Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Dibalik Pengakuan Dina


__ADS_3

  Sehari sebelum pengakuan dina di forum kelas.


“nona dina, ada paket untuk nona!, saya letakkan di atas meja!” Ucap pembantu rumah dina.


Dina baru tiba dari sekolah, segera melepas kedua sepatunya dan berjalan menuju meja. Dina nampak bingung, karena sudah beberapa lama ini dirinya tak pernah berbelanja online.


“paket dari siapa nih? perasaan, gua lagi gak belanja online deh!, apa jangan – jangan paket nyasar?”, “tapi tujuan dan alamatnya bener buat gua kok !”. dina meraih paket itu dan membawanya ke kamar. Di dalam kamar, ia buru – buru membuka paket tersebut dengan tergesa – gesa tanpa sempat berganti baju. Dengan masih memakai seragam sekolah, dina menyobek kertas pembungkusnya dan, “aaaaaaaa...!!!!!”dina pun berteriak histeris. setelah berteriak, tangis dina pun pecah. “huhuhuhuu!!” Dina pun menangis sejadi – jadinya, dengan wajah yang nampak pucat, dan tangannya yang tak berhenti bergetar.


  Mendengar nona’nya berteriak lantang, pembantu rumah dina pun segera berlari menghampiri dina yang tengah menangis sejadi - jadinya itu. “nona dinaa, ada apa?” Ucap pembantu dina dengan nada kawatir.


“i, itu bik !” Dina menjawab dengan terbata – bata sambil menunjuk ke arah bungkusan yang telah terbuka itu. Pembantu paruh baya itu pun memberanikan diri untuk mendekati paket yang telah terbuka dan tergeletak di atas lantai. Alangkah kagetnya pembantu dina, melihat bangkai se’ekor tikus tanpa kepala dengan sebuah catatan kecil yang terselip di dalamnya. Dengan bergidik jijik, pembantu dina segera membuang bangkai tikus itu jauh – jauh dan menyingkirkannya dari kamar dina.


  “mengaku’i kesalahan, atau menunggu balasan!” Tulisan yang terselip dalam paket menjijik’kan itu terus teringat


dalam pikiran dina. Ia langsung paham, jika pengirim paket itu memaksa dirinya untuk mengakui kesalahan yang telah ia buat. Yakni perbuatannya yang telah menfitnah dio, dengan membuat artikel berisi fitnah terhadap dio. Ponsel dina terus bergetar tak berhenti sejak tadi. Begitu banyak pesan singkat yang masuk ke dalam ponselnya. Dengan berisi tulisan yang sama persis seperti yang ia terima dari dalam paket. Tak hanya teror melalui pesan pada ponselnya saja, Penelpon misterius juga menelpon pada telepon rumah dina secara terus menerus. Hingga tercipta kondisi yang sedikit mencekam.

__ADS_1


  Papa dina yang masih berada di kantornya untuk bekerja, juga tak luput ditekan oleh seseorang. Papa dina mendapat telepon dari salah satu atasan perusahaan, yang saat ini sedang menjalin kerja sama dengan perusahaannya. Dalam telepon itu, atasan perusahaan itu mengecam perbuatan anaknya. “saya kecewa dengan perbuatan anak anda yang sangat tidak bermora!, apa seperti ini didikan anda sebagai orang tua sekaligus partner


bisnis perusahaan saya?” “jika besok pagi saya masih belum melihat anak anda membuat video permintaan maaf, dengan berat hati saya harus mengambil keputusan terberat, yakni pemutusan kontrak kerja sama di antara perusahaan kita!”,”tuut, tuut!!” Telepon akhirnya di tutup. Nampak wajah papa dina memerah bagaikan sebuah bara api yang memanas. Papa dio pun segera pulang untuk menemui putrinya.


  Dalam kantor di sebuah perusahaan lain .


  Nampak seorang lelaki dengan badan tinggi dengan memakai jas hitam yang rapi nampak mengakhiri teleponnya dengan nada mengancam. Melihat pakaian dan tempat kerjanya, lelaki itu nampak bukan orang biasa dalam perusahaan itu. “gimana akting gua?, bagus gak?” Laki – laki itu berkata pada seorang pria yang tengah duduk di kursi di samping pria itu berdiri. “lumayan!” Pria itu menjawab dengan singkat, dengan wajah yang nampak kesal.


“gua aku’in, perjuangan lu buat ngelindungi tuh cewek emang luar biasa!”, “sampai kapan lu bakal ngerahasia’in perasaan lu sama tuh cewek?” Ucap pria ber jas hitam itu. “entahlah!!”, “ngelindungi dia lebih penting, dari pada


  “tapi sampai kapan lu mau terus nyembunyi’in perasaan lu sama tuh cewek??”, “lu udah lama banget bro!, dari SD sampai sekarang!, this is not fair!” Pria itu menasehati kevin untuk segera mengungkapkan perasaannya pada dio. “huuffttt !” Kevin hanya membuang nafas panjang, dan segera keluar dari ruangan kerja itu. Tanpa memberikan jawaban, kevin segera keluar dari ruang kerja milik kakak sepupunya itu. Melihat kevin yang keras kepala itu pergi dari kantornya, pria itu tak dapat berbuat apa – apa, dan hanya menggeleng – gelengkan kepalanya.


  Dalam rumah dina.


  “plaakk!!” Papa dina mendaratkan tamparannya di salah satu pipi dina dengan kencang. “dasar anak gak bisa di untung!!, kalau besok pagi kamu gak bikin permintaan maaf, dan bikin kerja sama bisnis papa jadi gagal, papa bakal bikin perhitungan yang lebih dari ini!” wajah papa dina saat ini memerah penuh amarah. Ia terus membentak – bentak dina dengan jari telunjuknya yang menunjuk ke arah dina. Dina pun hanya bisa menangis sesenggukan, sembari memegang’i pipinya yang tengah kesakitan itu.

__ADS_1


  Di rumah veno


Setelah melihat video pengakuan dari dina, dio terus memandangi layar ponselnya yang masih menyala. “baru dua hari gosip itu keluar, sekarang pelaku nya malah udah ngaku dulu’an!!”. “ini bukan hanya sekedar kebetulan sih!, pasti ada seseorang yang back groundnya kuat di balik pengakuan dari dina.!”, “ tapi kenapa orang itu sengaja bantu’in gua ya.?!” dio begitu penasaran dengan orang yang telah membantunya secara diam – diam itu. Pandangan mata dio tertuju pada kalender pada layar ponselnya. “oiya, komiknya udah rilis!!, gua harus segera ke book store buat beli tuh komik sebelum kehabisan!!” Dengan bersemangat, dio segera mencari pak anton dan memintanya untuk mengantar ke toko buku di pusat kota, untuk membeli komik favoritnya yang baru saja rilis.


  Dina berjalan melewati dapur, dan keluar dari pintu belakang menuju garasi mobil untuk menemui Pak Anton. Melihat sopir pribadinya baru selesai mencuci mobil, dan hendak meyruput secangkir kopi, dio pun menghampiri Pak Anton. “ada apa nyonya dio??’ ucap Pak Anton dengan sopan, sembari meletakkan gelas kopinya di atas meja. “pak, anterin saya ke toko buku di pusat kota!!, aku mau beli buku!!” Ucap dio. “tapi nyonya kan masih harus istirahat karena sakit!!, saya takut dimarahi bapak!!”. “pak anton menolak dengan sopan permintaan dio”.


“kata siapa aku di rumah buat istirahat?, aku di rumah cuma mau liburan aja kok pak!!”, “masalah veno, biar aku yang atasi!, bapak tenang aja!. ya udah, aku siap – siap dulu pak!” Setelah meyakinkan Pak Anton, dio segera masuk ke dalam kamar untuk bersiap – siap. Pak Anton yang tak dapat menolak itu hanya bisa diam dan menuruti perintah dio.


  Kediaman om dan tante dio.


  Nampak om dan tante dio sedang berdiskusi dengan seseorang di ruang tamu rumah mereka. Percakapan mereka terdengar serius dan penuh ambisi. Nampak dari wajah tante dan om dio, mereka tengah kesal dan


menahan emosi. Terdengar suara om dio tengah berbicara dengan nada yang tinggi, bisa dipastikan om dio sedang dalam keadaan yang kurang menyenangkan. “kurang ajar, kenapa bisa ceroboh dan kecolongan!!”. “kenapa kamu baru lapor sekarang?, pasti bisnis itu sudah di atas namakan dio!!” om dio berbicara pada lelaki yang ada di depannya itu dengan penuh emosi. “sudah – sudah, kita pikirkan cara lain aja, gimana bisnis itu jatuh ke tangan kita!!” ucap tante dio sembari mendekat ke arah suaminya yang penuh emosi itu, dan dengan lembut mengelus pundak suaminya. “apa bener perusahaan itu berpotensi menjadi perusahaan yang besar?” Om dio bertanya dengan ketus. “iya tuan!!, menurut analisis beberapa orang, iya!!” Jawab lelaki paruh baya itu.


  Begitu rakusnya om dan tante dio, hingga masih saja tak puas dengan perusahaan yang telah di ambil paksa oleh mereka. Dan sekarang malah berusaha mengambil alih perusahaan yang telah ber atas namakan dio itu. Mereka yang tamak itu memikirkan cara untuk merebut dan mengambil alih perusahaan milik dio. “hanya ada satu cara untuk merebut perusahaan itu tuan!!” Ucap lelaki paruh baya itu. seketika om dio menoleh ke arah lelaki itu  sambil memicingkan matanya. “apa??” Jawab om dio. “meninggalnya nona dio, dan tuan bisa ambil alih bisnis itu dengan mudah!!”

__ADS_1


__ADS_2