Promise

Promise
106


__ADS_3

Meski tidak sesuai rencana awal meraka ingin berlibur ke Yunani, tapi mereka tetap antusias meski liburan kali ini hanya di kebun binatang pusat kota.


"Papi, mami mana?" Tanya Zoya yang sudah tidak sabaran ingin jalan-jalan. "Oya mau lihat monkey papi." Rajuk Zoya.


"Iya sayang, nanti kita liat monkey kok." Devan berusaha menenangkan putrinya.


"Oya anak pinter, tunggu papi disini ya! Papi mau lihat mami diatas dulu"


Zoya mengangguk mengiyakan


Devan langsung berlari menuju lantai atas menuju kamarnya. Sekali dorong dia masuk mencari kebrradaan Riana.


"Sayang... "


"Riana... " Serunya masih tidak ada sahutan. "Syang kamu dimana?" Teriak Devan


"Hemm.. "Suara kecil menggema dari dalam kamar mandi


" Sayang kamu didalam?" Seru Devan dari luar


Tidak ada jawaban, Devan menerobos ke dalam kamar mandi. Betapa terkejutnya melihat Riana begitu lemas dengan wajah pucat.


"Sayang, kamu kenapa?"


Riana menggeleng, seluruh tubuhnya terasa lemas.


Sekali hentakan dia mengangkat Riana lalu membawanya ke atas ranjang, Devanmeraih ponselnya emnghubungi seseorang di sebarang sana.


***


"Ada apa dengan istriku, apa dia baik-baik saja? " Wajah Devan begitu khawatir.


"Selamat pak Devan, istri anda sedang mengandung. Untuk lebih jelasnya anda bisa bertemu dengan ahli kandungan, saya akan mendaftarakan jadwal pemeriksaan anda!" Jelas dokter gunawan yang menangani Riana.


Devan emngalihkan pandangannya pada Riana. "Sayang, kamu hamil" Bisik Devan


"Hemm... Maafkan aku papi, aku sebenarnya ingin memberimu kejutan tapi.."

__ADS_1


"Tidak, tidak apa sayang! Aku sudah sangat terkejut sekarang, kau berhasil sayang" Seru Devan sambil mengelus perut Riana yang masih rata.


"Apa ada yang kau inginkan sayang? Aku akan membuatkan mu apapun itu. "


Riana menggeleng. "Aku hanya ingin kau pergi dari sini"


"Aa... Apa? Kenapa? Aku ingin bersama mu sayang" Protes Devan


"Itu yang aku inginkan"


"Tap..."


"Keluar Devan!"


"Sayang..." Wajah Devan begitu memelas.


"Nggak! Keluar sekarang!"


Devan dengan berat hati keluar dari kamar itu, padahal dia ingij seharian bersama Riana.


"Nggak sayang, sebetar lagi Zoya punya adik"


"Adik?"


"Iya sayang, nanti Zoya ada yang temenin."


Berharap Zoya senang, namun gadis itu menunduk menampakkan wajahnya yang sedih.


"Kenapa sayang?"


"Kalau Oya punya adik, ental mami ama papi udah nggak sayang ama Oya lagi" Lirih Zoya


"Siapa yang bilang begitu sayang? Mami sama papi tetap sayang sama Zoya sampai kapan pun. Zoya juga harus sayang sama adik, lindungin adik apapun yang terjadi karena kalian saudara."


Zoya mengangkat wajahnya lalu tersenyum. "Iya papi, Oya sayang adik"


"Gadis pintar." Devan mengecup kedua pipi putrinya begitu lembut

__ADS_1


***


Waktu terus berjalan tidak terasa kandungan Riana memasuki sembilan bulan, selama itu juga Devan hanya bisa melihat istri dan anaknya saat malam hari.


"Zoya, dimana papi?" Tanya Riana saat baru turun dari kamarnya.


"Ngak tau mi" Ucap Zoya, gadis kecil itu kembali ke pesta teh yang dia buat dengan para bonekanya.


Riana memilih duduk, entah sudah semalam punggungnya begitu sakit.


"Mami, napa?" Zoya begitu lembut memegang tangan Riana


"Nggak papa sayang, mami hanya lelah."


Zoya mengelus lembut perut Riana, lalu menciumnya. "Adek, epat kelual ya! Kita maen baleng" Ucapnya


Sampai malam tiba rasa sakit yang Riana alami semakin sakit, dia berusaha keluar kamar terus memegangi perutnya.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Devan saat ingin mengunjungi Riana dikamar.


"Nggak tau, belakangku begitu ngiluh"


"Mungkin kamu mau melahirkan sayang?"


"Targetnya masih ada sepuluh hari lagi, tapi awh..." Sakit itu merambah kebagian pinggul Riana.


"Ayo kita kerumah sakit sekarang!" Devan menuntun Riana menuju mobil lalu mendudukkannya di bagian kursi belakang.


Devan terlihat cemas melihat Riana menahas sakitnya melalui kaca spion, ini pertama kalinya dia melihat Riana kesakitan seperti ini


"Sayang, kau baik-baik saja?"


"Jangan hiraukan aku, lihat saja kedepan."


"Ah.. Baik sayang, maafkan aku!" Devan kembali fokus kearah jalanan.


***

__ADS_1


__ADS_2