Promise

Promise
97


__ADS_3

"Kenapa begitu lama sih? Sebentar lagi Arrian akan akad nikah." Ucap Devan dengan nada sedikit kesal kemudian masuk kedalam mobilnya didikuti Riana. "Aku pikir kau pingsan diatas tadi."


"Aku lagi dandan sayang, kamu juga malu kalau aku kesana tidak cantik kan." Ucap Riana berusaha membela diri.


"Bilang saja kau ingin cantik didepan orang banyak, kenapa menjualku." Lirinya begitu pelan.


Riana memutar kepalanya menatap Devan sedang cemberut. "Kenapa? Kamu bilang apa sih, aku nggak denger."


"Tidak. Apa selama ini kau berdandan seperti ini selama aku tidak ada?" Selidik Devan sedikit emosi.


Riana memutar otaknya, mencerna ucapan dan sikap suaminya yang sedikit cerewet. Diam-diam Riana tersenyum jail kearah Devan


"Kenapa? Kenapa menahan senyum-mu seperti itu?" Ucap Devan


"Kau cemburu?" Riana mulai mendekati Devan.


"Nggak tuh, geer banget sih."


"Aku akan seperti ini, dandan cantik setiap hari agar kau tidak meninggalkan ku."


"Jangan, aku lebih suka kau tidak pake make up. Lagi pula aku tidak akan meninggalkanmu kok. Kalau ingin dandan begini hanya didepanku jangan di depan orang lain. " Tegas Devan


"Iya... Iya... Jangan manyun gitu Devan, jelek tau." Titah Riana memberikan satu kecupan. Zoya yang sejak tadi hanya diam memperhatikan kedua orang tunya berdebat ikut mengecup pipi Devan dan Riana.


"Zoya papi cemburu. " Bisik Riana yang haya mendapat tatapan tajam dari Devan. "Tu lihat papi jelek kalau lagi ngambek. "


Zoya mendongak melihat wajah Devan lalu tersenyum.


...***...

__ADS_1


Mobil hitam yang Devan tumpangi berhenti tepat didepan hotel, tampat di gelarnya pernikahan Arrian. Riana dibuat kaget begitu banyak tamu yang hadir ditambah beberapa wartawan ikut mengabadikan momen pernikahan yang diadakan secara mendadak.


"Bagaimana bisa kak Ar menyiapkan pernikahannya sesingkat ini?" Lirih Riana.


Saat masuk ke ballroom hotel Arrian sudah duduk di meja ijab kabul, dia masih menunggu calon istrinya ikut duduk disana.


"Yank, aku penasaran gadis mana yang mau menikahi pria membosankan seperti Ar."


"Aww..." Pekiknya tiba-tiba, Devan menunduk melihat Zoya menatapnya garang. "Kenapa mencubitku sayang?"


"Itu karena kau bicara buruk pada papanya."


"Papa? Arrian maksudmu?"


"Iya lah."


"Sepertinya aku punya saingan, ini tidak boleh di biarkan." Gumamnya.


Gadis dengan balutan kebaya grey berjalan menunduk memasuki aula pernikahan. Riana berpikir keras saat melihat kebaya yang calon mempelai wanita itu kenakan, seingatnya beberapa bulan yang lalu dia sengaja merancang kebaya itu khusus untuk sahabatnya Monica Rahardian.


"Momo" Lirihnya saat melihat pengantin wanita mengangkat wajahnya.


Devan juga ikut kaget jika gadis yang Arrian nikahi adalah teman Riana.


"Sayang bukannya dia Momo?


"Kau benar." Angguknya.


"Wah, aku baru tau jika Arrian pemain tenang juga ya. " Gumam Devan.

__ADS_1


...***...


"Hay Riana." Sapa seorang yang sudah tidak asing lagi ditelinga Riana.


Gadis itu tersenyum menatap wajah pria yang selama ini selalu ada untuknya, menghiburnya dikala dia benar-benar dititik kelam.


"Zacky" Ucapnya.


"Hay. Bagaimana kabarmu?" Ucapnya sedikit canggung


"Baik. Bagaiman dengan mu? Kak Ar bilang kau sedang sibuk dengan proyek barumu." Riana berusaha melawan kecanggungannya.


"Hem..." Angguknya "Dimana suami mu? Aku belum sempat menyapanya."


Riana memutar badan disaat itu juga Devan menatapnya begitu sangar. Belum sempat Riana memanggilnya, Devan terlenih dahulu melangkah kearahnya.


"Devan." Ucapnya saat sampai di sisi Riana.


"Zacky. Senang bertemu denganmu tuan Devan." Ucapnya Ramah.


"Sayang, dimana Zoya?" Riana memutar kekiri dan kekanan kepalanya mencari keberadaan anaknya.


"Dia bersama mama dan papa, aku tadi menghubunginya agar dia kesni." Tutur Devan merangkul Riana begitu posesiv. Pria itu seakan menegaskan jika wanita ini adalah miliknya.


Zacky hanya tersenyum melihat tingkah Devan begitu kekanak-kanakan. "Riana, tuan Devan!!! Aku permisi dulu. Semoga kebahagian selalu menyertai kalian." Ucapnya.


"Terima kasih Zacky." Ucap Riana.


"Sampaikan salamku pada Zoya."

__ADS_1


Zacky melangkah dengan serpihan dihati, dia begitu mencintai Riana tapi takdir berkata lain gadis itu bukan untuknya.


......................


__ADS_2