veno. riko memandang dio dari atas ke bawah, dan bawah ke atas. “emm, lu gak papa.?” Riko bertanya penasaran pada


dio. “enggak papa kok.!!” Saut dio dengan singkat.

__ADS_1


  Jam dinding menunjukkan pukul 22.00 WIB.


  Berbeda dengan dio yang sudah lelap tertidur, veno yang masih terjaga itu tengah duduk di ruang kerjanya. Bukan untuk mengerjakan pekerjaan kantorya yang belum selesai, namun veno hanya duduk termenung dengan ekspresi yang nampak gelisah. Veno terlihat penasaran, dan masih memikirkan percakapannya dengan seseorang tadi siang melalui telefon.


__ADS_2