Promise

Promise
Promise Eps 21


__ADS_3

""wahh Jim, kau mengeluarkan banyak uang untuk benda itu. jika bukan kau pemenangnya aku akan menyuruh Taehyung membelinya dari si pemenang" Ucap Miranda.


wanita ini masih saja begitu sombong setelah kontraknya hampir dibatalkan oleh Jimin.


"ahh iya, terimakasih banyak karena kau tidak jadi memutuskan kontrak denganku" tambahnya memegang tangan Jimin.


"itu karena bosmu adalah Hoseok, jika bukan karena diatasanmu aku tetap membatalkannya meksipun kau tunangan Taehyung " ucap Jimin.


"ahahaha.. baik baik, ternyata kau begitu menyukai istri kecilmu itu" Balas Miranda.


setelah acara lelang selesai mereka langsung pergi ke cafe untuk minum-minum. hanya Taehyung, Jungkook dan Jimin serta Miranda yang selalu mengikuti Taehyung kemanapun dia berada.


"kau terlihat berjuang begitu keras untuk mendapatkan Golden Kristal dan Mutiara itu, apa untuk Hyerin?" tanya Jungkook.


"tidak, aku hanya mewujudkan keinginan Anna. dia benar-benar menyukai benda itu"


"dia sudah tiada jadi kenapa kau masih melakukannya?" ucap Taehyung.


"meksipun begitu tidak akan pernah ada perempuan lain yang bisa menggantikan Anna ku" balas Jimin.


"ahahaha... ku rasa Astrid lebih baik daripada Hyerin, dia bahkan sebanding dengan Anna. kenapa bukan Astrid, yang menjadi istrimu?" ucap Miranda.


"Miranda! kau tak pantas berkata begitu" tegur Taehyung.


"upss maaf"


Jimin sebenarnya tidak suka jika Anna dibanding-bandingkan ataupun disamakan dengan wanita lain. baginya hanya Anna yang paling sempurna dalam hidupnya. ia sendiri tak tau kenapa dia melakukan kekerasan rumah tangga pada Hyerin. padahal wanita ini berusaha menjadi yang terbaik.


semua yang Hyerin lakukan selalu salah, Jimin sendiri sangat suka melakukan kekerasan untuk melampiaskan amarahnya. terkadang rasa bencinya terhadap Hyerin selalu muncul secara tiba-tiba. apalagi Jimin selaku beranggapan bahwa Anna meninggal karena dia.


jika saja Hyerin tidak buta maka Anna juga tak perlu kerumah sakit malam itu dan akhirnya meninggal.


"aku lelah, aku akan pulang lebih awal" Jimin menaruh gelas yang ia pegang dan berdiri untuk pergi.


"ini baru jam 1 malam, kenapa begitu cepat meninggalkan kami" ucap Jungkook.


"sudah ku bilang aku lelah, masih ada waktu untuk besok" balasnya kemudian pergi begitu saja.


semua orang terlihat mengerutkan dahinya, ini benar-benar bukan seperti Jimin yang mereka kenal sebelumnya.


"ahh park Jimin ini, dia seharusnya lebih membuka matanya bahwa Hyerin tak cocok dengannya " Ucap Miranda mengeluh.


"Miranda, Jimin bukan tipe orng yang selalu mencampuri pekerjaan dengan pribadinya dia. tapi kemarin saat dia berniat membatalkan kerja samanya denganmu, aku rasa ada janji khusus yang telah ia buat sampai dia berani menggabung urusan pribadinya dengan pekerjaan " ucap Taehyung.


"kau benar, Jimin bukan tipe orang yang suka menggabungkan antara urusan pribadi dan pekerjaannya. aku sempat kaget saat dia memutuskan kontrak dengan Hoseok karena perlakuan Miranda pada Hyerin" timpa Jungkook.


***

__ADS_1


Mansion Park,


Sepanjang perjalanan Jimin terdiam menatap keluar jendela. dipertengahan jalan mereka mendapati hujan yang cukup lebat. sopir Jimin mengemudi dengan sangat hati-hati dan sangat pelan agar ban mobil tidak tergelincir.


"apakah masih jauh? aku mengantuk" ucap Jimin.


"masih sekitar 30 menit lagi Tuan" ucap Sopirnya.


"telfon Jems, katakan padanya bahwa aku menyuruhnya agar Hyerin berada dikamarku saat aku sampai nanti. jika dia sudah tidur bangunkan dia" suruh Jimin pada pengawalnya yang tadi menemaninya.


"baik Tuan"


pengawal itu langsung menelfon Jems dan mengatakan sesuai perintah Jimin.


"baik aku akan menyuruh nyonya kekamar Tuan muda" jawab Jems sebelum telfon mati.


kebetulan malam itu Hyerin belum tidur, ia mondar mandir diruang depan menunggu kepulangan Jimin. padahal itu sudah sangat malam dan hujan lebat. untungnya ada bibi Jinna dan Jems yang menemaninya dirumah.


"nyonya, aku baru saja mendapatkan telfon dari pengawal yang ikut bersama Tuan muda ke acara lelang, mereka sedang dalam perjalanan pulang. sekitar 30 menit lagi mereka akan sampai, ada pesan untuk anda bahwa saat Tuan muda pulang nanti anda sudah harus berada di kamarnya" jelas Jems pada Hyerin.


"ah begitu yaa? 30 menit? baiklah, aku akan segera kekamarnya sekarang. aku akan menunggunya disana sana, terimakasih banyak Jems"


Hyerin langsung buru-buru kekamar Jimin dan merapihkan kamar itu. ia menunggu dengan sangat khawatir. Hyerin menatap keluar jendela dan melihat pintu gerbang.


"Jimin cepatlah pulang.. diluar sangat berbahaya" gumam Hyerin.


sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit, Hyerin terus menunggu dan melihat dari jendela. sudah setengah jam berlalu tapi Jimin belum sampai. 10 menit kemudian mobil Jimin memasuki gerbang dan membuat Hyerin tersenyum lega.


"akhirnya dia sampai.."


Hyerin telah menyiapkan air hangat untuk Jimin mandi, pakaian dan handuk serta air teh hangat. ia tidak keluar dan menunggu Jimin dikamar. tak berapa lama pintu terbuka dan Jimin pun masuk dengan aja ditangannya.


"Jimin, akhirnya kau pulang.. berikan Jasmi aku akan mencucinya besok. aku sudah menyiapkan handuk dan air hangat untuk mandi. sebaiknya aku mandi dulu yaa.. aku akan menyiapkan makanan untukmu, diatas meja itu ada teh hangat. kau bisa meminumnya setelah mandi" ucap Hyerin semangat.


"Hyerin"


"iyaa?"


"aku ingin kau melayaniku" ucap Jimin serak basah. sepertinya dia mabuk.


"Jimin, apa kau mabuk?"


"tidak, aku masih sadar"


Hyerin sedikit bingung, jas yang ia pegang bau dengan alkohol. tubuh Jimin juga sedikit bau alkohol. dilihat dari matanya itu hanya merah biasa karena Jimin terlihat mengantuk.


"kau mandi dulu yaa, setelah itu kau bisa melakukannya"

__ADS_1


"aku akan mandi, tapi jika kau tidak menepati kata-kata mu maka aku akan memaksamu" ucap Jimin menyentuh lembut pipi Hyerin.


"baiklah.."


Jimin mengambil handuk yang telah Hyerin sediakan kemudian masuk kekamar mandi.


"hanya dari segi suara saja dia seperti mabuk, tapi dari sikap dan cara berjalannya itu masih normal. Jimin tidak mabuk, tapi kenapa tiba-tiba dia ingin melakukannya?" gumam Hyerin.


ia cukup senang, ini pertama kalinya Jimin pulang tanpa memukulnya. Hyerin terus bersikap baik meksipun tidak mendapatkan timbal balik yang baik.


"baiklah mari siapkan makanan untuk ayahmu"


dengan semangat Hyerin menuju dapur dan mengambilkan beberapa lauk dan juga sayur untuk sang suami. Bibi Jinna dan Jems terlihat tenang saat Hyerin terlihat begitu senang setelah kepulangan Jimin.


mereka adalah saksi dimana melihat kepanikan Hyerin saat Jimin belum pulang dan diluar sedang hujan lebat.


setelah siap dengan makanannya Hyerin langsung kekamar Jimin lagi dengan membawa makanan itu. sesampainya dikamar, Hyerin sudah melihat Jimin yang baru saja keluar dari kamar mandi. dengan rambut yang basah dan dada yang terpampang jelas.


"eoh? kau sudah selesai?" Hyerin meletakkan piring diatas meja.


"ini minumlah sedikit agar tubuhmu hangat" Hyerin menyodorkan gelas berisi teh hangat dan langsung diminum oleh Jimin dalam satu kali tegukan.


"aku ingin yang lebih hangat lagi" ucapnya mendekat kearah Hyerin.


"a-aku tau, sebaiknya kau makan dulu yaa. kau pasti lapar.."


"tidak, aku tidak lapar.. aku tidak ingin makan itu.." ucap Jimin.


Hyerin tau maksudnya tapi ia berusaha membuat Jimin agar mau makan terlebih dahulu.


"lalu kau ingin makan apa? akan ku ganti makanannya" ucap Hyerin gugup.


"bibirmu terlihat seperti puding persik yang menggoda. itu terlihat enak Hyerin, aku ingin memakannya sambil mengunjungi anakku" ucap Jimin semakin mendekat kearah Hyerin.


"a-ahhh begitu yaa.. b-baik baik, t-tunggu sebentar.. aku mohon jangan membuatku gugup"


"tenanglah Hyerin, ini bukan pertama kalinya aku melakukan itu padamu" ucap Jimin mendorong Hyerin hingga terjatuh diatas tempat tidur.


ia menindih Hyerin dan mengecup perutnya.


"sayang... ayah akan mengunjungimu, jangan kaget karena ini bukan pertama kalinya.. okey"


Hyerin tak tau harus gugup atau senang, Hyerin tersenyum saat melihat Jimin melakukan hal itu. Jimin melirik keras melihat ekspresi Hyerin yang ntah tegang atau senang. Hyerin tersenyum lumayan kaku pada Jimin karena itu membuatnya sedikit geli.


"aku akan memulainya"


"Umm..."

__ADS_1


__ADS_2