Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Kebetulan


__ADS_3

  Setelah menyampaikan semua wejangannya kepada dio, veno pun mengakhiri panggilan video nya.


Mendengar semua percakapan dio dan veno itu, indah merasa ada yang aneh dengan hubungan mereka berdua.


Sepertinya hubungan mereka berdua begitu rumit. Namun tak mau berfikir berlebihan, indah pun segera melahab makanan yang ada di depannya. “hai, boleh duduk disini gak..??” kevin dan rino datang dengan membawa makananya menghampiri dio dan indah. Sedikit canggung bagi dio untuk mengijinkan rino, dio memilih diam


dan tidak menjawab. Mengingat pernah terjadi kesalah pahaman karena rino yang begitu blak – blakan dalam bertutur kata. Karena dio hanya diam, Indah pun menyauti, “duduk aja..!!”


  Melihat kevin yang sengaja duduk di samping dio, dina teman sekelas dio yang terkenal karena keangkuhan dan kesombongannya itu langsung mengerutkan kedua alisnya. Ekspresinya langsung berubah masam dan kesal.


Tak heran, karena dina telah menyukai kevin sejak masih duduk dibangku smp. Bahkan ia sempat mngutarakan perasaannya kepada kevin pada awal masuk SMA. Namun sayangnya kevin belum bisa menerima perasaan dina. Namun sampai saat ini, dina belum bisa mengubur nama kevin dari dalam hatinya.


  Terlihat dari jauh, dina sedang berbincang


bersama teman satu gengnya. Yakni desi, chika, dan juga jesika. Mereka berempat terkenal angkuh dan suka mengusili anak – anak yang lemah. Jadi, banyak murid di sekolah yang enggan berteman dengan mereka. Sesekali, dina melirik kesal ke arah dio. Karena dio salah satu anak berprestasi, dan background keluarga dio


yang bagus,  dina tak berani mengganggu atau mencari masalah pada dio. Meskipun dina sangat membenci dio, ia berusaha menutupinya. Kebencian dina terhadap dio memang sudah lama tumbuh. Karena sudah lama pula ia menyadari bahwa kevin memiliki perasaan yang tidak biasa terhadap dio.


  Sambil berbincang santai, indah bertanya kepada rino. “no, lu kan beda jurusan, kenapa lu nempel terus sih sama


kevin..!!” dengan bangganya, rino pun menjawab, “gua emang sengaja manfaatin kevin biar bisa ketemu sama dio tiap hari..!!” mendengar jawaban rino, kevin memukul pelan kepala rino sambil mengomel, “dasar temen gak punya ahlak, temenan sama lu emang gak ada faedahnya..!!”


  Pulang sekolah, dio dijemput oleh pak anton, sopir pribadinya.


Dalam perjalanan pulang, pak anton bertanya pada dio “nyonya mau langsung pulang atau masih mau mampir dulu.?”  Mengingat komik favoritnya baru saja rilis, dio meminta pak anton untuk berhenti di depan toko buku di dekat pusat kota. “pak anton tolong anterin ke toko buku media di dekat perempatan depan itu ya..!!”

__ADS_1


“baik nyonya..!!” ucap pak anton. Mobilpun berhenti tepat di depan toko. Diopun menyuruh pak anton untuk  menunggunya. “tunggu ya pak, saya mau beli buku dulu.!! Kalau bapak mau nunggu sambil beli kopi di seberang juga gak papa..!! ucap dio sambil menunjuk salah satu kedai kopi di seberang jalan. “baik nyonya..!!” jawab pak anton sambil mengangguk.


  Dio pun masuk dalam toko buku itu.


Sembari berjalan, ia melihat ke kanan dan juga ke kiri. Ia fokus mencari rak buku yang berisi komik keluaran terbaru yang tengah ia incar. Akhirnya, mata dio terfokuskan pada rak dengan dekorasi anime favoritnya itu. Dio mendekati rak itu, sayangnya tak nampak satu komik pun terpajang. Salah satu karyawan toko buku itu mendekati dio. Sambil tersenyum, karyawan itu bertanya kepada dio dengan ramah. “ada yang bisa kami bantu dek..?”.


Dio bertanya balik, “komik yang baru rilis ini udah habis ya kak.?” Karyawan toko itupun menjawab sambil menunjuk seorang laki - laki, “wah sayang sekali dek, seluruh komik sudah habis terjual.!, tadi ada satu, tapi sudah dibeli oleh kakak ganteng itu..!!”


  Seakan tak mau menerima kenyataan menyedihkan itu, dio terlihat lemas seketika.


Ia pun membuang nafas dengan berat, “huuffftt..!!” “baiklah kak, terima kasih..!!” dio mengucap terima kasih kepada


karyawan yang telah menghampirinya itu sembari berjalan ke arah pintu keluar.


laki – laki yang mengajaknya bicara itu. ia pun kaget, ternyata laki – laki itu adalah kevin.


  Sambil memberikan komik yang sedang ia pegang,


kevin berkata “nih buat kamu..!!” dio memandang ke arah buku yang kevin ulurkan padanya.


Melihat komik yang tengah ia cari ada di depannya itu, wajah muram dio berubah cerah seketika.


Dengan senyum lebar di bibirnya, dio berterima kasih kepada kevin.  “waahh,, makasih ya vin..!! kamu baik banget..!!” melihat ekspresi dio yang tengah tersenyum cantik kepadanya, wajah kevin memerah.


Dio meraih komik yang berada di tangan kevin. Tanpa di sengaja, tangan dio menyentuh tangan kevin.

__ADS_1


Karena kaget yang luar biasa, jantung kevin seakan mau meledak karena kencangnya getaran di dadanya saat ini. Setelah mereka berdua keluar dari toko buku, dio berpamitan kepada kevin sambil tersenyum. “gua duluan ya vin..!!” kevin menjawab “iya di hati – hati.!!”


  Pak anton melihat adegan perpisahan di depan toko itu dari jauh.


Menyadari laki – laki yang bertemu dengan dio itu terlihat memiliki perasaan terhadap istri tuannya, pak anton bergumam dalam hati, “waduh ini saingan yang berat buat tuan..!”.


Mobil melesat meninggalkan toko buku. Kevin yang masih merasa berbunga – bunga itu tak henti – hentinya tersenyum. Entah dalam berbagai situasi kevin memang sering bertemu dio.


Dimana pun dio berada, sering kali kevin juga ada disana. Terlalu sering untuk di katakan sebagai kebetulan. Seakan kevin berusaha membuat moment yang ia rencanakan untuk bersama dio. Namun, dio tak sedikitpun menyadari semua hal itu. Setelah mobil dio tak terlihat lagi, kevin tersenyum sambil berkata dalam hatinya, “aku sudah lama menahan diri.! Mulai hari ini aku gak akan berdiam lagi..!!” senyum kevin terlihat aneh.


  Dalam perjalanan pulang, pak anton yang penasaran dengan kevin itu memberanikan diri bertanya pada dio. “nyonya kalau boleh tau, laki – laki tadi itu siapa?” dio menjawab dengan santai, “temenku satu kelas pak.!


Tadi gak sengaja ketemu di dalem toko.!!” Mendengar jawaban dio yang santai, pikiran pak anton pun terasa lega. Pak anton percaya bahwa istri tuannya adalah perempuan baik – baik.


  Tiba di rumah, dio segera berganti pakaian dan langsung menuju meja makan untuk mengisi perutnya yang tengah keroncongan. Situasi rumah begitu tenang dan sepi tanpa kehadiran veno.


Karena merasa bosan, dio bermaksud menonton televisi. Namun setelah menggonta - ganti acara di televisi itu,


ia masih belum menemukan acara yang menarik. Akhirnya dio memutuskan untuk kembali ke kamar dan duduk di meja belajarnya sambil membaca komik yang tadi siang sudah dibelinya. Karena lelah, dio tertidur di atas meja belajarnya.


  Esok paginya,


dio begitu kaget menyadari bahwa ia terbangun di atas tempat tidur, dengan selimut yang menutupi seluruh


badannya. Karena jelas – jelas ia ingat bahwa terakhir kali yang ia lakukan adalah membaca komik di meja belajar. Sungguh mustahil jika ia tidur sambil berjalan ke arah tempat tidur. Dio berfikir keras, “atau jangan – jangan itu veno..?” dio bertanya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2