Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Saingan Sialan


__ADS_3

  ”kamu pacarnya dio.? Masih belum jadi suami kan..? kenalin aku sainganmu, calon suami dio..!!!


veno, dio, dan kevin terbelalak seketika, mereka kaget mendengar perkataan rino yang begitu luar biasa itu. Mendengar perkataan rino terhadap suaminya itu, dio tertegun tak bersuara. Veno menatap serius kepada dio sambil berkata, “apa maksudnya ini di.?” “apa perlu aku yang ngejelasin ke mereka..?” Menanggapi pertanyaan


suaminya itu, dio berkata pada rino. “eh, lu apa an sih no, jangan asal bicara..! kita kan Cuma temen.!” Mendengar perkataan dio, rino pun menjawab, “sekarang emang temen, siapa tau masa depan aku jadi suamimu di..!!”


  “suami..?” veno terlihat semakin emosi mendengar perkataan rino. Ia pun meninggalkan dio dengan wajah masamnya itu dan masuk ke dalam mobil. Karena veno tak memakai payung, rambut dan badan veno basah terkena air hujan. Melihat ekspresi suaminya yang terlihat kesal, dio mengembalikan jaket milik kevin dan mengejar veno masuk ke dalam mobil. Karena dio juga tak memakai payung, rambut dan seragamnya pun ikut basah terguyur hujan.


  Suasana dalam mobil veno terasa cangung. Dio takut untuk memulai obrolan dengan veno. Namun menyadari kesalahannya itu, ia pun memberanikan diri untuk meminta maaf pada veno. “ven, ..?” dio memanggil veno pelan. Namun veno tak menanggapi. “venoo..!!” dio memanggil lagi. namun lagi – lagi tak ada sautan dari veno.


“maaf..!!” dio berkata lagi pada veno. Mendengar dio yang mengucap kata “maaf”, ia pun melirik ke arah dio.


Dio terlihat tertunduk lesu, dengan rambut dan seragam yang basah terkena hujan. Karena kasian melihat kondisi dio, veno pun menyauti dengan singkat,  “jangan di ulangi.!!”


  Mendengar veno yang mau menjawab permintaan maafnya, dio pun menoleh senang kepada veno sambil tersenyum. Veno meminggirkan mobilnya ke tepi jalan. Ia melepaskan jas yang sedang ia kenakan, dan


memberikannya kepada dio yang terlihat kedingian karena air hujan itu. “nih pakai.!!” Dio pun memakai jas veno untuk menutupi badannya yang mulai menggigil. Sesampainya di rumah, bu ani yakni pembantu rumah veno menghampiri dio sambil berkata, “nyonya kenapa basah semua,? Saya bikinkan makanan hangat buat nyonya ya..!!” melihat perhatian dari pembantunya itu, dio mengangguk sambil menjawab “iya bu ani..!”


  Setelah selesai mandi dan berganti baju, dio memakan sup hangat yang telah dibuat oleh bu ani di atas meja makan. Selesai makan, dio kembali ke kamarnya. Karena di mall tadi dio berbelanja beberapa camilan, dio bermaksud mengajak veno untuk makan camilan bersama. Melihat veno yang masih berada di dalam ruang kerjanya, dio pun mengurungkan niatnya. Ia pun memakan camilannya itu di atas sofa sambil menonton tv.


  Veno keluar dari ruang kerjanya

__ADS_1


Ia pun berjalan menuju tempat tidur. Melihat tempat tidur yang masih kosong, veno penasaran dan mencari dimana dio berada. Setelah mencari ke beberapa tempat, mata veno tertuju pada kursi sofa dengan dio yang sedang ketiduran di atasnya. Namun lucunya, ia tertidur dengan tangan yang masih menggenggam camilan.  Melihat tingkah lucu dio, veno tersenyum manis sambil bergumam dalam hati. “dasar anak kecil yang merepotkan..!!”


  Veno menggendong dio ke kamar, dan meletakkannya dengan hati - hati ke atas tempat tidur.


Ia pun menutupi badan dio menggunakan selimut. Meskipun mereka tidur satu ranjang, veno begitu


menghargai dio. Meskipun dalam kondisi dio tertidur, veno tak berani menyentuh dio secara sembarangan, apa lagi berbuat yang tidak senonoh. Ia selalu menghormati dan menjaga perilakunya terhadap dio.


Selain itu, tempat tidur di kamar mereka begitu besar. Jadi mereka masih bisa saling menjaga jarak satu


sama lain.


Cahaya matahari pagi sudah menembus sela – sela tirai kamar dio dan veno. Sungguh keajaiban untuk dio yang bisa bangun pagi tanpa harus mendengar alarm berbunyi berurutan, ataupun teriakan keras yang tidak nyaman didengarkan telinga. Melihat veno yang sudah bangun terlebih dahulu, dio pun keluar menuju ruang makan. Terlihat bu ani sedang memasak sarapan. “nyonya sudah bangun, mau sarapan sekarang..?” bu ani bertanya pada dio. Sambil menguap, dio menjawab “hooamm..!! bareng sama veno aja bu ani sarapannya..!!” bu ani menyauti, “tuan sudah berangkat dari tadi pagi nyonya, katanya ada masalah penting di kantor.!” Sedikit kecewa, akhirnya dio sarapan sendiri dan berangkat sekolah diantar oleh Pak Anton, sopir pribadi yang sudah disiapkan khusus oleh veno untuk dio.


  Sampai di sekolah, dio belajar di kelas seperti biasa.


Dan seperti biasa juga, kevin mencuri – curi pandang terhadap dio yang tengah memperhatikan pelajaran.


“kring..!!” bel istirahat berbunyi nyaring. Indah dan dio segera menuju kantin untuk makan siang. Setelah mengambil


beberapa lauk dan susu kemasan, mereka segera duduk di bangku yang sedikit memojok. Di bangku itulah setiap harinya mereka berdua duduk saat berada di kantin untuk makan. Semua siswa di sekolah juga tak ada yang berani untuk duduk di bangku itu, mengingat dio dan indah adalah salah satu anak dari orang terpandang. Jadi, tak ada murid yang mau mencari gara – gara baik kepada dio ataupun kepada indah.

__ADS_1


  “drrrtttt... drrttt....!!” ponsel dio bergetar.


Terlihat ada panggilan video masuk, dan ternyata itu panggilan dari veno. Dio merasa kaget dan bingung,


tidak biasanya ia melakukan panggilan saat dio sedang berada di sekolah. Dio pun bergumam dalam hati, “tumben nih orang telpon, ada apa ya..!!” melihat ponsel dio yang bergetar, indah sengaja melihat siapa yang tengah menghubungi dio itu. Melihat nama kontak itu, indah menyuruh dio untuk segera mengangkatnya. “tumben veno nelpon lu..?, cepet angkat..!!


  dio pun segera mengangkat panggilan video dari veno.


Terlihat seorang lelaki dengan paras yang tampan dan rapi memandang dio. Lelaki tampan itu tak lain adalah veno, suami dio. “masih makan..?” veno bertanya singkat. “kok tau..?” dio menjawab dengan singkat pula. Dengan


menunjuk samping bibirnya, veno mengatakan “tuh sebelah bibirmu ada nasinya..! mau dibuat camilan di kelas nanti ya.!!” Kaget dengan perkataan veno, dio segera melihat kaca. Dengan rasa malu, dio segera membersihkan sebutir nasi yang tengah menempel pada sudut bibirnya itu. karena merasa dipermalukan, dio bertanya ketus kepada veno “jadi tujuan lu telpon gua tuh cuma mau ngasih tau ada nasi di bibir gua..??”


melihat ekspresi dio yang lucu itu veno tersenyum. Kembali pada tujuan awal veno menelpon dio, veno pun berkata “mungkin beberapa hari ini gua gak bisa pulang..!! ada urusan penting mengenai bisnis,


jadi harus pergi keluar kota dan keluar negeri..!!” mendengar perkataan veno itu, dio sedikit kecewa. Namun, karena masalah sebutir nasi itu, dio memasang wajah cuek, dan judas kepada veno. Ia pun menjawab “mau beberapa hari, beberapa bulan, atau tahun juga gak masalah..!! gak pulang juga gak papa..!!”


  Mendegar jawaban dio yang cuek itu, veno membalas dengan senyuman. Veno pun mewanti – wanti dio, “jangan lupa belajar.!! Kan lu mau ujian akhir semester..!!, jangan pulang malam.!!, jangan telat makan..!!,


dan terpenting jangan deket – deket sama saingan sialan itu..!!” ucap veno.


Indah yang dari awal mendengar percakapan dio bersama veno itu merasa ada yang aneh dengan hubungan mereka. Mendengar semua wejangan veno, dio pun menjawab “iyaaa..!!!” sembari mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2