Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Menunaikan Kewajiban


__ADS_3

Tak tega menatap ekspresi memelas veno, dio akhirnya mengizinkan veno masuk dan duduk di ruang tamunya. Veno pun duduk dengan patuh sembari terus menatap dio. Dalam hati dio meronta – meronta ingin rasanya ia memeluk veno dengan erat. Setelah tadi ia membentak veno untuk menjauhi dirinya, dio sedikit menyesal dengan kata – kata yang telah ia ucapkan tadi.


“di, apakah telat jika gua bilang ayo kita hadapi masalah ini bersama!, gua nyesel di!, gua gak mau kehilangan lu!” ucap veno sembari meraih kedua tangan dio. “deg!” hati dio bergetar mendengar perkataan veno. “ayo kita hadapi bersama, dan hidup sebagai suami istri yang bahagia!” veno meneruskan perkataannya. “bukannya dari awal lu pengen pisah sama gua!” sahut dio dengan bergetar menahan tangis yang hampir pecah.


“gua gak pengen pisah!, gua pengen jadi suami lu!, pasangan hidup lu!, dan ayah dari anak – anak kita nanti!. Gua emang bukan suami yang baik buat lu, tapi gua akan berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya di!, please maafin gua!” Ucap veno dengan merengek mencoba memaksa. “jadi maksud lu, kalau lu bilang pisah, kita harus pisah?, dan sekarang lu bilang balik dengan mudahnya kita harus balik? Se simpel itukah perasaan gua ven?, lu sendiri tahu kalau yang gua punya cuma lu. Lu tau begitu rapuhnya gua kehilangan kasih sayang mama dan papa!, begitu sakitnya gua di bully di sekolah!, gua dicaci maki karena dituduh pelakor!, padahal gua istri sah lu ven!” ucap dio dengan nada meninggi.


“lu tahu betul begitu banyak masalah, cobaan, bahkan musuh datang silih berganti di kehidupan gua!, tapi dengan mudahnya lu bilang pengen ngejalani hidup kita masing – masing?, apa gua di mata lu gak ada artinya ven?” dio berkata dengan penuh emosi, serta tangis yang tak mampu lagi untuk ia bendung. Mendengar ucapan dio, hati dan seluruh tubuh veno bergetar. Dengan segera ia menarik tangan dio dan membuat tubuh dio jatuh dalam pelukannya. “sayang, maafin gua!” veno menyahut sambil memeluk tubuh dio, sembari terus mencium kening dan rambut dio. “maafin gua sayang!, maafin!”

__ADS_1


Dalam pelukan, mereka berdua menangis penuh haru. Mengingat setahun ini mereka berdua telah melewati banyak hal bersama, dan menghadapi semua dengan saling menguatkan. “ven!” ucap dio sambil terus menunduk dalam pelukan veno. “iya sayang?” sahut veno sambil menatap penasaran pada dio. “jaket lu kena ingus gua!” sahut dio dengan malu – malu!” “hehehe, tumben malu!, biasanya juga gak punya malu!” veno menyahut sembari tertawa.


“kata lu, gak mau pisah sama gua!, trus kevin gimana?” ucap dio sambil melepaskan pelukannya dari veno. “apa pun konsekuensinya ayo kita hadapi bersama!, ayo kita lanjutkan kehidupan pernikahan kita hingga kita punya anak cucu dan gak boleh pisah!” sahut veno sembari menatap kedua mata dio. “tapi aku masih terlalu muda buat punya anak cucu dulu ven!” dio menyahut dengan polos. Mendengar ucapan dio, veno pun tertawa “hahaha, dasar anak kecil!” ucap veno sembari menggosok rambut dio dengan gemas. “aaaa!, rambutku rusak ven!, gua bukan anak kecil lagi!, gua udah dewasa kali!” dio menyahut dengan ketus. “Bukan gua yang masih kecil, tapi emang lu nya aja yang udah tuwir!, hahaha!” sahut dio sembari tertawa terbahak – bahak. “hah, dasar anak kecil!, sini gua kasih pelajaran!” sahut veno sambil menggelitik tubuh dio.”aaa, ampuun!” dio berteriak sambil mencoba kabur.


Setelah bercanda saling menggelitik cukup lama, mereka berdua akhirnya berbaring berdampingan di atas sofa dengan posisi tangan kanan veno sebagai bantalan kepala dio. Karena ukuran sofa yang tak begitu besar, tubuh mereka saling berhimpitan dan menempel satu sama lain. Keadaan sedikit memanas, dan semakin canggung.


“istriku!” ucap veno dengan berbisik pelan di telinga dio. “ih, apa sih ven geli tau kalau kamu manggil aku gitu!” sahut dio sambil malu - malu. “kamu sayang gak sama aku?” ucap veno sambil memiringkan badannya ke arah dio. “apa sih, yang lain dong pertanyaannya!” sahut dio dengan wajahnya yang tiba – tiba memerah. Begitu deg – degan, dio merasakan jantungnya sedang berdisko, bergoyang mengikuti alunan musik dalam hatinya.

__ADS_1


Begitu besar hasrat yang muncul dalam diri veno sebagai seorang pria. Setelah hampir setahun ia menahan seluruh gairahnya sebagai pria normal terhadap istrinya, veno yang semakin menegang berbisik pelan di telinga dio. “sayang, apa kamu udah siap?” ucap veno sembari menghembuskan nafas yang terasa panas membelai telinga dio. “aku belum siap hamil ven!” dio menyahut dengan malu – malu. “kamu tenang aja!” sahut veno sembari bangkit dari posisi tidurnya, dan menggendong tubuh dio menuju kamar.


Dengan perlahan veno meletakkan dio di atas tempat tidur “tapi aku belum siap hamil ven!” lagi – lagi dio mengulangi perkataan dengan ekspresi khawatir. “kamu jangan khawatir, percaya sama aku!” ucap veno mencoba menenangkan dio. Tangan veno mulai bergerak membuka kancing baju dio satu persatu, hingga seluruh kancing pun terbuka, dan membuat hasrat veno pun semakin meninggi.


Dengan perlahan, veno melepas seluruh pakaian yang terbalut menutupi tubuh dio hingga seluruh tubuh dio bisa dilihat dengan jelas olehnya. Veno pun membuka ikat pinggang miliknya dan melepas seluruh pakaian yang ia kenakan. Hingga akhirnya mereka berdua melakukan hubungan malam pertama yang sempat tertunda hingga setahun lamanya. Mengikuti alunan hasrat yang menggerakkan seluruh tubuh, dio telah memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri.


Selesai menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri, dio yang masih merasa malu, mencoba menutup tubuhnya dengan selimut. “hehehe, percuma ditutup, aku juga udah lihat!” sahut veno sembil memeluk tubuh dio. “veno!” sahut dio dengan wajah memerah. Setelah berganti pakaian, dio dan veno nampak duduk bersantai di samping tempat tidur sembari menatap keluar jendela. Cahaya mentari telah sepenuhnya tenggelam, kini yang terlihat hanyalah pemandangan kota yang penuh dengan cahaya lampu yang berkelip – kelip dari kejauhan. Begitu tenang melihat pemandangan di depan mereka saat ini, hingga sejenak mereka melupakan setumpuk masalah yang tengah mereka gotong bersama

__ADS_1


💟💟 hai kakak semua💟💟


Terima kasih atas dukungan, like, maupun komen kalian selama ini😊😊. Karena novel ini adalah novel perdana dari author, jadi masih banyak kalimat, perumpamaan, maupun jalannya cerita yang masih perlu diperbaiki 😅. Tapi di sini saya sebagai author mengucapkan terima kasih banyak untuk kalian semua🥺🥺. Karena kalian semua, author jadi lebih semangat untuk berbagi kehaluan di lain cerita bersama kalian semua lagi💪💪. Semoga kita bisa bertemu di karya - karya author selanjutnya ya 🤗🤗 peluk puk - puk dari jauh untuk kalian semua 🤗👋👋


__ADS_2