Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Ancaman Pak Rudi


__ADS_3

Keluar dari mall.


Di sepanjang perjalanan, dio tak henti – hentinya memandangi gelang yang baru saja veno belikan. Bukan masalah harganya yang selangit, namun dio menyukai gelang tersebut karena desainnya yang unik dan sesuai dengan seleranya. Dio melonggari sabuk pengamannya, dan menyandarkan kepalanya pada pundak veno dengan mesra. “seneng ya?” ucap veno dengan lemah lembut. “iya!, gua suka banget sama modelnya, simpel dan elegan!” sahut dio sembari tersenyum dan memainkan tangannya dengan bahagia. “tapi, gelang ini pasti mahal ya ven?” sahut dio dengan penasaran. “uang enggak seberapa dibandingkan lu di hidup gua!” ucap veno dengan malu – malu.


Mendengar ucapan veno, dio pun berkata “iih, udah pinter gombali ya!, emuuah!” sahut dio sembari mengecup pipi veno dengan kilat. “enggak kerasa di!, lagi!” ucap veno dengan manja. “emuah!” lagi – lagi dio mengecup dengan kecepatan kilat. “masih gak kerasa!” veno masih menyahut dengan manja. “kalau mau kerasa ya pakai setrika, pasti langsung kerasa!, hehehe!” dio menyahut mencoba menggoda veno. “hmmm berani ya?” ucap veno sambil menarik tangan dio, hingga dio pun jatuh di pangkuan veno. “ven, jangan aneh – aneh!, kita lagi di jalan loh!” sahut dio sambil mencoba menjauhkan diri dari tubuh veno. “udah jangan bergerak!, berbahaya!” ucap veno sembari menarik kembali tubuh dio. Dengan sedikit terpaksa, dio pun seketika diam dan menuruti ucapan veno.


Di rumah kevin.


“haahh!, prang!, prang!” terdengar gaduh suara benda – benda terbanting di iringi suara teriakan keras yang membuat seluruh pembantu dan pekerja di rumah kevin menjadi khawatir sekaligus ketakutan. Dari ruang tamu hingga kamarnya, kevin membanting barang – barang yang ada di atas meja dengan penuh emosi. Khawatir jika kevin melakukan percobaan bunuh diri, sekaligus takut jika kevin melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan seluruh pekerja dalam rumahnya, Pak Ali akhirnya memberanikan diri untuk mendekati kevin.


Dengan perasaan was – was, Pak Ali mendekati kevin yang tengah jongkok dan menutupi kepalanya dengan kedua tangan. Pak Ali hampir kehabisan ide, dan mencoba memutar otak, kiranya apa yang bisa membuat kevin berhenti melakukan hal membahayakan seperti saat ini. “tuan, jangan seperti ini!, kalau sampai nona dio tahu kalau, nona dio pasti ikut sedih!” ucap Pak Ali mencoba menenangkan. “dio gak butuh aku Pak Ali!, dia ngelupain aku!, dia sama laki – laki lain!” ucap kevin dengan membentak keras, dan “prang!” asbak porselen di atas meja keluarga pun terpecah hingga menjadi beberapa bagian kecil.

__ADS_1


Semakin takut, salah satu pekerja di rumah kevin pun menelefon Pak Rudi untuk melaporkan keadaan kevin yang sudah kelewat batas, dan berharap Pak Rudi bergegas pulang. Sampai beberapa lama, Pak Rudi pun pulang dan menghampiri Pak Ali untuk menanyakan kondisi kevin. “ali, kevin kenapa bisa marah – marah?” ucap Pak Rudi dengan penasaran. “anu pak, mungkin gara – gara orang suruhan tuan melapor, kalau nona dio sedang bersama pria!” sahut Pak Ali menjelaskan. “sekarang dimana dia sekarang?” ucap Pak Rudi sembari menengok di sekitarnya mencoba mencari keberadaan kevin.


“saya tadi bilang sama tuan, kalau Bapak mau bantuin tuan!, jadi saya suruh tuan untuk lebih bersabar. Mungkin sekarang tuan sedang diam di depan rumah nona dio seperti biasa!” Pak Ali menambahkan penjelasannya. “syukur kalau kevin sudah gak marah – marah lagi!” ucap Pak Rudi dengan lega. “sepertinya memang harus segera dilakukan!” ucap Lak Rudi dalam batin sambil termenung.


Keesokan harinya.


“sayang, aku berangkat lebih pagi!, hari ini kamu diantar Pak Anton dulu ya!” ucap veno berpamitan sembari mencium kening dio dan berlalu meninggalkan dio yang masih berada di meja makan. “iya hati – hati!” sahut dio sembari melambaikan tangan. Selesai makan, dio diantar oleh Pak Anton menuju sekolah, untuk melakukan ujian praktik di sekolah.


Angga belum beranjak dari depan pintu, dan masih mengintip melalui kaca. “permisi!” ucap seorang pria yang mengagetkan angga, dan segera membuka pintu dan masuk ke dalam ruang guru. “tunggu!, pria itu bukannya yang ada di pameran?” ucap angga dalam batin. Mengenali pria yang baru saja masuk ke dalam ruang guru, angga segera berlari menuju kelasnya dengan sekuat tenaga.


“huuftt,huuftt, gawat di!” ucap angga menghampiri dio sambil terengah – engah “gawat kenapa?” dio menyahut penasaran. “sepertinya ada masalah besar!, karena di ruang guru ada rapat mendadak, dan lu tau gua ngeliat pacar lu masuk ke ruang guru!” angga meneruskan penjelasannya. “apa??” dio dan indah terperanjat kaget bersamaan. Belum sempat dio menjawab, tiba – tiba “ananda dio, silahkan ke kantor sekarang juga!” ucap Bu Feli secara tiba – tiba, dan mengagetkan seluruh murid di kelas. Dengan rasa penasaran, dio mengikuti Bu Feli menuju ruang guru dengan patuh.

__ADS_1


Dio masuk ke dalam ruang guru, dan mengikuti Bu Feli menuju ruang Direktur Yayasan. “ceklek!” menutup dengan perlahan, dan masuk ke dalam ruang Direktur Yayasan seorang diri. “veno?” dio terperanjat kaget menatap veno yang tertunduk lemas di depan kursi Pak Rudi. “pria ini siapa kamu dio?” ucap Pak Rudi dengan tegas. “emm, pa pacar saya pak!” dio menjawab dengan terbata – bata. “pacar atau suami?” Pak Rudi menyahut dengan membentak. Seketika dio pun terdiam tak bisa menjawab.


“bisa – bisanya kalian membuat drama seperti ini, dan membodohi pihak sekolah dan membohongi pihak sekolah dengan status kamu yang sudah menikah!”, “atas tindakan kebohongan kamu ini, pihak sekolah akan mengeluarkan kami dari sekolah secara tidak hormat, tanpa adanya ijazah kelulusan, dan pastinya kamu gak akan pernah bisa kuliah!, dan satu lagi, veno akan kami laporkan pada pihak kepolisian atas dugaan menikahi gadis di bawah umur!” ucap Pak Rudi sembari menunjuk ke arah veno.


Mendengar perkataan Pak Rudi yang mengancam masa depannya, dio langsung terduduk lemas dan menangis sejadi – jadinya. “tolong jangan pak!” dio mencoba meminta keringanan dan terus menangis tersedu – sedu. “pak mari kita omongkan baik- baik, sekiranya apa yang harus kami lakukan agar dio bisa tetap menyelesaikan sekolahnya!” ucap veno menyela dengan mata yang berkaca – kaca.


“maaf, pihak sekolah tidak bisa membantu!, jika pihak sekolah hanya diam saja, dan berita ini sampai di telinga para pers maupun media, sekolah ini akan langsung mendapatkan sanksi, dan ujung – ujungnya veno akan tetap ditahan oleh pihak kepolisian dan dio hanya akan menjadi seorang gadis tamatan SMP!” ucap Pak Rudi menambahkan. Veno tak bisa menjawab dan hanya diam seakan kehabisan ide. “saya mohon bantu kami pak!, huhuhu!” ucap dio sambil menangis tersedu – sedu. “saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan tidak bisa membantu, dan kalian harus menerima konsekuensi!” ucap Pak Rudi dengan tegas.


“jika saat ini Bapak menjadi seorang Kepala Dinas Pendidikan, tolong jadilah seorang orang tua dari kevin, sahabat dio!” veno menyela. Pak Rudi terdiam dan mencoba berfikir. “tolong kami pak!, jangan biarkan veno di penjara, karena pernikahan ini bukan paksaan dari veno!” ucap dio dengan memelas. “tolong Pak Rudi pertimbangkan!” veno menimpali. “kalau kalian memang ingin dibantu, hanya ada dua hal yang harus kalian lakukan. Kalian berdua harus pisah!, dan saat pesta ulang tahun kevin, umumkan jika dio telah resmi berpacaran deng kevin!” ucap Pak Rudi dengan tegas. “apa?” dio dan veno terperanjat kaget dan saling berpandangan.


Dio dan veno terdiam dan hanya menunduk penuh kesedihan. “tidak ada pilihan lain, kalau begitu saya setuju!” ucap veno dengan tegas sembari menatap Pak Rudi. “veno?” dio menatap veno penuh kesedihan. Melihat laki – laki yang mulai dicintainya itu memilih untuk berpisah, dio begitu terpukul.

__ADS_1


__ADS_2