Promise

Promise
Promise Eps 11


__ADS_3

malam harinya pukul 06.13


Hyerin telah siap dengan semua masakan enak diatas meja. ia baru saja selesai menyajikan makanan diatas meja.


"sebaiknya aku mandi dulu, badanku bau anyir" gumam Hyerin, melepaskan celemek dan segera menuju kamar mandi.


saat akan menuju kamarnya ia berpapasan dengan Jimin yang baru saja turun dari lantai atas. ia mengerutkan dahinya saat melihat Hyerin masih dengan pakaian rumahnya.


"kau belum bersiap?!"


"maaf, aku baru menyelesaikan masakanku. aku akan segera mandi sebelum mereka datang" ucap Hyerin terburu-buru, ia meninggalkan Jimin dan segera membersihkan diri.


Jimin menoleh kearah meja makan, sangat banyak menu yang ia sajikan. tanpa Hyerin tau harus besar dari masakan yang ia buat adalah makanan kesukaan Jimin.


"apa dia bertanya pada ibu tentang makanan kesukaanku? kenapa diatas meja itu semuanya adalah makanan yang aku sukai?" gumam Jimin.


tak lama setelah itu, saat akan berjalan keruang santai suara bel rumah berbunyi.


"itu pasti mereka, lebih cepat dari dugaanku. Hyerin masih mandi pasti wanita lamban itu akan sangat lama"


Jimin berjalan kearah pintu dan segera membukanya. benar saja, itu adalah keluarga Anna. dan terdapat Astrid disana dengan senyuman manisnya.


"hai Jim" sapa Astrid mendahului Kareen".


"hai Astrid, selamat malam bibi, paman dan juga.. Kareen" sapa Jimin lembut.


"malam Jim, terimakasih telah menerima kami dengan baik" ucap ayah Anna.


"kalian juga keluargaku, silahkan masuk"


mereka semua masuk dan duduk diruang tamu. ibu Anna melihat sekeliling dan melihat makanan ya g begitu banyak diruang makan. suaminya, Tuan Choi melihat istrinya celingukan.


"apa yang kau cari?"


"Hyerin? dimana dia?" tanyanya pada Jimin.


"ahh itu, dia sedang mandi. dia baru saja selesai memasak, tidak disangka kalian datang lebih awal" ucap Jimin.


"owhh astaga itu tak masalah Jim, harusnya Hyerin tak perlu melakukan itu" ucap Ibu Anna dengan senyuman.


"ahh iya, ini untuk ada sedikit kado kecil dariku untuk kalian berdua" ucapnya menyodorkan totabag berukuran sedang.

__ADS_1


"harusnya tak perlu repot-repot, terimakasih bibi" ucap Jimin.


setelah hampir sejam, Hyerin keluar dengan pakaian sederhana. ia merasa ini makan malam biasa aksi tidak baik jika menggunakan pakaian terlalu meriah. ia tak tau bahwa keluarga Anna telah datang. orang yang pertama ia lihat adalah Astrid dan Kareen. keduanya memiliki tatapan yang sama terhadap Hyerin. tatapan penuh benci dan rasa tersakiti.


"eoh, Hyerin.. akhirnya kau selesai juga"


"ahh bibi, apa kalian sudah lama menunggu? maafkan aku telah membuat menunggu lama. aku benar-benar tidak tau kalau kalian sudah datang" ucap Hyerin langsung menghampiri mereka semua.


"Jimin, kau kenapa tidak memberitahuku?" ucap Hyerin hati-hati.


"maaf, tapi sekarang sudah tau kan" ucap Jimin.


"tak apa Hyerin, tak masalah.." ucap ayah Anna.


"aku merindukanmu, sungguh. ini pertama kalinya kita bertemu setelah kau menikah. kenapa kalian masih di Korea? apa tidak ingin berbulan madu?" ucap Ibu Anna.


"bulan depan aku akan mengambil cuti tambahan untuk pergi honeymoon" ucap Jimin senyum.


"itu bagus sekali, semoga cepat diberi momongan" ucap ayah Anna.


"terimakasih paman"


"dan ini dia, Astrid. dia ingin sekali bertemu denganmu" ucap Ibu Anna.


"ibu, kami sudah bertemu siang tadi di mall saat aku pergi shopping bersama miranda. aku melihat Hyerin saat dia sedang berbelanja disana" ucap Astrid.


"baguslah jika kalian sudah saling kenal, jadi tidak perlu canggung lagi. anggap Hyerin seperti adikmu dan Kareen juga sudah menganggap Hyerin seperti kakaknya" ucap ibu Anna senang.


ia tak tau bahwa semua yang ada dihadapannya hanya akting semata. Hyerin adalah gadis tak bersalah dalam hal ini, tapi seluruh dunia memusuhi nya hanya karena dia dianggap sebagai orang yang membuat Anna meninggal.


"ahh bibi, paman, aku sudah menyiapkan hidangan spesial untuk menyambut kalian. ayo kita makan malam bersama" ucap Hyerin.


"ahh baiklah, ayoo.."


ibu Anna sangat antusias dan menggandeng Hyerin menuju meja makan. sedangkan Kareen dan Astrid mereka berebut agar bisa berjalan disamping Jimin. pria ini hanya tersenyum dan mencoba tenang. Jimin sendiri sudah mengetahui bahwa dua wanita disampingnya itu menyukai dirinya.


keteguhan hati Jimin yang berkata akan mencintai satu wanita benar-benar ia lakukan meskipun Anna telah tiada.


malam malam berjalan lancar, tak ada sepatah katamu yang ingin Astrid bicarakan pada Hyerin. tapi Kareen


"kak Hyerin, tampaknya kau menjaga pemberian kak Anna dengan sangat baik" ucapnya tiba-tiba.

__ADS_1


Astrid menyenggol bahu Kareen setelahnya.


"iya kan benar, dia menjaga pemberian kak Anna dengan baik. buktinya kak Jimin terlihat sangat bahagia. ia benar-benar menjadi nyonya Park sekarang" ucap Kareen.


Hyerin hanya menanggapi dengan senyuman kakunya. ucapan Kareen hampir membuat jantungnya berhenti berdetak. Jimin menatap kareen dan kemudian melirik Hyerin.


"Jimin terlihat bahagia berkat Hyerin, mereka sangat cocok semoga anak kalian nanti menjadi anak yang beruntung" ucap ayah Anna.


"terimakasih paman" ucap Jimin senyum.


"bagaimana kabar ibumu Jim?" tanya ibu Anna.


"ibu, dia baik-baik saja. kami belum berkunjung setelah menikah. mungkin saat nanti akan berbulan madu baru akan memberitahunya dan berkunjung kesana" jawabnya.


"baguslah jika begitu, titipkan salam kami untuknya"


"baiklah, itu pasti" ucap Jimin.


malam itu membuat Hyerin membeku, mulut Kareen mengucapkan banyak hal yang hampir membongkar rahasia yang dia simpan. untungnya ibu Anna mengerti dan selalu memotong pembicaraan Kareen. Hyerin juga bisa melihat bahwa Astrid menatapnya dengan tatapan tajam.


"aku pergi kedapur mengambil minuman dan sedikit cemilan" ucap Hyerin.


"aku ketoilet sebentar" Astrid menyusul dan segera kedapur menuju toilet.


didapur, Astrid menghampiri Hyerin yang sedang menyiapkan beberapa cemilan dan minuman.


"hei *******" ucap Astrid mendorong Hyerin.


"kau.."


"ingat satu hal kau tidak pantas berada disamping Jimin!! kau benar-benar tidak cocok dengannya!" ucap Astrid menekan setiap katanya.


"biarpun seluruh dunia berkata begitu, aku tetaplah istrinya" ucap Hyerin mencoba cuek.


"biarpun seluruh dunia berkata kau istrinya, kau juga tetap menjadi wanita yang dia benci!"


Hyerin terhenti dengan aktivitas nya dan menatap Astrid.


"kau harus sadar bahwa Jimin membencimu, dia tidak mencintaimu dan dia terpaksa menikah denganmu. semua yang dia lakukan hanyalah sebuah keterpaksaan dari dirinya!" ucap Astrid.


"aku tau, lalu kenapa? meskipun tidak menikah denganku, dia juga tidak akan menikah denganmu" ucap Hyerin melawan.

__ADS_1


Astrid melotot merasa kesal dengan ucapan Hyerin. wanita itu langsung mengambil nampan berisi cemilan itu dan meninggalkan Astrid disana.


"awas saja kau Hyerin, akan ku pastikan Jimin mengusirmu dan menceraikanmu disaat bersamaan!! kau akan menjadi gelandangan nantinya!!, kau bisa sombong untuk beberapa saat, tapi kedepannya kau tidak akan bisa seperti itu lagi denganku!" ucap Astrid mengumpat.


__ADS_2