
Riana mempercepat langkahnya menyusuri lorong rumah sakit yang akan membawanya ke kamar inap Momo. Langkahnya terhenti tapat di kamar VIP paling ujung.
Riana memutar knok pintu yang akan membawanya kedalam, betapa terkejutnya Riana saat masuk keruangan itu. Dia langsung memutar badannya tanpa menyapa lagi.
"Riana..." Suara Momo begitu kaget saat melihatnya sudah ada diruangan itu.
"Aku tidak melihat apa-apa, sumpah." Ucapnya dengan Senyum Riana tertahan.
"Apa sih?"
Riana memutar badannya melihat Momo dan Arrian sangat canggung.
"Ternyata gadis itu adalah Momo ya" Ucap Riana seraya melangkah.
"Riana, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Tadi aku hanya melepaskan..."
"Hus..." Potong Riana "Aku tidak keberatan jika kak Ar dan Momo bersama."
"Apaan sih lo Ri..." Momo memukul tangan Riana dengan bantal didekatnya.
Diam-diam Arrian memperhatikan tingkah lucu Momo yang salah tingkah karena di ejek.
"Atau jangan-jangan kalian sudah jadian, tanpa sepengatahuanku." Riana semakin menggoda Momo dan kakaknya.
"Riana." Geram Momo. Dia menatap Arrian yang sejak tadi senyum-senyum sendiri.
"Okei, gue cuman becanda Mo." Kata Riana menyudahi menggoda sahabatnya itu.
__ADS_1
"Jadi lo sakit apa?" Riana duduk dikursi yang tadinya Arrian duduki.
"Gejala tipes, untung aja masih gejalanya. Gimana kalau udah tipes? Waahhh ngebayangin aja gue nggak mau." Tutur Momo.
"Itu karena lo kecapeaan ngejar konser BTS, mending lo nikah sama abang gue kayaknya dia suka tu sama lo."
Bluss... Wajah Momo memerah dan terasa panas. "Gila ya ni anak , untung aja abang Ar udah pergi."
"Gue serius kali, ini pertama kalinya gue liat kak Ar perhatian sama cewek. Peke bawain sarapan segala, itu artinya lo istimewa."
"Martabak kali." Ucap Momo mengundang tawa kedua wanita dewasa itu.
"Nak Riana." Riana berbalik diikuti dengan mata Momo melihat ke arah pintu masuk.
"Tante, apa kabar?" Ucap Riana seraya berdiri menyapa ibu Momo.
"Baru kom tante." Ucap Riana.
"Oh iya Ri, bantuin tante bicara dengan Momo" Ucap Lia ibu Momo.
"Ma.." Riana berbalik menatap Momo yang sudah kesal
"Bantuin apa tante?"
"Kami bujuk Momo agar dia mau menerima perjodohan yang tante udah atur! Dia tu keras kepala banget."
"Mama apa sih? Udah Ri nggak usah didengerin, mama memang sering ngaco gitu."
__ADS_1
"Momo, mama udah capek sama tingkah kamu. Kamu tidang ingat umur apa? Mama udah cape nunggu si V itu (Kim Taehyung BTS). Pokoknya mama nggak mau tau, setelah kamu keluar dari rumah sakit kamu harus mau mama jodohin sama anak teman mama." Lia langsung pergi meninggalkan ruangan Momo.
*H*ahahahaha...
Hahahahaha...
Susah paya Riana menahan tawanya akhirnya pecah juga.
"V? Hahahah... Gila ya lo, gimana bisa lo bilang ke tante Lia kalau V (Kim Taehyung) itu pacar lo?"
"Puas lo ngetawain gue? Gue nggak ada pilihan lain Ri, masa iya gue bilang Miko pacar gue? Bisa-bisa gue kena tebas sama mama." Ucap Momo.
"Jadi lo mau terima perjodohan itu?"
"Enak aja lo, gue nggak mau. Cukup lo yang di jodohin gue sih ogah." Tagas Momo.
"Terus lo mau gimana, kayaknya tante lia serius banget tadi. Saran gue lo cari pacar yang mau di ajak nikah."
"Itu dia masalahnya Ri, lo taukan gue nggak punya temen selain lo dan Hendry. Gimana mau dapat pacar, yang mau nikahin gue deket-deket ini? Lagian gue juga belum kepikiran untuk nikah, mama aja tuh yang kebelet mau nikahin gue." Gerutu Momo melampiaskan kekesalannya sehingga dia sudah seperti
orang sehat pada umumnya.
Riana hanya menggeleng kecil, lucu juga melihat Momo marah-marah seperti ini. "Uda Mo, lo istirahat aja! Ntar lo nggak sembuh-sembuh kalau terus ngamuk kaya gini."
"Lo bener Ri, bisa-bisa tekanan darah gue naik. Lo pulang sana jangan bikin gue tambah stres." Ucapanya seraya berbaring dibanti oleh Riana.
...***...
__ADS_1