
Dio masih menagis tersedu dalam pelukan veno yang terasa hangat dan nyaman. Mengingat kembali bahwa veno telah membelanya di depan umum, dio merasa begitu bersyukur telah menikah dengan laki – laki yang gentle man seperti veno. Veno mengelus dengan lembut rambut dio yang tergerai itu. Ia pun berbisik pelan pada dio, “tadi waktu gua baru dateng, kamu keliatannya tangguh banget..!!, kok sekarang jadi cengeng gini..??”. ucap veno pelan.
dio yang tengah masih menikmati momen pilunya itu pun tersadar. Suara tangisnya yang sedikit kencang itu langsung mendadak terhenti. “iya juga ya.!!, kenapa gua jadi lemah gini di depan veno..!!” ucap dio dalam batin. “malah gua ke’enakan lagi di peluk veno.!!”, “aduuuh..!!, kenapa gua malu – malu’in gini siihh..!!!” dio menggerutu dalam batin.
Melihat dio yang tengah tersedu itu menghentikan tangisnya secara mendadak, veno menahan senyumnya.
Dio yang malu itu segera menarik badannya dari pelukan veno. Sambil mengusapi ingusnya yang mengalir deras, dio memberi jarak di antara dirinya dan juga veno. “aduuhh.!!, kenapa gua bisa cengeng di depan veno sih.!!”,
“pasti veno beranggapan kalau gua sengaja menarik simpatinya.!!” Dio yang tertunduk malu itu mulai mendongakkan kepalanya kearah veno. Dio mencoba menjelaskan pada veno mengenai perilakunya terhadap
veno itu “ven, sebenarnya gua bukan bermak...!!” dio belum menyelesaikan perkataannya, namun dengan tiba – tiba veno menarik tangan dio, hingga badan dio jatuh dalam pelukan veno lagi. Dio terdiam dan tak melanjutkan ucapannya. Mata mereka saling beradu pandang. Jantung mereka sama – sama berdegub tak beraturan.
Veno memberikan senyum manisnya, sambil mengusap sisa air mata dio. Ia mengusap dengan lembut tetesan air mata yang masih menempel di pipi dio dengan salah satu tangannya. Sembari mengelus lembut pipi dio, veno pun berkata, “kamu gak perlu ngasih alasan.!!, jika kamu butuh bantuan, kamu bisa minta tolong aku.!!”, “jika kamu sedih, kamu bisa bagi sedih kamu ke aku.!!”, “jika kamu nangis, kamu bisa meluk aku kayak tadi.!!” Dio terpaku mendengar ucapan veno yang begitu dalam kepadanya. Kata – kata veno itu seakan menghipnotis dio, dan menembus jantung dio yang sedang berguncang hebat itu. Hati dio kini benar – benar telah terbuka seutuhnya untuk veno. Veno pun melanjutkan ucapannya, “kalau kamu lapar.!!, ayo kita makan.!!” Dio yang hanyut dalam kata – kata manis veno itu sontak memandang ke arah veno karena kaget. Ia mengerutkan bibirnya, “ayo makan..!!” ucap dio dengan nada yang ketus kepada veno. “ppffttttt..!!!” veno pun menahan tawanya.
Veno dan dio masuk ke dalam mobil, dan memutuskan untuk segera pulang . Dalam perjalanan pulang, tak ada percakapan sedikitpun di antara mereka. Mereka sama – sama gengsi untuk memulai obrolan. Meskipun mereka berdua sering cekcok dan bertengkar kecil, namun dalam hati mereka masing – masing, telah tumbuh perasaan suka satu sama lain. “udah jangan marah..!!, kamu mau mampir makan di luar, atau makan di rumah.??” veno memulai obrolan. “aku gak marah.!!. kita makan di rumah aja.!!” Dio menjawab pelan. Dengan memandang veno, dio pun berkata “ven..!!”, “hemmm..!!” veno menjawab dengan berdehem.
“makasih ya..!!” ucap dio. “iya sama – sama .!!” veno menjawab sambil tesenyum.
Di rumah
Dio yang tengah duduk mengahdap meja belajar, tiba – tiba menunduk sedih, mengingat buku yang telah di pilihnya tadi siang belum sempat ia bawa pulang. “ini gara – gara tina dan fina.!!, gara – gara mereka gua dituduh
__ADS_1
pencuri di depan umum.!”, “buku yang udah gua pilih, gak jadi kebeli lagi..!!, haduuhhh..!!” dio menggerutu sambil menggosok rambutnya menjadi acak – acakan. Dengan rambut yang masih acak – acakan dan bibir yang cemberut, dio menghampiri veno yang tengah bermain ponsel. Veno yang melihat dio tengah menguncir bibirnya dan berdiri tepat di depannya itu langsung tersenyum. “kenapa lagi.??” tanya veno penasaran. “buku yang tadi di
pameran belum sempet kebeli, padahal gua udah cocok banget sama tuh buku..!!” dio berkata dengan nada yang sedikit merengek. “ya udah.., nanti gua hubungi pihak pameran, buat ngirim buku – buku yang udah kamu pilih itu buat di kirim ke rumah!!” Jawab veno dengan tenang. Mendengar jawaban veno, dio langsung melebarkan bibirnya ke samping. Dengan senyum yang begitu lebar, dio mengucap “thank you..!!”.
Dalam
lokasi lain,
Seorang pria misterius yang tengah tergila –
gila dengan dio itu masuk ke dalam kamarnya. Begitu banyak wajah dio yang
dipakainya, pria itu berjalan menuju pojok kamarnya. Terlihat ia menempelkan
sebuah foto yang baru saja ia ambil. Ia meletakkan foto itu sejajar dengan foto
lainnya yang sudah lebih dulu ia tempel dan telah ia coret dengan spidol berwarna
merah. Begitu banyak potret yang telah pria itu coret. Hingga akhirnya, ia
mengeluarkan spidol merah dari salah satu sakunya. Segera ia coret foto itu
__ADS_1
sambil tertawa bahagia “hahahaha..!!” Dilihat dengan seksama, potret terakhir
yang baru saja ia coret itu adalah wajah ronal. Dan tepat sebelum potret ronal,
yakni potret wanita yang telah mengganggu dio di pesta. Sungguh di luar dugaan,
bahwa dengan diam – diam pria itu membalas perlakuan jahat orang yang telah
mengganggu ataupun bertindak jahat kepada pujaan hatinya itu.
Ke’esokan paginya di sekolah.
Dio yang baru tiba di kelas itu melihat indah sedang merumpi dengan asik bersama teman – teman sekelasnya. Dio yang penasaran itu menghampiri indah. Melihat dio berdiri disebelahnya, indah kaget dan menarik tangan dio menuju keluar kelas. Dio yang kaget karena tiba – tiba ditarik keluar oleh indah, membuat dio menjadi penasaran dan mulai bertanya pada indah. “aduuh,, ada apa sih ndah, kok narik – narik keluar.?,” ,”pagi – pagi udah heboh banget.!!” ucap dio. “ya heboh lah di..!!” indah menjawab dengan nada yang bersemangat.
Indah pun mendekatkan bibirnya untuk berbisik di telinga dio “di, lu harus jujur sama gua.!! lu nyewa orang buat
ngasih pelajaran ke ronal kan..??” indah bertanya dengan tatapan curiga. “haahh..!!, ya enggak lahh.!!” Dio menjawab dengan setengah berteriak. “kenapa lu bisa mikir kayak gitu..??” dio bertanya penasaran.
Dengan serius, indah berbisik lagi di salah satu telinga dio “kemarin setelah pulang sekolah, ronal di cegat dan di hajar oleh beberapa orang.!!, dan dia sekarang di rawat di rumah sakit, tangan kanannya patah..!!”
Dio kaget mendengar perkataan indah. Ia pun diam dan melamun. Lagi – lagi dio dibuat bingung dengan kejadian tak terduga, yang terjadi pada orang – orang yang bersikap jahat kepadanya. Tak hanya wanita di pesta malam itu, ataupun ronal yang hampir menampar wajah dio kemarin, sudah banyak kejadian yang terjadi secara ganjil, kepada orang – orang yang telah menjahati dio sejak dio masih duduk di bangku SMP, hingga saat ini ia hampir melepaskan seragam SMA. Begitu banyak kejadian yang sulit untuk dikatakan sebagai kebetulan. Entah apakah ini memang suatu perbuatan yang tak terpuji dari seseorang, atau memang mereka sedang dalam kondisi yang kurang beruntung. Dio bingung dengan posisinya saat ini. apakah ada malaikat pelindung yang bersamanya, ataukah mara bahaya yang sedang menemaninya.
__ADS_1