
“calon istri?” siska mengulangi perkataan veno dengan syok. “wait, wait!!, dia masih SMA kan ven? sorry, but this girl is too young!!” ucap siska dengan ekspresi seakan tak percaya. “usia bukan masalah buat gua sis!” saut veno dengan datar. “lihat ven, dengan semua belanjaannya yang begitu banyak, pasti dia sedang manfaatin kamu!, sadar ven, dia hanya ngincer harta kamu doang!!” ucap siska mencoba memprovokasi. “sorry sis, gua lebih percaya dio!, meskipun seberapa uang yang dia habiskan, gak masalah bagi gua!” ucap veno dengan tatapan serius. Merasa tak bisa menerima kenyataan, siska pun meninggalkan veno tanpa berpamitan.
Dari halaman rumah, dio terus mengawasi veno dan seketika merasa lega melihat wanita berpakaian seksi itu akhirnya pulang, dengan ekspresi kesal yang tergambar pada wajahnya.
Veno berjalan ke arah dio yang masih sibuk mengisi beberapa informasi tentang kepemilikan motor baru nya itu. “tumben lu mau belanja di?” ucap veno penasaran. “iya lah, mubazir kalau jatah dari lu gak gua guna’in!” saut dio. “kenapa gak sekalian beli mobil sport terbaru aja?” ucap veno dengan ekspresi serius. “apa uangnya gak cukup?, apa perlu gua yang beli’in?” ucap veno menambahkan. “berlebihan banget ven kalau mau beli mobil sport. Lagian mobil yang lu kasih juga masih bagus!. Tapi lu gak marah emang, kalau gua belanja boros kayak gini?” saut dio dengan penasaran. “gua kerja juga buat lu di, kan lu istri gua!” veno menyahut dengan mesra. Mendengar ucapan veno, hati dio rasanya meleleh. Hingga membuat dio mulai berani memeluk veno. “makasih ya ven!” ucap dio sembari memeluk tubuh veno. Veno pun memeluk balik tubuh dio.
Ke esokan harinya.
Seluruh murid di kelas dio sedang bersiap berangkat menuju tempat lomba futsal tingkat SMA yang di adakan oleh pihak Pemerintah Kota. Karena tim futsal kelas dio adalah tim futsal terbaik di sekolah, pihak sekolah lantas mengutus kelas dio sebagai tim perwakilan dari SMA Nasional. Tak hanya tim futsal saja yang absen dari pelajaran, namun seluruh anggota kelas pun turut ikut dan meramaikan perlombaan tingkat kota yang dilaksanakan setiap tahunnya itu. belum kunjung berangkat, seluruh anggota tim masih sibuk memikirkan cara untuk membujuk kevin yang menolak mengikuti perlombaan tersebut. Kevin adalah seorang striker handal dan menjadi kebanggan bagi tim futsal kelas dio.
__ADS_1
Beberapa kali membujuk, kevin tak kunjung menyetujui dan terus menolak. Tak ambil pusing, beberapa anggota tim futsal memutuskan untuk mengadu ke dio, agar ia mau membujuk kevin untuk ikut serta dalam perlomba’an itu. “dio, please gua mohon ya!”, “iya di, lu mau apa aja gua turutin deh!”, “please di, kalau gak ada kevin, tim kita bakal kocar kacir!, tolong bujuk kevin di!” hampir seluruh anggota tim futsal bergerumbul di meja tempat dio duduk, dan terus bersautan meminta dio untuk membujuk kevin agar mau ikut serta. Melihat teman – temannya meminta tolong dengan tulus, akhirnya dio pun menyetujuinya “hufff, iya deh!!” saut dio pasrah. Melihat begitu banyak pria bergerumbul dan menghampiri dio, chika dan beberapa teman satu gengnya memandang sinis ke arah dio, sambil berbisik satu sama lain.
Tak lama, kevin pun masuk ke dalam kelas, dan membuat seluruh anggota tim futsal yang bergerombol itu pun seketika bubar, dan duduk di kursinya masing – masing. Melihat kevin yang telah duduk di kursinya, seluruh anggota futsal dalam kelas dio saling melirik ke arah dio. “dio, please!!” nampak salah satu anggota tim futsal itu berbicara tanpa suara sembari menunjuk ke arah kevin. tak menjawab, dio pun berdiri dari bangkunya dan menghampiri tempat kevin duduk. “vin, gua mau ikut nonton pertandingan futsal!” ucap dio dengan ragu – ragu. Nampak seluruh murid di kelas sedang diam – diam menguping pembicaraan mereka berdua dengan serius. “kamu mau nonton di?, gua nanti juga ikut main loh!, kebetulan kalau gitu!” saut kevin dengan ramah.
Mendengar sautan kevin, seluruh murid yang dengan serius menguping langsung melotot kaget. “anjiiiirr, dio belum ngeluarin kata – kata bujukan, tapi kevin langsung berinisiatif ikut!!”, “waah, bener – bener hebat sih dio!” nampak beberapa murid membicarakan dio dengan berbisik. “karena gua nonton, lu harus semangat dan tampil bagus ya vin!!” ucap dio menyemangati. “iya di, pasti!” kevin pun menyahut dengan bersemangat.
Setelah selesai berbincang dengan kevin, dio segera kembali duduk di tempat duduknya. Nampak anggota tim futsal lainnya memberikan acungan jempol terhadap kinerja dio yang memuaskan. “emang lu pawangnya kevin deh di, mantep betul!” ucap indah sembari bertepuk tangan pelan.
“karena salah satu sponsor tahunan kita bersedia hadir di tengah – tengah kita, maka kita persilahkan untuk Pak Gunawan Aditya untuk memberikan satu dua kata penyambutan!” nampak seorang pria muda yang gagah berdiri untuk memberikan sambutan di depan para peserta lomba maupun pendudukung. Melihat Pak Gunawan memberikan sambutan, kevin tah henti – hentinya memandang ke arah pria itu sembari menahan tawa. Merasa diperhatikan terus menerus, Pak Gunawan pun menatap balik terhadap kevin. Melihat kevin dalam barisan peserta lomba, Pak Gunawan nampak terkejut. “demikian yang bisa saya sampaikan, mari kita junjung tinggi nilai sportifitas!” ucap Pak Gunawan menutup sambutan.
__ADS_1
Selesai melakukan apel pembukaan, seluruh peserta segera berganti baju dan menyiapkan diri selagi menunggu antrean pertandingan. Tak segera bersiap, kevin nampak sedang berbincang bersama Pak Gunawan di ruang official. “kenapa lu gak pernah ngehubungi gua lagi?, udah selesai nih sistem pembalasannya?” ucap Pak Gunawan. “kalau gua butuh bantuan lu, gua pasti nyari’in lu lagi, tenang aja!” saut kevin sembari tersenyum kecil. “emang dari kecil, gua terus lu manfaatin terus ya vin, sampai lu dah SMA gini tetep aja lu nyari gua kalau butuh bantuan!!” saut Pak Gunawan.
“tapi sekarang gua juga lagi butuh informasi mengenai perusahaan papa dio nih!” saut kevin dengan tiba – tiba. “nanti aja kita bahas di tempat lain!” sahut Pak Gunawan. “kenapa lu jadi suka ngikut kegiatan rame kayak gini vin?, kayaknya lu bukan orang yang suka kumpul sama orang lain deh??” saut Pak Gunawan menambahkan. “huffft, gua sendiri juga bingung, mungkin karena ada dio!” saut kevin sembari menghembuskan nafas panjang. “Emang mata lu udah bener – bener buta karena cinta ya vin, ckckck!!” Pak Gunawan berdecak sembari menggelengkan kepalanya. “ya udah, gua siap – siap dulu!” ucap kevin sembari berjalan meninggalkan ruang official.
Dio dan murid – murid lainnya duduk di tribun di depan lapangan futsal, dan bersiap untuk menyaksikan pertandingan. Nampak kevin dan beberapa teman se timnya telah masuk di lapangan dan melakukan pemanasan. Pandangan kevin tertuju pada dio yang sedari tadi dilirik dan digoda oleh murid pria dari sekolah lain. Meskipun dio tak memberikan respon dan tetap cuek, namun kevin terus merasa cemburu.
Hingga salah satu pemain futsal dari sekolah lain pun menghampiri dio, dan memberikan ponselnya. Nampaknya laki – laki itu tengah berusaha meminta nomor dio. Tak bisa lagi menahan rasa cemburunya, kevin pun berjalan menghampiri dio yang tengah duduk di atas tribun. Dari jauh, beberapa teman tim kevin nampak memandang dengan ekspresi kawatir. “aduuh, jangan sampai kevin bikin onar di sini!” ucap salah satu teman se tim kevin swmbari menggigit kuku dengan kawatir.
Melihat kevin berjalan ke arahnya, dio nampak kawatir dan takut jika kevin membuat keributan disini. Tak hanya dio, semua pendukung satu kelas dio juga nampak kebingungan, dan mengkhawatirkan kevin yang bisa saja bertindak nekat dan membuat sekolah menjadi malu. Hingga tak sedikit dari teman satu kelas dio itu menggigit kuku jarinya karena ikut merasa tegang. “ke,kevin kesini di, gawat!!” ucap indah terbata – bata sembari berbisik pada dio.
__ADS_1
“ke, kevin !” ucap dio terbata. “siapa ini sayang?” ucap kevin dengan mesra pada dio. “sorry, lu pacarnya dio?” saut laki – laki itu dengan penasaran. “lebih dari itu!” saut kevin dengan tegas “oh, maaf kalau gitu!” siswa laki – laki dari sekolah lain itu pun meminta maaf sembari berjalan meninggalkan dio.