
Tolong tandai typonya.. thank you😗😗
****
Tok tok tok
"kak turun woy.... ayok sarapan bunda udah manggil-manggil itu loh"
Lisa mengetuk pintu kamar kakaknya dengan tidak sabaran sambil berteriak.
Renata membuka pintu kamarnya sambil memegang tas ransel purplenya.
"pagi kakak syantik cuu" sapa lisa sambil tersenyum lebar
"pagi adik perusuhku" bales renata yang dibalas bibir mengerucut oleh lisa.
"becanda... kamu adik yang paling kakak sayang. tumben kamu rajin banget ini baru jam 06.10 loh dek. kamu udah merusuh didepan kamar kakak. untung aku udah selesai rapi-rapinya."
"Inikan hari pertama lisa jadi siswa kelas X di SMA Harapan Nusa jadi semangat dong" lisa nyengir.
Renata hanya tersenyum lalu ia merangkul pundak adiknya dan mengajak turun. Mereka menyudahi drama pagi didepan kamar renata dengan sarapan dengan kedua orangtuanya.
"pagi sayang-sayangnya ayah" sapa edo rebisma ayah mereka.
"pagi yah" balas nata dan lisa secara bersamaan.
Kemudian mereka menikmati sarapan dengan suasana hangat penuh bercandaan.
"Dek. kan kamu hari ini mos semua udah disiapinkan gk ada yang kurang?" tanya hera bundanya.
"Gk kok bunda udah beres semua" Lisa tersenyum lebar dari semalam ia sangat menantikan hari ini. hari dimana ia menjadi siswi SMA favorit itu.
"kalo kakak harus lebih rajin belajar kan udah kelas 3" lagi-lagi hera membuka suaranya dan menatap kedua anaknya dengan sayang. Ia tak menyangka bahwa kedua anaknya telah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik.
"iya bunda. udah pasti" jawab nata sambil tersenyum.
"eh udah jam 06:30 kalian berangkat gih. susunya habiskan dulu" ucap hera.
Lisa menghabiskan susunya dengan cepat.
"Yaudah nata sama lisa berangkat ya yah, bun" ucap nata yang kemudian menyalami kedua orang tuanya disusul lisa.
"Hati-hati kak bawa mobilnya" ucap ayahnya sambil mencium kening kedua putrinya bergantian.
Lisa menarik kakaknya untuk segera memasuki mobil Honda Jazz putih milik nata.
Renata melajukan mobilnya menuju sekolahnya. Jarak antara rumah mereka dengan sekolah tidak terlalu jauh hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai disana apabila jalanan tidak macet.
Beruntung jalanan pagi ini tidak macet dan bisa dikatakan lenggang. Mereka memasuki gerbang kebesaran smahasa (sma harapan nusa) yang terbuka lebar.
Nata memakirkan mobilnya dengan mudah. parkiran masih tergolong sepi karena waktu pelajaran pertama dimulai 20 menit lagi.
Nata dan Lisa turun mereka berjalan pelan.
"kamu langsung kumpul dilapangan dek? atau dikelas?" tanya nata
"iya kak. lisa langsung kumpul dilapangan soalnya peserta didik baru harus hadir 10 menit lebih cepat sebelum bel berbunyi"
"yaudah ayok kakak anter kelapangan ntar telat dihukum kamu"
mereka berjalan kearah lapangan.
"udah kak.. kak nata kekelas aja aku berani kok. lagian itu udah rame juga dilapangan"
"yaudah kakak kekelas dulu ya. kamu hati-hati dan semangat mosnya adikku" ucap nata mengakhiri pembicaraan dengan adiknya sambil menggepuk ringan kepala adiknya dua kali.
Lisa bergegas berjalan memasuki lapangan untuk bergabung dengan para peserta didik yang baru.
Nata yang belum beranjak dari posisinya tersenyum melihat adiknya yang langsung akrab dengan salah satu cewek disana.
Terkadang nata ingin memiliki sifat yang easy going dan mudah bergaul seperti adiknya.
Tetapi ia juga menyukai sifatnya yang cenderung diam dan introvert.
Nata melirik jam tangan putihnya 5 menit lagi bel berbunyi ia segera berjalan menuju kekelas yang berada dilantai 3. Ia menggunakan lift dengan berdesak-desakan.
Keluar dari lift ia menghembuskan napasnya. ia merasa pengap karena dilift terlalu banyak siswa-siswi.
Ia berjalan menuju kelas barunya yaitu XII ipa 1.
__ADS_1
Memasuki kelasnya ia dikagetkan dengan teriakan sahabat-sahabatnya.
"pagi nata... yeii kita sekelas lagi. ya ampyuunn gue terharu bingit loh kita mo 3 tahun seklas teyusss" ucap mita alay dan berlebihan
"paan sih lo mit jijay deh" sambar jeni.
mita hanya mendengkus.
Renata hanya tersenyum menanggapi teman-temanya. sejujurnya ia juga sangat senang bisa terus sekelas dengan ketiga sahabatnya. Nata tergolong siswi yang tidak bergaul dengan semua orang.
bukan karena dia sombong hanya saja orang-orang atau kadang dia yang tidak nyaman.
Nata duduk nomer 2 dari depan seperti waktu kelas 1 dan 2.
ia duduk dengan sahabatnya sasa.
sedangkan mita duduk dengan jeni tepat dibelakangnya.
"tumben nat lo datengnya siang" tanya sasa.
"enggak kok sa. gue gak berangkat pagi kok tadi nganterin adek gue ke lapangan dulu"
"si Lisa sekolah disini?" tanya mita menyambar
"iya mit. kayak lo gak tau adek gue aja. diakan semangat banget mau sekolah disini" jawab nata sambil menoleh kebelakang untuk melihat mita.
Pembicaraan mereka terhenti karena ada guru bahasa indonesia yang terkenal sabar dan cantik memasuki ruangan.
Seketika sekelas yang tadinya ngobrol untuk sekedar mengakrabkan diri dengan teman barupun hening.
"Pagi semua" sapa sapa bu.anin manis
"Pagi buuu" ucap siswa serentak
"Kalian semua pasti tau siapa saya kan? oke.. jadi saya yang akan menjadi wali kelas kalian sampi hari kelulusan nanti" ucapan bu.anin disambut raut kebahagiaan untuk semua siswa.
Bu.anin adala salah satu guru muda di smahasa karena usianya baru 24 thn.
Apalagi beliau belum menikah banyak siswa laki-laki yang sering menggodanya. tetapi akhir-akhir ini ada kabar bahwa bu.anin akan segera menikah dengan pengusaha muda yang menjadi komite disekolah ini. Sepertinya kabar itu benar jika melihat dijari manis bu.anin melingkar cincin emas seperti cincin pertunangan.
"Yaudah saya langsung tentukan pengurus baru untuk kelas ini. saya pilih secara random
ketua kelas dan wakilnya adalah
Saga dan bima
sekertaris kelas dan wakilnya
Renata dan mita
Bendahara dan wakilnya
Ainun dan rangga.
saya harap kalian bisa menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab.
oh... ya tolong nanti saga dikasih tau kalo ia ketua dikelas ini. Mungkin itu saja yang mau saya sampaikan... silahkan dilanjut untuk acara pengakraban diri dengan sesama. saya harap kelas ini kompak dalam segala hal. saya harus segera keruang guru sekarang karena akan ada rapat.
terima kasih perhatiannya semua
assalamualaikum"
selesai berbicara b.anin segera keluar dari kelas.
Tentu berita akan ada rapat dihari pertama sekolah adalah hal yang paling bahagia.
Banyak siswa-siwi yang bercerita ini itu.
Renata hanya diam. seumur-umur ia belum pernah menjabat sebagai pengurus kelas. Ia terlalu kaget bu.anin menunjuknya.
"napa nat?" tanya sasa yang melihat nata terlihat lesuh. pertanyaan itu memgundang perhatian jeni dan mita.
"nggak papa kok sa. cuman gue kaget waktu bu.anin nunjuk gue sebagai sekretaris kelas.
lo kan tau gue ga pernah sekalipun menjadi pengurus kelas"
"ya ampun nat. santai aja kali. ini cuman sekretaris kelas bukan sekretaris osis.
panik banget perasaan lagian kan wakil lo gue
mending kita sekarang kita keluar yuk.. kita lihat anak-anak mos kali aja ada brondong manis" ucap mita
Mereka mengiyakan apa keinginan mita. bukan untuk melihat brondong manis mereka keluar untuk mencari udara segar. dan nata sangat membutuhkan itu sekararang dan ingin melihat adiknya.
Nata bukan cewek penakut atau pemalu. ia hanya tidak suka bila harus berkumpul dengan banyak orang yang menurutntya asing. dan menjadi sekretaris kelas adalah sesuatu yang nanti pasti bertemu dengan anak-anak dari kelas lain.
mereka berdiri di belakang pembatas yang terbuat dari tembok yang tingginya sebatas pinggang mereka.
__ADS_1
Nata memincingkan matanya melihat siswi yang sedang dihukum didepan banyak murid baru.
Dan siswi itu Lisa adiknya. disana lisa terlihat sedang melakukan scout jump.
Nata terlihat kasihan melihat adiknya dihukum. tapi ia tak bisa melakukan apa-apa ia yakin adiknya dihukum karena melakukan suatu kesalahan.
"Eh nat cewek yang dihukum didepan itu lisa bukan sih?" tanya mita
"iya itu lisa"
"wah kasihan adeklo keknya lelah gitu.emang dasar si kulkas kejam gila" ucap mita.
"ya mungkin dia salah ga mungkinkan gak salah tapi dihukum. yang lo maksud kulkas itu siapa?"
"itu si saga. ketos yang bentar lagi lengser dari singga sananya" jawab mita yang entah kenapa ia kesal.
"Saga ketua kelas kita?" tanya nata yang dibalas anggukan oleh mita
"napa lo jadi kesel mit? atau lo masih nyimpen rasa ya sama saga yang udah nolak sebelum lo nembak" goda jeni.
nata hanya meringis mendengar ucapan jeni sedangkan mita hanya mendengkus.
"jen" ucap sasa memperingati.
"yaudah ngantin aja lah. bentar lagi juga jam istirahat" ucap mita memutuskan yang lagi-lagi dituruti mereka.
Kantin berada dilantai 2. karena lantai 2 memang dikhususkan untuk kantin.
Lantai 1 digunakan untuk kelas 1 aula dan ruang guru
lantai 3 khusus untuk kelas 3 lab ruang osis dan perpustakaan
sedangkan lantai 4 untuk kelas 2 dan seluruh ruangan untuk kegiatan ekstrakulikuler.
mereka duduk saling berhadapan.
Mita ikut bergabung dengan teman-temanya dengan tangan membawa nampan berisi 4 mangkuk bakso dan 4 gelas es jeruk.
mereka memakan makanan dengan penuh canda tawa.
Dilain tempat Lisa terlihat kelelahan karena ia scout jump 50 kali.
ia kepergok sang ketos yang kata lisa seperti pangeran.
Saga mempergoki lisa sedang berbicara dengan teman disampingnya.
saat ini lisa duduk dibawah pohon rindang ia merasa benar-benar lelah.
mengingat kejadian tadi lisa senyum-senyum sendiri.
-flasback-
lisa senang sekali karena ia bisa langsung mengakrabkan diri dengan orang-orang baru.
bahkan ia sudah memiliki 3 teman cewek dan 1 teman cowok yang sangat akrab denganya.
Saat dibarisan pun lisa asik mengobrol sendiri dengan ke4 temanya. Hal itu tak luput dari pandangan saga yang baru saja bergabung untuk memberikan sambutan kepada peserta mos.
setelah sambutan saga memanggil Lisa dan ke4 temanya untuk maju kedepan.
Jesica selaku wakil ketos bertanya mengapa berbicara sendiri saat didepan sedang ada yang berbicara.
ke4 teman lisa meminta maaf pada saga karena mengabaikannya.
sedangkan lisa hanya terbengong dengan mulut menganga melihat wajah datar saga. Dimata lisa saga terlihat seperti pangeran.
"Hai kak?" ucap lisa yang tak mengalihkan pandangan matanya dari saga.
Ke4 teman lisa hanya berdoa dalam hati semoga lisa tidak diapa-apakan oleh kakak seniornya yang terkenal dingin dan tak berperasaan itu.
saga melihat aneh pada cewek didepannya ini. ia tak membalas sapaanya. katakan dia ketos yang tidak ramah tetapi itu sifatnya ia mampu menjadi ketos karena kemampuannya.
"kalian berempat kembali kebarisan.
elo 40 kali scot jump" ucap saga tegas
"enak aja main nyuruh-nyuruh salah aku apa kak?" ucap lisa berani.
"50 kali sekarang tanpa bantahan" ucap saga masih dengan tampang datar. Ia marah karena dia tidak diperhatikan sangat kurang ajar menurutnya.
Lisa pasrah dan melakukan apa yang diperintahkan senior tampannya itu bukan karena ia merasa senang seniornya mengajaknya bicara tetapi dia tak mampu menolak dan tak ingin hukumannya semakin bertambah.
-flasback off-
《《《《《《《《》》》》》》》》
Hai ketemu sama author amatir ini...
__ADS_1