Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Bermain Bersama


__ADS_3

  Pagi yang cerah, dengan mentari yang masih menyembunyikan sinarnya.


  Hari ini dio bangun lebih pagi dari biasanya.


Dio nampak lebih tenang dan tak terburu – buru seperti hari – hari sebelumnya . Bukan tanpa alasan,


karena kemarin malam dio tidur lebih awal, jadi pagi ini ia bisa sukses bangun lebih pagi dari biasanya.


Bukan malah terlihat segar dan bergas, dio malah terlihat lemas dan merasa lebih malas dari biasanya.


Karena hari ini adalah hari minggu, dan dio tak ada niatan sedikitpun untuk bangun pagi, diopun


merasa kecewa. Bagi dio, hari minggu adalah hari yang membosankan. Dimana ia tak dapat bertemu teman sekelasnya, maupun berkegiatan di luar bersama sahabatnya, yaitu indah.


Saat ini, tak ada gambaran kegiatan apapun dalam benaknya.


“hooaamm.!!” dio menguap dan duduk tenang di ruang makan.


  Veno yang berjalan melewati ruang makan itu berhenti.


Ia memandang kaget ke arah dio yang sedang duduk. Seperti sebuah keajaiban bagi veno,


bisa melihat dio yang ternyata bisa bangun pagi di hari minggu. Dengan wajah yang masih berminyak dan rambut yang acak – acakan, dio melirik ke arah veno yang ternyata tengah memandanginya. Menyadari penampilannya yang buruk itu, dio segera menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya yang belum tersentuh air itu. ia pun berkata ketus pada veno, “ngapain liat – liat.??” Veno pun menjawab datar “siapa juga yang liatin lu..!!”, “masih alasan gk ngeliat, padahal dari tadi lu ngeliat gua kan ??” dio masih bertanya ketus.


“gua gak ngeliatin lu.!! Gua ngeliatin iler lu tuh..!!” veno menjawab sambil menunjuk dio.


“hahaha...!!” veno tak bisa menahan tawanya.


  Mendengar jawaban veno, dio seketika berdiri dari tempat duduknya.


Dengan ekspresi kesal, dio memicingkan matanya, menguncir bibirnya, dan membesarkan nafasnya.


Ia mengambil sendok yang berada tepat di depannya, dan mengarahkannya ke arah veno.


Veno yang takut dipukul sendok oleh dio itu, memilih untuk segera kabur. Sembari terus tertawa terbahak – bahak,


veno berlari pergi dari ruang makan untuk menghindari dio yang sedang kesal.

__ADS_1


  Dengan memakai jaket parasut warna hitam,


serta headset yang terpasang pada kedua telinganya, veno berlari menuju keluar rumah.


Ia melewati gerbang besar warna coklat miliknya, dan terus berlari ke arah jalanan yang masih sepi.


Karena veno tak memiliki banyak waktu untuk pergi ke tempat kebugaran, veno selalu menyempatkan diri untuk berlari meskipun itu hanya sebentar. Karena bagi veno yang hampir waktunya habis untuk bekerja dalam


ruangan tertutup, olahraga berlari adalah pilihan terbaik untuk menenangkan pikiran sekaligus menyehatkan badannya. Ketika pikiran veno sedang kacau, veno pasti menghibur diri dan menyegarkan pikirannya dengan cara berlari.


  Mengingat kejadian sebelumnya, ketika veno pertama kali bertemu dengan dio.


Yakni ketika veno sedang memiliki banyak beban pikiran, dan memutuskan untuk berlari di malam hari.


Namun apesnya, ketika ia sedang berlari santai, ada seseorang yang sedang mengikutinya secara diam – diam. Secara misterius, orang itu terus mengiku veno. Karena kawatir akan keselamatannya, veno berlari ke arah jalan raya, dan akhirnya menabrak dio hingga ia pun pinsan. Dan pada akhirnya terjadilah pernikahan yang sedikit


konyol ini.


  Di ruang keluarga, dio sedang menonton televisi sambil memakan camilan.


Karena sudah kehabisan acara hiburan, dio pun hanya bisa menonton acara berita yang sedikit membosankan. “berikut kami laporkan.!, terkait tabrakan tunggal yang terjadi tadi malam, dengan lokasi di persimpangan


Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan.!, dan korban saat ini sedang dalam kondisi kritis.!” Foto wanita korban kecelakaan tunggal itu pun ditampilkan.


Alangkah terkejutnya dio, melihat foto wanita itu yang ternyata tak asing baginya. Dio berhenti mengunyah, dan melihat dengan seksama foto wanita itu. Ialah wanita yang tadi malam sengaja menyenggol dio di pesta.


“astaga..!! dia kan yang udah sengaja nyenggol aku tadi malem di pesta..??, jadi sepulang pesta dia kecelakaan nyenggol tiang listrik.??” Dio bergumam dalam hati, dan merasa seperti ada yang janggal dengan kejadian itu.


  Veno sudah selesai berlari pagi. Ia pun berjalan masuk melewati ruang keluarga, dan berhenti tepat di depan dio yang sedang menonton televisi.


 “di.!!” Veno memanggil dio, namun dio yang masih kesal itu mengabaikan veno.


Melihat dio yang sedang mengabaikannya, veno berjalan pergi sambil berkata “berhubung lu cuek, gua gak jadi ajak lu main ke wahana permainan deh..!!”


“wahana permainan.?” Dengan sigap, dio segera manyauti “mauuuu...!!!” , “lha bukannya lu gak mau.?”


Veno mencoba menggoda dio. “mau..!! ayo gua mauu..!!” sambil mengetipkan matanya, dio terseyum lebar

__ADS_1


kepada veno. Dio menarik – narik jaket veno, “ayo boss, gua mau..!!” ucap dio.


“ya udah, cepet siap – siap.!!” Jawab veno.


  Mereka berdua berangkat menuju  taman wahana permainan.


Tak seperti biasanya yang selalu berpenampilan formal dengan sepatu fantofel, kini veno memakai


pakaian yang lebih casual dan memakai sneakers. Dio berdecak kagum sambil melihat veno dari atas ke bawah. “waah..!! ada angin apa nih, tumben lu pakai pakaian casual gini.?” Dio bertanya  sambil tetap memandangi veno. “ya uadah, gua ganti aja deh.!!” Veno menjawab sambil berjalan. “eiitss, tidak bisa.!!” Dio menjawab sambil menarik


baju veno dari belakang. Veno yang akan pergi itu akhirnya menghentikan langkahnya. “mangkanya, lu jangan banyak coment dong.!!, jadi berangkat gak nih.?” Ucap veno. Dio pun segera menganggukkan kepalanya, “iya..ayo!!” jawab dio.


  Mereka berdua telah sampai di taman wahana permainan.


Dio yang begitu antusias segera turun dan berjalan ke arah pintu loket. Veno berjalan mengikuti dio yang bersemangat itu dari belakang. “ehh, ven.!!, gua kira lu bakal nyewa nih taman bermain cuma buat kita berdua kayak di drama – drama gitu.!! Uang lu kan banyak.!!” Ucap dio. “lu tuh emang banyak maunya.!!


Ngabisin duit aja kalau cuma buat nyewa nih tempat buat main.!, kalau lu mau gua bikinin sendiri wahana permainan di halaman rumah.!!” veno menjawab ketus. Mendengar jawaban veno, dio tertawa “hahaha,, gua becanda tau..!!, ayo kita masuk..!!”


  Tak nampak seperti sepasang suami istri, mereka lebih terlihat seperti sepasang muda – mudi yang sedang berpacaran. Mereka berjalan berdua menuju salah satu wahana ekstrem, yakni roller coaster. Mereka menaiki wahana ekstrem itu dengan saling tertawa. Setelah menaiki wahana roller coaster, mereka menaiki wahana yang tak kalah ekstrem, yakni kapal luncur. Tak hanya itu, mereka menaiki hampir semua wahana ekstrem yang ada di


taman wahana permainan itu. Mereka terlihat begitu bebas dan bahagia saat menaiki berbagai wahana permainan berdua. Veno yang belum pernah pergi ke tempat bermain seperti saat ini merasa begitu senang dan bahagia. Baru kali ini ia bisa tertawa selepas ini. Sejak kecil veno memang tidak pernah mau untuk pergi ke wahana permainan, meskipun itu di ajak oleh teman maupun papanya sendiri.


  Veno memandang ke arah dio yang tengah tersenyum manis.


Mata veno berbinar memandang istrinya yang terlihat bahagia itu. Terlihat dalam tatapan itu,


pandangan veno terhadap dio memiliki suatu arti yang istimewa. Dio menghentikan pandangannya ke arah permainan menembak. Melihat door prize permainan itu ada boneka beruang dengan ukuran jumbo, dio yang tertarik itu menggandeng tangan veno tanpa sadar menuju stan permainan itu. Veno yang terkejut itu mencoba terlihat tenang, dan ia pun tersenyum bahagia. Dio yang tak menyadari tengah menggandeng veno itu merasa biasa dan terlihat seperti tak terjadi apa - apa.


“lu harus menangin tuh boneka buat gua.!!” Ucap dio sambil memberikan senapan kepada veno.


Seperti sebuah kompetisi menembak sungguhan, veno terlihat begitu tegang. Karena baru kali ini ia memegang senapan, ya meskipun baru senapan palsu, tetap saja veno terlihat tegang.


    Veno terlihat tenang dan fokus dengan sasaran yang akan ia bidik.


“doorr..!, doorr.!, door.!!” Sampai beberapa kali ia mencoba, tak juga satupun bidikannya mengenai sasaran.


Dio menghela nafas panjang dan terlihat kecewa. Veno terus mencoba dan akhirnya tetap gagal. melihat ekspresi dio yang penuh kekecewa'an, akhirnya veno menghampiri penjaga stand itu dengan terlihat emosi.

__ADS_1


“gua beli dua boneka besar itu.!!” ucap veno sambil mengulurkan beberapa lembar uang, sambil menunjuk ke arah boneka besar yang sedang di incar oleh dio. Melihat uang yang di ulurkan padanya melebihi harga 2 boneka jumbo itu, penjaga stand itu akhirnya menyetujuinya.


__ADS_2