Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Interogasi


__ADS_3

Dio pun masuk ke dalam ruang introgasi dengan salah satu penyidik polisi untuk memberikan keterangannya. Hampir satu jam setengah berlalu, dio tak kunjung keluar, hingga membuat veno maupun riko mondar – mandir tak tenang. “terima kasih atas waktunya hari ini, kalau begitu saya mempersilahkan adek dio keluar dari ruangan ini!” ucap penyidik polisi kepada dio sembari tersenyum. “oh iya pak, kalau boleh tau kenapa kasus ini tiba – tiba diselidiki ya?, apa ada pihak yang melaporkan?” ucap dio dengan penasaran. “iya, memang ada pelaporan dari tuan veno tunangan anda, atas duga’an adanya pembunuhan berencana kepada anda!, ditambah adanya barang bukti yang kuat, sehingga kasus ini akan segera terpecahkan!” ucap polisi itu menjelaskan.


Masih penasaran, dio pun meneruskan pertanyaanya “maaf kalau boleh tahu, bukti apa ya pak?” ucap dio penasaran. “maaf dek, untuk detail bukti tidak bisa saya bocorkan. tapi berkat usaha seseorang, kasus ini akan segera terpecahkan!” ucap polisi itu sembari beranjak dari tempat duduknya. “tunggu pak, apa bukti itu dari seorang anak SMA?” ucap dio dengan lugas pada polisi paruh baya itu. “maaf saya tidak bisa menjelaskan, tapi yang jelas berkat seluruh informasi dan bukti yang telah ia berikan tadi pagi, kasus kamu perlahan mulai menemui titik terang!” ucap polisi itu sembari meninggalkan dio.


Setelah mendengar ucapan polisi tersebut, dio langsung mengingat moment saat kevin baru tiba di sekolah. Saat itu kevin datang terlambat ke sekolah dengan penampilan yang acak – acakan. Sepertinya ia tergesa – gesa saat mengendarai motor sportnya di jalan, hingga membuat seragam beserta rambutnya sedikit acak – acakan. Beralasan jika masih mengurusi suatu masalah penting, kevin yang selalu datang hampir bebarengan dengan dio setiap harinya, tiba – tiba datang terlambat dengan misterius. “apa jangan – jangan, kevin lagi bantuin gua lagi?” ucap dio dalam batin. Dio memainkan kuku jarinya sembari melamun.


Menyadari seluruh usaha yang telah kevin lakukan untuknya, dio pun hanya termenung. Rasanya memang tak adil bagi kevin, ia mengorbankan seluruh usaha maupun waktunya hanya untuk membantu dio secara diam – diam selama ini. Ia memilih untuk merahasiakan semua kerja kerasnya dari dio, dan memilih untuk mencintai dio secara sepihak. Rasanya tak tega jika harus melihat kevin yang terus – menerus melindungi dio dengan segenap hati maupun pikirannya.

__ADS_1


Melihat penyidik telah meninggalkan ruang interogasi namun istrinya tak kunjung keluar, veno memutuskan untuk masuk ke dalam ruang interogasi untuk menghampiri dio. Melihat istrinya tengah melamun, veno pun mencoba memanggil dio yang masih hanyut dalam lamunan itu. “sayang??” ucap veno mengagetkan dio. “oh, iya sayang!!” ucap dio dengan suara yang pelan. Melihat istrinya yang termenung dan memikirkan suatu hal yang mengganggu hatinya, veno pun berjalan ke arah dio dan segera membuka kedua tangannya untuk memeluk dio dengan hangat.


Merasakan hangatnya pelukan veno, dio pun memeluk balik tubuh veno di depannya itu dengan erat. “kenapa ngelamun?” ucap veno pelan. “nggak papa!” saut dio. “kok ngelamun?” timpal veno. “lagi pengen aja!!” saut dio menjawab dengan asal – asalan. “lagi pengen?” veno menimpali. “gua juga lagi pengen, kalau gitu kita sama – sama pengen dong!” saut veno mencoba menggoda dio. mendengar ucapan veno, dio yang kaget itu pun mencoba melepaskan pelukan dari kedua tangan veno. “pengen apa’an sih ven, jangan aneh – aneh!” ucap dio ketus. “lha yang pikirannya aneh – aneh tuh siapa? Kamu sendiri kan sayang?” ucap veno sembari terus mencoba menggoda dio. “enggak lah, mana ada!” saut dio menyangkal.


Tak mau melepaskan pelukannya, veno semakin erat memeluk tubuh dio. “lu mau meluk atau ngelilit gua sih ven?” ucap dio dengan ketus. “gua tanya, lu istrinya siapa?” ucap veno. “masih tanya, gua sendiri aja gak tau!!” ucap dio menggoda veno. “ohh, gak tau?” ucap veno dengan ketus sembari terus meng eratkan lagi pelukannya hingga dio pun merasa risih dan sedikit kesakitan. “aduh, iya – iya istri lu ven!!” saut dio ketus. “siapa?, coba ulangi!!” ucap veno menantang. “istri lu!!, veno sebastian pengusaha ganteng yang tajir melintir!!” saut dio dengan pasrah. Mendengar jawaban dio yang memuaskan, veno pun tertawa puas. “hahahaha, gitu dong!!” ucap veno. “muaahh!!” veno pun mencium kening dio dan sedikit melonggarkan pelukannya pada tubuh dio.


Setibanya di butik, veno tak tega jika harus membangunkan dio yang tengah tertidur pulas, dan memutuskan untuk menggendong masuk istrinya itu ke dalam butik. Dengan perlahan dan hati – hati, veno membopong dio menggunakan kedua tangannya turun dari mobil dan masuk ke dalam butik. Namun tak disangka – sangka, “duuk!!” kaki dio yang cukup jenjang itu terbentur pinggiran pintu masuk butik dengan cukup keras. “aduuhh!!” dio yang tertidur pulas seketika terbangun kesakitan.

__ADS_1


“aww, apa’an sih lu ven, sakit tau!, turunin gua!” ucap dio mengomel. “tumben lu gampang bangun, biasanya kalau udah molor susah banget bangunnya!” ucap veno sembari menurunkan dio. “Lu pikir kebentur keras kayak gitu gua gak kesakitan apa!, lu kira kaki gua mati rasa?” dio terus mengomel kesal.


Karena banyak karyawan maupun pengunjung yang menyaksikan mereka berdua berdebat, veno yang merasa malu itupun berbisik pelan di telinga dio. “kalau lu masih berisik, jangan salahin kalau gua nekat” belum selesai veno berucap, dio yang takut mendengar ancaman veno itupun segera memalingkan badannya dan pergi bersama karyawan butik itu untuk memilih pakaian yang akan dikenakannya. “ya ampun, punya istri yang masih SMA gini banget ya gua!!” ucap veno dalam batin sembari berjalan ke ruang tunggu VIP sembari menutupi wajahnya karena malu.


Menunggu dio berganti baju dan merias diri, veno memilih untuk membaca tabloid dalam ruang VIP butik tersebut. “veno!!” terdengar suara wanita memanggil veno dengan bersemangat. Veno pun menoleh ke arah suara, dan melihat seorang wanita yakni lovita, tengah berjalan menghampirinya. “wah gak nyangka bisa ketemu disini!, kamu nunggu’in siapa ven?” ucap lovita sembari duduk di kursi sebelah veno. “nunggu’in dio!” saut veno cuek. “kamu mau ke MBA BANK kan ven?” saut lovita penasaran. “iya!” lagi – lagi veo hanya menjawab singkat dan datar.


Meskipun veno bersikap cuek dan terkesan tak peduli dengan lovita, namun lovita terus berusaha untuk mendekati veno. “sayang ayo aku udah siap!!” ucap dio dengan tiba – tiba. “wah kamu cantik banget!” ucap veno sembari menghampiri dio. Melihat veno bersama dio yang begitu mesra, lovita nampak kecewa dan tak bisa menutupi rasa jengkelnya terhadap dio.

__ADS_1


__ADS_2