
Satu bulan kemudian
Seluruh persiapan telah matang, dan tiba saatnya untuk dilangsungkannya acara pameran di sekolah dio. Begitu banyak stand pameran berjajar rapi mewakili masing – masing kelas dengan tema yang unik dan berbeda satu dengan lainnya. Mulai dari fashion, etnik, kuliner hingga teknologi semua tersedia. Dari seluruh stand yang berdiri, stand milik kelas diolah yang paling mencolok dan paling banyak dikunjungi dari stand lainnya. Veno sengaja menyewa tenda yang lebih besar untuk kelas dio, dan menerjunkan beberapa karyawan dari perusahaannya untuk mendukung acara pemeran agar berjalan dengan lancar.
Beberapa karyawan Veno nampak sibuk memberikan penjelasan mengenai software dan hardware pada beberapa pengunjung stand, dan karyawan lainnya juga sibuk mengenalkan produk terbaru mereka yang saat ini tengah laris di pasaran dengan ramah. Sungguh mempermudah pekerjaan seluruh murid dari kelas dio yang saat ini hanya duduk bersantai dan berkeliling untuk melihat stand dari kelas lain. “wah syukur banget perusahaan besar seperti IT International mau membantu kita ya di!, pasti Direkturnya orangnya baik banget!” ucap indah dengan antusias. “ehmm, iya ndah!” dio menyahut sembari tersenyum.
Tak hanya murid di sekolah dio saja yang bisa menikmati serangkaian acara. Namun masyarakat umum dan pelajar dari sekolah lain pun ikut serta meramaikan acara yang hanya berlangsung satu hari tersebut. Begitu meriah, hingga beberapa media pertelevisian dan Pers ikut meliput acara yang diselenggarakan oleh sekolah dio. Nampak beberapa komite, Kepala Dinas Pendidikan, hingga perwakilan dari dinas – dinas lainnya ikut mendukung pagelaran pameran sekaligus Pentas Seni.
__ADS_1
“wah, siapa itu ganteng banget!” beberapa murid dan pelajar lain yang mengunjungi stand milik kelas dio nampak histeris melihat veno yang berjalan mendekat. “ya ampun, dia tipe gua banget!”, “aaaaa, dia keren!” seluruh murid nampak saut menyahut sembari tersenyum kegirangan. “lihat tuh mereka histeris banget liat pacar lu!” indah membisiki dio. “biarin, yang penting dia milik gua!” dio menyahut sembari menepuk dada dengan bangga. “anjay!” indah menyahut sambil menghembuskan nafas panjang.
Veno berjalan beriringan dengan riko mendekat ke arah stand. Bak model berjalan, mereka menarik perhatian hampir seluruh pengunjung. Veno yang semakin dekat, membuat para wanita menjadib semakin salah tingkah. Saat ini veno menghampiri dio yang sedang duduk santai bersama indah. “gimana sayang, lancar acaranya?” ucap veno. Mendengar perkataan veno terhadap dio, seluruh wanita pun menatap kaget ke arah dio. “lancar!, berkat bantuan kamu, kita semua jadi bisa santai hehee, makasih ya ven!” sahut dio sembari tersenyum.
“iya sama – sama!, apapun itu pokoknya bisa bikin kamu seneng!” Veno mencoba menggombali dio. “apa’an sih ven, gombal deh!” dio menyahut dengan malu – malu. “ehemm!” indah berdehem keras dengan ekspresi masam menatap dio. “bisa – bisanya kalian gombal – gombalan di depan gua!” ucap indah dengan ketus.
Acara pameran hampir selesai. Menginjak acara pentas seni, sambutan dari penanggung jawab hingga perwakilan dinas terkait telah di sampaikan. Kini tugas MC untuk membimbing jalannya acara hiburan. Melihat cukup dekat dari pentas, dio dan veno duduk bersama dan berbincang santai sembari menghadap ke arah MC. “hai guys, sebelum kita panggilkan penyanyi kita hari ini, di sini gua cukup kaget loh!, ternyata Direktur Perusahaan IT International saat sedang berada di tengah – tengah kita loh!” ucap MC tersebut dengan heboh. “beliau terkenal sulit ditemui, tapi gua di sini syok ternyata Bapak Direktur menyempatkan hadir dalam acara kita, di sela – sela jadwalnya yang padat” mendengar ucapan MC, seluruh penonton seketika menoleh ke kanan dan ke kiri secara serentak. Mereka penasaran, seperti apa rupa Direktur Perusahaan besar yang MC sebutkan itu. Apalagi murid dari kelas dio, mereka begitu heboh dan penasaran dengan Direktur yang telah banyak membantu kelasnya.
__ADS_1
“Mari kita sambut Bapak Veno Sebastian selaku Direktur Utama Perusahaan IT International, kami persilahkan untuk naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan dan sedikit motivasi kepada kita semua!” Ucap MC tersebut sembari menatap ke arah veno, di ikuti seluruh pandangan yang seketika menatap ke arah veno secara bersamaan. “sayang, sebentar ya!” veno berbisik pada telinga dio dan segera bangkit dari tempat duduknya, kemudian naik ke atas panggung. Melihat Direktur IT International yang tak lain adalah pacar dio, indah dan seluruh teman lainnya nampak syok berat. Mereka tak menyangka selain wajah pacar dio yang rupawan, ia adalah seorang pria muda yang teramat sukses. Seketika seluruh perempuan menjadi iri pada dio yang begitu beruntung memiliki pacar yang banyak di idam – idamkan oleh kaum hawa.
Nampak gagah dan berwibawa, veno memberikan sambutan dan sedikit motivasi di atas panggung hingga membuat seluruh penonton seketika tersihir dan terpesona akan pesona veno. Begitu banyak gadis yang mengarahkan kamera ponselnya terhadap veno untuk mengambil potret maupun video veno. “gila, ternyata pacar lu Direktur!, kenapa lu gak ngasih tahu gua di?” ucap indah dengan geram. “terus gua harus siaran gitu?, nanti kalau lu embat gimana?” sahut dio. “ya kali gua ngembat cowoknya sahabat gua sendiri, gua gila apa!” indah menyahut dengan ketus. Dio tak menyahut dan Hanya menetapkan pandangannya kepada veno yang masih berdiri di atas panggung.
Dari sisi yang tak begitu jauh, seorang pria yang berdiri di tengah kerumunan sedang mengarahkan ponselnya ke arah dio. Nampaknya pria itu tengah mengambil potret dio secara diam – diam, dan segera mengirimkannya pada seseorang melalui pesan bergambar. “drrrrtt!!” ponsel pria itu bergetar, nampak kontak bernama “BOSS” menelfon pria tersebut. “hallo bos?, iya bos siap!, saya pasti mengumpulkan informasi dan bukti – bukti secepatnya!” ucap pria tersebut menjawab telefon dari bosnya.
Di tempat lain, seorang pria paruh baya tengah duduk dengan ekspresi serius di atas kursi kerjanya. Pria tersebut tengah menggenggam sebuah ponsel dan ia letakkan di telinga kanannya. Nampaknya, pria tersebut sedang berkomunikasi dengan seseorang melalui telefon. “cari bukti secepatnya!” ucap pria paruh baya itu dengan membentak. Setelah melakukan panggilan, pria tersebut meletakkan ponselnya sembari berkata “ternyata pada akhirnya aku ikut turun tangan juga!” ucap pria tersebut dalam batin.
__ADS_1