Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Bertemu Klien


__ADS_3

Veno menatap tajam ke arah dio, dan berjalan mendekati tubuh dio yang nampak gugup. Veno mengangkat salah satu tangannya, dan memainkan rambut dio sembari bertanya “waktu lu buka baju gua, pasti ada dong hasrat dari dalam tubuh lu, meskipun itu hanya secuil?” ucap veno dengan tatapan liar yang menggoda. Seketika dio pun membayangkan tubuh seksi veno yang kekar, dengan bantalan otot yang berjajar rapi pada perutnya, membuat fikiran dewasa dio pun bergejolak. Tak bisa dipungkiri, jika semalam dio sempat membayangkan kegiatan dewasa diantara dirinya dan juga veno.


Tak bisa menjawab atau menyangkal ucapan veno, dio hanya bisa diam dengan ekspresi gugup yang tak bisa ia tutupi. “lain kali kalau mau buka baju gua, jangan pas gua lagi tidur!, tapi pas gua bangun kayak sekarang!” ucap veno berbisik pelan di telinga dio. “veno, apa’an sih, nih rasa’in!!” dio pun berkata sembari memukul veno dengan bantal dengan cukup keras. “nih rasa’in!!”, “ampun sayang!!” ucap veno sambil mencoba menghindari pukulan bantal dari dio. “buk, buk,, buk !!” dio terus berusaha menghantam tubuh veno dengan sekuat tenaga. Hingga kejar – kejaran pun tak bisa di hindari. “rasa’in, nih terima jurus gua, ciaaat!!” ucap dio sambil melempar bantal ke arah veno. “buuk!” dengan cukup keras, bantal itu pun menghantam perut veno. “oh, semakin berani ya!” saut veno.


Tak lagi menjauh, veno malah berbalik mendekat ke arah dio dan mencoba membalas perbuatan dio terhadapnya. Melihat veno berbalik mengejarnya, dio berusaha berlari menjauh. Namun sayangnya dio kalah cepat dengan veno. Dengan erat veno mendekap dio dari belakang, dan akhirnya mereka berdua pun jatuh bersama’an ke atas tempat tidur, dengan posisi dio berada dalam dekapan veno. Merasa posisinya menantang hormon adrenalin dalam tubuhnya, dio pun menghentikan gerakannya dan diam membatu. Jantung dio pun berdetak tak karuan se’akan mau meledak. Begitu juga veno, jantung veno pun memompa darah dengan begitu cepat, hingga aliran listrik se’akan mengalir ke seluruh tubuh veno. Hasrat liar seorang pria pun tak bisa veno tutupi. Mencoba melepaskan diri, dio membuat gerakan dan membuat hasrat dalam tubuh veno pun semakin menjadi – jadi.

__ADS_1


“kalau terus bergerak, jangan salahin gua kalau lu bakal gua unboxing sekarang juga!!” ucap veno dengan suara lirih yang tegas. Mendengar perkataan veno yang nampak serius, dio pun menenangkan dirinya dan menghentikan gerakan tangan maupun kakinya. Veno memeluk tubuh dio dengan lembut, dan menyadarkan kepalanya di pundak dio dari belakang. Seketika tubuh dio pun kaku dengan sendirinya. “ven, bukannya posisi kita sekarang terlalu dekat?” ucap dio dengan suara sedikit terbata – bata. “kita kan suami istri sayang!” ucap veno sembari memper erat pelukannya pada dio. Akhirnya dio pun tak berani berkata lagi, dan membiarkan veno tetap berada dalam posisi yang sanggup menggugah hasrat itu. Hingga beberapa lama, dio dan veno pun akhirnya tertidur bersama, dan dalam posisi masih sama seperti awal.


Hampir dua jam mereka berdua tidur dalam posisi yang masih sama, yakni posisi veno yang sedang memeluk dio dari belakang. Veno pun mulai terbangun dari tidurnya. Menyadari bahwa ia sedang tidur sembari memeluk tubuh istrinya, veno yang telah terbangun itu tersenyum bahagia. Tak lama, dio pun bergerak dan berbalik menghadap ke arah veno. Tanpa sadar, dio melingkarkan tangannya pada perut veno, dan memeluk balik tubuh veno dengan erat. “deg, deg, deg!!” semakin cepat jantung veno terpacu. “please, sabar ven, tahan!, lu pasti bisa!” ucap veno dalam batin, sembari terus menahan hasrat yang menggebu dari dalam dirinya. “hooaam!!” dio pun menguap dan mulai terbangun dari tidurnya. Matanya yang mulai terbuka itu memandang ke arah veno yang berada begitu dekat di depannya wajahnya. Menyadari tangannya telah memeluk tubuh veno dengan erat, dio pu nampak kaget.


“ddrrrttt, ddrrrtt !!” ponsel veno bergetar, dan nampak sebuah panggilan masuk dari riko. “halo?, iya ko!, habis ini gua siap – siap !, oke!!” selesai menjawab panggilan dari riko, veno pun mengakhiri panggilan tersebut. “ada apa ven?” saut dio penasaran. “habis ini gua harus ketemu klien!” saut veno. “perempuan atau laki – laki?, ketemu dimana?” saut dio penasaran. “perempuan!, di restaurant chinese di pusat kota !” saut veno menjawab pertanyaan dio. “ketemu klien perempuan di restaurant, di hari weekend?, hmm berasa kencan nih!!” saut dio ketus. “pfftt, istri gua lagi cemburu nih!!” melihat istrinya memberikan respon cemburu, veno tersenyum puas. “ya udah buruan siap – siap!, ayo ikut!” ucap venos sembari mengelus lembut rambut dio. Tak menunggu lama, dio segera bersiap untuk mengikuti veno bertemu kliennya.

__ADS_1


Selesai berganti pakaian, dan mengoles tipis make up pada wajah cantiknya, dio berjalan menghampiri veno yang telah menunggu di ruang TV sambil bermain ponsel. “ayo ven, gua udah siap !” ucap dio. “iya sayang !” saut veno mesra. Tak memandang penampilan istrinya, veno masih asyik menatap fokus ke arah ponselnya. Setelah Pak Anton menyiapkan mobil, mereka pun bersiap untuk segera berangkat. Mencoba membantu istrinya untuk masuk ke dalam mobil, veno membuka’kan pintu mobil untuk dio, dan veno pun tertegun menatap dengan takjub terhadap makhluk indah cipta’an Tuhan yang berdiri di depannya saat ini.


Riasan natural dengan rambut panjang yang tergerai, serta setelan pantsuit berwarna hitam yang dio kenakan, membawa kesan elegan dan classy bagi dio. Terbiasa melihat dio dengan kaos – kaos oblong, hoodie, dan dengan pakain casual sehari – hari, veno dibuat takjub dengan penampilan dio saat ini. Tak nampak seperti seorang murid SMA, dio lebih tepat disebut sebagai seorang sosialita yang berkelas. Dan sangat serasi jika di jajarkan dengan veno di sampingnya. Melihat gaya berbusana dio saat ini, sungguh pantas bagi dio jika ia disebut dengan sebutan Nyonya Veno. setelah memandang takjub cukup lama terhadap istrinya, veno pun tersadar kembali, dan menggandeng dio berjalan masuk ke dalam rumah kembali.


Melihat veno dan juga dio yang kembali masuk ke dalam rumah, pak anton nampak kebingungan. “lho, tuan jadi berangkat atau enggak ya?” ucap pak anton dalam batin sembari memandang penuh kebingungan. Tak jadi masuk ke dalam mobil, veno malah membawa dio masuk ke dalam kamar. “lho, mau kemana ven?, bukannya kita mau berangkat?” ucap dio dengan kebingungan. “iya habis ini kita berangkat!” saut veno sembari terus menggandeng dio berjalan masuk ke dalam kamar tamu yang tak jauh dari dapur. “ceklek!” veno pun menutup pintu itu dengan perlahan. Dengan memandang penuh hasrat terhadap istrinya, veno pun meraba pipi dio, dan memberikan kecupan mesra. Tak cukup sekali, veno memberikan kecupan bertubi – tubi terhadap istrinya. Tak memberi penolakan, dio pun ikut menikmati kecupan dari bibir veno sambil memejamkan kedua matanya. Setelah berciuman cukup lama, veno dan dio akhirnya keluar dari kamar dengan rasa canggung antara satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2