Promise

Promise
Promise Eps 33


__ADS_3

"eoh? Tuan Jeon?"


orang itu adalah Jungkook, ia datang kerumah sakit untuk menjenguk rekan kerjanya tak disangka ia akan bertemu dengan Jems disana. matanya tertuju pada bayi yang berada di gendongan Jems.


"bayi ini, anakmu? kapan kau menikah?" ucap Jungkook.


"Tuan Jeon, ini bukan putraku. ini Tuan muda kecil Park" ucap Jems.


Jungkook membolakan mata mendengar ucapan Jems seakan ia tak percaya. terakhir kali ia bertemu Hyerin saat di Milan perutnya masih rata dan Jimin tak mengatakan bahwa istrinya hamil.


"apa? Tuan kecil Park? mungkinkah dia?"


"putra Tuan muda dengan Nyonya Hyerin " sambung Jems.


Jungkook seakan menganga mendengarnya, yang ia tau Jimin begitu membenci Hyerin dan dalam benaknya tak mungkin ia akan menyentuh Hyerin. sudah sangat lama tak bertemu sekali bertemu justru Jungkook bertemu dengan putra kecil mereka.


"berapa usia bayi ini? dia sangat kecil"


"baru satu Minggu Tuan"


"hah? ohh astaga, Jimin pria jahat ini dia tak mengatakan apapun ada kami bahwa ia sudah memiliki anak.. ohh ****, mirip sekali dengan Jimin.. owhh hallo bayi ini paman Jeon" ucap Jungkook mendekat dan menatap dari dekat.


bibi Kim hanya duduk terdiam tak menghiraukan kehadiran Jungkook. ia benar-benar memikirkan Hyerin yang ada didalam ruangan, saat mereka membawa Hyerin kerumah sakit. banyak sekali luka dan lebam ditubuhnya. seharusnya banyak perban ditubuhnya saat ini.


"dan kenapa kau membawanya disini? apa dia sakit? dimana Jimin dan Hyerin?" tanya Jungkook.


"Itu.. bukan Tuan kecil yang sakit tapi Nyonya yang sakit" jawab Jems ragu.


"lalu Jimin? dia dimana?" Jungkook melihat sekeliling tapi yang ia dapati hanya bibi Kim yang duduk terdiam dengan wajah syok dan khawatir.

__ADS_1


"ada apa? apa Hyerin sakit karena Jimin?" Jungkook langsung paham dan mengerti dengan keadaan yang terjadi didepan matanya.


"kasus ini hampir mirip dengan kejadian yang dialami nona Anna, anda pasti mengerti tanpa aku jelaskan. hanya saja ini sedikit berbeda" ucap Jems.


"huufftt.. aku mengerti sekarang"


Jungkook menatap bayi dalam gendongan Jems, ia benar-benar mirip seperti Jimin saat kecil.


"sikap Jimin, jika terus seperti ini sampai anak ini dewasa.. bukankah berbahaya?" ucap Jungkook meraih tangan mungilnya.


"bayi ini apakah hasil dari ketidak sengajaanya saat dia sedang mabuk?" tanya Jungkook dan Jems mengangguk pelan.


Jungkook sangat mengerti karena sejak dulu Jimin memiliki sikap yang susah ditebak. ia adalah orang baik, tapi jika seseorang merebut sesuatu yang menjadi miliknya maka ia akan berubah sikap secepat membalikkan buku.


sikap ini bukan pertama kalinya diketahui oleh Jungkook. pria ini juga salah satu saksi dimana Jimin pernah menghajar Anna habis-habisan hingga harus diterbangkan ke Amerika untuk melakukan operasi.


melihat keadaan didepan matanya saat ini, ia hanya berharap semoga Hyerin tidak mengalami hal yang sama seperti Anna yang benar-benar terluka parah saat itu. mau bagaimanapun Jungkook juga mencintai Hyerin hingga saat ini.


"tentu, tapi dokter sedang memberinya obat tidur jadi tolong Tuan Jeon jangan mengganggunya" ucap Jems.


"hanya ingin melihat sebentar, aku tak akan mengganggunya" ucap Jungkook dan Jems hanya mengangguk.


perlahan ia membuka pintu dan masuk, melangkah maju mendekati Hyerin dengan selang yang tertempel ditubuhnya. wajah cantiknya tak lagi terlihat cantik, sedikit bengkak dan membiru. goresan di dagu yang baru saja dijahit terlihat jelas dengan perban disana.


tangan yang penuh luka dan bekas cakaran kuku terlihat memerah. leher putih yang jenjang terdapat bekas kuku yang tertancap disana juga terlihat.


"Hyerin.. ini aku, apa kau baik-baik saja?.. " gumam Jungkook.


ia memberanikan diri untuk meraih tangan kanan Hyerin dan menggenggamnya. tangannya dingin dan penuh luka goresan yang dalam.

__ADS_1


"datanglah padaku setelah kau sehat, aku bisa menolongmu dan membebaskan mu dari iblis itu Hyerin.. kau akan bernasib sama seperti Anna jika terus bersama dengannya" ucap Jungkook.


"aku janji akan merawatmu dan putramu jika kau datang padaku. aku akan membantumu Hyerin, aku tak akan membiarkanmu terluka jika kau bersama denganku" tambahnya sambil menggenggam tangan Hyerin.


"Hyerin, aku tau kau begitu mencintai Jimin tapi kau harus tau satu hal, orang yang paling kau cintai itu adalah orang yang akan menghancurkan mu secara mental dan fisik. meleburkan seluruh tubuhmu dan akan membunuhmu lalu menguburmu bersama rasa cintamu"


*Jimin, daripada kau menyakiti Hyerin setiap hari bisakah agar aku saja yang menjaganya..?* batin Jungkook.


Hyerin menutup rapat matanya, selang oksigen yang ada di hidungnya membuat Jungkook merasa bersalah karena membiarkan pernikahan Hyerin dan Jimin terjadi. sebenarnya Jungkook telah mengetahui semua alasan Hyerin menerima pernikahannya bersama Jimin.


hal ini bukan lagi rahasia karena Jimin juga telah mengetahuinya.


"seumur hidupku tawaranku tak akan berubah Hyerin, mungkin terdengar jahat saat aku berkata akan menertawakan mu ketika Jimin membuangmu. tapi cara itu agar kau sadar bahwa Jimin tidak akan pernah mencintaimu"


"aku disini, orang yang mencintaimu. aku menunggumu sampai kau sendiri yang datang padaku" ucap Jungkook.


Jungkook tidak tau bahwa Jimin berdiri dibelakangnya dan mendengar semua ucapannya. Jimin hanya tersenyum miring dengan niat licik yang ada dihatinya. tanpa Jungkook tau Jimin kembali keluar ruangan.


"Tuan muda?"


"aku punya satu tugas untukmu, tapi ini akan dikerjakan setelah Hyerin sembuh. beritahu pada ibuku bahwa aku langsung memberi anak ini nama, tak perlu menunggu Minggu depan dan tak perlu membuat pesta" ucap Jimin seakan Jems tak mengerti kenapa tiba-tiba saja Jimin merubah rencana mereka.


"tapi mengapa demikian Tuan? persiapan untuk pesta sudah dipersiapkan oleh Nyonya besar"


"kondisi Hyerin tak memungkinkan, jika acara dilakukan Minggu depan ia masih belum pulih. ibu dan ayah akan tau semuanya. dan jika menuggu sampai dia pulih menurutmu akan memakan waktu berapa lama? anak ini tak akan punya nama nantinya. cari alasan yang tepat agar ibu setuju untuk tidak membuat pesta" Jelas Jimin tegas.


"baik Tuan, saya akan mengaturnya"


"Park Jian, berikan nama itu untuknya setuju atau tidak nama ini adalah nama untuknya" ucap Jimin.

__ADS_1


"baik Tuan muda" ucap Jems membungkuk.


__ADS_2