Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Resmi


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun kevin. Rumah kevin yang megah dan mewah, di penuhi para tamu yang hadir untuk turut serta memeriahkan acara ulang tahun kevin. Bukan sembarang tamu, nampak undangan yang hadir dari keluarga ternama, para pejabat serta tokoh publik. Menoleh ke seluruh penjuru, tak banyak teman sekolah yang kevin undang. Hanya dio, indah, dan beberapa teman lainlah yang hadir dari kelas dio. Begitu anggun dan cantik, dio mengenakan sebuah dress berwarna putih dengan manik – manik, membut penampilan dio menjadi pusat perhatian bagi seluruh tamu lainnya.


“di, lu beneran gak bawa hadiah buat kevin?” ucap indah dengan penasaran. “bawa!” dio menyahut pelan. Melihat tangan dio yang hanya membawa dompet tanpa sebuah bungkusan atau kado yang ia bawa, indah nampak kebingungan kiranya kado apa yang sedang dio bawa, sehingga indah tak dapat melihatnya. Mencoba menghilangkan rasa penasaran, indah pun memutuskan untuk diam. Dio dan indah menghampiri kevin yang tengah berdiri di samping meja makanan. Kevin menatap ke arah camilan manis di atasnya. “kevin, selamat ulang tahun!” ucap indah sembari menyerahkan sebuah bungkusan kecil pada kevin. “iya terima kasih!” sahut kevin sambil menerima hadiah dari indah.


“ndah, gua pengen ngomong sama kevin!” ucap dio lirih pada indah. Menuruti permintaan sahabatnya, indah segera meninggalkan mereka berdua dan memberikan ruang bagi dio untuk berbincang empat mata bersama kevin. Begitu penasaran, namun indah memilih untuk menghormati permintaan sahabatnya itu dan memutuskan untuk berjalan berkeliling di rumah kevin yang sungguj megah dan mewah.


“ada apa sayang?” ucap kevin dengan penasaran sembari menatap dio. ”ehmm, selamat ulang tahun vin!” ucap dio dengan ragu – ragu!”. “iya sayang, terima kasih ya!” sahut kevin sambil tersenyum. “hari ini gua gak bawa bungkusan kado buat lu vin. Tapi sebagai kado, gua putuskan buat mencoba memulai hubungan dengan lu!” ucap dio sambil menunduk menahan rasa malu. Mendengar perkataan dio, jantung kevin seketika berdetak teramat kencang hingga rasanya ingin meledak. Kevin yang begitu terkejut segera menggandeng tangan dio menuju kamarnya di lantai dua.

__ADS_1


Kini dio berada di kamar kevin, dan tepat berdiri di depan kevin. “apa yang kamu katakan tadi benar di?” kevin bertanya untuk memastikan kembali. “he,em!” sahut dio sambil mengangguk malu. “bukan kamu yang seharusnya bilang begitu. Sekarang biar gua yang balik bertanya. Dio, apa kamu mau jadi pacarku?” kevin bertanya sambil menggenggam erat kedua tangan dio. “iya!” dio menyahut pelan. “deg, deg, deg!” jantung kevin berdegup kencang dan tak dapat ia tahan. Perasaan bahagia dari dalam hatinya seakan hanyut dalam seluruh aliran darahnya. Dengan penuh syukur dan haru, kevin memeluk dio yang saat ini telah resmi menjadi pacarnya. “makasih ya sayang!” kevin memeluk tubuh dio yang saat ini telah menjadi miliknya itu. “maafin gua ya ven!” ucap dio dalam batin sembari pasrah tubuhnya dipeluk oleh kevin.


Kevin masih memeluk tubuh dio sampai beberapa lama. Dio yang hanya diam pun menoleh ke sekitar kamar kevin. Alangkah terkejutnya ia, melihat seluruh kamar kevin yang di penuhi oleh potret dirinya. Mulai foto berukuran kecil hingga yang foto yang berukuran jumbo layaknya spanduk pun ada. “vin, apa semua ini?” ucao dio dengan terkejut menatap seluruh ruangan kamar kevin. “gua bener – bener cinta sama kamu di!, gua terobsesi buat milikin kamu”. Ucap kevin dengan lembut pada dio.


“dio tak menjawab, dan ia pun berjalan menuju meja belajar kevin. Mata dio fokus pada potret dio yang tengah makan bersama kedua orang tuanya, yang saat itu masih lengkap dan sehat. Mata dio berkaca menatap potret saat mamanya masih ada dan tengah tersenyum menatap dirinya. Di samping mamanya, nampak pula papanya yang tengah tertawa lebar. Dio mengingat kembali moment tersebut, sungguh moment yang begitu bahagia bagi dio.


Seperti di ingatkan kembali dengan moment hangat saat bersama kedua orang tuanya, dio pun memeluk potret tersebut “vin, boleh gak aku minta foto ini?” ucap dio sambil menatap bahagia ke arah foto yang di pegangnya itu. “apa pun itu, kamu bebas memintanya. Mulai sekarang, kamu bebas minta apapun, gua bakal selalu nurutin semua keinginan kamu!” ucap kevin dengan penuh kebahagiaan, sambil dengan perlahan melingkarkan kedua tangannya memeluk dio dari belakang.

__ADS_1


Merasakan ciuman kevin yang teramat panas, dio berusaha melepaskan bibirnya yang masih terisap oleh kevin. “vin, cukup!, kita ke bawah ayo!” ucap dio sembari sedikit mendorong tubuh kevin darinya. Kevin pun menurut dan menggandeng dio ke lantai bawah. Melihat dio digandeng oleh kevin menuruni tangga, indah terbelalak kaget “kenapa hubungan mereka berdua kelihatan berbeda dari biasanya ya?” ucap indah dalam batin, sembari menatap dio dan kevin tanpa berkedip.


Nampak kedua orang tua kevin tengah berdiri di samping meja sambil berbincang santai. Turun dari tangga, kevin menggandeng dio dan berjalan menghampiri kedua orang tuanya dengan senyum yang terus ia pancarkan. “ma, pa, kenalin ini dio pacar aku!” ucap kevin dengan sopan. Alangkah terkejutnya Pak Rudi dan istrinya mendengar ucapan kevin yang begitu sopan. Pasalnya dalam sehari – hari, jangankan untuk berkata sopan, hanya sekedar bertanya dengan cuek pun mereka tak jarang melakukannya. Istri Pak Rudi berkaca – kaca dan merasa terharu mendengar ucapan tersebut.


Sembari mengusap air mata yang hampir menetes, mama kevin pun berkata “ya ampun cantiknya!, ini ya calon menantu mama!” ucap mama kevin sambil merangkul dio dengan hangat. “hehe kenalin, saya dio tante!” ucap dio sambil tersenyum malu. Begitu hangat perlakuan kevin dan keluarganya menyambut dio, hingga sejenak dio menikmati satusnya sebagai pacar kevin, dan melupakan perasaannya yang dalam terhadap veno.


“jangan panggil tante!, panggil mama aja ya!” ucap mama kevin dengan ramah. “iya ma!” dio pun menyahut sambil tersenyum. Merasakan sambutan hangat dari mama kevin, membuat dio sedikit mengobati kerinduannya terhadap mamanya yang telah tiada. Begitu lembut belaian tangan mama kevin pada dio, hingga ia menganggap mama kevin layaknya mamanya sendiri. “kevin dan juga nak dio, semoga hubungan kalian bisa langgeng!” ucap Pak Rudi menambahkan. Melihat respon kedua orang tuanya yang hangat pada dio, kevin nampak bahagia.

__ADS_1


Selesai berbincang dengan kedua orang tua kevin, dio kembali menghampiri indah yang sedang asyik makan. “wah enak nih!” ucap dio sambil mencoba mengagetkan indah. Indah yang terkejut segera menarik tangan dio dengan spontan, dan menjauh dari keramaian agar bisa berbincang empat mata. “di, lu harus jelasin ke gua sekarang!” ucap indah dengan penasaran. “apa yang harus di jelasin?” ucap dio dengan penasaran. “hubungan lu dengan kevin!” sahut indah dengan berbisik lirih. “ohh, gua pacaran sama kevin!” dio menyahut dengan santai. “what?, lu yakin di dengan keputusan ini?, terus veno gimana?” indah berbisik lagi. “gua udah putus sama veno!” sahut dio dengan nada merendah.


“astaga, gua gak percaya!” ucap indah sambil mencubit pipinya mencoba menyadarkan diri. “kalau gitu, biar veno sama gua aja di!, hehehe!” ucap indah sambil meringis ke arah dio. “lu mau gua mutilasi?” dio menyahut ketus ucapan indah. “enggak – enggak!, gua cuma becanda kali di!” sahut indah sambil menepuk lembut pundak dio. “tapi, apa lu emang suka sama kevin?” indah bertanya dengan berbisik. “kevin ganteng, baik, dan sayang sama gua. Terus hal apa yang harus gua gak suka dari dia!” sahut dio sambil tersenyum menatap indah.


__ADS_2