
“nyonya?” bagai tersambar petir, indah terbelalak kaget dengan kedua mata yang melotot, seakan ingin lompat keluar dari kelopak matanya. “nyonya?”, “apa gak salah denger saya pak???” Indah bertanya karena masih tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini. “iya!!, memang nyonya dio adalah nyonya di rumah ini!”.
lagi – lagi petugas keamanan itu mengatakan hal yang tidak masuk akal, dan tak dapat dicerna oleh otak dan pikiran indah. “silahkan langsung masuk ke dalam saja!!” Petugas itu pun mengarahkan mobil indah untuk masuk ke halaman rumah. Akhirnya mobil indah berhenti tepat di sebelah taman, di depan rumah veno. “waaw, rumahnya gedhe banget!” Indah takjub melihat rumah mewah yang dio tinggali itu.
Dio keluar dari pintu rumahnya dan langsung menghampiri indah yang berdiri di samping taman “indaaahhhh !!”, dio memanggil dengan nada manja. “dioooo!, sini tayang kuuu !” Mereka saling berpelukan. “lu gak papa kan di?” Indah bertanya dengan serius. “iya, gua udah gak papa!, luka juga cuma lecet dikit kok!” Dio menjawab dengan santai. Mengingat kembali, bahwa dio di panggil dengan sebutan nyonya oleh petugas keamanan, indah berkata “eiitttsss, lu harus jelasin ke gua dengan jujur!!”, “ini rumah siapa?, “kenapa lu bisa di panggil nyonya sama petugas di depan?”, “dan dari kapan lu udah tinggal di rumah se megah ini?”. indah tak henti – hentinya menyerang dio dengan pertanyaan yang telah berputar – putar di otaknya sedari tadi.
Mendengar pertanyaan indah, dio nampak gelisah. “iya nanti gua jawab di dalam!, ayo masuk dulu!!” Ucap dio. Akhirnya mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah dio. “wwaahh, gila rumah ini keren banget di.!!” Indah berdecak kagum melihat rumah yang dio tinggali nampak begitu megah dan juga mewah.
Mereka akhirnya berhenti di ruang keluarga. Mata indah memandang meja di depan televisi yang penuh dengan beberapa camilan dan minuman segar di atasnya. “eh di, lu kan sakit ya!, tapi kok gua ngerasa lu lagi liburan di rumah ya??” Indah bertanya dengan sinis guna menggoda dio. “rencananya sih gua mau ijin sakit sebulan!!, itung – itung libur panjang!, hahaha!!” dio menjawab santai sembari tertawa terbahak – bahak !” “waah, parah emang lu
di!!”, “ini namanya sambil menyelam minum es teh!! haha” Indah menjawab sambil tertawa pula.
__ADS_1
Mereka berdua duduk di sofa sambil bercengkrama. Bu Ani yang mengetahui bahwa dio kedatangan teman sekolahnya, segera menghampiri dio untuk bertanya. “nyonya, mau makan apa?” Seperti di ingatkan kembali dengan pertanyaan besar dalam benak indah, indah kembali penasaran kenapa semua pegawai dalam rumah dio itu memanggil dio dengan panggilan nyonya. Karena jelas – jelas dio masih sekolah, dan belum menikah.
Kenapa seluruh karyawan di rumah dio memanggil dio dengan sebutan itu. indah yang penasaran itu kembali terlihat serius. “masakain cumi pedas asam manis, steak, dan ayam mentega bu ani!!” untuk cuci mulutnya seperti biasa aja. “seperti biasa?” “waah, berarti dio udah biasa nyuruh – nyuruh layaknya nyonya besar dong?” indah penasaran dan berkata dalam batin.
Sebelum kembali pada pertanyaan awal yang masih belum terjawab, indah berkata pada dio. “di, lu tau kan gak ada yang gua tutupin dari lu!!, dan gua harap lu juga bisa jujur ke gua dan jangan ada yang di tutupin dari gua!!” Indah berkata dengan tatapan serius pada dio. “ini rumah siapa di??” Indah betanya dengan serius. “e, eeee, !!” dio hanya gelagapan tanpa memberikan jawaban atas pertanyaan indah. “a,e ..a,e.. itu bukan jawaban di.!!, jujur ke gua ini rumah siapa??” Indah mengulangi pertanya’annya dengan nada yang lebih tinggi. “rumah veno!!” Dio menjawab sambil tertunduk. “whaattt????, rumah veno??, dan lu di sini dipanggil dengan sebutan nyonya!!”, “jangan bilang kalau kalian, !!!” belum selesai berkata, indah menutup mulutnya dengan kedua tangan sambil terlihat syok.
“gu,gua bisa jelasin ndah!!” Dio berkata dengan gugub. “jangan bilang kalau kalian udah tunangan diem – diem tanpa ngabarin gua???, dan kalian udah punya planing menikah setelah lu lulus sekolah???” indah bertanya dengan ekspresi yang masih syok. Dio yang mengira indah curiga akan pernikahan mereka, sekarang merasa sedikit lega karena ternyata indah tak berfikir sejauh itu. “udah berapa lama kalian tinggal satu atap di??” Indah bertanya dengan penasaran. “emmm.., belum lama siiihh!!”, “hampir 5 bulanan!!, hehe” Dio menjawab sambil tertawa garing. “what???, 5 bulan?, udah hampir setengah tahun lu nyembunyi’in dari gua!!”, “lu emang temen paling parah di!” Indah syok dan berekspresi kesal terhadap dio.
“udah dong jangan marah!!”, ‘gua cuma takut cerita ini nyebar!!, jadi gua rahasia’in!” Dio berkata dengan penuh
“eh di, by the way veno itu emang udah serius beneran sama lu?, dia gak manfaatin lu kan??” Indah bertanya dengan polos pada dio. “hahahahaha, dio pun tertawa terbahak – bahak!!”, “ya masak veno manfaatin gua ndah!!, yang ada gua malahan yang kesannya lagi manfaatin veno!” Dio berkata sambil tertawa terbahak – bahak.
__ADS_1
“tapi di, apa jangan – jangan lu udah di unboxing sama veno?” indah bertanya dengan suara yang pelan. “uhuukk,
uhuukk!!” Dio yang sedang minum itu tersedak mendengar perkataan indah. “eehh, malah keselek!” indah yang kaget itu pun membantu dio yang tengah tersedak. Saking kerasnya dio tersedak, minuman kopi latte yang tengah ia seruput itu berbalik, dan mengucur keluar dari kedua hidungnya. Mereka berdua akhirnya sibuk membersihkan wajah dan baju dio yang basah karena guyuran es kopi latte itu.
Setelah membersihkan wajah dan bajunya yang basah, dio menjawab pertanyaan dari indah yang belum sempat ia jawab. “gua belum di unboxing ndah!!”, “lu jangan berfikir macem – macem!!”, “lagian, veno orangnya juga sopan dan gak mesum kok!!” Jawab dio sembari menyumpal hidungnya dengan tisu. “waahh, berarti belum di unboxing ya??” indah berkata dengan suara yang lantang dengan penuh kegembiraan. “unboxing apa di??” Terdengar suara veno menyaut dari belakang mereka dengan tiba - tiba. Veno yang muncul dengan tiba
– tiba, membuat mereka berdua nampak gugub dan gelagapan. “aa,anu, emm, unboxing paket ven!!” dio menjawab dengan gelagapan karena gugup. “oh, gua kira unboxing apa!!” Jawab veno dengan pelan. Veno pun berjalan membelakangi dan meninggalkan mereka berdua, dengan menyembunyikan tertawa kecilnya.
Melihat veno yang telah masuk ke dalam kamar, dio dan indah saling senggol, dan berbicara lirih satu sama lain. “lu kalau ngomong kurang kenceng!!” ucap dio dengan kedua mata yang melotot. “lagi’an gua gak tau kalau ada veno di belakang!” saut indah. “lain kali lebih kenceng lagi kalau ngomong!” ucap dio dengan kesal. Mereka berdua pun saling menyalahkan.
Selesai makan, indah pun segera berpamitan untuk pulang. Karena langit pun juga sudah hampir gelap, indah pun bergegas meninggalkan rumah veno. “di, gua pulang dulu ya!, kapan – kapan lagi gua boleh dong mampir kesini!” ucap indah. “nggak boleh!!” Dio menjawab sinis untuk menggoda indah. “huuh, dasar pelit lu!!” Indah menjawab sinis guna menjawab canda’an dio. “ya udah hati – hati di jalan ya bebs!”, “tunggu gua nyelesai’in libur panjang gua, baru gua masuk sekolah, hahaha!!!” dio berkata sembari tertawa pada indah. “ya sekalian aja, masuk sekolahnya waktu ujian akhir sekolah, tahun depan!!” Jawab indah menjawab perkataan dio. Akhirnya indah naik ke dalam mobil, dan segera meninggalkan rumah dio.
__ADS_1
Setelah mengantar indah pulang, dio segera masuk ke dalam kamarnya. Nampak veno tengah berbaring di atas tempat tidur sambil bermain ponsel. Tidak biasanya veno berada di dalam kamar pada jam segini, dan dio pun nampak kebingungan. Karena pada dasarnya, mereka berdua saling menjaga dan menghindari bertemu dalam kondisi yang masih terjaga seperti saat ini. biasanya veno masuk ke dalam kamar, dan baru tidur jika dio sudah tertidur dulu’an. Jadi sungguh jarang bagi dio untuk bertemu veno pada jam segini. Karena terjadi kecanggungan, dio yang sedang duduk di atas tempat tidur tepat di samping veno, akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. “tumben jam segini udah nyantai di kamar?, udah selesai ya kerja’annya?” ucap dio dengan ekspresi penasaran.
Veno meletakkan ponselnya dan menjawab pertanyaan dio, “gua masih ada kerjaan sih!!, un - box - ing!!” Ucap veno dengan tatapan buas yang siap menerkam.