Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Penyesalan Kevin


__ADS_3

Kevin terus memandangi dio dengan tatapan penuh perhatian. Mengingat kejadian sebelum dio dinikahi oleh veno, kevin begitu kecewa dengan dirinya yang saat itu hanya bisa memandangi dio yang pingsan itu dari kejauhan. Dengan jelas ia melihat dio yang pingsan itu dibawa oleh seorang pria dan masuk ke dalam hotel. Kevin begitu menyesal, kenapa ia tak menghampiri dio yang saat itu pingsan. Bahkan kevin kecewa dengan dirinya sendiri, mengapa bukan dirinya lah yang berada di posisi veno, dan bisa menikahi wanita yang telah ia idam – idamkan seumur hidupnya itu. “andai malam itu gua yang nabrak dan bawa kamu ke hotel, pasti sekarang kamu udah jadi istri gua ya di !!” ucap kevin dengan suara yang pelan. Mendengar ucapan kevin, dio pun menoleh kaget ke arah kevin. Dengan sedikit terbata – bata, dio berkata “ka,kamu tau aku udah nikah??” dio bertanya dengan ekspresi syok yang tak dapat ia sembunyikan.


Dengan hati yang bergetar penuh kesedihan, kevin pun mengangguk untuk meng iyakan pertanya’an dio. Dio yang syok itu tak mampu berkata – kata, dan hanya terbelalak sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “gua tau kamu bakal syok di, tapi sejujurnya gua terus berharap kamu mau membuka sedikit hati kamu buat gua !!” ucap kevin dengan mata yang berkaca – kaca. “ta,tapi sekarang gua istri orang vin !!” saut dio dengan suara terbata – bata mencoba menyadarkan kevin. “gua tau di !!, kalau kamu mau, aku mau kok jadi selingkuhan kamu, atau hanya sekedar jadi budak cinta!!, bahkan aku udah bertekad jika gua sepenuhnya cuma milik kamu seorang!!, dan ngijinin kamu bebas buat manfa’atin gua!!”, “gua gak peduli seberapa lama gua harus menunggu tanpa kepastian, tapi selain sama kamu, lebih baik gua mati di !!” ucap kevin dengan tegas tanpa keraguan. “sstttt !!!” dio segera menutup mulut kevin dengan salah satu tangannya, dan mencoba menghentikan ucapan kevin. “cukup vin, jangan di terusin !!” ucap dio dengan suara yang pelan.

__ADS_1


Kevin memeluk tubuh dio sembari menangis penuh kesedihan. “huhuhu, kenapa bukan gua yang jadi suami lu di? Kenapa? Huhuhu...!!!”, kevin terus menangis yang semakin menjadi – jadi. “gua kurang apa di?, gua mau ngelaku’in apa aja buat bikin kamu bahagia !!” kevin tak bisa menyembunyikan kesedihan dari dalam hatinya, dan tak bisa mengontrol emosinya, hingga ia pun menangis sejadi – jadinya dalam pelukan dio. Melihat kevin yang terkenal kasar dan tak punya hati, sedang menangis tersedu penuh kesedihan dan nampak begitu rapuh, hati dio pun sedikit terketuk. Dio pun membiarkan kevin sejenak untuk memeluk tubuhnya, sembari terus menangis dengan tersedu - sedu. Sampai cukup lama kevin menangis dalam pelukan dio, akhirnya kevin mulai tenang dan menghentikan tangisannya. Melihat kevin yang mulai tenang, dio pun berkata “kalau sama orang aja lu sok keras !!, eh giliran di depan gua lu malah lembek gini vin!!, ckckck!!” ucap dio mencoba menggoda kevin. “meskipun harga diri gua hilang di depan kamu, gua gak peduli di !!” saut kevin dengan suara yang pelan.


Merasa kevin telah benar – benar tenang, dio mendorong badan kevin dari tubuhnya, dan membuat jarak di antara mereka berdua. Kevin pun segera menarik tubuhnya, dan berdiri dengan tegak. Berusaha me normalkan situasi dan kondisi diantara dirinya dan juga kevin, dio mencoba mengalihkan pembicaraan “by the way, kenapa lu ikut kelas tambahan sama kayak gua vin?, emangnya lu mau ngambil jurusan apa kalau boleh tau?” dio bertanya dengan penasaran pada kevin. “gua pengen bareng dan bisa terus di samping kamu!!, baik di SMA, maupun saat kuliah !!” ucap kevin dengan serius. Merasa usahanya untuk mengalihkan pembicaraan tak berhasil, dan kevin lagi – lagi membahas mengenai perasa’annya, dio yang telah kehabisan kata akhirnya bertanya dengan spontan “orang tua lu tau gak kalau lu punya perasa’an sama gua??” ucap dio. “tau lah, semua orang di rumah udah pada tau kok !!” saut kevin dengan nada yang enteng tanpa beban. “jleebb !!” bagaikan tersengat listrik, dio yang kaget itu hanya melongo karena syok dengan jawaban kevin.

__ADS_1


Melihat istrinya yang nampak lesu, veno pun bertanya “ma’afin aku ya sayang !!, kamu pasti capek dari tadi nungu’in aku!!” ucap veno dengan penuh penyesalan. “iya gak papa !!” saut dio sembari tersenyum. “ven, anterin gua ke Rumah Sakit, udah beberapa hari gua gak jenguk papa !!” ucap dio. “iya sayang !!” suat veno dengan patuh. “veno kenapa jadi manggil sayang – sayangan gini sih, jadi inget kata – kata kevin deh!!, huuftt gak boleh mikirin laki – laki lain selain veno!!, sadar di, lu itu istri orang !!” seperti sedang perang argumen antara hati dengan otak dio saat ini. Merasa pikirannya tengah kacau, dio terus bergumam dalam batin sembari melamun. Melihat istrinya yang melamun, veno mencoba menarik perhatian dio. “di, kamu mau mampir makan dulu atau gimana?” ucap veno. “gua pengen beli kebab aja ven ven, masih belum bener – bener laper soalnya!” ucap dio. “mau beli dimana?, di restaurant deket kantor gua kah??” saut veno. “gak ah!!, di amang – amang pinggir jalan aja ven !!” saut dio. Mendengar jawaban dari instrinya yang begitu sederhana, veno pun tersenyum dan mengelus lembut rambut dio.


Merasakan begitu lelah fisik maupun pikirannya, dio pun berkata dengan suara yang cukup keras “aahh capek banget, huuufft !!” ucap dio sambil menghembuskan nafas panjang dari mulutnya. Dio menyandarkan kepalanya pada kursi, dan memejamkan kedua matanya sejenak. Dengan tiba – tiba, sebuah ide cemerlang melintas diantara otak dio yang tengah semrawut. Dengan bergegas, dio menegakkan badannya, dan menarik kepala yang tersandar dari kursi itu sembari berteriak keras “gua ada ide !!” suara dio yang keras membuat veno terkejut. “ide apa sih di?, gua sampai kaget !!” saut veno dengan ekspresi terkejut. “ven, gua kan dari pagi sampai siang belajar pelajaran jurusan IPA, dan siangnya cuma sebentar gua belajar jurusan IPS. Rasanya gak maksimal kalau tiap hari gua belajar jurusan IPS cuma di kelas tambahan itu aja !!, apalagi kalau mau masuk Perguruan Tinggi, saingannya murid – murid IPS yang tiap harinya belajar hampir 8 – 9 jam!!” ucap dio sembari tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Mendengar perkata’an panjang lebar dari istrinya, veno hanya menjawab “terus??” saut veno singkat. “ya kan, lu orang yang baik, ganteng, pinter, dan pebisnis muda yang sukses lagi !!, pastinya lu jago dong pelajaran jurusan IPS !!” ucap dio sembari terus tersenyum. “terus intinya ??” veno menyaut dengan singkat penuh kecuriga’an. “emm, lu mau gak ngajarin gua di rumah??” ucap dio pelan. “huuffttt !!” veno menghembuskan nafas berat. “seharian gua udah capek kerja cari uang buat istri !!, di rumah pengennya santai dan bisa mesra – mesra’an bareng istri !!, bukan malah disuruh mikir lagi, apalagi jadi guru pengajar !!” ucap veno dengan suara yang pelan. Mendengar perkataan veno, dio pun seketika terdiam. Melihat ekspresi dio yang berubah penuh kekecewa’an, veno yang tak tega itu pun berkata “kalau gua mau ngajarin di rumah, apa lu mau bayar jasa gua pakai tubuh lu??” ucap veno dengan tatapan tajam menghadap dio.


__ADS_2