Promise

Promise
Promise Eps 9


__ADS_3

Disuatu malam setelah pulang dari hotel.


drrtt... drrtt...


ponsel Jimin bergetar diatas meja, Hyerin menoleh dan melihat Jimin yang berjalan menuju dapur. ia melirik dan melihat nama seseorang disana.


"Astrid? siapa Astrid? nama ini seperti tidak asing sama sekali"


Hyerin tidak berani mengangkat telfon itu dan hanya membiarkannya seakan tak melihatnya. Jimin kembali dari dapur dengan segelas air dingin ditangannya.


"eum? kau bisa memintaku mengambilnya Jim, kenapa kau mengambilnya sendiri?" ucap Hyerin setelah melihat Jimin.


"menyuruh orang yang sedikit pincang akan membuatku mati kehausan disini" ucapnya ketus dan meneguk air itu.


"eumm.. iyaa.."


"oh Jim, tadi ponselmu bergetar. aku rasa seseorang telah menelfonmu" ucap Hyerin ragu.


"siapa?"


"aku tidak tau, mungkin klienmu "


Jimin langsung membuka ponselnya dan terlihat dia sedang mengirim pesan untuk seseorang. Hyerin sesekali melirik kearahnya dan melihat Jimin sedikit tersenyum.


*Astrid, dia siapa.. kenapa namanya sangat tidak asing* batin Hyerin.


"besok akan ada seseorang yang datang, siapkan masakan apapun terserah darimu. dan ini pakailah sesuai kebutuhanmu" ucap Jimin berdiri dari duduknya. ia melempar kartu hitam pada Hyerin.


"tapi Jim, bukankah ini black card?"


"lalu? pakai saja, apapun yang kau inginkan belilah dengan kartu itu PINnya adalah tanggal ulang tahun Anna"


"apa tidak papa jika menghabiskan banyak uang?" tanya Hyerin.

__ADS_1


"apa yang ingin kau beli? untuk membeli pulau pun uang di kartu itu tidak akan habis. berhenti bertanya dan pakai saja"


"baik"


Jimin berlalu meninggalkan Hyerin dan menuju kamarnya. wanita muda ini menatap punggung suaminya hingga masuk kekamarnya.


"ulang tahun Anna.. apakah kartu ini kartu pribadinya yang akan diberikan untuk Anna nantinya.." gumam Hyerin.


I want you to be your night, baby


You could be your night🎶


ponsel Hyerin berdering, ia menoleh dan segera mengangkatnya. tertera nama ibu Anna dilayar ponselnya.


"ibu Anna kenapa menelfon malam-malam begini"


Hyerin segera mengangkat panggilan itu.


Hyerin📱: Hallo bibi..


Hyerin📱: aku baik bibi, bagaimana denganmu dan paman?


ibu Anna📱: kami baik-baik saja. aku senang jika kau dalam keadaan baik dimana suamimu?


Hyerin 📱: dia sudah tidur bibi, ada apa? tumben sekali menelfonku malam-malam begini.


ibu Anna📱: Hyerin, besok kami akan berkunjung ke rumahmu. Astrid baru akan kembali dari Paris setelah menyelesaikan project filmnya. dia bilang dia sudah mengatakannya pada Jimin.


*ternyata benar, yang menelfon Jimin adalah dia*


ibu Anna📱: Hyerin kau masih disana?


Hyerin📱: ahh.. iya bibi, Jimin sudah mengatakannya tadi. aku akan menyiapkan semuanya untuk menyambut kalian.

__ADS_1


ibu Anna📱: tak apa Hyerin, kami datang hanya ingin berkunjung. Astrid, dia ingin melihatmu


Hyerin📱: iya bibi, aku menunggu kalian besok.


ibu Anna📱: baiklah, hari semakin malam sebaiknya kau istirahat dengan baik. maaf menganggumi malam-malam


Hyerin📱: tak apa bibi, aku sangat senang kalian akan berkunjung. akhirnya aku bisa melihat Astrid secara langsung.


ibu Anna📱: besok kalian akan bertemu, terimakasih Hyerin. istirahat lah dengan baik.


Hyerin📱: baik bibi, terimakasih kembali.


tutt tutt tutt..


Hyerin POV,


Astrid dia adalah kakak tiri Anna. sebelum ibunya hamil Anna mereka mengadopsi Astrid dari panti asuhan. dan setelah setahun akhirnya ibunya hamil pertama. Anna berkata padaku, bahwa Astrid agak membencinya. itu wajar saja karena selama setahun diadopsi semua yang ia inginkan selalu dituruti. tapi setelah Anna lahir perhatian ayah dan ibunya langsung terbagi.


aku rasa seharusnya Astrid sadar bahwa dia hanya anak angkat. sangat beruntung bagi Astrid ayah dan ibu Anna tetap menampungnya.


ternyata dugaan ku tidak salah, aku merasakan bahwa Astrid yang menelfon Jimin adalah dia. aku tidak tau kenapa mereka bisa saling mengenal. Anna tidak pernah berkata apapun tentang kedekatan mereka. Anna pernah berkata bahwa Astrid dan Kareen sama-sama memiliki perasaan yang mendalam untuk Jimin. aku memang tidak pernah bertemu Astrid karena dia mengejar karirnya di Paris dia juga merupakan model terkenal di Milan.


yang aku kagumi dari Astrid adalah, meskipun dia hanya anak angkat dia tidak pernah lupa dengan siapa dia dibesarkan. dia selalu berbakti pada kedua orang tua Anna.


Hyerin POV end,


"besok adalah hari dimana aku akan bertemu dengannya, aku tidak tau dia akan menyukaiku seperti Anna atau malah membenciku seperti Kareen. aku yakin besok bukan hanya dia yang datang, paman bibi dan Kareen mereka juga pasti datang"


"apakah dia yang orang kedua mampu membuat Jimin tersenyum saat menatap layar ponselnya setelah Anna?"


Hyerin bergumam sendiri, hampir pukul 23.00 Hyerin masuk kekamar. ia masih memikirkan apa yang harus ia buatkan untuk hidangan besok. jika dia membuat kesalahan maka Jimin, dia akan memarahinya lagi.


"besok aku akan belanja kebutuhan untuk memasak. sebaiknya masak makanan sederhana yang rumahan saja. aku tidak tau benar apa yang disukai dan tidak. tapi jika Jimin bilang terserah padaku, aku akan membuat sesuai yang aku tau saja"

__ADS_1


tanpa sadar rasa kantuk menghampiri kemudian tertidur lelap.


__ADS_2