
Karena tak habis fikir dengan tingkah suaminya yang lucu, dio keluar dari toilet umum sembari menahan tawanya dan berkata “lu mau jualan pembalut ya ven, banyak banget pembalut yang lu beli !!” ucap dio sembari terus menahan tawanya. “kan bisa lu pakai buat bulan depan dan depannya lagi !!, kalau gak mau kasih aja sama Bu Ani !!” saut veno dengan ketus. “hahaha, ciye ciye yang lagi senang !!” ucap dio dengan nada menggoda. “bukan senang!, tapi marah di !!” veno memotong perkata’an dio dengan ketus. “hahaha, iya – iya sayang udah dong jangan marah !!” ucap dio dengan manja. Setelah puas berputar dan membeli beberapa makanan dan minuman, dio dan veno pun segera pulang ke rumah.
Di rumah kevin.
“praaannggg!!” suara gelas pecah terdengar keras dari kamar kevin. “aaahhhh,!!!” kevin berteriak dengan keras dan penuh emosi. Beberapa pembantu rumah kevin pun tak berani mendekat, dan memilih menunggu hingga kevin lebih tenang lagi. Sudah sering kali kevin marah – marah dan membanting barang seperti saat ini, hingga para pembantu di rumahnya pun telah faham dengan emosi kevin yang sering meledak – ledak tak terkontrol. Kevin tak bisa menahan emosinya saat melihat beberapa potret dio tengah bersama veno di sebuah pasar, dan mereka berdua nampak lebih mesra. “kenapa lu semakin dekat sama dia? Kenapa di ?” kevin berteriak kencang, dan “prang !!!” lagi – lagi kevin membanting benda – benda yang ada di kamarnya karena emosi. Kevin menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur dengan keras, dan memeluk guling bergambar wajah dio itu dengan erat.
__ADS_1
Kevin masih hanyut dalam emosinya yang meledak – ledak. Namun tiba – tiba seseorang menghubungi ponsel kevin. “hallo ??” , “hallo boss, bukti dan saksi sudah siap!!. Langsung dilaporkan atau bagaimana boss??” ucap pria dalam dalam telefon itu pada kevin. “tunda seminggu lagi !!, gua bakal buat pertunjukan yang hebat !!” ucap kevin dengan nada yang serius. “siap boss!!” ucap pria dalam telefon itu. Kevin segera bangun dari tempat tidur, dan berjalan ke arah pojok kamarnya. Ia memandang pada foto – foto dengan coretan spidol merah di depannya. Dengan santai, kevin mengambil spidol merah di atas meja di samping ia berdiri, dan menulis sebuah tulisan yakni “DINA” dan langsung mencoret tulisan itu dengan penuh emosi. “setelah lu bikin dio ketakutan, gua akan bikin lu lebih takut dan dipermalukan di depan umum!!,” ucap kevin dengan tatapan yang nampak sadis. “hahahahaha!!!!” kevin tertawa dengan kedua mata dalam keada’an melotot karena emosinya terhadap dina yang teramat dalam.
Ke esokan harinya.
“di, mau berangkat sekolah, apa masih mau di istirahat rumah?” veno mencoba membangunkan dio yang masih pulas tertidur. “hooaammm !!!” dio menguap sembari menarik keras kedua kelopak matanya ke atas agar terbuka. “di, ayo cepet mandi !!, katanya lu mau berangkat sekolah !!” veno masih mengomel mencoba membangunkan dio. Namun dio tak memberikan jawaban, dan masih melanjutkan tidurnya. Tenggorokan veno terasa serak karena sedari tadi berteriak mencoba membangunkan dio. Merasa usahanya sia – sia, veno pun berkata “oke, lu gak usah sekolah!!, lu jadi ibu rumah tangga aja, ngurus gua di rumah !!!” ucap veno dengan suara yang cukup keras. “ibu rumah tangga????” dengan spontan, otak dio pun mencerna perkataan veno itu. “hah???” dio yang kaget itu langsung terbangun dari tidur pulasnya. “gua bukan ibu – ibu ven!!” dio menyaut sembari menguncir bibirnya ke depan. “jadi gua harus bilang, gadis rumah tangga??, pfffttt !!” veno menyaut sembari menahan tawanya. “apa’an sih, gak lucu tau !!” dio mengomel sembari berjalan ke arah kamar mandi.
__ADS_1
Dio yang telah tiba di sekolah tengah berjalan santai menuju ruang kelasnya. Dalam perjalannya menuju kelas, dio bertemu dina dan beberapa teman satu gengnya yang tengah asyik bercanda di sebelah lapangan basket. Melihat dio dalam keada’an sehat dan baik – baik saja, dina dan beberapa temannya itu mencoba mengganggu dio. “eh chik, lu lihat deh itu kan perempuan yang udah bikin acara camping seluruh murid gagal !!, acara ngilang segala, bikin repot semua orang !!” ucap dina dengan suara yang cukup keras, hingga dio bisa mendengar dengan jelas pekata’an dina. Mencoba untuk tak terprovokasi dengan perkata’an dina, dio mencoba tenang dan meneruskan langkahnya. Namun chika menyauti perkata’an dina itu dengan suara yang cukup keras, hingga dio pun menghentikan langkahnya. “oh si gadis ganjen itu??, katanya dia udah diculik, kira – kira dia udah di apa’in aja ya sama para penjahat !!, apa jangan – jangan dia udah ...”, belum selesai chika berkata, indah yang datang dari belakang itu berteriak keras “heh kalian, seneng banget bikin emosi orang !!” ucap indah dengan suara yang keras.
Mendengar suara indah dari belakang, dio pun menoleh dan segera menghampiri indah yang berdiri tak jauh di belakang dio. Nampak dari ekspresi indah saat ini, emosinya tengah terpancing oleh perkata’an dina dan teman - temannya. “ndah, lu baik – baik aja kan??” dio bertanya dengan ekspresi kawatir. “gua baik – baik aja di !!” saut indah. Tak mau melihat sahabatnya bertambah emosi, dio mengajak indah untuk segera pergi. “ayo kita pergi ke kelas, gua udah muak dengerin gonggongan anjing – anjing gila disini !!” ucap dio dengan suara yang keras, sembari merangkul indah dan berjalan meninggalkan dina dan teman - temannya. “anjing gila??, kurang ajar !!!” dina dan chika menggerutu kesal setelah mendengar perkatan dio.
Sesampainya di kelas, dio dan indah menjadi pusat perhatian bagi seluruh murid di kelasnya. Semua murid dalam kelas dio pun mendekat, dan bergerumbul di sekitar bangku dio. “di, gimana kesan dan pesan lu setelah diculik??”, “saat diculik, lu dibawa kemana?”, “denger – denger, tunangan lu yang udah nyelametin lu ya?”, “wah, alur ceritanya mirip sama cerita drama !!, gua jadi ikut terharu”. Seperti seorang narasumber yang melakukan konferensi pers, teman satu kelas dio nampak antusias menunggu jawaban dari dio. “gua baik – baik aja kok guys !!, maaf’in ya, gara – gara insiden yang menimpa gua kemarin, kalian semua gak bisa menikmati acara camping dengan tenang!!” ucap dio dengan penuh penyesalan. “jangan bilang gitu di !!, musibah kan gak ada yang tau !!”, “tapi gara – gara insiden kemarin, kita ikut terjun dalam pencarian yang menegangkan, and seru banget deh !!, berasa kayak agen rahasia!!”, “iya, gara – gara insiden kemarin gua bisa masuk TV, diwawancarai lagi !!, orang tua gua sampai bangga !!”. “berita diculiknya lu jadi tranding topic di media sosial loh di !!, dan seolah kita makin populer !!”. Bagaikan mengambil keuntungan dari insiden na’as yang dio alami, teman – teman dio itu nampak bercerita dengan penuh semangat.
__ADS_1
“bubar !!, gua mau ngomong sama dio !!” ucap kevin dengan nada yang cukup keras dan tegas. Seluruh murid pun segera membubarkan diri dari bangku dio. Setelah seluruh murid yang mengelilingi dio bubar, kevin mendekati dio dan berkata “kamu baik – baik aja kan di??” ucap kevin dengan suara yang lemah lembut. Sungguh perbeda’an yang mencolok, kevin begitu lemah lembut saat di depan dio. Namun sebaliknya, nampak begitu garang dan keras di depan orang lain.