
1 Minggu kemudian,
pagi yang cerah akan mengawali hari ini. Hyerin membawa bayinya ketaman untuk berjemur dipagi hari, dengan sedikit remang-remang cahaya matahari pagi akan menguatkan tubuh bayi.
nama sudah ditentukan, mereka akan membuat pesta satu Minggu lagi untuk memberikan nama yang sah untuk bayi laki-laki mungil ini. sudah seminggu ini juga Jimin tak pernah menggendong anaknya sendiri meskipun sekali. Hyerin berharap Jimin tidak berniat untuk mengabaikan putranya sendiri.
tanpa diminta, Jimin telah mencari pembantu untuk membantu Hyerin mengurus bayinya. Hyerin juga merasa terbantu karena paska melahirkan agak sulit untuk bergerak.
"Nyonya.. apa mau dibuatkan susu?"
"boleh, tapi jangan terlalu cair"
"baik, akan saya buatkan tunggu sebentar"
namanya Bibi Kim, dia dulunya pembantu rumah dikeluarga Anna. tapi semenjak pulang kampung baru sekarang ia bekerja sebagai asisten rumah tangga lagi. bibi Kim juga sudah mengenal Jimin dan keluarga sejak lama jadi tak ada rasa canggung saat bertemu kembali setelah sekian lama.
"eh Tuan muda, sedang apa berdiri disini?" bibi Kim melihat Jimin berdiri diambang pintu belakang.
Hyerin menoleh dan melihat setelah mendengar bibi Kim bicara.
"tidak papa, hanya mencari angin pagi saja" jawab Jimin.
ia melirik kearah Hyerin yang duduk dibangku taman. Hyerin hanya tersenyum tapi tidak dibalas baik oleh sang suami.
"baiklah, Bibi akan membuat susu untuk nyonya. apa Tuan ingin dibuatkan sesuatu?" tawar Bibi Kim.
"buatkan sandwich juga untuknya, kau tidak perlu membuatkan apa-apa untukku dan lagi, bawakan buah apel, semangka dan jeruk yang telah dipotong kecil agar dia bisa memakannya dengan mudah"
"ahh, baik Tuan saya akan segera kembali"
bibi Kim buru-buru masuk untuk membuatkan sarapan Hyerin, yang tadinya hanya ingin membuat segelas susu malah diminta untuk menyiapkan sarapan. beberapa hari ini Jimin sangat perhatian pada Hyerin meskipun Hyerin tidak tau soal itu.
ditaman dengan sedikit udara sejuk dengan remang-remang mentari pagi Hyerin menimang nimang bayi mungil itu. sudah seminggu hadir didunia ini, bayi kecil itu terlihat sangat mirip dengan sang ayah.
"ayahmu.. kau mirip sekali dengannya" ucap Hyerin lirih.
"ayahmu masih ada diambang pintu, ibu tidak tau dia sedang apa tapi setidaknya.. jika tidak bisa menatap wajah ayahmu ibu bisa menatapmu setiap hari. kalian berdua sangat mirip" gumam Hyerin tersenyum.
Jimin melangkah untuk mendekat, tapi ponsel disakunya mulai bergetar menandakan ada panggilan masuk dari seseorang.
Jimin📱: "hallo?"
???📱: Tuan....
Jimin📱: APA?
__ADS_1
???📱: Tuan muda, aku benar-benar minta maaf
Jimin📱: aku tidak mau tau! jika masalah itu tidak selesai. maka kau akan tau akibatnya
???📱: baik Tuan baik, aku akan segera menyelesaikannya
Jimin📱: Jangan sampai aku sendiri yang turun tangan!! ku beri waktu 3 hari jika tidak selesai maka aku yang akan menyelesaikanmu!
???📱: baik Tuan...
tutt tutt tutt.. Jimin mematikan telfon sepihak.
"dasar bodoh!!!" umpatnya.
"JEMS!!!"
Hyerin menoleh saat melihat Jimin begitu marah setelah menerima telfon. ia bertanya-tanya apa yang terjadi pada suaminya. suasana hatinya terlihat sangat rusak dan buruk. dengan buru-buru Jems langsung menghampiri Jimin.
"Iya Tuan muda.. anda butuh sesuatu?"
Jimin menceritakan apa yang baru saja didengar dari anak buahnya. membuat keterkejutan bagi Jems yang mendengarnya.
"Tuan apa harus saya yang turun tangan? masalah ini tidak semudah itu" ucap Jems.
"aku tau itu, orang itu memang memiliki niat lain padaku"
"Tuan aku bisa turun tangan untuk mengurusnya"
"tidak Jems.. masalah ini bukan hal yang bisa ditangani dengan mudah" ucap Jimin.
"kalau kita harus bagaimana?"
"minta Jeremy mencari informasi tentang latar belakang orang itu, cari tau sejelas mungkin agar serangan balik yang kita berikan tidak akan meleset dengan target, jika sudah jelas katakan padaku dan kau berpura-pura lah mengkhianatiku untuk membantu rencananya menghancurkan diamond. setelah kau tau siapa dalang dari permainan ini maka aku akan turun tangan!" ucap Jimin.
"dan lagi, kerahkan pasukan tersembunyi untuk memata-matai mereka" tambahnya.
"baik Tuan, anda tenang saja. akan aku pastikan rencana ini berjalan dengan lancar" ucap Jems menyakinkan.
"beritahu Jeremy untuk segera melakukan apa yang aku bilang, Pastikan jangan sampai rencana ini gagal!"
"baik Tuan"
"dan satu lagi, panggil anggota elit untuk menjaga rumah ini. terutama keselamatan Hyerin dan putraku. aku yakin bos mereka akan mengincar Hyerin dan Anakku" ucap Jimin.
"baik Tuan muda"
__ADS_1
Jems langsung pergi untuk menyelesaikan tugasnya. Jimin menggenggam ponselnya dengan erat, sangat terlihat dia benar-benar emosi dan marah saat itu. sebenarnya Hyerin mendengar semuanya dan bertanya-tanya sebesar apa masalah suaminya itu.
selang berapa menit bibi Kim kembali dengan membawa sarapan yang sesuai dengan permintaan Jimin tadi.
pria ini hanya melirik sekilas sebelum akhirnya pergi dari sana.
"Nyonya, makanlah ini aku membuat sandwich dan susu segar untuk anda"
"terimakasih bibi"
"bibi.."
"iya Nyonya?"
"Jimin, sepertinya ada masalah besar. aku hanya orang bodoh yang tidak tau apa-apa tapi jika melihat dia kesusahan aku harus bagaimana?" ucap Hyerin curhat.
"benarkah? nyonya tau kalau Tuan ada masalah?"
Hyerin menceritakan apa yang dia dengar, dari Jimin menerima telfon sampai merencanakan rencananya dengan Jems.
"Nyonya, aku memang baru bekerja disini tapi aku sudah mengenal Tuan Jimin sangat lama. anda juga tau bahwa dulu aku bekerja dirumah Nona Anna. tak banyak yang ku tau tapi, setelah mendengar cerita anda aku rasa aku tau apa masalahnya. hal ini pernah terjadi juga saat Tuan masih bersama Nona Anna" ucap Bibi Kim membuat Hyerin penasaran.
"Nyonya.. apakah anda tidak tau siapa Tuan Jimin?"
"bibi apa maksudmu mengatakan itu? Jimin? memangnya dia siapa? dan kenapa?" jantungnya berdetak kencang tak beraturan.
bibi Kim mengambil alih bayi mungil itu sebelum memberitahu soal Jimin.
"nyonya.. Tuan muda, dia seorang mafia. musuhnya bukan hanya satu tapi jutaan mafia lain mengincar kekayaan yang Tuan miliki"
"m-mafia?.."
"sejak dulu, Tuan muda sudah memasuki Dunia gelap untuk meraih kesuksesannya. semua hal-hal kejam dan mengerikan bukan lagi hal yang aneh untuknya" ucap Bibi Kim.
Hyerin tercekat, lehernya seperti dicekik, matanya berair menahan sedikit carian bening yang akan jatuh.
"aku pikir anda sudah tau hal ini, dulu saat nona Anna dibawa ke Amerika untuk perawatan hampir 1 tahun karena tragedi kecelakaan, sebenarnya itu bukan murni kecelakaan. tapi itu semua perbuatan Tuan Jimin yang menyiksanya di mansion pinggir kota"
"Tuan muda mengkarang cerita pada semua orang terutama keluarga nona Anna"
bibi Kim menjelaskan semua kejadian yang memang Hyerin sendiri tau bahwa dulu Anna kecelakaan, ternyata kebenaran terungkap hari ini.
"j-jadi selama ini.. itu yang kenapa dia selalu.." Hyerin menutup mulutnya dan menangis sendu.
*ternyata itu alasannya, kenapa Jimin selalu menghajarku tanpa alasan.. apa karena dia banyak masalah dengan mafia lain sehingga aku menjadi sasaran untuk melampiaskan segalanya?*
__ADS_1
*Jimin'aa... kenapa aku baru tau hal ini sekarang*
"nyonya... tenangkan diri anda, jangan sampai Tuan tau bahwa anda telah mengetahui siapa Tuan sebenarnya.." ujar bibi Kim sendu.