Promise

Promise
Promise Eps 29


__ADS_3

sementara suster membersihkan bayinya, dokter telah selesai membantu Hyerin dan memindahkannya diruang VVIP yang telah diminta Jimin. ayah dan ibu Jimin sudah ada disana serta orang tua Anna juga.


"selamat untukmu Minhee akhirnya kau menjadi nenek" ucap Ibu Anna.


"terimakasih banyak, dia juga cucu kalian berdua anggap saja Jimin dan Hyerin adalah anak kalian dan bayi mereka cucu kalian" ucap Minhee.


"terimakasih Minhee meskipun bukan putri kami tapi kau siap berbagi Jimin dan Hyerin dengan kami" ibu Anna merasa terharu, meskipun begitu ibu Jimin sangat banyak berhutang pada keluarga Anna. berkat Anna Jimin bukanlah seperti yang dirumorkan.


Jimin pernah mendapatkan rumor bahwa dia tidak memiliki daya ketertarikan pada wanita. tapi hadirnya Anna merubah segalanya dan membuat banyak wanita jatuh cinta pada Jimin karena semua dalam dirinya seketika berubah menjadi lebih gentleman.


setelah beberapa menit dokter masuk dengan menggendong bayi mungil ditangannya.


"selamat yaa Tuan dan Nyonya, bayi kalian laki-laki sehat dan lengkap sangat tampan seperti ayahnya" ucap dokter memuji.


"syukurlah.. ternyata bayi laki-laki, lucu sekali..."


"dokter langsung memberikan bayi mungil itu pada sang ibu.


"nyonya, bayi anda sangat sehat dengan berat badan yang normal selamat atas kelahirannya"


"terimakasih banyak dokter"


"sama-sama, kalau begitu saya permisi"


"tampan sekali, dia benar-benar mirip Jimin sungguh dia sangat manis" ucap Ibu Anna.


"tampan sekali.."

__ADS_1


Jimin tak bereaksi apapun dan terus menatap bayi kecil yang ada dalam pelukan Hyerin. bayi mungil yang mungkin bisa ia gendong dengan telapak tangannya .


"Jimin'aa.. apa kau tidak aku menggendong putramu? soal nama kami akan memikirkannya" ucap Ayah Jimin.


"terimakasih semuanya maaf merepotkan kalian untuk mencari nama baik untuk anak kami" ucap Jimin.


"dia cucu kami, wajar jika direpotkan karena kami adalah nenek dan kakeknya" ucap Ibu Anna.


Jimin merespon dengan senyuman manis dibibirnya, dalam hati Hyerin yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya agar dia terus bertahan hidup sampai melihat aegi tumbuh dewasa.


janjinya pada Jimin sudah terucap dan baginya sangat tidak mungkin untuk ingkar janji. melihat wajah bayi yang lucu dalam dekapannya Hyerin tersenyum tipis dan mengelus tangannya.


*anak ibu..* batin Hyerin.


"kalian butuh istirahat, kami akan pulang dan menjemput kalian besok untuk kembali kerumah. Jimin'aa jaga istri dan anakmu dengan baik, kami mengandalkanmu" ucap ayah Jimin.


setelah beberapa menit mengobrol lebih akan mereka semua pulang dan membiarkan Hyerin beristirahat. Jimin tetap disana untuk menjaga keduanya.


"Jimin... apakah tidak mau menggendongnya?" tawar Hyerin.


Jimin tak merespon, ia duduk disofa dan membuka ponselnya. tak merespon ucapan Hyerin sama sekali.


*Jimin yang tadi sangat hangat dan lembut tapi sekarang ia berubah seperti ini lagi..* batin Hyerin.


"sayang.. anakku sayang.. ini ibu, semangat datang jagoan kecil" gumam Hyerin tersenyum cerah. ia sangat bahagia atas kehadiran putra kecilnya.


*kau mirip sekali dengan ayahmu.. semua yang ada dalam dirimu, ibu rasa itu milik ayahmu juga* batin Hyerin.

__ADS_1


*Anna lihatlah, dia putraku.. sangat manis dan mirip Jimin kan.. jika kau ada harusnya kau yang ada diposisi ini* tambahnya.


*terimakasih Anna terimakasih banyak, hidupku berubah dalam satu detik berkat dirimu. 60% bahagiaku dan 40%nya mungkin penderitaan yang harus aku jalani dengan hati yang ikhlas* batin Hyerin mengelus jemari mungil anaknya.


ia menatap Jimin yang sama sekali tidak peduli padanya, setelah menelfon Jeremy untuk mengambil beberapa pakaian ganti ia tetap tak menatap Hyerin sama sekali.


"Jimin.. aku lapar" ucap Hyerin lirih.


"Jeremy akan datang membawa makanan" Ucap Jimin tanpa menoleh kearah Hyerin.


"baiklah.. aku tunggu"


-----------------


"APAAA???"


"ada apa Astrid? harusnya kau senang bahwa Hyerin telah melahirkan, bayinya laki-laki sangat mirip dengan Jimin. aku bahagia sekali" terlihat jelas bahwa ibu Anna sangat bahagia saat menceritakan tentang lahirnya bayi Hyerin dan Jimin.


"ibu! dia bukan putrimu dan bukan siapa-siapa dikeluarga kita! kenapa kau begitu mengistimewakan dia?!!" Astrid kesal karena ibunya terlihat bahagia atas kelahiran Hyerin.


"memangnya kenapa? kau tak ingin menikah itu artinya akan sangat lama ibu punya cucu, apa salahnya jika ibu menganggap mereka anak ibu dan anaknya cucu ibu? toh juga Minhee tidak keberatan. dia setuju jika aku menjadi neneknya juga" ketus ibu Anna dan berlalu begitu saja.


Astrid mengepal dengan kuat, ada dendam yang tersulut api kecemburuan. setelah Hyerin melahirkan akan sangat sulit memisahkan Jimin darinya karena semua orang tak akan menginginkan hal itu terjadi.


"sialan!! tunggu saja Hyerin!! lihat bagaimana aku akan membereskanmu!!" gumam Astrid emosi.


"akan ku pastikan kau dan bayimu itu diterlantarkan oleh Jimin!! aku akan memberitahu Jimin tentang mata Anna yang diberikan padamu!! sedikit bubuk cabe pada cerita itu maka akan membuat Jimin merasa panas saat mendengarnya!!!"

__ADS_1


"dan pada saat itu, setelah Jimin menghempasmu dari hidupnya aku akan menjadi sosok penenang untuknya" gumam Astrid mulai menyusun ribuan rencana jahat dalam otaknya.


__ADS_2