
Mengingat mimpi buruk yang datang dan terus berulang mengganggu tidur veno, membuat veno kehilangan kualitas tidurnya. Ia selalu terjaga di tengah malam dengan keringat dingin membasahi tubuhnya, dan ketakutan yang seakan terus mengingatkan dirinya akan rasa sakit yang ia alami 8 tahun yang lalu. Membayangkan kembali kejadian saat dirinya tengah dikurung di dalam sebuah rumah kosong oleh wanita gila, dengan berani seorang gadis kecil yang lemah berusaha membantunya untuk melepaskan diri. Namun sayangnya gadis kecil yang lemah itupun terluka parah. Trauma berat dan mimpi buruk yang sampai saat ini veno rasakan, mungkin juga terjadi pada gadis kecil itu. Karena perasaan bersalah dan tidak tenang selalu mengingatkan veno akan gadis kecil lemah yang terluka hingga berdarah – darah itu. Veno bertekad untuk menemukan gadis kecil itu. Dan sudah hampir setahun ini tak ada perkembangan informasi mengenai gadis kecil pemberani itu. “bagaimana kabarmu gadis kecil ?, apa trauma juga menghiasi hari – harimu??” ucap veno dalam batin.
Melihat veno yang terus berusaha menemukan gadis itu, riko takut jika suatu saat ketika veno akhirnya menemukan gadis yang telah lama ia cari – cari itu, veno hanya akan membuat perasaan dio terluka. “kalau perempuan itu udah ketemu, apa yang bakal lu laku’in ke perempuan itu?” saut riko dengan nada menantang. “entahlah !” veno menjawab singkat. “inget!!, lu udah punya istri ven !, kalau sampai dio tahu, lu lagi nyari keberada’an perempuan lain, pasti dio bakal sakit hati !!”ucap riko dengan suara yang cukup keras. Seketika veno pun terdiam dan tertunduk lesu. Memandang jam tangannya, nampak jam menunjukkan pukul 16.20 WIB. Sontak veno yang kaget itu pun segera berdiri, dan berangkat untuk menjemput dio yang pastinya sudah menunggunya di depan gerbang.
Di sekolah.
__ADS_1
Saat ini dio tengah berdiri di dekat pos satpam untuk menunggu jemputan. Karena indah telah lebih dulu pulang, hanya kevin seorang lah yang dengan sabar menemani dio untuk menunggu jemputan. Melihat kevin yang nampak lelah, dio pun berkata “vin, lu balik dulu aja!, paling sebentar lagi veno dateng !” ucap dio. “gua pengen masti’in lu pulang dan dijemput dengan selamat di !, seberapa lama itu, gua bakal nunggu’in lu kok !!” saut kevin dengan suara yang lemah lembut. Mendengar ucapan kevin, dio pun bereaksi “pfftttt !!, lu jago banget sih vin merangkai kata – kata gombal kaya gini?” ucap dio sembari menahan tawa. “gua gak gombal di !!, gua bisa nungguin lu seberapa lamanya itu, gua mau kok!!” saut kevin menimpali. “eh vin, lu gak pengen deket sama cewek lain apa??” dio bertanya dengan penasaran. Tanpa ragu dan berfikir panjang, kevin pun menjawab “enggak !!”.
“enggak?, lho kok enggak??” dio yang kaget itu pun bertanya dengan penasaran. Tak menjawab pertanyaan dio, kevin malah bertanya balik “di, kenapa sih lu gak mau coba ngebangun hubungan sama gua?, gua mau kok meskipun cuma jadi selingkuhan lu !!’ saut kevin dengan nada yang serius. “ngebangun?, apa yang dibangun vin? Rumah?, Hahaha!!” ucap dio sembari tertawa menggoda kevin. Seolah telah terbiasa dengan perkataan kevin yang begitu frontal mengenai perasaannya, dio pun tak lagi merasa risih. “berdiri lama, pasti kaki lu sakit ya di?, mau gua gendong?” saut kevin dengan nada kawatir. “gua baik – baik aja kok vin!, jangan terlalu kawatir!!” saut dio.
“ciiitt !!” sebuah mobil merah berhenti tepat di dekat gerbang sekolah. Nampaknya veno telah tiba. “ceklak !!” veno pun segera turun dari mobilnya, dan berjalan menghampiri dio. “maaf ya di, gua telat jemputnya !!” ucap veno dengan penuh penyesalan. “iya ven gak papa, untung ada kevin yang udah nemenin gua dari tadi !” saut dio. Dengan ekspresi nampak kurang senang, dan penuh keterpaksa’an, veno pun berkata “makasih udah nge-ja-ga dio !!” seolah memberi tekanan pada pengucapan “ngejaga” yang ia tujukan pada kevin, nampaknya veno memiliki maksud tertentu dibalik ucapannya itu. “gak perlu sungkan !” ucap kevin dengan nada yang cukup keras menohok. Melihat kedua laki – laki di depan matanya tengan berada dalam situasi penuh ketegangan, dio pun segera mengajak veno pulang. “vin, gua balik dulu ya!, makasih udah nemenin !” ucap dio sembari menggandeng veno pulang.
__ADS_1
Setelah berganti pakaian, dio berdiri dengan tatapan penuh ambisi menatap seluruh isi kulkas. Veno pun menghampiri dio dan bertanya “lu, bisa masak di?” ucap veno bertanya dengan ekspresi kurang meyakinkan. “seperti kata pepatah, kalau tak mencoba, kita tak akan tahu hasilnya !!” saut dio dengan tegas. “pffttt, pepatah dari mana tuh??” saut veno sembari menahan tawa. “ok, biarin gua konsentrasi ven !!” saut dio dengan suara yang cukup keras. dio menatap berbagai macam bahan masak dalam kulkasnya yangbegitu lengkap. Mulai dari daging, sayur – mayur hingga seafood semua tersedia, hanya tinggal memilih saja. Setelah cukup lama dio memandang isi kulkas itu, dio pun berkata “gua bakal bikin masakan simpel yang bergizi buat lu ven, yakni telor ceplok !!” ucap dio sembari mengambil beberapa telur. “pfffttt !!” melihat tingkah istrinya yang lucu, veno tak kuasa menahan tawanya.
Dio menghidupkan kompor listrik dan meletakkan teflon penggorengan di atasnya. percobaan pertama, setelah minyak dirasa panas, dio mencoba membuka cangkang telur itu dengan memukul – mukulnya salah satu sisinya pada meja dapurnya. Sampai minyak mengeluarkan asap saking panasnya, dio masih belum berhasil membuka cangkang telur itu. Dio pun memukulkan cangkang telur itu dengan keras, hingga cangkang tersebut langsung pecah, dan telur tersebut langsung pecah dan jatuh membasahi meja dapur. “yaaaa, kok jatuh sih !!” ucap dio seraya kebingungan. “di, lu yakin lu bisa??” saut veno dengan tatapan yang penuh kekhawatiran. “gua yakin kok, lu tenang aja ven !!” saut dio.
Percoba’an kedua, dio akhirnya bisa memecahkan cangkang telur tersebut, dan telur pun masuk ke dalam teflon penggorengan dengan sempurna. Namun karena teflon penggorengan yang teramat panas, telur tersebut akhirnya berwana kehitaman dengan tekstur yang teramat kering, dan bisa disebut gosong. “lu yakin ini makanan bergizi yang lu maksud di?” ucap veno sembari memandang aneh terhadap penampakan telur dio. “tenang ven, gua gorengin lagi!, gua masih belum menyerah!” ucap dio dengan bersemangat. “di, itu kompornya terlalu panas deh !, lu kurangin coba, biar gak gosong !!” saut veno dengan raut wajah yang penuh kekhawatiran.
__ADS_1
Kompor telah di kecilkan, dan dalam percoba’an ketiga, dio pun berhasil menggoreng telur tersebut dengan cukup baik. Dengan penampakan dan tekstur yang cukup meyakinkan untuk di makan. Setelah telur dirasa masak, dio pun mengangkat telur tersebut menggunakan spatula. Begitu senang dan semangatnya dio karena merasa berhasil dalam menggorang telur, hingga tanpa sadar dio menggunakan tenaga yang lebih untuk mengangkat telur tersebut dari teflon penggorengan. Dan alhasil, telur tersebut pun jatuh ke lantai. Dio dan veno pun sontak kaget dan saling berpandangan. “di, menurut gua perempuan tuh gak harus bisa masak. Jadi lu gak perlu sedih!, gua tambahin uang jajan lu, jadi lu gak perlu capek – capek masak kalau Bu Ani gak ada di rumah !!” ucap veno.