Promise

Promise
82


__ADS_3

Riana membuka matanya yang memerah, entah kenapa dia begitu sedih hingga air matanya keluar begitu saja. Riana berbalik mencari keberadaan suaminya namun tidak menemukan disisinya.


"Devan..." Teriaknya "Devan? Dia kemana sih?" Riana masih mencari keberadaan suaminya lagi-lagi tidak menemukannya.


"Ah.. Papa" Riana berjalan kearah Heri yang baru saja memasuki rumah utama. "Papa kenapa? Papa habis nangis? Mama dimana pa?"


Heri hanya bisa menjawab pertanyaan Riana melalui tatapan mata sendunya. "Papa?"


"Riana.."


"Mama? Mama kenapa?" Riana mulai panik segera menghampiri mertuanya.


Lily mengangkat wajahnya menatap Riana, dia sudah tidak bisa menahan lagi tangisnya membuat Riana semakin heran.


"Riana, Devan Riana" Ucap Lily dengan isak tangisnya.


"Mama, kenapa dengan Devan? Aku juga mencarinya sejak tadi, dia sudah pergi saat aku masih tidur."


Lily menggeleng pelan. "Tidak sayang, Devan tidak hanya meningglkanmu, dia meninggalakan kita semua Riana."


Degub jantung Riana semakin memompa, tapi dia berusaha menenangkan perasaan yang sejak tadi mengganggunya.


"Mama, sebenarnya apa yang terjadi? Memang Devan kemana?"

__ADS_1


Lily tidak sanggup lagi menjawab, Riana berbalik ke arah Heri mencati jawaban atas kegundahaannya .


"Papa, sebenarnya apa yang terjadi kenapa dengan Devan?" Riana mulai cemas melihat raut wajah Heri penuh kesedihan. "Devan nggak papakan Pa?"


"Riana, maafkan papa sayang"


"Kenapa papa minta maaf? Memang ada apa ini?"


Mika menuntun Riana duduk di sofa mencoba menenangkannya. "Riana, dengerin mbak! Apapun yang mbak katakan kamu harus menerimanya!"


Riana menatap lekat wajah Mika. "Devan telah tiada Riana"


Dunia Riana seakan berhenti berputar, rasanya nafas Riana tercekal untuk bebrapa saat. Jantungnya berpacu sangat cepat, matanya mengabur berair menatap Mika tidak percaya setelah mendengan cerita kakak sepupu suaminya.


"Nggak, nggak mungkin. Kak Mika boongkan sama Riana?" Melihat Mika menunduk Riana memutar kepalanya ke Heri, sama halnya Mika mertuanya juga menunduk.


"Nggak kalian bohongkan sama aku? Devan nggak mungkin ninggalin aku dan anaknya." Riana menggeleng menolak kenyataan yang baru saja dia dengar sendiri.


"Riana"


"Jika memang Devan meninggal karena kecelakan, dimana Devan pa? Meski dia sudah tidak bernyawa lagi, Riana ingin melihatnya!"


"Polisi hanya menemukan cincin ini di TKP." Ucap Heri seraya menyerahkan sebuah cincin.

__ADS_1


Riana menggeleng. "Nggak ini nggak mungkin pa, Devan nggak sejahat itu pada Riana." Riana berbalik menatap Lily yang sudha berurai air mata. "Mama bilang ke Riana kalau ini bohong! Devan lagi dikantor ma." Riana menyurut ke lantai dengam air mata yang terus keluar dari pelupuk matanya, memeluk cincin yang Heri berikan tadi.


"Riana..." Mika memeluk tubuh Riana begitu erat "Kamu yang sabar Riana."


Riana menangis sejadi-jadinya, menyangkal jika ini hanya ilusinya. Nyatanya tidak saat dia membuka mata hanya wajah Momo dan Angga yang ada di hadapanya


"Ri, makan dulu ya kata tante Lily kamu belum makan apa-apa . Kasian adek bayi pasti dia lapar juga." Rayu Momo.


"Mo, Devan ninggalin gue Mo." Air mata Riana kembali tumpah membelah kedua pipi putihnya. Pelan dia melirik kearah Momo yang berusaha menahan tangisnya. "Padahal gue belum sempat baikan sama dia Mo, malam itu gue hanya diemin dia terus , marah ke dia, kecewa ke dia dan sekarang dia ninggalin gue. Apa sejahat itu gue Mo sampai Devan ngehukum gue kaya gini?"


Momo langsung mendekap tubuh Riana dengan air mata yang sudah tak.bisa dia tahan lagi. "Nggak Ri, jangan berpikir sseperti itu. Gue yakin lo bisa ngelewatin ini semua, Devan sayang banget sama lo Ri gue tau lo lebih bisa ngerasain bagaiman cinta Devan sam lo. Memang sulit mempercayai semua ini tapi gue yakin lo kuat. Ingat! Ada kehidupan lain dalam diri lo yang harus lo lindungin. Devan berjuang neglindungin lo dari wanita psiko itu, jangan sia-sia in pengorbanan suami lo Ri."


Tangis Riana makin pecah, dia memeluk erat tubuh Momo meluapkan kesedihannya.


...****************...


Riana



Momo


__ADS_1


__ADS_2