Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Keluar Dari Rumah Sakit


__ADS_3

Di rumah kevin.


Nampak tukang kebun rumah kevin sedang membersihkan dedaunan yang berjatuhan dan masuk ke dalam kolam renang. “prapto!!, praptoo!!” terdengar teriakan pembantu kevin dengan wajah ketakutan, sembari berlari menghampiri prapto si tukang kebun. “ada apa?, kenapa heboh banget sih?” saut prapto dengan ketus karena kaget dengan suara pembantu itu yang cempreng dan cukup keras.


“gawat to, ayo ikut gua ke kamarnya tuan kevin!, ayo cepet!!” saut pembantu itu dengan ekspresi wajah penuh kekhawatiran. “tuan kevin?” prapto pun terkejut dan segera berlari bersama pembantu itu menuju kamar kevin. “prank, prank, prank!!” terdengar suara barang yang terlempar ke lantai yang menimbulkan suara yang cukup keras dari dalam kamar kevin. “gimana kalau tuan kevin nyakiti dirinya lagi?” saut pembantu itu sembari mondar mandir kebingungan. “kalau gua masuk sekarang, bisa – bisa gua dibunuh di tempat sama tuan!, kita tunggu tuan cukup tenang, baru kita bujuk!!” saut prapto.


“aaaaa!!!, praankk!!” lagi – lagi kevin berteriak sembari membanting barang. Bagi para pekerja maupun pembantu rumah kevin, bukan hal yang baru melihat kevin yang kasar dan brutal itu marah – marah tak terkendali di dalam kamarnya. Namun terakhir kali kevin mengamuk, kevin yang tak bisa mengontrol emosinya itu dengan sengaja melukai dirinya sendiri, dengan cara menggengggam erat pecahan gelas kaca yang telah menjadi berkeping - keping, hingga tangan kevin pun tersayat dan darah segar pun mengucur dari sela – sela luka kevin.

__ADS_1


“prapto, inem, ada apa?” saut Pak Ali, sopir pribadi kevin dengan penasaran sembari menghampiri prapto dan juga inem. “Pak Ali, tolong bujuk tuan kevin!, takutnya tuan nyakiti dirinya sendiri seperti tempo hari. Ucap inem dengan ekspresi cemas. “tuan kevin, saya Pak Ali!!, tuan lupa ya kalau hari ini nona dio keluar dari Rumah Sakit!!” saut Pak Ali berteriak cukup keras dari balik pintu. Belum selesai Pak Ali berteriak, kevin yang mendengar itu pun langsung membuka pintu kamarnya, dan mengajak Pak Ali segera berangkat menuju Rumah Sakit.


“ayo kita ke Rumah Sakit sekarang!” ucap kevin pada Pak Ali. “kalian berdua, bersihkan barang – barang yang berserakan!” ucap kevin pada prapto dan juga inem dengan suara yang datar. “iya tuan!” saut prapto dan inem secara bersamaan. Melihat majikannya telah keluar dari kamar, mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam kamar kevin untuk menata kembali barang – barang yang telah diobrak – abrik tak karuan oleh kevin, dan membersihkan pecahan kaca yang telah menjadi berkeping - keping. Alangkah kagetnya mereka berdua, melihat beberapa kertas dengan gambar yang seakan menunjukkan sebuah peristiwa, yakni dua pengendara motor yang memepet sebuah mobil, dan akhirnya mobil tersebut menabrak pembatas jalan. Namun salah satu kertas yang berserakan itu menunjukkan sebuah gambar dengan wajah seorang pria muda.


Di Rumah Sakit.


Dio mulai gemetaran memegang ponsel yang ada di tangannya. Keringat dingin terus bercucuran dari seluruh tubuh dio. Karena Bu Feli yang terus mendesak untuk menanyakan tempat tinggalnya, dio yang kebingungan itu pun terbata – bata tak bisa menjawab. “kamu boleh jujur sama ibu!, kenapa kamu tutup – tutupi tempat tinggal kamu yang baru!” Ucap Bu Feli dengan nada yang serius.

__ADS_1


Mendengar ucapan Bu Feli, dio langsung menghembuskan nafas panjangnya dengan lega. “oh, masalah lomba!, besok saya masuk sekolah kok bu!, kita bicarakan di sekolah saja bu!” saut dio. “kalau gitu, sampai jumpa besok ya dio!” saut bu Feli sembari mengakhiri telefonnya. “gilaaa!!, jantung gua geter kenceng sampai mau copot, eh ternyta Bu Feli cuma pengen ketemu buat bahas lomba!” ucap dio menggerutu. Veno yang mendengar ucapan dio itupun menyaut sembari tertawa. “hahaha!!, lagian lu juga parno dulu’an sih yang!!” saut veno sembari mendekat ke arah dio, dan mencium kening dio dengan lembut.


“tega banget sih orang – orang!!, mana kepala gua habis cidera, bisa – bisanya mereka tega nyuruh kepala gua yang lecet – lecet ini buat mikir keras!!, apa gak ada murid lain yang kepalanya masih mulus buat ikut lomba?” dio pun terus menggerutu dengan ekspresi kesal. “udah dong sayang, jangan cemberut terus!!” saut veno mencoba menenangkan dio. “kalau masalah mulus, kepala istri gua nih emang kalah mulus!!, tapi kalau masalah isinya, jangan ditannya!, menang encer dong!!” ucap veno sembari mengelus lembut kepala dio. Dio pun mengangguk sembari terus menguncir bibirnya.


“hai di!!” tiba – tiba kevin muncul dari balik pintu sembari tersenyum manis ke arah dio. “oh, hai vin!!” dio menyapa balik pada kevin dan membalas senyumannya. “drrtttt!!” ponsel veno bergetar karena adanya telefon masuk dari seseorang. Melihat panggilan masuk tersebut nampaknya dari orang yang telah ia nantikan, veno seakan tak peduli dengan keberadaan kevin yang saat ini tengah berdiri di samping dio. “halo, gimana?” ucap veno dengan antusias. “saya menemukan sedikit informasi. Bisa jadi ini suatu titik terang dari gadis yang anda cari tuan!!” saut seseorang dari panggilan telefon itu. “apa???, posisi lu dimana sekarang??” saut veno dengan penasaran. “kita ketemu di cafe dekat kantor tuan saja!” saut pria itu dengan tegas. “oke, sekarang gua berangkat!” saut veno dengan antusias.


“ko, gua titip dio anterin pulang ya!!, di, gua ada urusan mendadak jadi gak bisa nganter lu pulang!!” ucap veno dengan tergesa – gesa keluar dari ruang perawatan dio. Nampak aneh dan tak seperti biasanya, dio, riko, maupun kevin pun memandang aneh penuh tanda tanya pada veno. “pasti ada kabar mengenai perempuan yang sedang dicari veno!” ucap riko dalam batin. Selesai berkemas, mereka bertiga berjalan beriringan menuju ruang parkir menuju mobil. Dalam perjalanan menuju tempat parkir, riko tiba – tiba menghentikan langkahnya dengan spontan. “sial, gua kesini kan bareng mobil veno!!, sekarang kita mau pulang gimana kalau mobilnya aja dibawa veno!! saut riko tiba – tiba. “ya elah, ponsel gua ada acara ngedrop segala!, gimana mau telfon pak anton buat jemput kita!” saut dio semberi menghembus nafas berat.

__ADS_1


“ayo gua anter pakai mobil gua aja!, gua naik mobil kok kesini” saut kevin menawarkan. “wahh, pucuk dicinta ulam pun tiba!, untung aja lu bawa mobil vin!, ayo kita pulang!” saut dio dengan ekspresi yang lega. Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju mobil kevin, dan naik ke dalam mobil kevin menuju kediaman dio. Dalam perjalanan pulang, Pak Ali yang penasaran dengan kejadian na’as yang telah menimpa dio, mencoba memberanikan diri untuk bertanya. “nona dio!, kalau boleh tahu, bagaimana kejadian kecelakaan kemarin yang nona alami?” ucap Pak Ali dengan ragu – ragu.


“Awalnya gak nyangka ada dua pemotor yang ngikuti di belakang. Tapi saat melintas di jembatan, dua pemotor itu memepet mobil kami, hingga kemudi sopir taksi online itu jadi oleng, dan nabrak pembatas jalan deh!, tapi anehnya, sebelum gua pingsan, gua sempet liat salah satu pemotor itu punya sorot mata yang kanyaknya gak asing deh buat gua!, sepertinya gua pernah ketemu sama tuh orang!!” ucap dio menjelaskan. Mendengar ucapan dio, kevin pun terbelalak kaget. “tapi nona dio hebat ya!, nona dio sekarang masih bisa tenang dan gak kelihatan trauma sedikit pun!” saut Pak Ali menimpali. “sebenarnya gua punya trauma yang lebih parah dari ini sih!!, tragedi saat gua masih kecil sih!, tapi traumanya parah sampai gua besar!!” saut dio dengan suara yang cukup pelan. Mendengar perkataan dio, baik riko maupun kevin menatap kaget ke arah dio.


__ADS_2