Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Kepikiran


__ADS_3

  Malam itu,


veno akan segera melakukan penerbangan menuju Amerika, untuk melakukan pekerjaan bisnis yang mendesak.


Sebelum berangkat ke bandara, veno mendesak sopirnya untuk mengantarkannya mampir  pulang ke rumah dengan alasan untuk mengambil berkas penting, yang tertinggal di ruang kerjanya.


Veno memandangi jam tangannya yang sekarang menunjukkan pukul 23.15 WIB.


  Veno pun akhirnya sampai di rumah.


  Karena dikejar waktu yang mepet, ia bergegas masuk ke dalam rumahnya. Dengan langkah yang tergesa – gesa, veno segera masuk ke dalam kamarnya. Bukan segera menuju ruang kerjanya, ia malah berhenti di depan dio yang tengah tertidur lelap di atas meja belajarnya. Veno berjongkok di depan dio yang tengah tertidur lelap.


Ia sengaja mendekatkan wajahnya untuk melihat wajah dio yang tengah tidur sambil tertunduk itu.


Veno segera memindahkan dio ke atas tempat tidur, dan langsung menutupi badan dio dengan selimut.


Veno bergumam dalam hati, “dasar anak kecil, dimanapun berada pasti ujung - ujungnya ketiduran..!”.


Memandang wajah dio yang menggemaskan, veno mendekatkan bibirnya ke aras kening dio.


Hampir saja veno mendaratkan bibirnya di atas  kening dio, namun veno segera mengurungkan nya.


  Setelah memindah dio ke atas tempat tidur, veno segera keluar untuk berangkat ke bandara.


Melihat veno yang sudah keluar dari dalam rumahnya, sopir veno yang sedang menunggu di mobil itu pun bertanya, “barangnya sudah tidak ada yang ketinggalan kan tuan.?” “sudah.! Ayo berangkat!” Veno menjawab datar. Mendengar perintah veno itu, pak sopir segera menancap gas menuju bandara.


Karena diburu waktu yang mepet, mobil melaju dengan kecepatan penuh.


  Dio mulai membuka matanya. sembari meregangkan badannya, ia menguap dengan keras “hooamm.!!”.


Namun  alangkah terkejutnya ia, melihat dirinya yang tengah berada di atas tempat tidur.


Seakan tak percaya, ia begitu kebingungan.  Karena jelas – jelas dio ingat bahwa terakhir kali yang ia lakukan adalah membaca komik di meja belajar.Sungguh mustahil jika ia tidur sambil berjalan ke arah tempat tidur.


Dalam pikiran dio, ia sempat berfikir bahwa veno lah yang memindahkannya tadi malam. Namun untuk memastikannya, dio pun berlari ke lantai bawah menuju dapur untuk bertanya kepada bu ani.

__ADS_1


Melihat bu ani yang sedang memasak, dio segera bertanya, “apa tadi malam veno pulang ke rumah ya bu.?”


Bu Ani menoleh dan tersenyum kepada dio. “iya nyonya..! sebelum berangkat ke bandara, beliau mampir sebentar ke rumah!” jawab Bu Ani. Mendengar jawaban bu ani, dio pun berjalan pergi menuju kamar mandi sambil bergumam pelan.


  Jawaban bu ani tadi sungguh membuat dio gelisah.


Saat mandi, sarapan, hingga berangkat menuju sekolah, dio hanya termenung memikirkan alasan kiranya kenapa veno mau mampir pulang ke rumah, meskipun itu hanya sebentar.


“apa mau ketemu gua.?” “apa jangan – jangan dia ngambil barang yang ketinggalan.?” “gak mungkin dong dia pulang hanya buat mindahin gua tidur doang..!!” pikiran dio sedang campur aduk.


Melihat dio yang berjalan sambil termenung itu, indah diam – diam mengagetkan dio dari belakang.


“heiii..!!” ucap indah sambil menepuk bahu dio. Dio yang kaget itu memarahi indah sambil menggerutu.


Akhirnya mereka berdua berjalan bersama menuju kelas. Dari sudut lain, seseorang terlihat sedang mengambil gambar dio secara diam – diam dari sudut yang tak terlihat oleh dio.


  Dio dan indah memasuki kelas secara beriringan, di ikuti oleh kevin di belakangnya.


Kevin berhenti di sebelah bangku dio sambil menyapanya, “hai di..!!” dio menoleh ke arah kevin sambil tersenyum. Dio pun menjawab sapa’an kevin, “hai vin.!” Melihat kejadian langka itu, hampir semua siswa di kelas tercengang. Karena baru kali ini kevin menyapa seseorang. mungkin bisa dikatakan, bahwa ia adalah siswa yang paling cuek di sekolah. Dengan tubuh yang proporsional dan paras tampannya itu, membuat dina dan gadis lainnya tergila –


gila dengan kevin. Meskipun dengan respon yang cuek dan acuh tak acuh itu, tak membuat gadis – gadis yang mengejarnya itu menyerah untuk mendapatkan hati kevin.


Ia sangat muak melihat kevin yang lagi - lagi menunjukkan sifat yang berbeda terhadap dio. Telinganya memerah, ingin rasanya ia meledak – ledak, namun dengan muka masam dina hanya bisa menahannya.


  Pulang sekolah, dio berencana mengunjungi rumah orang tuanya. Karena beberapa bulan ini ia seperti hilang kontak dengan mama maupun papanya. Mereka sangat sulit di hubungi, jadi dio berencana mampir ke kediaman


orang tuanya. “pak anton, anterin saya mampir ke rumah papa.!!” Ucap dio kepada pak anton.


“baik nyonya..!!” jawab pak anton. Entah seperti tidak tenang dio memikirkan kedua orang tuanya.


“Mungkin mereka sedang dalam masalah.!” Dio berusaha menenangkan diri.  Mobil dio akhirnya sampai di depan rumah papanya. Dio pun segera turun dari dalam mobil itu. Namun dio terkejut, karena ia mendengar suara orang yang sedang bertikai hebat di dalam rumah orang tuanya. Dio yang penasaran segera lari menghampiri suara pertikaian itu.


  Melihat kedua orang tuanya sedang bertikai dengan om dan tantenya, dio segera melerainya.


“Ada apa nih pa, ma? Om, tante? Mari di omongin baik – baik..!!”

__ADS_1


om dan tantenya tak memberi jawaban, dan hanya diam dengan ekspresi yang masih kesal.


Mama dio segera menarik tangan dio sambil berkata, “di, tolong kamu pulang dulu.!! Ada masalah yang harus mama dan papa selesaikan.!, dan gak seharusnya kamu tau..!!”.


Dio terdiam mendengar perkataan mamanya. “mama mohon kamu pulang dulu ya nak,!!”.


Mendengar permintaan mamanya yang bersikeras menyuruhnya pulang, dengan ekspresi sedih dan kecewa,


ia pun memutuskan untuk mematuhi permintaan mamanya dan segera pulang.


  Sepanjang perjalanan pulang, dio tak berbicara sepatah kata pun.


Ia hanya diam sambil memandang keluar jendela. Pak anton yang tak sengaja mendengar pertikaian yang terjadi tadi, hanya bisa melihat kasian kepada dio. Karena tak tahu bagaimana caranya untuk menghibur dio,


pak anton memilih diam. Dan berencana segera melaporkan hal menyedihkan yang telah dio alami itu kepada tuannya, yakni veno.


  Sesampainya di rumah, dio langsung masuk ke kamarnya. Ia menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Mengingat sepenggal kata yang tak sengaja ia dengar tadi saat berada di luar rumah orang tuanya, membuat ia bertanya – tanya. “bukan anak kandung..!!” “maksud kata – kata itu apa ya.??”


Dio mencoba menela’ah perkataan tantenya itu dalam hati. “yang dimaksud bukan anak kandung itu siapa..??” Karena pada dasarnya dio adalah perempuan yang selalu berfikir positive, dio mencoba melupakan pertikaian kedua orang tuanya itu. Dan berusaha melupakan sepenggal kata yang sempat ia dengar tadi.


  Sudah hampir seminggu veno meninggalkan dio ke luar negeri. Hampir seminggu juga veno tak menghubungi dio karena memang pekerjaannya yang begitu sibuk. Namun, mendengar pak anton melaporkan masalah yang sedang di alami istrinya, veno merasa tidak tenang. Ia pun segera menyelesaikan masalah bisnisnya, dan buru – buru ingin segera pulang. Karena setelah kejadian yang menimpanya, dio menjadi lebih pendiam.


Apalagi sekarang mendekati ujian semester, dio lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dalam


kamarnya. Hingga terkadang ia lupa, dan melewatkan jam makan.


 “drrttt.. drrtt..!!” ponsel dio bergetar, telihat panggilan masuk dari veno.


Dio pun segera mengangkatnya, “halloo..?” “hallo di, lu dimana.?” Tanya veno.


“di rumah, kenapa emang.??”  Dio menyauti. “lu bosen gak di rumah.?”  dio pun menjawab “bosen lah, kenapa emang.??” Mendengar dio yang sedang bosan, veno menjawab, “nanti lu sama pak anton jemput gua ya di bandara.!! Nanti pulang dari bandara gua ajak cari angin..!!” mendengar ajakan veno, wajah dio yang lesu dan suram itu langsung cerah benderang seketika. Dengan gaya sok cuek, dio menjawab ketus “yaelaah nyari


angin doang gua mah bisa duduk di depan AC atau kipas angin..!!”


“dah lah nurut aja..!!” saut veno. “yaa..!!” dio menjawab singkat.

__ADS_1


  Entah kenapa dio begitu tak sabar untuk menjemput veno di bandara. Ia terlihat sangat bersemangat.


Dio bingung, “apa jangan – jangan gua kangen sama tuh cowok tengil.?”, “atau karena gua seneng akhirnya bisa keluar rumah.?” dua opsi itu menjadi dilema dalam benak dio. “apapun itu, angin malam aku datang mencarimu..!!”, ucap dio dalam hati.


__ADS_2