Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Ulang Tahun Chika


__ADS_3

Merasa jika perkata’annya membuat dio kecewa, veno pun mencoba berfikir sejenak untuk mempertimbangankan peminta’an istrinya. Namun tak mau memberi pelajaran secara gratis, veno sedang memikirkan cara agar ia juga bisa mendapat feedback yang menguntungkan atas pelajaran yang ia beri terhadap istrinya. Sedikit memutar otak, veno memikirkan kiranya apa yang sedang ia inginkan dari istrinya itu. Dengan spontan veno pun berkata “kalau gua mau jadi guru di rumah, apa lu mau bayar jasa gua pakai tubuh lu??” ucap veno dengan tatapan tajam menghadap dio. Bagaikan serigala buas yang siap menerkam, veno menatap dio penuh ambisi. Mendengar perkata’an veno yang terlalu menjurus pada perbuatan yang mengancam kesuciannya, dio terpaku tak bisa memberikan jawaban. Wajah dio memerah, membayangkan hal – hal intim bersama veno, hiingga dio pun tak kuasa menelan ludahnya.


Melihat reaksi instrinya yang nampak syok, veno menggigit bibir bawahnya dengan cukup keras untuk menahan tawanya yang hampir pecah. Namun dio tak mampu memberikan jawaban, dan hanya diam tak bisa berkata – kata. Sampai beberapa lama, dio tak kunjung memberikan jawaban, dan hanya diam dengan ekspresi penuh kebimbangan. Veno pun berkata “ok, gua kasih sedikit waktu untuk kamu berfikir !!, aku gak akan maksa, dan pilihan ada di tangan kamu !!”, “jika kamu setuju, gua akan bantu kamu buat belajar di rumah !!”. ucap veno dengan nada yang serius.


Melihat dio yang masih larut dalam kebimbangan dan keresahan hatinya, dio tak memberikan ekspresi lain, selain ekspresi syok yang tergambar pada wajahnya saat ini. “jadi beli kebab di amang – amang mana?” ucap veno guna memecah reaksi syok dio. “oh, di depan itu aja !!” ucap dio sembari menunjuk salah satu stand kecil penjual kebab. Mobil pun di parkirkan di pinggir jalan, dan dio pun turun dari mobil untuk memesan beberapa kebab. “lu mau kebab isian apa ven??” dio yang turun itu menundukkan kepalanya pada jendela mobil veno untuk bertanya. “terserah kamu sayang !!” ucap veno dengan nada yang mesra. “degg !!” seketika hati dio bergetar mendengar ucapan veno yang mesra itu. Dengan bergegas, dio berjalan menuju stand penjual kebab dan memesan beberapa kebab.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu, seluruh pesanan dio pun telah selesai dibuat. Dengan sekantong penuh kebab dalam genggamannya, dio berjalan menuju mobil veno. Melihat dio membeli begitu banyak kebab, veno pun terbelalak kaget. “katanya gak laper, tapi beli kebab banyak banget??, lu beneran gak laper di???” saut veno dengan ekspresi heran seakan tak percaya. “ini baru namanya makanan pengganjal perut ven !!” ucap dio sembari tersenyum. “kalau kebabnya cuma satu, emang pengganjal perut!!, kalau banyak gitu namanya bukan lagi pengganjal perut, tapi penyumpat lambung namanya, hahaha !!!” ucap veno sembari tertawa. Dio pun menguncir bibirnya dan segera masuk ke dalam mobil veno.


Dalam perjalanan menuju rumah, veno dan dio saling berbincang. “di, lu di undang ulang tahunnya chika gak??” ucap veno penasaran. “kayaknya sih enggak!!, emangnya kenapa??” saut dio. “tadi siang Om Devan, papanya chika main ke kantor, dan ngasih undangan ulang tahun’nya chika yang akan di adakan 2 hari lagi.” ucap veno menjelaskan. “ternyata bapak sama anak itu masih belum putus asa juga ya, buat jodohin kalian berdua!!, terus lu mau dateng??” ucap dio dengan nada yang sinis. “dateng dong, tapi sama kamu !!, kan Om Devan itu partner bisnis gua, gak enak kalau harus nolak!!. tapi kalau gua dateng sendiri, lu tau kan resiko apa yang bakal terjadi sama suami lu ini !!” ucap veno dengan nada serius. “oke, gua bakal nemenin lu pergi ke pesta ulang tahun chika !!” saut dio.


Dua hari kemudian.

__ADS_1


Melihat istrinya yang nampak cantik menawan, jantung veno berdegub tak beraturan. “aku udah siap !!” ucap dio sembari terseyum penuh kelembutan. Mereka berdua akhirnya berangkat menuju kediaman Om Devan, yakni tempat dilangsungkan nya pesta ulang tahun chika. Veno dan dio duduk di bangku belakang mobilnya, dengan Pak Anton sebagai sopir yang mengantar mereka berdua. Setelah melakukan perjalanan hampir setengah jam, veno dan dio akhirnya telah sampai di kediaman Om Devan. Nampak dari tempat tinggal, hingga pesta ulang tahun yang telah dipersiakan, menunjukkan bahwa chika berasal dari keluarga konglomerat. Begitu megah acara ulang tahun yang tengah di adakan oleh keluarga Om Devan untuk anaknya itu.


Mobil yang veno dan dio tumpangi berhenti tepat di halaman rumah chika. Veno pun turun dari mobil terlebih dahulu, agar bisa membantu dio untuk turun dari mobilnya. Melihat veno telah tiba dan memenuhi undangan untuk hadir dalam pesta ulang tahun chika, membuat chika dan Om Devan nampak tersenyum kegirangan. “pa, kak veno akhirnya dateng !!” ucap chika berbisik pada papanya dengan bersemangat. “kamu harus pepet terus!!, papa akan berusaha bantuin kamu buat dapetin veno !!” saut Om Devan dengan antusias. Mereka berdua terus mengawasi veno dari tempat mereka berdiri, yakni di dekat pintu masuk. Namun alangkah kagetnya mereka, melihat veno membuka salah satu pintu, dan membantu seorang gadis untuk turun dari mobilnya. “dio??” chika nampak kaget seakan tak percaya. “kenapa kamu ngundang gadis itu chik??” ucap Om Devan berbisik pada chika. “aku gak ngundang dio pa!!, pasti tuh cewek maksa buat ikut kak veno ke acara ulang tahunku !!’ ucap chika dengan nada yang nampak kesal.


Dio dan veno berjalan berdua menuju pintu masuk, tempat chika dan papanya berdiri. Dengan tangan yang menggandeng penuh kemesra’an, dio berjalan berdampingan dengan veno menghampiri chika dan juga papanya. “wah, gak nyangka nak veno mau nympetin hadir di acara ulang tahun chika !!” ucap Om Devan sembari tersenyum. “iya om, kebetulan hari ini sedikit longgar, jadi bisa nyempetin hadir di acara chika !!” saut veno. “selamat ulang tahun ya chik!!” ucap veno. “iya kak, terima kasih !!”, dio pun berkata “selamat ulang tahun ya chik !!, untuk hadiah dari gua dan veno, karena kita pesen dari Luar Negeri, hadiahnya masih dalam perjalanan, jadi baru dateng besok !!, maaf ya !!” ucap dio sembari tersenyum. “iya di makasih !!” saut chika dengan senyum penuh kepalsuan pada bibirnya. “what, Veno? dio dengan enteng manggil nama veno begitu aja??” ucap chika dalam batin. “kalau begitu kalian masuk dulu, dan nikmati makanannya ya !!” ucap Om Devan dengan ramah.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam rumah chika, dan berjalan menuju tempat pesta yakni di dekat kolam renang. Nampak indah sudah terlebih dulu tiba, dan tengah berbincang asyik dengan beberapa teman lainnya. Dari sisi lain, kevin nampak menyendiri dan terus memandangi ponselnya dengan tatapan aneh penuh kegelisahan. Sepertinya ada hal penting yang sedang kevin nantikan, hingga pandangannya tak bisa lepas dari ponselnya itu. Tak lama kemudian, seseorang menghubungi kevin dan menyampaikan suatu kabar yang nampaknya penting, dan telah ditunggu - tunggu oleh kevin. Setelah menerima berita dari seseorang dalam panggilan misterius itu, kevin nampak tersenyum penuh kepalsuan, dengan tatapan aneh layaknya tatapan seorang psikopat.


__ADS_2