
Di kamar kevin.
Kevin keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, serta berbalut handuk yang menutupi pinggang dan area terlarangnya. Nampak otot perut dan otot tangan kevin telah terbentuk dan menonjol indah pada tubuh kevin. Tak ketinggalan pula, berbagai bekas luka yang terukir pada kulit mulus kevin hasil dari perkelahian yang sering ia lakukan. “ting!!” sebuah pesan bergambar masuk pada ponsel kevin. Dengan segera kevin membuka pesan bergambar itu. Nampak sebuah potret dio bersama veno tengah berdiri di depan kantor polisi. Kemana pun dio pergi, dengan siapa, dan apapun yang tengah dilakukan oleh dio, kevin bisa mengetahuinya. Karena bukan hanya satu dua orang saja yang kevin pekerjakan untuk mengawasi dio.
Setelah kevin berganti pakaian, ia segera keluar dari kamar dan turun munuju ruang makan. “kevin !!, kevin !!” suara mama kevin terdengar keras memanggil – manggil nama kevin. Tak memberikan sautan, kevin hanya diam dan berjalan ke arah mama dan papanya. “berisik !!” ucap kevin ketus. Mama kevin pun segera diam dan berhenti berteriak. “kamu gak kenapa – napa?” ucap papa kevin dengan nada yang datar. Belum sempat kevin memberi jawaban, mama kevin pun menyela “kata Pak Ali, temen satu tim kamu diculik?, kamu enggak diculik juga kan?” ucap mama kevin penasaran. “aku gak kenapa – kenapa !!” jawab kevin singkat, sembari berjalan ke arah kulkas untuk mengampir air minum. “tuh kan papa bilang apa !!, kevin baik – baik aja !, ayo kita berangkat sekarang !!” ucap papa kevin sembari berjalan keluar. “kevin kamu baik – baik ya, mama sama papa berangkat kerja dulu !!” ucap mama kevin sembari berjalan mengikuti suaminya keluar. Dengan rasa kecewa yang amat besar pada hatinya, kevin menggenggam gelas di tangannya dengan kuat.
__ADS_1
Di kantor veno.
Dio masih fokus dengan video lucu yang ada pada ponselnya. Nampak veno telah menyelesaikan beberapa tugasnya. Dan saat ini ia tengah memandang ke arah dio. “hahahhaa !!” dio lagi – lagi tertawa terbahak – bahak. Merasa diperhatian sedari tadi oleh veno, dio pun menoleh dan memandang ke arah veno. Melihat veno yang telah santai dan selesai mengurus semua berkas, dio pun mendekat ke arah veno dengan senyum di bibinya. “udah selesai??” dio bertanya dengan penuh senyum. “udah !!, kenap emang ?” tanya veno penasaran. “anterin gua ven !!” ucap dio. “kan lu kemarin habis kena musibah !!, masak iya hari ini masih mau jalan santai!!” saut veno. “gua lihat di internet, ada pasar jajanan yang lagi hits, ayo kita kesana !!” ucap dio dengan ramah. “gak mau ah, nanti kalau lu diculik lagi gimana??” ucap veno. “ayo dong ven, please !!!, gua pengen!!” dio memaksa veno sembari menarik – narik tangan veno.
Merasa terus terdesak, dan tak tega jika istrinya kecewa, veno pun akhirnya menyetuju’i perminta’an dio. “oke, tapi ada syaratnya !!” ucap veno singkat. “syarat apa lagi?, kayak mau daftar kerja aja banyak syaratnya !!, dio menggerutu. “cium gua dulu !!” ucap veno sambil menunjuk ke arah pipi kirinya. “gak mau !!, masak iya perempuan yang harus nyosor dulu’an!!” dio menggerutu kesal. Tak basa basi, veno yang tengah berdiri itu berjalan mendekati dio yang sedang duduk dan membungkukkan badannya ke arah tubuh dio. Veno tak lagi sanggup menahan hasrat dari dalam dirinya. Dengan perlahan, tangan kanan veno mengangkat dagu dio menghadapkan ke arah wajahbya. Pandangan mereka pun saling bertemu. Veno mendekatkan wajahnya ke arah wajah dio, dan “muaah !!” veno mencium bibir dio dengan lembut. Dio yang kaget tak dapat berkata – kata dan segera menutup bibirnya yang telah dicium oleh veno itu dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Karena veno adalah pria sehat yang normal, veno tak bisa menutupi hasrat yang saat ini hampir menguasai tubuhnya. Veno pun menarik kedua tangan yang menutup bibir dio itu dengan perlahan. Tanpa perlawanan, ciuman yang lebih mesra pun terjadi di antara mereka berdua. Seakan hanyut dalam situasi yang lebih intim, dio dan veno pun terus menikmati ciuman yang terjadi di antara bibir mereka. Dengan nafas yang amat panas dan hasrat yang menggebu – gebu dari dalam dirinya, veno pun tak bisa mengontrol kedua tangannya. Kedua tangan veno mulai berani meraba perut dio, dan mencari celah di antara baju dio. Merasa ciuman mereka semakin panas dan intim, dio yang masih belum siap untuk menjalankan kewajibannya sebagai istri, memberi penolakan halus terhadap veno. “ven , gua belum siap !!” ucap dio berbisik pelan pada veno. Karena hasrat veno yang terlampau besar, veno tak mempedulikan perkata’an dio, dan masih terus meraba hingga kedua tangan veno pun masuk ke dalam baju dio dan menyentuh pinggang dan perut dio. Merasakan pinggang dan perut dio yang ramping, membuat veno semakin tegang dan berhasrat tinggi pada istrinya itu. Merasa veno yang semakin berani, dio pun menggenggam kedua tangan veno dengan kuat, dan membuat tangan veno untuk tetap tenang. “ven, stop !!, gua masih belum siap !!” ucap dio berbisik pelan di telinga veno.
Akhirnya fikiran jernih veno pun kembali. Ia pun segera menghentikan gerakan dari kedua tangannya yang mulai berani itu. “sorry ya sayang !!” ucap veno dengan mesra, sembari menarik kedua tangannya dari dalam baju dio. “ma’afin gua ya!!, gua bakal sabar nunggu sampai kamu bener - bener siap !!” ucap veno sembari mengecup kening dio dengan lembut. Dio pun mengangguk sembari tersenyum. “ven, ayooo!!!” dio merengek pada veno agar bersiap untuk pergi ke pasar jajanan. “iya – iya ayo !!” ucap veno pasrah. “yeaayy, ayo !!” dio bersorak gembira. “jangan pakai pakaian formal dong ven !!, masak mau jajan di pasar pakai jas kayak mau rapat !!, ganti pakai kaos oblong juga boleh !!” ucap dio.
Tak lama, veno pun keluar dari kamar mandi, dan telah berganti pakaian memakai kaos oblong, celana pendek, dan sandal jepit. “ada gunanya juga ya, gua nyimpen nih baju di kantor!!” ucap veno dalam batin. Melihat suaminya yang tak lagi memakai pakaian yang formal, dio pun tertawa bahagia “hahaha !!”. Melihat repson dio yang menertawainya, veno pun bertanya dengan tatapan sedih “gak pantes ya?”. “pantes kok ven, gantengnya suami aku !!” ucap dio dengan wajah memerah dan malu – malu. “uuhh gemesin banget ya istri ABG ku ini !!” ucap veno sembari mencubit kedua pipi dio dengan gemas. Mereka berdua segera keluar dari kantor, dan berjalan menuju tempat parkir.
__ADS_1
Dio dan veno berjalan bersama melewati ruang kerja para karyawan, dan masuk ke dalam lift untuk segera turun di lantai lobi. Hampir seluruh karyawan memandang kaget ke arah veno. Melihat atasannya itu tak memakai pakaian formal dan hanya memakai sandal jepit, membuat para lelaki dibuat iri. “gila, pak veno pakai kaos oblong dan sandal jepit aja masih keliatan kayak model berjalan !!, kalau gua yang make ya beda ceritanya !!” ucap salah satu karyawan sembari berdecak kagum ke arah boss nya itu. Sesampainya di pintu lobi, seluruh karyawan memandang kaget ke arah veno. “mau pakai jas, atau cuma kaos pun, pesona pak veno tetep bersinar !!”, “gua iri banget sama tuh cewek, bisa dapetin pak veno !!”, “tapi sepertinya pak veno tadi dateng pakai jas deh, kenapa sekarang dia ganti kaos?, apa jangan – jangan....!!!”, “ssttt, jangan bikin gosip disini !!, nampak beberapa karyawan berbisik pelan.