Promise

Promise
3. Lisa dan Mr.Antartika


__ADS_3

Di pagi yang cerah ini lisa berjalan dengan sedikit berlari disepanjang koridor. Bukan karena telat tapi emang itu anak terlalu aktiv. Wkwkkw



Hari ini kumpulan pertama calon anggota osis yang baru dan lisa salah satunya. So, dia sangat semangat.



Para calon anggota osis yang baru dikumpulkan di Aula untuk diberikan materi dan test tulis maupun interviuw untuk memenuhi syarat agar bisa menjadi anggota osis.


Rumit memang.



"lis, " sapa angga teman satu kelasnya yang juga mendaftar sebagai calon anggota osis.



" oik" jawabnya yang super nyeleneh.



"mo interviuw ye?" tanya angga



"hehehe..  Doain ye. Biar ketrima jadi anggota osis" bales Lisa



"amin...  Biar ntar ada yang belain gue kalo gue dihukum" ucap angga sambil nyengir-nyengir sok kecakepan.  Emang cakep sih.



Lisa yang gemes ama anggapun nabok wajah mulusnya.  Angga seketika mendengus dan mengumpat.  Emang mulutnya ga sehat tuh si angga, isinya kotor mulu.



Lisa langsung ngacir ke ruang aula.  Dia tak sabar interviw.  Sebenarnya lebih gak sabaran ketemu si saga sih wkwkwk. 



"aduh,  mr. Antartika aku padamu" ucap lisa membatin sambil tersenyum senang.



_______



Di mimbar aula,  seseorang dengan wajah datar dan badan tegang memegang standing mic. Dia saga sang ketua osis yang cool.



Lisa udah mesem-mesem gak jelas.


Angga yang sedari tadi merhatiin lisa mulai curiga bahwa temen gesreknya ini suka sama antartika.



"bstt.. Stttt" kode angga pada lisa.  Lisa sama sekali tak menoleh.


Angga yang gemas pun menabok lisa.



"BABI" kaget Lisa.  Dia berteriak nyaring.  Seluruh perhatian terusat padanya.  Bagaimana tidak saat semua sedang fokus mendengarkan apa yang sedang diomongkan Saga ia malah mengumpat dengan keras.



Lisa menatap tajam angga,  sedangkan yg ditatap hanya memasang wajah melas dan menyatukan tangan guna memohon maaf.



"kamu yang disana,  maju" ucap saga tegas.



Seketika suasana aula menjadi pengap dan tegang.



Dengan kepala menunduk lisa maju.  Angga yang melihat kejadian itu hanya meringis.



"kamu tau salah kamu apa" tanya saga tenang tetapi dengan aura membunuh.



"tau kak,  maaf saya berbicara kotor dengan keras.  Maaf tidak mendengarkan kakak pidato dan malah melamun" sesal lisa.



"yang kaya gini mau jadi anggota osis?" ucap saga meremehkan.  Jujur hati lisa seperti diremas.  Sakit tapi tak berdarah.



"yang lain,  dengarkan saya.  Saya paling tidak suka ada orang yang tidak menghargai orang lain. Dan saya tidak suka saat seseorang memotong ucapan saya" tambah saga tajam.



Angga yang kasihan dengan lisa pun mengangkat tangannya.  Ia harus bertanggung jawab untuk perihal ini.



"ada apa? " tanya saga di microfhone sehingga semua menoleh pada Angga.



Angga maju mendekati lisa dan berkata.



" dia tidak salah kak,  saya yang salah karena tadi saya yang mengagetkan dia, sampai akhirnya dia berteriak" ucap angga tegas



Lisa hanya menatap angga khawatir.  Bego si angga,  kalo dia gak ketrima jadi anggota osis gimana.  Dasar.



"waw..  Ada pahlawan kesiangan rupanya" ucap jesica. Salah satu senior osis yang belagu.



"belom apa-apa aja udah melanggar aturan.  Udah sok-sokan emang kalian pikir organisasi ini buat main-main" tambahnya dengan nada sinis.


Lisa mengepalkan tangannya ingin sekali ia melemparkan pukulan kewajah penuh dempulan itu.



"cukup jes" saga memeringati.

__ADS_1



"kalian berdua, jika kalian ingin lolos seleksi.  Kalian harus memiliki penilaian yang bagus.  Karena kesalahan ini saya anggap sebagai nilai min kalian.  Jadi kalian harus berkerja ekstra untuk mendapat nilai dari senior yang bagus agar bisa lolos.  Kalian boleh kembali kebarisan" final saga.



"huh, ga bakal lo jadi osis" ucap jesica angkuh pada lisa.



"sialan lo" batin lisa berbicara.


Sama halnya dengan lisa,  didalam hatipun angga misuh-misuh gak jelas.



__________



Saat ini angga dan lisa sedang makan dikantin.  Mereka begitu lapar karena harus spot jantung dengerin kemarahan saga.



Belum apa-apa udah dapet masalah aja.  Lisa suka bingung sama hidupnya.



"eh lis,  kita mundur aja yuk.  Kalaupun berusaha kek nya susah deh.  Lo gk liat tadi para senior mandang kita gitu banget" saran angga



"eh jangan dong ngga,  kita harus jadi anggota osis.  Setidaknya berusaha dulu kita bungkam mulut mereka dengan cara membuktikan walaupun kita dapat pengurangan nilai kita tetep bisa masuk dalam osis" ucap lisa menyemangati Angga.



Angga hanya menghembuskan nafas panjang dan menganggukan kepalanya.



Sedangkan lisa tengah berfikir bagaimana cara agar ia bisa membalas si muka dempul jesica.



****



Hari ini pengumuman keanggotaan Osis. Lisa dan angga sudah harap-harap cemas mengingat kejadian tak mengenakan tempo lalu.


Mereka tetap optimis karena sudah sangat berusaha untuk mendapat nilai plus guna menutup nilai min mereka.



Angga dan lisa melihat di mading dan membaca 35 nama yang tertera disana.



Angga dan lisa mendesah lega, nama mereka tertera diurutan ke 34 dan ke 35.



"alhamdulillah... Gpp terakhir yang penting masuk" ucap lisa bersyukur



"bener lis, gak sia-sia kita bekerja ekstra" ucap angga sama senangnya.




"waw... Anak songong masuk jadi anggota osis rupanya" ucap jesica meremehkan.



"sekarang lo tau kan, kalo anak songong ini pantes jadi anggota osis" jawab lisa menantang



"heleh, kalo nggak ada yang tiba-tiba ngundurin diri lo gak bakal masuk. Jadi disini lo itu cuman PENGGANTI. Satu lagi, gue ini senior lo yang sopan kalo ngomong" tekan jesica sambil mengacungkan jari telunjuknya tepat didepan Lisa.



"eh gue tau lo itu senior gue, tapi yang kek gini mana pantes di SOPANIN. Dan satu lagi mau pengganti atau bukan sekarang gue udah resmi jadi anggota osis" tekan lisa balik.



"loooooo" ucap jesica geram sambil menjambak rambut pirang lisa.



"Sshhh.. Auuu"


lisa memegang kuat tangan jesica dan menguncinya dibelakang.



Suasana sekitar mading menjadi mencekam. Semua siswa hanya menonton tanpa mau melerai aksi jambak-jambakan itu hingga akhirnya Saga turun tangan.



"kalian,,, ini yang mencerminkan sikap osis yang jadi panutan" ucap saga dingin dan menusuk.



"kalian semua.. BUBAR" tambahnya sambil sedikit berteriak.



Semua siswa yang menonton lari terbirit-birit.



"kalian berdua ikut gue keruang osis"


Ucap saga dan meninggalkan kedua gadis yang acak-acakan.



Kedua gadis itu duduk diam dan tak berani menatap saga.



"jelasin" pinta saga.



"itu gaaaa.. Dia yang mulai duluan masa aku dijambak-jambak padahal aku cuman kasih selamat karena dia berhasil jadi tim osis... Kamu tau kan kemarin dia dapet min.


Aku cuman nggak nyangka aja dia bisa dapet plus terus gabung ke osis. Itu aja eh dia merasa ini penghinaan. Penghinaan yang kayak gimana coba" jelas jesica sambil merengek.


__ADS_1


Lisa melotot saat jesica berbicara



"eh cabe,,, enak aja tuh mulut asal njeplak. Eh gue gak budek ya tadi. Jelas-jelas lo yang ngatain gue, lo juga yang mulai jambak gue"


ucap lisa berapi-api, bahkan dia gak merduliin ada saga didepannya.



"cukup. Lo jes, jangan bikin ulah lagi. Dan lo, jangan kepancing omongan jesica. Kita ini team harus solid. Bentar lagi ada even besar jes.


Dan kita harus suksesin ini untuk kepanitiaan kita yang terakhir.


Kalian boleh pergi" ucap saga final.



Sedangkan dikursi agak jauh dari mereka ada bima yang tertawa terpingkal-pingkal mendengar sanggahan lisa.


Saga mendekati bima dan mengajaknya kekantin.



Dikantin bima belum bisa berhenti tertawa.



"gila, gila, gila kok ada cewek kek gitu banget sag.... Savage"


bima bersuara sambil duduk dan menaruh makanan dan minuman yang telah ia beli.



Saga hanya mengendikan bahu acuh.



"eh btw namanya lisa kan? Adik nata dong" tanya bima



"nata? " ucap saga memastikan sambil menaikan sebelah alisnya



" iya nata, temen sekelas kita"



"beda ya" ucap saga kemudian berdehem pelan.



"napa lo? Naksir nata? " tanya bima sambil senyum-senyum gajelas



" apasih, gue baru kenal dia juga" ucap saga kembali dingin.



"eh mereka itu punya kesamaan tau, nih ya yang pertama mereka sama-sama perempuan, kedua mereka sama-sama dilahirin dari rahim yang sama, ketiga mereka sama-sama berputar dipikiran lo" ucap bima tenang.



"mati aja lo bim" hardik saga kemudian meninggalkan bima.



"eh sag, enak aja lo main ninggalin gue nih bayar dulu.


Anjir si saga kan gue lagi yang bayar. Gapapa deh sekali-kali gue bayarin dia kan gue selalu dibayarin 😁"


ucap bima kemudian membayar dan menyusul saga.



_______



Dimobil dalam perjalanan pulang, lisa mengerucutkan bibirnya kesal



"napa dek? Kok bete gitu? " tanya nata



" gimana gak bete kak, itu ada senior dempul yang rese tukang fitnah dan sok cantik, sok kuasa bisa-bisanya dia putar balikin fakta" jawab lisa menggebu-gebu.



"senior dempul? Siapa? " nata sedikit geli.



"itu si jesica, kesel deh mentang-mentang senior terus ngomong seenak udelnya ke kak Saga" kesal lisa



"yaudah lah, anggep aja angin lalu. Kakak tau kok, emang sifatnya gitu. Cuekin aja" ucap nata dengan senyuman



"kakak bisa cuekin hal gituan, lah lisa? Mana tahan. Biarin aja kapan-kapan lisa skakmat. Biar ending dia"



"heh mulutnya, gaboleh gitu... Sekarang jangan pikirin dia buang-buang energi"


Lisa mengangguk patuh.











______________________________________

__ADS_1


Yuhuuuuuuu...  Akhirnyaaaaaaa


__ADS_2