Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Perusahaan Dio


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju restaurant tempat veno bertemu dengan kliennya, veno maupun dio nampak canggung. Tak mau bercengkrama, mereka berdua hanya saling melirik dengan tatapan yang masih malu – malu. Namun veno pun memberanikan diri dan berinisiatif untuk menggenggam tangan dio. Dengan lembut, veno pun menggenggam tangan dio di sepanjang perjalanan menuju restaurant. Tak memberikan penolakan, dio pun membiarkan veno menggandeng mesra tangannya sampai akhirnya mereka sampai di restaurant yang mereka tuju. Sembari berjalan santai menuju ruang VIP tempat klien veno berada, dio nampak gugup. “kamu tenang aja, ada gua!” ucap veno dengan lemah lembut mencoba menenangkan dio. “huufft, he’em !!” dio pun menyaut dengan berdehem sembari melepas nafas berat, dan terus mencoba menenangkan dirinya.


Mereka pun segera masuk ke dalam ruang VIP, dan nampak riko sedang bercengkrama bersama dua orang klien veno yang dengan sabar menunggu kedatangan veno dalam ruangan tersebut. “selamat sore !” ucap veno dengan sopan. “selamat sore Pak Veno !!” saut kedua klien veno sembari berdiri dan tersenyum manis. Kedua klien veno kali ini adalah Pak Wijaya dan juga anisa, perwakilan dari salah satu Perusahaan Telekomunikasi ternama di Indonesia, yang ingin bekerja sama sekaligus berkolaborasi dengan perusahaan veno, untuk meluncurkan sebuah produk baru. Mengikuti veno, dio pun turut memberikan senyum manis,nya pada kedua klien veno tersebut. “wah, ini siapa pak veno?” ucap pak wijaya dengan menatap takjub pada kecantikan serta ke anggunan dio. Tak hanya kedua klien veno yang terpana akan penampilan dio, namun riko pun tak bisa mengalihkan pandangannya dari dio. Riko pun terpana melihat penampilan dio yang berbeda dari biasanya itu.


“ini istri saya pak!, cantik kan?” ucap veno menjawab pertanyaan pak wijaya. “lho, sejak kapan pak veno menikah?, kenapa saya gak di undang?” saut pak wijaya kaget. “kalau nikahnya udah beberapa bulan yang lalu pak, cuma kita belum publish aja!” veno menjawab sembari tersenyum ramah. “berarti masih dirahasiakan dong?, beruntung banget saya bisa lihat dan ketemu langsung sama istri pak veno, benar – benar bibit unggul pak!!, hehe” saut pak wijaya sembari tertawa kecil guna mencairkan suasana. “kembali pada tujuan awal kami datang kesini, berkaitan dengan kerjasama sekaligus rencana kolaborasi di antara perusaha’an NOZI Telekomindo dengan Perusahaan IT International. Berikut kami serahkan proposal sekaligus rencana kerja sama, mohon pak veno menimbang – nimbang kembali.

__ADS_1


Setelah terjadi percakapan bisnis yang cukup panjang, akhirnya meeting bersama klien itu pun bisa di akhiri, dan dengan hasil yang sama – sama memuaskan bagi kedua belah pihak. Sepanjang percakapan bisnis diantara veno dengan rekan bisnisnya, dio tak ketinggalan dan terus menyimak pembicara’an veno maupun pak wijaya. Seakan menyimak kuliah umum, dio berusaha memahami dan menyerap ilmu yang bisa diambil diantara percakapan veno maupun kliennya. Setelah Pak Wijaya dan juga anisa berpamitan, veno dan dio memutuskan untuk meninggalkan restaurant. “di, berhubung penampilan kamu lagi oke, gua ajak ke perusahaan milik kamu!” ucap veno. “berarti penampilan gua biasanya gak oke dong?” saut dio ketus. “ya enggak gitu juga di!, masak iya gua mau ajak lu ke perusahaan pakai seragam sekolah atau jaket hoodie sih?” saut veno. hampir lupa jika dio memiliki perusahaan pemberian papanya, dio pun menyetujui veno dan mengikuti veno menuju perusahaan yang telah resmi menjadi miliknya itu.


Perusahaan dio.


Mengetahui jika atasannya yakni veno dan juga riko selaku penanggung jawab perusahaan ingin menyempatkan dan mengunjungi perusahaan, para staff dan karyawan yang bekerja pada perusahaan dio pun memberi sambutan yang hangat terhadap kedatangan mereka bertiga. Melihat perusahaan papanya yang mulai berkembang, dengan pabrik produksi yang hasilnya terus mengalami peningkatan, di ikuti permintaan pasar yang teru meningkat, dio pun terharu sampai kedua matanya berkaca – kaca. “saya akan perkenalkan pada kalian semua, pemilik asli sekaligus Direktur Utama Perusahaan ini, yakni dio, istri saya sendiri!, disini saya hanya membantu sebagai penanggung jawab sementara saja!” ucap veno dengan tegas pada staff dan karyawan yang sedang duduk dan ikut menyambut veno. “wah, gak nyangka pemilik perusahaan kita wanita muda yang cantik seperti bidadari ini ya pak veno!” ucap salah satu staff, yang sedari tadi menatap dio dengan penuh ketertarikan. Dio pun hanya tersenyum manis.

__ADS_1


Melihat perkata’an istrinya yang tak terduga, veno pun seakan tersihir oleh pesona dari gadis yang tak sengaja ia nikahi itu. Wajah veno pun memerah melihat pesona yang tak henti – hentinya dio tebarkan. Setelah memberikan sambutan, dan telah selesai berkeliling melihat kondisi perusahan maupun pabrik produksi, dio pun akhirnya pulang. Sepanjang perjalanan pulang, veno dan dio tak henti – hentinya bercengkrama. “gimana reaksi para staff dan karyawan perusahaan, jika mereka tahu direktur perusahaan mereka itu anak SMA?, haha!” ucap veno sembari tertawa, dan mencoba menggoda dio. “hahaha, pasti mereka bakal syok dong!, ngomong – ngomong, tadi pidato gua keliatan meyakinkan gak ven?” saut dio dengan penasaran. “emm, lumayan lah, not bad !!” saut veno dengan cuek.


“di, apa lu mau fokus ngurus perusahaan?” tanya veno dengan penasaran. “belum waktunya ven, gua masih harus menimba ilmu dulu. Ketika gua udah punya landasan ilmu dalam berbisnis, gua akan terjun mengurus perusahaan secara perlahan, hingga akhirnya gua bisa !” saut dio dengan tegas. Mendengar ucapan istrinya yang mulai dewasa, veno pun menggosok rambut dio sembari berkata “ututu, udah dewasa ternyata istri gua!!” ucap veno sembari terus mengusili dio. Karena rambutnya yang terus digosok oleh veno hingga berantakan, dio pun melakukan perlawanan “apa sih ven, jangan usil deh !” ucap dio sembari membalas veno dengan menggosok balik ramput veno. Melihat tingkah kedua majikannya yang lucu, pak anton pun nampak menahan tawanya.


Ke esokan harinya.

__ADS_1


Dio tengah berjalan bersama indah menuju kantin sekolah untuk makan siang. Mereka nampak berbincang di sepanjang jalan menuju kantin “tumben kevin gak masuk, apa jangan – jangan dia lagi sakit ya?” ucap dio dengan nada yang kawatir. Karena dio telah terbiasa dengan adanya kevin yang selalu membuntuti dan berada di sampingnya, dio nampak kebingungan dan merasa sepi tanpa kevin yang berada disampingnya. Melihat ekspresi dio yang tak tenang, indah pun berbisik pelan “jangan bilang lu kangen sama kevin?”, ucap indah. “enggak lah, jangan asal omong!” saut dio dengan ketus. Setelah sampai di kantin, entah mengapa seluruh pandangan tertuju pada dio. Dengan tatapan sinis, mereka berbisik satu sama lain, sembari terus melirikk ke arah dio. Nampaknya mereka tengah membicarakan dio.


Merasa kurang nyaman, dio berusaha cuek dan tak mau mempedulikan respon dari orang – orang disekitarnya, dan terus fokus memakan makanan di depannya. “mereka semua kenapa sih di?, apa jangan – jangan ada gosip lagi tentang lu?” ucap indah berbisik. “biarin aja, bikin santai aja!” saut dio dengan santai. “di pelototin seluruh murid di kantin, mana bisa santai dio?, lu mau lawak?” saut indah ketus. Tiba – tiba, chika bersama teman satu gengnya menghampiri bangku tempat dio makan, “lu masih punya muka ya di buat ke sekolah!!” ucap chika dengan nada yang ketus. Tak memberi respon, dio terus melanjutkan makannya. Indah yang penasaran itu pun bertanya “maksud lu apa’an ?” saut indah. “coba cek di akun gossip lambe dower, siapa bintang beritanya hari ini !” saut chika dengan suara ketus yang cukup keras.


__ADS_2