
Dio dan indah secara bersama'an memandang ke arah kevin yang tengah melamun.
Pandangan dio dan indah pun saling bertemu satu sama lain. “kevin kenapa.?” Dio yang tengah penasaran itu bertanya tanpa suara pada indah. “gak tau..!!” indah juga menjawab pertanyaan dio tanpa suara, sambil memberi kode dengan mengangkat kedua bahunya. Melihat kevin yang tak kunjung tersadar sampai beberapa lama, dio pun memukul pundak kevin untuk menyadarkan kevin dari lamunan. “buuukk.!!” Kevin yang terkejut itu pun segera tersadar, dan menoleh kaget ke arah dio. Terlihat mata kevin saat ini penuh dengan air mata yang hampir tumpah. Begitu terkejutnya mereka berdua, mengingat kembali bahwa kevin adalah seorang yang terkenal tak punya hati, kini malah sedang menahan tangis di depannya. “vin, lu kenapa.?” Dio bertanya pelan. “gua gak papa di.!!” Kevin mencoba tersenyum seakan ia baik – baik saja.
Kevin segera menghapus air mata yang hampir tumpah itu. “ayo kita berangkat.!!” Kevin mengajak dio untuk segera berangkat. Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju gerbang sekolah. setelah itu, mereka bertiga pergi dengan mengendarai mobil kevin. Dari sudut yang tak jauh dari mereka bertiga, dina yang tengah pulang bersama teman satu gengnya, terkejut melihat dio dan juga indah masuk bersama'an ke dalam mobil kevin.
“sialan.!!, kenapa sekarang kevin jadi dekat sama mereka berdua sih..!!”, sampai ngasih tumpangan segala.!!”. “gua gak bisa terus diem kayak gini.!, dio lu tunggu waktunya, gua bakal bikin kevin ilfil sama lu.!!” Dina menggerutu dalam batin.
Di kantor veno
“pak veno.!, ini proposal dari tim pemasaran, mohon bapak tinjau ulang.!!” Ucap salah satu karyawan kantor veno, sambil menyodorkan sebuah berkas di tangannya. “taruh saja di meja.!!” Veno menjawab dengan datar.
Setelah karyawan itu pergi, riko yang berdiri di samping pintu itu berjalan mendekati veno.
Dengan membawa sebuah kotak kardus ditangannya, ia pun berkata “ven, ini ada kiriman permintaan maaf dan beberapa buku dari pameran buku di mall.!!”, sepertinya buku – buku ini milik istrimu yang kemarin mau dia beli..!!” riko pun meletakkan kardus itu di atas meja. Mengingat kembali, istrinya yang galau dan sedih karena buku tersebut, membuat jiwa penasaran dalam diri veno pun muncul. Veno begitu penasaran, kiranya buku apa yang bisa membuat istrinya itu sampai kepikiran saat berada di rumah.
Veno membuka kardus itu dengan tak sabar.
“haahhhh..??!!”, veno dan riko terbelalak dan kaget melihat buku yang ada di dalam kardus itu.
“komik dan buku bisnis.??” Veno berucap spontan. “apa jangan – jangan istrimu mau ngasih kamu hadiah buku ven.??” Ucap riko. “gak mungkin.!!, ulang tahun gua kan masih lama.!!, gak mungkin kalau nih buku buat gua.!!”
__ADS_1
Ucap veno. “tapi apa jangan – jangan dio beli buku ini buat dirinya sendiri.??” Riko bertanya lagi.
“gak mungkin juga.!!, dio itu master di bidang matematika dan fisika.!, gak bakalan faham dia sama buku – buku kayak gini.!!” veno menjawab dengan ekspresi yang masih penasaran.
“apa, jangan – jangan istrimu mau ngasih nih buku ke orang lain..??” riko yang penasaran itu mencoba membuat kesimpulan. mendengar perkataan riko, ekspresi veno nampak serius. “udah mending lu gausah ngomong.!!, tutup aja mulut lu.!!, bikin gua jadi tambah bingung aja.!!” Ucap veno dengan ketus. Seperti sebuah teka – teki yang sulit terpecahkan, mereka berdua hanya bisa mengira – ngira untuk siapa kiranya buku yang dio pilih ini.
Veno mengeluarkan ponselnya dari dalam saku.
“tuuuutt..., tuuuttt..!!!” veno yang tak tahan lagi, akhinya memutuskan untuk menelfon dio.
Veno begitu penasaran, kiranya dio membeli buku itu untuk siapa. Dio yang tengah dalam perjalanan bersama kevin dan indah itu kaget mendengar ponselnya berbunyi. “siapa di..?” indah penasaran dengan seseorang yang saat ini menelfon dio. “veno.!.” ucap dio singkat, guna menjawab pertanyan indah.
“hmmm.??, ada apa..?” Ucap dio. “buku lu dari pameran udah sampai di kantor gua.!!” Jawab veno.
Dalam mobil kevin.
Melihat dio mengomel setelah menutup telfon dari veno, indah bertanya penasaran. “ada apa di.?, kok lu keliatan sebel gitu..?”. “gak papa, tenang aja.!!” Dio menjawab sambil tersenyum. Mereka bertiga berhendi di sebuah restoran cepat saji yang tak jauh dari pusat kota. “vin, kenapa berhenti disini..??, kok gak ke restaurant yang lebih mahal aja.?” dio bertanya heran. “kemarin aku denger, kamu udah lama gak makan fast food.!, jadi aku sengaja berhenti disini.!!” Kevin menjawab santai. “waah.!!, kamu tau ternyata.!!, by the way kamu gak papa emang makan makanan fast food..??” dio bertanya penasaran. “iya gapapa.!!” Veno menjawab santai.
Indah dan dio makan dengan lahap. Mereka terlihat begitu menikmati makanan yang ada di depannya saat ini. Sebenarnya, veno tidak menyukai jenis makanan fast food. Namun karena dio ingin makan makanan fast food, kevin pun berpura – pura menyukainya juga. Dengan terpaksa, kevin melahap dengan perlahan makanan yang ada di depannya itu sambil menghembuskan nafas panjang.
“oiya vin, karena gua bareng mobil lu, gua boleh minta tolong anterin gua ke perusahaan veno kan..?” , dengan sedikit kecewa kevin pun menjawab “oh iya di, gua anter kemanapun lu mau.!!”.
__ADS_1
“waaahh, emang lu mau kalau lu disuruh dio nganter ke luar negeri.??” Indah mencoba menggoda kevin.
“iya.!!, kemana pun itu, gua bisa anterin.!!” Kevin menjawab dengan tegas. “wwaahh.., gua jadi terharu..!!” dio menjawab sambil memegang kedua pipinya.
Selesai makan.
Indah sudah pulang terlebih dahulu, karena sopir pribadinya langsung menjemput indah di restauran tempat mereka makan bersama. Kini hanya dio dan kevin yang berada di dalam mobil. Kevin begitu bahagia bisa berdua’an di dalam mobil bersama dio. Meskipun kevin menyadari bahwa ia bukan siapa – siapa bagi dio, namun ia bersyukur bisa menghabiskan waktu bersama wanita pujaan hatinya itu.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. “vin, kamu dulu anak pindahan yang sekolah di SD Bina Adiwiyata ya.??” Dio mencoba memulai obrolan. “i,iyaa.!!” Kevin menjawab dengan sedikit terbatata – bata. “Kamu dulu juga sekolah di SMP Taman Bakti juga kan.?” dio terus bertanya dengan penasaran. “i,ii,iyaa di..!!” kevin menjawab dengan nada yang masih terbata – bata. “waaah.!!, gak bisa dipercaya.!, dari SD sampai SMA kita sekolah di tempat yang sama”. “Tapi kayaknya ini bukan kebetulan deh.?”dio berkata mencoba menggoda kevin. Seketika, kevin terlihat gelisah mendengar perkataan dari dio itu.
“cciiiiiitttt..!!!” mobil berhenti tepat di depan perusahaan veno. Dio pun segera turun dari mobil kevin.
“makasih ya vin.!!, hati – hati di jalan.!!” Dio melambaikan kedua tangannya pada kevin. “iya di..!!”, kevin pun menjawab lambaian tangan dio. Akhirnya, mobil kevin melaju meninggalkan perusahaan veno.
Merasa terpukul karena telah mengantarkan wanita puja'an hatinya pada laki - laki lain, terlihat kevin mengepalkan salah satu tangannya di atas setir mobil. dan, “haahhh.!!!” Kevin berteriak keras dalam mobilnya dengan penuh emosi. Wajah kevin memerah. Dengan wajah yang penuh emosi, kevin pun menginjak pedal gas lebih dalam lagi. Mobil kevin pun saat ini melaju lebih cepat dari sebelumnya.
Dio saat ini sudah sampai di lobi, dan segera berjalan ke arah receptionist.
Melihat seorang siswi SMA yang berani masuk dalam perusahan tempat mereka bekerja, beberapa karyawan nampak menatap dio dengan tatapan yang penasaran. Tanpa dio sadari, keberadaannya saat ini ia menarik perhatian hampir seluruh karyawan yang ada di sekitar lobi.
“waahh.!!, gak nyangka gua bisa nikah sama pimpinan perusahaan besar kayak gini.!” Dio menggerutu dalam hati, sembari melihat interior mewah yang menjadi pemandangan khas dalam perusahaan veno.
__ADS_1
“ada yang bisa kami bantu dek..??” salah satu receptionist melemparkan pertanyaan pada dio dengan sopan. “emm, saya mau bertemu sama veno, eehh.!! maksud saya Pak Veno.!!” Jawab dio. Dua receptionist di depan dio itu saling bertukar pandang. “pffftt.!!” Salah satu receptionis itu terlihat menahan tawanya.
“maaf dek.!!, pak veno bukan sembarangan orang yang bisa ditemui siapa saja.!!, harus ada janji, atau urusan bisnis baru bisa bertemu dengan Pak Veno. Salah satu receptionis itu menjawab perkataan dio dengan nada yang masih sopan.