
Langit seakan ikut bersedih, mengantar Hendry ke tempat peristirahatan terakhirnya. Awalnya hanya keluarga dan beberapa sahabat yang ikut proses pemakaman. Namun sekumpulan anak kecil memakai baju putih lengkap dengan peci dan kerudungnya menghampiri makam Hendry diikuti sekertaris Bram dibelakangnya.
Kerabat saling memandang dari mana datangnya anak kecil nan lucu ini. Tanpa diminta semua anak kecil itu mengitari makam salib Hendry memanjatkan sepenggal doa untuk kakak mereka.
Tanpa ada yang tahu selama ini Hendry membangun panti asuhan untuk anak-anak terlantar dan pengemis diluar sana. Terlihat jelas raut kehilangan dan kesedihan diwajah mereka. Betapa beruntungnya pria ini mendapatkan banyak cinta.
Kini hanya ada Riana, Devan , dan Momo masih setia disisi makam Hendry.
"Mo, ini mimpikan?" Guman Riana bertanya pada Momo yang berada disampungnya. Tidak ada jawaban hanya isak yang Riana dengar, dia kembali melirik suaminya.
Tanpa di tanya Devan mengerti arti tatapan gadis itu dia menggelang pelan sebagai jawaban.
Butiran air matanya kembali berjatuhan diatas pusara Hendry, isakan tangis terdengar begitu memiluhkan, Devan terus memeluk tubuh istrinya agar gadis itu lebih tenang.
"Udah sayang, Hendry udah tenang aku yakin dia benci kalian menangisinya seperti ini." Tutur Devan
"Benner kata Devan Ri, lo taukan Hendy saat kita nangis gara-gara nonton drakor dia paling ngga suka, apa lagi kita tangisin dia Ri. Udah Ri kita balik yuk!" Momo menuntun Riana meninggalkan makam Hendry.
Tidak ada lagi cowok bermata sipit jika tersenyum matanya akan menghilang, tidak akan ada lagi cowok bermata sipit menghibur kita berdua dengam lelucon garingnya dan tidak ada lagi cowok bermata sipit yang nyiptain lagu indah untuk kami berdua. Semua sudah pergi bersma kenangan indahnya, bersama cintanya untuk kami. Tuhan sungguh mencintainya mengalahkan cinta kami hingga dia mengambil-Nya tanpa persetujuan ataupun peringatan. Selamat jalan Hendry sahabatku, kami menyayangimu.
__ADS_1
......................
Devan menghelai nafas panjang melihat istrinya termanggu menatap jejeran bunga kaktus dengan pandangan nanar.
"Sayang." Ucapanya pelan membuat Riana mendongak dengan senyum berat. "Ada paket" Riana mengambil lalu meilahat secara seksama siapa pengirimnya.
"Dari siapa?"
"Aku juga tidak tahu."
"Jangan dilihat sendiri!"
Riana mengerutkan alisnya penuh tanya dia langsung membawa pandangannya pada Devan.
*
Begitu Momo sampai di rumah Riana merka segera memutar vidio berdurasi 10 menit lebih.
__ADS_1
Mereka beedua tersenyum lebar saat melihat vidio itu. Hendry masih tersenyum dan apa itu dia membelah rambutnya seperti Jimin BTS 'boy band asal Korea' dia sangat tidak cocok titik.
"*Apa ini sudah dimulai? Ah? Lampunya sudah berwarna merah. Oke, aaaaaa... Khmmm Hay Ri, Mo kedua sahabat yang lebih mirip kuntilanak diduniaku. Aku tidak tahu kenapa membuat vidio ini hanya saja belakangan ini aku selalu bermimpi beretemu nenekku yang sudah meninggal."
"Maafkan aku membuat kalian bersedih, maafkan aku yang tidak memberi tahu kalian soal penyakitku. Awalnya kau tidak tahu kenapa kepalaku sangat sakit dan aku pikir hanya sakit biasa dan aku tidak perduli itu. Tapi, lambat laun sakitnya kian parah dan aku terlalu takut untuk mengeceknya didokter hingga suatu hari aku memberanikan diri dan ternyata ada tumor disana. Aku sempat drop dan tidak semangat hidup lagi, tapi karrena kalian aku kembali semangat . mungkin kalian punya pelet kali*."
Riana teragawa " Apasih nih anak masih mikir pelet-pelet segaala."
"Ouh iya Ri aku tau saat ini kamu terus menangis, karena kau paling gampang nangis. Dan sempat buat aku khawtir jika aku meninggal siapa yang bakal nenangin kamu, kalau Momo mah paling buat kamu makin kesal heheh, canda Mo. Tapi aku udah nggak kawatir sekarng karena ada Devan disisi kamu, aku yakin dia paling tahu cara nenangin kamu. Hehehe Van lo pasti ngerti kan?"
Riana melirik Devan yang sedang menahan senyumnya.
"Apa sih?"
"Rahasia pria yank. Nanti aku kasi tahu" Bisiknya.
"Buat Momo sahabatku paling bego menurutku. Stop balikan sama si Miko cowok bresek itu! 'Aneh gua emosi kalau nyebut namanya', satu lagi aku mohon sebagai seahabat loh nomor dua dunia ini berheti ngehaluin BTS terutama cowok beranama Kim Taehyung cowok terganteng didunia menurut lo. Sampai gajah terbang pun kalian nggak bakalan bersma Mo, lo bakal jadi perawan tua kalau seperti itu . Tapi, aku yakin suatu saat nanti kamu akan bahagia dan mendapatkan belahan jiwamu secara tidak terduga.
" Emang dia cowok paling gannteng Hen, sumpah dah" Ucap Momo seakan berbicara pada Hendry.
__ADS_1
......................