Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Si Pemantau Dio


__ADS_3

  Saat ini kevin tengah mengangkat tinggi botol bekas yang ada di tangannya, dan bersiap untuk melemparkannya pada mereka bertiga yang telah tersungkur dan tak berdaya. “viiiinn !!”, “hentikan !!” dio


berteriak sambil memeluk kevin dari belakang. Menyadari kevin menjadi brutal dan tak terkendali, dio yang tengah ketakutan itu hanya bisa melingkarkan kedua tangannya pada perut kevin dengan penuh ketakutan. Dengan tangan yang bergetar, tangis dio pun pecah. “huhuhu !!” , “viinn, udah !, gua takut !!” dio berkata sambil menangis sesenggukan. Kevin yang menyadari dio tengah dibuat ketakutan olehnya, segera meletakkan botol itu dengan perlahan. Kevin membalikkan badannya dan menghadap dio yang tengah menangis di hadapannya. Dengan segera, ia memeluk dio yang tengah gemetar ketakutan itu. “ma’afin gua di !!”, “ma’afin gua udah bikin kamu takut!” dio tak menjawab, dan menangis dalam pelukan kevin.


  Di kantor polisi.


  Setelah menelpon polisi, akhirnya dio dan kevin ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan mengenai kejadian yang baru saja mereka alami. Setelah memberikan keterangan, dua pria dan satu perempuan itu akhirnya di tahan di kantor polisi, karena terbukti merencanakan tindak kriminal terhadap dio. “di, ma’afin gua ya !!” Kevin tak henti – hentinya meminta maaf kepada dio. Wajah sangar kevin pun tak lagi nampak. Saat ini dio hanya bisa terdiam ketakutan. Tangan dio begitu dingin dan masih gemetaran.


  “ceklek !” Pintu kantor polisi itu pun terbuka. Nampak veno masuk dari balik pintu dengan tergesa - gesa. Pandangan veno terhenti pada istrinya yang tengah duduk disamping kevin. Veno pun segera berjalan cepat setengah berlari menghampiri dio. Sesampainya di depan dio yang tengah tertunduk sedih, veno membungkukkan tubuhnya dan segera memeluk dio yang masih ketakutan itu dengan erat. Seakan penuh ketakutan terhadap keselamatan istrinya, veno mendekap dio dengan erat sembari mengelus kepala dio. “kamu gak papa?” veno bertanya penasaran. “aku gak papa!!” jawab dio. Kevin yang saat ini melihat veno dan dio berpelukan, merasa sedikit kesal. Namun, mengingat bahwa ia telah membuat dio ketakutan, kevin hanya bisa pasrah.


  Dua polisi yang tengah duduk menghadap dio, saling berpandangan satu sama lain. Jiwa jomblo dua polisi itu pun meronta – ronta. Mereka berdua yang tengah menyaksikan dua orang yang berpelukan mesra di depannya,  hanya bisa menelan ludah. “apa kamu keluarga dari gadis ini?” salah satu polisi itu bertanya pada veno. “iya !!” veno menjawab singkat. Dua polisi itu saling berpandangan lagi. Mereka bingung, sebenarnya apa hubungan diantara mereka berdua. Jika dikatakan sebagai keluarga, kenapa nampak seperti pasangan kekasih. Namun, jika dikatakan


sebagai pasangan, lelaki itu telah menjawab jika gadis itu adalah adalah anggota keluarganya. Namun dua polisi itu pun tak ambil pusing, dan membiarkan mereka berdua pergi.


  Melihat wajah istrinya yang lebam dan terdapat sobekan kecil di sudut bibirnya, veno yang kawatir itu mengajak dio untuk segera ke rumah sakit. “ayo kita ke rumah sakit !”. dio menggelengkan kepalanya, dan berkata “kita pulang aja ven!!” mendengar permintaan istrinya, veno tak mampu menolaknya. Dio pun berdiri dari tempat ia duduk, dan membalikkan badannya menghadap kevin yang tengah tertunduk. “vin!!, makasih ya !”, “kalau gak ada lu, gak tau apa yang bakal gua alami hari ini !!” dio berkata pada kevin sambil tersenyum.  Kevin yang

__ADS_1


mendengar ucapan dio, segera mendongak memandang ke arah dio. Melihat dio melemparkan senyuman manis pada dirinya, kevin begitu bahagia. Dengan terbata – bata ia pun menjawab “i,iya di sama – sama !!”


  Setelah mengucap terima kasih, dio berbalik dan segera berjalan keluar. Namun veno masih belum beranjak, dan masih berdiri di depan kevin. “makasih lu udah ngelindungi dio !!” veno berkata dengan sopan kepada kevin yang mukanya lebam itu. Kevin tak memberikan jawaban atas ucapan veno, dan hanya diam. “lu jangan lupa ke Rumah Sakit buat ngobati luka lu!!” Veno menyelesaikan perkataannya. Namun lagi – lagi kevin tak memberikan


jawaban, dan memilih diam. Akhirnya veno berbalik, dan berjalan menyusul dio yang telah keluar dari kantor polisi lebih dulu.


  “waah !!, pasti ini cerita cinta segi tiga !”, “pasti sih cewek akhirnya milih tuh cowok berdasi, dari pada temen


sekolahnya !”, “aah, sok tau lu !!”. dua polisi itu saling berbisik membicarakan veno dan juga kevin. Saat ini tinggal kevin yang menunggu jemputan. “dek, apa orang tua kamu yang akan jemput kamu?” salah satu polisi itu bertanya


penasaran pada kevin. “kita lihat aja !!” kevin menjawab dengan singkat. “ceklek.!!”, seorang pria paruh baya masuk dari balik pintu dan menghampiri kevin. “apa anda orang tua dari kevin?” salah satu polisi itu bertanya ada


untuk menjemputnya. Akhirnya kevin keluar dari kantor polisi dan segera pulang.


  Dalam perjalanan pulang, kevin hanya termenung sambil melihat pemandangan di luar jendela mobilnya.

__ADS_1


Ia terlihat lesu dan tak bertenaga. Sopir kevin yang melihat tuan mudanya tengah lemas itu, hanya bisa diam dan tak berani untuk memulai obrolan. Sampai beberapa lama, sopir itu pun memberanikan diri untuk bertanya pada tuan mudanya itu. “tuan, apa mau mampir seperti biasa??” Sopir itu bertanya, sembari menengok kevin dari kaca


di atas kemudinya itu. “iya!” Kevin menjawab datar.


  Mobil pun melaju dengan kencang melewati pusat kota, dan berhenti di seberang rumah mewah berhalaman luas dengan gerbang besar berwarna coklat. Tak lain dan tak bukan, ialah rumah veno dan juga dio. Dari dalam mobilnya, kevin memandang ke arah rumah besar itu. Setiap hari, setelah pulang sekolah atau setelah melakukan perjalanan, kevin selalu menyempatkan diri untuk berhenti dan melihat rumah yang di tinggali dio. Ia berharap bisa melihat dio yang tak sengaja melakukan kegiatan di luar rumahnya. Sering kali kevin mendapati dio tengah berada di halaman rumahnya. Baik untuk bersantai, sedang joging, ataupun menyiram tanaman. Sudah hampir setengah jam kevin memandang ke arah rumah dio dari balik kaca mobilnya. Karena badannya yang terasa sakit dan lemas, kevin memutuskan untuk segera pulang untuk istirahat.


  “ayo kita pulang!!” Kevin berkata singkat pada sopirnya. “iya tuan !!” Sopir kevin segera menginjak pedal gas, dan mobil kevin pun melaju dengan kecepatan yang lebih kencang. Melihat wajah tuan mudanya yang lebam, sopir paruh baya itu mengajak kevin untuk berobat ke rumah sakit. “tuan, apa kita mampir ke rumah sakit dulu untuk berobat?” ucap pria paruh baya itu. “gak perlu, kita pulang sekarang.!!” kevin menjawab dengan tegas.  Mendengar penolakan dari kevin, sopir itu tak membantah dan mengemudi dengan tenang menuju rumah. Karena sopir paruh baya itu sudah 7 th menjadi sopir pribadi kevin, segala tingkah laku, sifat, maupun kebiasaan kevin bukan lagi hal baru bagi sopir itu. Bisa dibilang, hanya sopir paruh baya itulah yang paling mengerti kevin, khususnya kesehatan psikis kevin dari ia kecil hingga saat ini. Sudah sering kali ia di utus untuk mengatasi masalah yang di timbulkan oleh kevin. Mulai dari perkelahian, pengeroyokan, maupun masalah sekolah, sopir paruh baya itulah yang selalu di utus untuk menyelesaikannya.


  Sedari masih duduk di bangku SD hingga sampai kevin duduk di bangku SMA, kevin hidup dengan harta yang berlebih. Namun, sayangnya ia juga hidup dengan kekurangan kasih sayang, yakni kasih sayang dari


sebuah keluarga, khususnya kedua orang tuanya. Kevin tumbuh menjadi seseorang yang terbiasa melakukan apapun sendiri. Ia hampir tak memiliki teman, dan wataknya begitu keras. Hingga membentuk pribadi kevin menjadi seorang yang urakan dan brutal seperti saat ini.


  Mobil kevin berhenti tepat di halaman sebuah rumah yang besar, dengan kolam ikan koi dan air mancur di depannya. Begitu mewah dan megah pemandangan rumah kevin. Semua perabotan dalam rumah kevin


nampak berkilau, menandakan bahwa perabotan itu memiliki harga yang fantastis. Ia segera masuk rumah, dan berjalan melewati ruang makan. Nampak papa dan mamanya sedang makan bersama dengan santai. “kevin!!” mama kevin memanggil kevin dengan tegas. Langkah kevin pun terhenti, ia pun menoleh ke arah kedua

__ADS_1


orang tuanya. “jangan bikin malu keluarga!”, “fokus belajar, jangan jadi jagoan !” papa kevin menyauti dengan nada yang datar. “kamu anak tunggal mama dan papa, kelak bisnis papa dan mama akan jatuh pada kamu!!”, “jadi jangan bikin mama dan papa kecewa !” Mama kevin menyauti dengan nada yang juga datar.


  Kevin tak menanggapi omongan dari kedua orang tuanya. Tanpa memberi jawaban apapun, kevin langsung pergi meninggalkan kedua orang tuanya, dan berjalan menuju kamarnya. “viinn !!”, “dasar anak gak bisa di atur!!” Kedua orang tua kevin mengoceh kesal melihat kevin yang tak mempedulikan mereka berdua. Akhirnya kevin masuk ke dalam kamar. Karena lampu dalam kamar kevin belum menyala,  kamar kevin nampak gelap. Ia melemparkan tasnya ke lantai, dan segera berbaring dengan lemas di atas ranjang. Lengan baju kevin tersingkap ke atas, hingga terlihat jelas pergelangan tangan kevin memiliki bekas luka yang cukup besar.


__ADS_2