
Veno berjalan mendekat ke ara dio. “bantuin gua di, gua kesulitan !!” ucap veno dengan suara lirih. “tapi, gua belum siap ven !!” dio menjawab dengan sedikit terbata – bata. “belum siap?, lu kan istri gua di !!, please cepet !!” veno mendekat dan membungkukkan tubuhnya ke arah dio. “cepet bantu gua buat ngelepas kaos gua di, gua pengen mandi !!” ucap veno. “ngelepas baju??, what pikiran gua udah travelling keliling dunia, dan ternyata gua hanya di suruh ngelepasin baju doang !!” dio nampak syok sembari menggerutu dalam batin. “tunggu apa lagi di, tangan gua keburu sakit nih !!, wah apa jangan – jangan kamu berharap lebih ya di?” saut veno. “apa’an sih!!, jangan ngawur deh !!” saut dio ketus. Dio pun segera membantu veno untuk melepaskan kaos yang masih ia kenakan. Setelah melepas kaos, mata dio fokus pada gundukan – gundukan otot yang menghiasi dada, perut, serta lengan veno. “glekk !!” dio pun menelan ludah.
Sadar jika ia tengah memandangi otot – otot yang menonjol pada tubuh veno, dio segera berbalik dan membelakangi veno. “gawat, pasti veno mikir kalau gua perempuan mesum !!” ucap dio dalam batin. “tadi kesenengan waktu raba – raba !!, eh sekarang malah pura – pura malu !!” ucap veno untuk menggoda dio. “ih apa’an sih ven !!” ucap dio dengan gugup. “di, apa harusnya kita .. “ belum selesai veno berkata, dio langsung memotong perkata’an veno. “stop !!, gak usah diterusin,!!” ucap dio sembaran berlari menjauh dari veno. “hahaha, lucu juga ya punya istri kayak dio !!, bisa di kerjai tiap hari !!” ucap veno dalam batin.
Setelah selesai mandi, dio berlari menuju dapur tempat Bu Ani memasak. “masak apa Bu Ani???” dio bertanya penasaran pada Bu Ani. “saya masakin sop buntut kesuka’an nyonya !!” ucap Bu Ani sembari tersenyum. “yeeaay, akhirnya bisa makan sop buntut !, udah lama aku gak makan sop buntut bikinan Bu Ani!!!” ucap dio dengan antusias. Karena kamar tamu yang riko tempati berada di sebelah dapur, riko mendengar dengan jelas logat manja yang dio ucapkan. “pfffffttt !!” riko nampak menahan tawanya dalam kamar.
__ADS_1
Setelah Bu Ani selesai memasak, dio membantu Bu Ani utuk memindah lauk pauk dan peralatan makan ke atas meja. “terima kasih nyonya !!” ucap bu ani. “tiingg!!, ting!!, ting!!” dio memukul piring di depannya menggunakan sebuah sendok, dan memanggil veno dan juga riko “veno !!, riko !!, ayo makan !!” ucap dio dengan berteriak. Tak lama kemudian, veno dan riko pun keluar dari masing - masing kamar menuju ruang makan. Veno berjalan dan duduk di sebelah kursi dio. Sambil tersenyum masam, veno berkata pada dio “di, lu itu nyonya veno sebastian !!, masak tingkah nyonya besar kayak penjual bakso sih !!” ucap veno sembari menjentikkan jari di dahi dio. “aaa, sakit tau!!, biarin week !!” tak memperbaiki sikap, dio malah mengolok veno dengan menjulurkan lidah. “hahahaa !!” nampak Bu Ani tak bisa menahan tawanya. “maaf ya tuan riko, memang begini lah kondisi rumah setiap hari !!” ucap Bu Ani pada riko. “iya bik gak papa !!” saut riko sembari tersenyum.
Akhirnya veno, riko dan dio pun makan bersama di meja makan. “ven, besok sempetin mampir ke kantor ya !!, ada beberapa berkas yang perlu di tanda tangani !!” ucap riko serius. “iya, besok sepulang dari kantor polisi gua sama dio mampir ke kantor !!” veno menjawab dengan tenang. “kantor polisi ?” dio nampak kaget. “kita besok ke kantor polisi ?” saut dio dengan penuh kekhawatiran. “iya !!, besok kita ke kantor polisi, ada beberapa hal yang perlu di selidiki lebih lanjut oleh polisi !!, kamu tenang aja, ada aku !!” saut veno mencoba menenangkan dio. “huuufftt, iya deh !!” saut dio sembari membuang nafas panjang. “ya udah sehabis makan, kamu cepet tidur !!. besok kita pergi ke kantor polisi !!” ucap veno sembari mengelus lembut rambut dio. “iya bawel !!” diopun mebjawab dengan ketus. Melihat dio dan juga veno yang semakin hari semakin dekat, serta menyadari bahwa dirinya tak pantas untuk hadir di tengah hubungan mereka berdua, riko pun berusaha mengubur dalam – dalam perasa’an yang tumbuh dalam hatinya itu.
Ke esokan harinya.
__ADS_1
Di kantor polisi.
Akhirnya semua proses investigasi pada dio maupun veno telah selesai di laksanakan. Setelah hampir dua jam, proses investigasi itu akhirnya berakhir. Banyak pertanya’an yang dilontarkan pihak kepolisi’an pada mereka berdua, guna menyelidiki dalang dan tujuan dari penculikan dio ini. Karena seluruh rangkaian pertanya’an telah terjawab, dan seluruh proses investigas hari ini telah berakhir, dio dan veno pun segera berpamitan untuk pergi meninggalkan kantor polisi. “terima kasih atas kerja samanya Pak Veno !!” ucap salah satu polisi sembari mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman. “iya sama – sama !!” ucap veno dengan tegas. Mereka berdua pun segera keluar dari kantor polisi, dan berjalan menuju mobil. “ikut gua ke perusaha’an bentar ya di !!” ucap veno. “iya !!” dio menjawab singkat.
Di perusahaan.
__ADS_1
Dio berjalan berdampingan dengan veno melewati area lobi, dan saat ini tengah berdiri bersama menunggu pintu lift terbuka. Beberapa karyawan yang berada pada area lobi memusatkan pandangan mereka pada dio yang dengan santainya berjalan bersama bos mereka. “itu cewek ber seragam yang pernah kesini itu kan??”, “iya, kayaknya tuh anak emang ada hubungan deh sama Pak Veno !!”, “tapi masak Pak Veno seleranya anak SMA sih !!”, “kan Pak veno sendiri juga masih muda, gak salah dong kalau dia suka sama anak SMA!!” beberapa karyawan dalam lobi tersebut saut menyaut membicarakan dio.
Dio dan veno akhirnya tiba di ruang kerja veno. Dengan segera, veno memeriksa beberapa dokumen penting yang telah riko siapkan untuknya. Sembari menunggu veno menyelesaikan pekerja’annya, dio asyik menonton video lucu pada ponselnya. “hahahaa !!!” dio tertawa terbahak – bahak menyaksikan adegan – adegan lucu dalam ponselnya itu. Karena suara tawa dio yang amat keras, membuat veno dan riko yang tengah fokus mengurus berkas – berkas itu pun kaget, dan menoleh ke arah dio secara bersama’an. “huuufttt !!” tak memberi teguran, veno hanya membuang nafas panjang. “hahahaha !!” kini tawa dio lebih keras dan histeris. Lagi – lagi veno dan riko pun kaget dibuatnya. Namun menyadari istrinya baru bisa tertawa lepas hari ini, veno tak mau merusak mood istrinya yang mulai membaik.