Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Perlombaan


__ADS_3

Sudah hampir seminggu dio ditinggal veno untuk mengurus masalah bisnisnya yang mendesak di AS. Dan hampir seminggu pula dio kembali diantar jemput oleh Pak Anton kemanapun dio pergi, termasuk pergi ke sekolah maupun pergi keluar untuk main. Sementara veno dan riko pergi ke AS, kevin dimintai tolong oleh veno secara diam – diam untuk menjaga dio selagi dirinya dan riko pergi ke Amerika.


Selama hampir seminggu ini dio fokus belajar dan mengerjakan kisi – kisi perlomba’an yang telah diberi oleh gurunya di sekolah. Disamping itu, dio juga masih terus fokus mendalami ilmu IPS, dan sesekali menghubungi veno meskipun hanya sekedar meminta bantuan untuk belajar atau menanyakan pelajaran yang ia anggap asing dan tak pernah ia pelajari di sekolah.


Pagi ini dio masih tertidur dengan lelap “drrttt!!” ponsel dio bergetar keras karena telefon masuk dari veno. Karena ponsel dio yang tertindih di bawah punggung, getaran ponsel diopun membuat punggung dio terasa geli, sontak membuat dio yang masih terlelap itupun terkejut dan melompat dari tempat tidurnya karena kaget.


Takut jika getaran menggelikan itu berasal dari hewan melata di bawah punggungnya, dio yang kaget itupun berteriak “aaaaa!!!”. Menolah ke arah kasurnya nampak ponselnya yang sedari tadi bergetar, dio yang kaget itupun menggerutu “sialan!, gua kira uler atau apa cicak yang geter – geter di bawah punggung gua!, eh gak taunya telefon dari buaya darat” ucap dio sembari menatap kesal ke arah ponselnya.

__ADS_1


“hallo?” saut dio. “hallo sayang, kamu udah siap – siap buat pergi lomba??” ucap veno dengan suara yang lemah lembut. “udah!” saut dio singkat. “udah apa’an? Masih pakai kaos oblong sama celana kolor gitu dibilang udah!, sana gih siap – siap!” saut veno. “hoaaamm, iya – iya gua siap – siap dulu kalau gitu!” saut dio sembari menutup panggilan telefon dari veno. Segera bersiap layaknya pergi ke sekolah seperti biasanya, memakai setelan seragam sekolah dengan tas backpack limited edition hadiah yang veno berikan, sneakers dengan harga yang tak murah yang juga pemberian veno, serta jam tangan rolix mewah yang melingkar di pergelangan tangan dio yang lagi - lagi pemberian dari suaminya.


Dio bukanlah perempuan yang menjunjung tinggi status sosial dalam kehidupannya. Namun tak mau istrinya dianggap remeh oleh orang lain, venolah yang gemar membeli barang – barang mewah dan branded untuk ia berikan kepada istrinya. Dio telah selesai bersiap dan segera berangkat “Bu Ani, aku berangkat dulu ya?” ucap dio dengan suara yang cukup keras. “iya nyonya, hati – hati di jalan!” saut Bu Ani. “pak, ayo kita berangkat!” ucap dio pada Pak Anton untuk menancap gas. Mobil hitam milik diopun melaju meninggalkan halaman rumah menuju tempat perlomba’an. Melihat mobil dio telah keluar dari gerbang rumahnya, kevin yang sedari tadi menunggu dalam mobil itupun melaju mengikuti mobil yang dio tumpangi.


Sesampainya di tempat perlombaan, dio bertemu banyak saingan maupun kenalannya yang sebelumnya pernah bertemu dalam olympiade yang dio ikuti beberapa waktu yang lalu. Penampilan modis dengan barang mewah yang kurang wajar dikenakan oleh seorang siswi SMA, membuat orang – orang disekitar dio menatap dengan takjub, bahkan banyak dari mereka memandang iri terhadap dio. Terlepas dari mahalnya barang – barang yang dio kenakan, kecantikan wajah dio pun membuat para lelaki tak bisa mengalihkan pandangannya. Diopun sukses menjadi pusat perhatian dalam acara perlomba’an itu.


Nampak Bu Feli dan Kepala Sekolah dio telah tiba lebih dahulu dan duduk di kursi tamu selagi menunggu dimulainya acara. Acara bergengsi bagi seluruh sekolah tingkat SMA yang telah dinanti – nantikan itu akhirnya dimulai. Pembawa acara segera membuka sekaligus memimpin jalannya acara hingga tiba memasuki waktu bagi Kepala Dinas Pendidikan untuk memberikan sambutannya di atas panggung. Melihat Kepala Dinas Pendidikan yang wajahnya tak asing, dio mengingat – ingat lagi, kiranya dimana dio bertemu pria itu hingga wajahnya bisa familier di pikiran dio. “astaga, pria itu kan papanya kevin!” saut dio spontan.

__ADS_1


Setelah rangkaian acara pembukaan perlombaan selesai dilaksanakan, tiba saatnya bagi dio maupun peserta lainnya untuk unjuk kebolehan dalam perlombaan dibidang matemaika dan juga IPA. Tahap demi tahap dio lewati tanpa adanya rasa ragu maupun bimbang yang menggangu pikirannya. Melewati babak penyisihan dengan mudah, dio terus merangkak naik hingga masuk ke babak final dan berhasil menyabet juara pertama mengalahkan murid – murid dari sekolah lain dengan nilai yang memuaskan. Nampak kevin, indah, dan beberapa teman kelas lainnya turut hadir dan memberikan dukungan kepada dio di sepanjang acara perlomba’an.


Kini tiba saatnya untuk pembagian trophy juara. “hadirin yang terhormat, selain hadiah trophy dan uang tunai, bagi ketiga juara akan mendapat hak istimewa lainnya. Yakni untuk juara ketiga dan kedua, mereka akan langsung diterima di Universitas Gajah Mungkur tanpa harus mengikuti tahapan seleksi pendaftaran. Dan bagi juara pertama, selain bebas dari seleksi pendaftaran, akan dibebaskan pula dari uang gedung serta bebas SPP selama dua semester!”, “kita panggilkan juara pertama, ananda dio dari SMA Nasional!!, tepuk tangan yang meriah untuk dio!!” ucap MC tersebut dengan ekspresi ceria. “diooo!!, yeee diooo!!” terdengar sorak - sorak meriah yang cukup keras dari beberapa teman sekelasnya yang sedari tadi telah hadir dan ikut mendukung.


Dengan diiringi tepuk tangan yang meriah, dio naik ke atas panggung untuk meneria tropy dan sebuah buket bunga. “silahkan ananda dio untuk memberikan sambutan!” ucap MC tersebut seraya mengulurkan microfon yang ada pada genggamannya itu. Dio yang bingung harus berkata apa, akhirnya hanya mengucap “emm, terima kasih!” Membuat seluruh hadirin maupun peserta lainnya tersenyum dan banyak pula yang tertawa. “hehe, adek dio ini lucu ya, masak sambutannya cuma terima kasih!” ucap MC itu sembari tersenyum. Tak bisa menjawab, dio hanya memberikan senyumannya yang manis.


“adek dio, kalau boleh tahu, nanti masuk di Universitas Gajah Mungkur mau ambil jurusan apa?” ucap MC tersebut dengan penasaran. Mendengar pertanyaan yang dilontarkan MC cantik tersebut, Bu Feli dan Kepala Sekolah dio pun merasa was – was dan saling bertukar pandang. Pasalnya mereka berdua telah tahu pasti jika dio ingin melanjutkan kuliah dengan jurusan yang jauh melenceng dari apa yang ia pelajari di sekolah. Namun tanpa ragu – ragu, diopun menjawab “Manajemen Bisnis!” ucap dio dengan tegas tanpa adanya keraguan.

__ADS_1


“haa??” MC tersebut terbelalak sembari melongo kaget mendengar jawaban dio yang tak terduga. Tak hanya MC tersebut yang kaget, namun hampir seluruh hadirin yang ada di tempat itu terbelalak kaget seakan tak percaya dengan jawaban yang dilontarkan dio, termasuk papa kevin. Melirik ke arah kevin duduk sembari tersenyum memandang dio, papa kevin pun menggelengkan kepala sembari berkata “dasar bocah!, ternyata perempuan yang disukai kevin itu cukup menarik. Mangkanya kevin sampai tergila – gila!” ucap papa kevin dalam batin sembari tersenyum kecil memandang kevin.


Merasa diperhatikan dari jauh, kevinpun menoleh ke arah papanya dengan tiba - tiba. Dan benar saja, ia melihat papanya yang jarang tersenyum itu tengah menatap dirinya sambil tersenyum kecil. Tak membalas senyum dari papanya, kevin malah memandang sinis dan memalingkan wajahnya. Melihat reaksi anaknya yang super cuek, papa kevin pun berguman “dasar anak durhaka!” ucap papa kevin dengan pelan.


__ADS_2