
Karena semua tamu dirasa telah hadir, dan tak mau mengundur acara lebih lama, pesta ulang tahun chika pun dimulai. Nampak seorang MC bertugas untuk memandu jalannya acara pesta ulang tahun chika. “selamat malam dan selamat datang bagi para undangan, beserta teman – teman sekalian!!” begitu istimewa hari ini, karena tepat pada hari ini, sahabat kita chika refnia telah genap berusia 17 tahun.“, terdengar mc tengah membuka dan memulai acara ulang tahun chika. Dibalik kemeriahan acara, veno terus memandangi ponselnya dengan tatapan yang penuh kegelisahan.
Saat ini dio dan veno berdiri tak jauh dari panggung tempat mc berada. Karena Om Devan turut mengundang para rekan bisnisnya, dan veno yang juga kenal baik dengan beberapa rekan bisnis om devan itu, akhirnya veno berbincang santai bersama para pebisnis yang turut hadir dalam pesta itu. Saking asyiknya veno mengobrol, ia tak sadar jika saat ini dio tak lagi berdiri di sampingnya. Merasa aneh jika ia terus berdiri di samping veno, dan seakan ikut mendengar percakapan bisnis yang tak seharusnya ia dengar, dio memutuskan berjalan menghampiri kevin yang sedari tadi nampak gelisah. “hai vin !!” dio pun menyapa kevin sembari tersenyum manis. Kevin yang tengah fokus pada ponselnya tak menyadari jika dio sedang menyapa, dan tengah berdiri tepat di depannya. “vin !!” dio memanggil kevin dengan suara yang cukup keras, hingga kevin melemparkan pandangannya pada sosok wanita cantik yang saat ini ada di depan matanya.
Kevin begitu terpesona dengan penampilan dio malam ini yang nampak begitu anggun dan menawan. Kevin terus memandangi dio dengan tatapan penuh ketertarikan. “oh, hai sayang !!” saut kevin. Mendengar ucapan kevin, dio pun kaget dan berkata “ssttt !!!, jangan ngomong aneh – aneh disini vin!!, kalau ada yang denger bisa jadi gosip !!” saut dio dengan ekspresi kebigungan. “apa yang salah dengan ucapan gua di?, gua emang sayang sama kamu !!” ucap kevin dengan polos. “vin, please ini di tempat umum, jangan ngomong aneh – aneh !!” ucap dio dengan nada tegas untuk memperingatkan kevin. “iya di, maaf !!” saut kevin dengan nada penuh penyesalan. “drrrttt, drtttt !!!” posel kevin bergetar keras karena sebuah panggilan masuk pada ponsel kevin. “hallo???, ok kalau gitu, pertunjukan kita mulai !!” ucap veno menyauti perkataan dari seseorang dalam panggilan telefon itu.
__ADS_1
Dio yang tak sengaja mendengar perkata’an kevin, mencoba mencerna perkata’an yang baru saja kevin ucap. “pertunjukan?, dimulai ??” dio mencoba menela’ah perkata’an veno itu. Dio pun memandang ke arah kevin kevin yang yang saat ini nampak tersenyum penuh keanehan. “sepertinya ada yang aneh dengan perkata’an kevin deh !!, ” ucap dio dalam batin sembari terus memandangi kevin dengan penuh tanda tanya. Namun tatapan dio kepada kevin terpecah karena suara gaduh yang berasal dari tempak chika berdiri. Nampak beberapa aparat kepolisian tengah melakukan tindakan penjemputan paksa pada salah satu temannya. Nampak sebuah ketegangan terjadi sebelum proses penjemputan paksa oleh pihak polisi dengan keluarga chika. Dengan borgol yang terkunci pada kedua pergelangan tangannya, dina digelandang menuju kantor polisi. Pesta ulang tahun yang meriah dan penuh suka cita, kini berubah penuh ketegangan di dalamnya.
Para tamu dan teman sekelas dio masih belum mengerti, jika tujuan dibalik penjemputan paksa dina itu masih berkaitan dengan kasus penculikan yang telah dio alami kemarin. Para tamu hanya bisa melihat kejadian menegangkan tersebut dengan tatapan penuh keprihatinan. Melihat rekannya telah terlebih dulu digelandang menuju kantor polisi, chika nampak gelisah dan kedua tangannya bergetar hebat. Bagaikan sedang diperingatkan di depan umum, chika yang merasa masih memiliki keterkaitan dengan kejadian penculikan dio, terlihat begitu gelisah dan juga tertekan. Keringat dingin seketika mengguyur wajah dan tubuh chika. Namun dari seluruh kegaduhan yang baru saja terjadi, terlintas di benak dio akan perkata’an veno terhadap seseorang dalam panggilan telefonnya. “pertunjukan?” dio mencoba menghubungkan perkataan veno, dengan kejadian yang saat ini menimpa dina maupun keluarga chika. Kejadian penangkapan yang terjadi pada pesta ulang tahun chika, bagaikan sebuah pertunjukan yang tengah ditonton oleh para tamu undangan.
Dio masih memandang ke arah kevin dengan penasaran dan penuh tanda tanya. Nampak kevin masih tersenyum penuh kepuasan di tengah ketegangan yang saat ini terjadi. Nampaknya memang kevin lah seseorang di balik seluruh kejadian janggal yang selalu terjadi pada orang – orang jahat yang ada di sekitar dio. Seakan tak percaya dengan hal mengejutkan yang baru saja ia ketahui, dio mencoba mengingat kejadian janggal yang terus terjadi pada orang – orang jahat di sekitarnya, dan menghubungkan kejadian tersebut dengan kevin. “apa emang lu yang selama ini diam – diam ngelindungi gua vin??, dan seluruh kejadian janggal yang terjadi pada orang – orang yang jahat sama gua, itu karena perbuatan lu ??” ucap dio dalam batin sembari terus memandangi kevin. “tapi apa tujuan lu buat ngerencana’in penangkapan itu disini?, kenapa bukan di tempat lain?”, “apa masih ada hal lain yang lu rencana’in vin??” dio terus bergumam dalam hati.
__ADS_1
Dio terus memandangi kevin dari tempat ia berdiri. Secuil celah pada hati dio pun mulai bergetar karena perasaan syok yang tiba – tiba menusuk hatinya. Dio tak bisa membayangkan semua hal yang telah kevin lakukan untuk melindungi dirinya selama ini yang terkesan jahat, membuat dio merasa begitu bersalah pada orang – orang yang telah menjadi sasaran kevin. Menyadari seluruh pebuatan nekat yang telah kevin lakukan untuk melindungi dirinya, dio hanya diam terpaku dan tak bisa berkata - kata. “ada apa di ??” ucap veno dengan tiba - tiba. Karena veno datang dengan tiba – tiba, dio yang tengah melamun itu pun tersadar. “oh, gak papa ven !!, saut dio dengan sedikit terbata. Tak mau membagi beban pikirannya pada veno, dio memilih untuk diam dan menutup rapat – rapat rahasia itu.
“di, ternyata teman kamu yang dibawa polisi tadi, ada hubungannya dengan penculikan yang kemarin kamu alami!!” ucap veno dengan nada yang tampak serius. “waah, beneran ven??” saut dio dengan memberikan ekspresi berpura – pura kaget. “iya di !, semoga kasus ini segera selesai ya di !!” ucap veno sembari mengelus lembut rambut dio. dio pun menjawab dengan mengangguk. Dio yang masih syok dan terdiam lemas itu pun menyandarkan kepalanya pada dada veno, dan melingkarkan tangannya pada tubuh veno. Merasa jika tidak biasanya dio berinisiatif untuk memeluknya seperti saat ini, bisa dipastikan jika ada suatu hal yang terjadi pada istrinya.
Nampak Om Devan dan chika tengah berjalan bersama, dan menghampiri veno yang tengah berbincang bersama dio. Melihat dio sengaja menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan veno, chika dan juga papanya menatap sinis terhadap dio. “maaf ya nak veno!!, gara – gara polisi tadi, kamu dan para tamu jadi gak nyaman !!” ucap Om Devan dengan nada yang penuh penyesalan. “iya om, gak papa !!” saut veno dengan ekspresi yang cukup santai. “om, maaf sebelumnya!!, hari ini dio sedang sakit, jadi kami harus pamit pulang terlebih dahulu !!” ucap veno dengan nada sopan. “oh, nak dio sakit? Iya ven kamu hati – hati di jalan ya !!” ucap om devan sembari tersenyum.
__ADS_1