Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Merayakan Kemenangan Dio


__ADS_3

Pak Rudi nampak kesal melihat respon cuek kevin yang hanya memandang sinis ke arahnya. “dasar anak durhaka!” ucap Pak Rudi menggerutu pelan. Mendengar perkataan Pak Rudi, Pak Hasan penanggung jawab acara yang duduk di samping papa kevin itupun terkejut “Siapa yang durhaka pak?” saut Pak Hasan penasaran. Tak memberi jawaban, Pak Rudi malah membalikkan pertanyaan seakan ia tak pernah mengatakannya “durhaka?, siapa yang bilang durhaka memang?” saut papa kevin dengan nada yang lebih tinggi. “oh maaf pak, saya salah dengar berarti!” ucap Pak Hasan sembari tertunduk malu.


Setelah seluruh rangkaian acara selesai diselenggarakan, dio beserta teman – temannya berkumpul di parkiran sembari bercanda santai sebelum pulang. “di, lu tadi berani banget bilang kalau lu mau ngambil jurusan Manajemen Bisnis di depan umum!” saut fita penasaran. “iya, gua beri jempol dua deh buat lu!” saut tika menimpali. “hehehe, mc nya aja sampai melongo gitu denger jawaban dio!” saut indah sembari tertawa pelan. Asyik berbincang, nampak dua laki – laki dari sekolah lain berjalan mendekat ke arah dio. “hai dio!, kenalin nama aku bagus. boleh gak aku minta nomor whatsapp kamu?” ucap salah satu laki – laki yang berdiri depan dio.


Melihat dua laki – laki lain mendekati dio, indah beserta teman – teman lainnya memandang kevin dengan tatapan kawatir. Mereka tahu jika kevin amat menyukai dio, dan tak membiarkan laki – laki lain untuk mendekati dio. Takut jika berakhir dengan pertengkaran, indahpun berinisiatif menyauti perkataan laki – laki itu “maaf dio udah punya pacar!, lebih baik kalian minta nomor gua aja!” ucap indah dengan spontan. “pfffttt!!” seketika dio dan teman – teman lainnya memandang indah dengan syok sembari menahan tawanya. Ingin rasanya mereka tertawa terbahak – bahak setelah mendengar perkataan indah, namun mereka mencoba menahannya. “oh, maaf kalau gitu!” tanpa disuruh, dua laki – laki itu pun pergi meninggalkan dio dan juga teman – temannya.


“hahahaa!!” seketika dio dan teman – temannya tertawa terbahak – bahak dengan bersamaan. Bahkan fita hampir saja mengompol saking histerisnys ia tertawa. “busyet gua kira indah anaknya polos, ternyata bar – bar banget!”, “iya, gua kira indah tuh korban modus, eh gak taunya pawang!”, “kalian jangan bully indah dong!, gini – gini dia punya rasa percaya diri yang tinggi loh!!” saut fita menyauti. “aaaaa, gua cuma gak mau ada pertumpahan darah aja disini!” ucap indah mengelak dengan nada merengek menyauti perkataan teman – temannya. “udah dong guys, jangan dibully terus!, sebenernya mental indah tuh lemah!, yang kuat tuh rasa percaya dirinya” saut dio sembari tersenyum menggoda indah. “aaarrghh gua teraniaya!! Huhuhu!!” saut indah sembari merengek manja.

__ADS_1


“guys gimana kalau kita mampir makan dulu? biar gua yang traktir!” saut dio dengan bersemangat. “makan apa ya enaknya?” leni menyauti. “apa gak sebaiknya kita ngeraya’innya di rumah lu aja di? Itung – itung hemat!” saut fita mengusulkan. “boleh tuh idenya!, saut leni. Dio yang takut rahasianya terbongkar, berusaha mengalihkan lokasi “gimana kalau kita cobain makan di mall baru aja? Denger – denger disana foocourtnya lengkap banget loh makanannya!” ucap dio dengan bersemangat. “wah iya juga, kemarin lusa gua mampir kesana, makanannya lengkap banget woy!, gass yuk!” leni menyauti. “vin, lu diem aja dari tadi!, lu ikut gak?” saut indah pada kevin. “ikut lah!” saut kevin singkat. Merekapun berangkat bersama menuju mall.


Di mall.


Meskipun dio pernah mengalami hal yang kurang menyenangkan, yakni saat ia dituduh mencuri blackcard ketika berada di pameran buku, namun tak bisa dipungkiri bahwa kejadian tersebut tak membuat dio kapok untuk mengunjunginya mall itu lagi. Mall tersebut sangat lengkap dan menjadi jujukan bagi semua kalangan. Baik itu golongan muda maupun tua, mereka akan betah jika mengunjungi mall tersebut. “gila, mall ini emang mewah dan berkelas, gak bisa bayangin sekaya apa ya yang punya mall ini?” ucap fita sembari berdecak kagum. “yang pastinya kaya banget lah!” indah menyauti.


Penasaran, leni pun segera mengangkat panggilan video dari Bu Feli. “ha...” belum sempat leni mengucap halo, Bu Feli langsung menyaut dengan suara yang cempreng dengan volume suara yang keras hingga membuat leni yang kaget itupun tak sengaja menekan tanda speaker “mana tugasmu len? Diundur terus!, kapan majumu?” alhasil suara Bu Feli terdengar semakin jelas dan keras hingga pengunjung foodcourt lainnya menoleh ke arah leni. “kamu ini mancing kesabaran ibu terus!, tugasnya ibu tunggu di sekolah hari ini juga!” timpal Bu Feli seraya mengakhiri panggilannya. “sial, gua malu huhuhu!!” ucap leni sembari membenturkan kepalanya berulang kali pada meja.

__ADS_1


Karena banyak pengunjung lain yang ikut mendengar perkataan Bu Feli, mereka saling berbisik dan sesekali menoleh ke arah leni dengan tertawa, hingga membuat lenipun risih dan semakin malu. Merasa lucu sekaligus kasian, dio beserta teman – temannya berusaha menahan tawa dengan cara menggigit bibir bawahnya. Hampir tak kuat menahan tawa dalam mulutnya, membuat pipi beserta mulut fita mengembang hingga wajah fita nampak konyol. Semakin tak kuat menahan tawa, dio dan indah pun sontak tertawa terbahak – bahak. “hahahaha!!”


Dari sudut yang cukup jauh dari bangku dio duduk, nampak beberapa staf dan seorang pria berpenampilan rapi tengah berjalan ke arah foodcourt. Sembari melihat ke kanan dan ke kiri, serta menunjuk ini dan itu, pria tersebut nampak mengomentari beberapa hal pada staf di belakangnya. “eh di, kayaknya tuh orang punya jabatan tinggi di mall ini deh!” ucap indah sembari menyenggol lengan dio dan menunjuk ke ara pria paruh baya itu. Penasaran, diopun menoleh dan memandang ke arah pria itu.


Tanpa diduga – duga, pria tersebut menoleh dan menatap balik ke arah dio. Merasa diperhatikan, pria tersebut membawa anak buahnya berjalan menghampiri dio beserta teman – temannya. Dihampiri oleh beberapa orang yang tak mereka kenal, sontak membuat dio beserta teman – temannya saling berpandangan. “kenapa orang itu kesini?”, “kalian kenal?” leni dan fita berbisik dengan ekspresi kebingungan.


Pria tersebut berdiri tepat di depan dio, dan menarik bibirnya ke samping untuk memberikan senyuman. Dengan suara yang lemah lembut dan sopan, pria itupun berkata “selamat siang nyonya dio!”. Bagai tersambar petir di siang bolong, dio yang teramat kaget itupun hampir menjatuhkan bakso yang baru saja ia suapkan dalam mulutnya. “uhuk, uhuk!!” leni yang menyeruput kuah sotopun langsung tersedak, hingga kuah yang ia sruput itu keluar melalui mulut beserta hidungnya.

__ADS_1


__ADS_2