
Aku ingin melindungi kamu, tapi sayang orang lain lebih cepat dan egoku tetap tinggi. Hingga akhirnya aku kalah.
-saga
Mulai hari ini hingga satu minggu kedepan pekan Sport and healty diadakan. Saga dan anggota osis lainya cukup sibuk.
Lisa mengenakan seragam olahraga kebanggaannya dengan topi Adidas putih dan kalung id card osis.
Ia tersenyum cerah sambil menemui Nata yang juga berjalan kearah lapangan.
Pagi ini, Lisa berangkat dijemput Angga, karena harus tiba disekolah sebelum pukul 06.00
"Hai, kak nata, kak sasa, kak mita, kak jen-jen" sapa lisa ceria
"Haiiiiii" ucap mereka bersamaan
"Ciee yang jadi anggota Osis. Selamat ya Licuuu" ucap jeni sambil menguyel-uyel pipi lisa gemas.
Mereka semua, menganggap Lisa sebagai adiknya juga.
"Yaudah lisa gabung anak osis dulu ya kak. bye" Lisa mendada mereka.
Nata hanya mengangguk dan tersenyum.
Didepan antara pintu uang Osis ada Saga yang melihat interaksi tersebut ia tersenyum kecil hampir tak terlihat melihat senyuman manis Nata.
Ia merasa aneh, bagaimana matanya bisa senyaman ini melihat wajah manis Nata.
"Tembak aja bor. Si Nata mumpung jomblo. Keburu direbut Alex baru tau rasa lo" ucap Bima sambil menepuk bahu saga.
"Apaansih. Alex siapa?"
"Itu anak Ips, anak karate gitu.
keknya dia demen si Nata deh" spekulasi Bima
Ekspresi saga seketika berubah, ia kembali memasang wajah dinginnya dan melangkah ke lapangan.
Ia menaiki podium dan memegang mic.
"Diharapkan semua siswa-siswi segera berkumpul" tegasnya.
semua murid berlari memasuki area lapangan dan berbaris rapi.
semua tampak mengenakan seragam kebanggaan masing-masing kelas.
"selamat pagi semua, terima kasih unuk partisipasinya atas keikut sertaan kalian disini. Saya hanya akan membuka secara resmi pekan Sport And Healty" ucap saga yang disambut surai tepuk-tangan dari semua warga sekolah.
Saga turun dari podium dan digantikan Bima yang membacakan jadwal kegiatan dihari ini.
Semua siswa membubarkan diri saat Bima selesai membacakan jadwal pertandingan dihari ini. Beberapa dari mereka terlihat melakukan pemanasan seperti yang dilakukan Mita. Ia akan bertanding untuk yang pertama, Nata yang duduk dikursi penonton menyemangati dengan mengepalkan tangan.
Tetapi, disaat yang bersamaan geng Jesica lewat didepannya sambil membawa segelas jus jeruk.
Jus itu menumpahi rambut dan baju nata.
Nata yakin tangannya tak mengenai
gelas plastik itu.
__ADS_1
Sasa melebarkan matanya dan segera berdiri.
"eh cabe lo sengaja kan numpahin ini minuman" ucapnya menggebu-gebu sambil menumpahkan minumanya ke wajah Jesica dengan sengaja.
Nata ikut berdiri sambil memegang lengan sasa.
"Sialan lo, lo kira muka gue apa hah? siram-siram" teriak jesica sambil mengepalkan tangan.
"kenapa? gimana rasanya? itu yang dirasakan Nata. Dan lo tadi nanya muka lo apa? gue bantu jawab ya muka lo itu bahkan lebih buruk dari tempat sampah" tunjuk sasa tepat didepan muka jesica.
Jesica yang merasa direndahkan itu berniat menampar sasa. Dan malah salah sasaran karena tangannya menampar pipi mulus Nata yang mencoba menghalangi.
PLAK!! Nata memejamkan matanya yang berkaca-kaca karena merasakan nyeri disekitar pipinya. Jujur ini kali kedua ia merasakan sebuah tamparan. Dan tamparan selalu membuatnya mengingat sesuatu yg buruk.
Sasa dan yang lain menganga. Semua pandangan menuju mereka karena saling berteriak.
"Jes!" teriak saga.
Jesica mematung mendengar panggilan itu. Ia tak takut sama sekali dengan masalah ini. Ia malah sedikit senang karena bisa menampar Nata karena memang ini tujuannya. Tetapi, berurusan dengan saga tidak ada dalam listnya hari ini.
Dengan langkah tegas dan aura dingin, Saga mendekati mereka.
Ia berdiri tepat diantara Nata dan Jesica.
"Lo udah janji gak bikin keributan. Tapi ini apa?" Tanya saga pada Jesica sambil menatapnya tajam.
Jesica tak berani mengangkat kepalanya, bahkan bernapas secara teratur ia merasa tak mampu. Meskipun setiap hari saga dingin, auranya tak pernah semencekam ini.
"Sag, sag gu gu gu e gue ga ga gak seng sengaja" jawab Jesica terbata.
"Sa, lo bawa nata pergi sepertinya dia sangat syok" ucap saga pada Sasa dengan datar.
Sasa hanya mengangguk dan mengajak Nata pergi yang sedari tadi diam membisu. Diikuti mita dan jeni.
Mereka tidak jadi ikut main dan digantikan teman-temanya. Saga membubarkan mereka semua dan meminta agar kegiatan tetap dilanjutkan.
"Lo. ikut. gue. ke. ruang. osis." ucapnya tak terbantahkan pada jesica.
Jesica hanya meneguk ludahnya taku dan mengikuti arah jalan saga.
Sasa membawa nata keruang kelas, dan memberinya minum.
"Nat, lo gak papa kan?" tanya jeni dengan panik karena Nata sedari tadi diam.
"Jangan diinget-inget nat" ucap mita tak kalah panik. Mereka tau bagaimana traumanya nata pada sebuah tamparan.
Lisa berlari menemui nata, ia bahkan hampir menabrak pintu ruang kelas nata. Setelah tau kakaknya terlibat masalah dari keramaian tadi, ia segera menemui nata.
"Kak Nata, kakak kita pulang aja yuk wajah kakak pucet banget" ucap lisa sambil ngos-ngosan.
Nata tetap diam, keringat bercucuran melewati pelipisnya. Kemudian ia jatuh pingsan dipelukan Sasa.
Mereka semua panik, dan berusaha membangunkan nata.
__ADS_1
Lisa berlari keluar meminta bantuan, dan kebetulan Alex berjalan dikoridor.
"Kak alex, kaktolonginkaknatadiapingsan" ucap lisa cepat dan tidak jelas
"Et et bentar napas dulu lis, kenapa? nata kenapa?" tanya Alex.
Lisa menghembuskan napasnya dan berkata
"Kak nata pingsan, tolongin kak"
Seketika Alex pergi meninggalkan lisa dan memasuki kelas Nata. Ia membopong Nata untuk dibawa keruang UKS.
Sementara diruang Osis, Jesica disidang oleh Saga.
"Lo udah buat nama baik osis tercoreng, lo juga membuat acara ini hampir gagal, lo membuat seseorang merasakan sakit. Lo pikir lo siapa jes? bisa mengganggu hidup seseorang sesuka hati lo" ucap Saga menghunus relung hati Jesica.
Hatinya terasa diremas, matanya berkaca-kaca ia tak menyangka pria yang ia sukai ini begitu dalam melukai perasaannya.
"Lo tanya siapa gue? iya lo mau tau alasan gue kek gini? ini semua karena elo sag, gue mati-matian cari cara buat lo bisa ngeliat gue. Buat narik perhatian lo, tapi apa yang gue dapat? hah? Nihil. Sebaliknya cewek pendiem itu, si Nata cuman tampang melas dan sok polos dia berhasil narik perhatian elo. Gue iri sama dia, dan jika gue gak bisa ngedapetin elo maka semua cewek disini harus merasakan hal yang sama kayak gue" jawab Jesica panjang sambil berteriak dan menangis.
"lo gila jes, lo gila. Lo mempermalukan diri lo cuman buat narik perhatian gue? Asal lo tau Nata gak pernah coba buat narik perhatian gue. Gue yang tertarik sama dia. Lo mau tau alasannya? Karena dia berperan sebagai dirinya sendiri. Bukan kayak lo yang ingin selalu tampil sempurna disegala bidang. lo terlalu memaksakan diri.
Mulai sekarang, hentikan perasaan lo karena sampai kapanpun gue gak bakal suka ama lo"
Ucap saga panjang lebar untuk pertama kalinya.
Jesica mengusap air matanya kasar.
"Iya lo bener sag, gue emang udah gila. Gila karena mencintai cowok gak berperasaan kayak lo. Tapi gue gak bisa hentiin perasaan ini. Mau seribu kali lo tolak gue bakal tetep perjuangin elo. Gue bakal lakuin seribu cara buat nyingkirin Nata, Lisa atau siapapun yang menghalangi langkah gue buat dapetin lo"
ucap Jesica sambil meninggalkan ruang osis dengan mata sembab.
Tak lama, saga juga keluar dari ruang osis dan entah mengapa kakinya melangkah keruang kelasnya.
Ia tak melihat nata disana, ia hanya melihat jeni yang terlihat mengemasi barang-barang nata.
"jen" ucap saga pelan sambil menepuk pundak jen
"Astaghfirullah" kaget jeni
"sialan lo sag, kaget gue" tambahnya.
"Nata mana?" tanya saga
"Nata mau pulang, dia sakit" jawab jeni sambil memakai tas nata.
"pulang? dianter siapa?"
"dianter Alex. Tadi nata pingsan dan dibopong alex ke uks. setelah sadar alex menyuruh nata pulang aja dan mau nganterin juga. Yaudah ya sag, gue buru-buru" ucap jeni sambil keluar kelas.
Saga hanya diam. Alex. Akankah ia kalah kali ini?
_______________________________________
__ADS_1
Haiiiii.... Author is back...