Promise

Promise
Promise Eps 27


__ADS_3

6 bulan kemudian


Makam,


Author POV,


sore yang cerah dengan tumbuhan hijau yang menyelimuti makam Anna. sudah hampir satu tahun Kematian Anna dan ini pertama kalinya Astrid berkunjung dengan seikat bunga ditangannya. angin yang begitu kencang hampir menerbangkan syal dilehernya.


"Hai Anna, bagaimana kabarmu? kau terlalu lama tidur didalam tanah. padahal ayah dan ibu memberikan tempat yang nyaman untukmu tapi kau malah berbaring disini" ucapnya sambil melepaskan kacamata hitamnya.


"terimakasih banyak karena telah mati dengan mengenaskan. dulu aku berfikir cara untuk membunuhmu tapi ternyata kau mati dengan sendirinya" ucapnya lagi.


sangat jahat, ucapan Astrid begitu menusuk hati. andai kala Anna masih hidup itupun membunuh hatinya.


"tapi yang membuat kesal adalah, kenapa kau menyuruh Jimin menikah dengan Hyerin si wanita ****** itu" Astrid kesal, ia melempar buket bunga itu pada makam Anna.


"dasar ******! susah payah aku berusaha mendapatkan Jimin kau malah memberikannya pada Hyerin secara gratis!! dan lagi, bisa-bisanya Jimin membandingkanku dengan ****** itu!! haaahh!!" ucapnya semakin kesal.


"tapi tak masalah, Hyerin tidak sepintar dirimu. aku bisa menghancurkannya dengan mudah! asalkan Jimin tau semua rahasia Hyerin dia akan menghempasnya dengan mudah!"


ia datang ke makam Anna hanya untuk mencurahkan semua yang ia rasakan. banyak mengatakan hal buruk disana. tanpa ia tau ada seseorang yang melihatnya dari kejauhan.


"ohh iya Anna.. menurutmu apa yang akan dilakukan oleh Jimin jika ia tau bahwa matamu ada didalam tubuh Hyerin? apakah Jimin langsung membunuhnya? atau mengusirnya? kau tau? dia sedang hamil dan aku harap Jimin langsung membunuhnya saat tau rahasia besar itu"


damn!


Astrid berkata begitu keras hingga seseorang yang memantaunya mendengar dengan jelas. seikat bunga ditangannya terjatuh dengan terkejut ia membolakan matanya.


Jimin, ia datang untuk berkunjung. membawakan bunga kesukaan Anna dan dengan hati yang masih terpaku, ia melangkah kesana. tapi setelah sampai ia justru melihat Kakak dari mantan kekasihnya itu. banyak mengatakan hal-hal buruk dan membongkar rahasia terbesar Hyerin.


"mata Anna tertanam dalam tubuh Hyerin? jadi ini alasannya kenapa Hyerin bisa melihat?"


Jimin mengepal, seluruh urat tangannya terlihat. otaknya panas dan mendidih jantungnya berdetak cepat. ia berbalik dan melangkah panjang untuk segera pulang.


diperjalanan panjang, ia menginjak pedal gas dengan kuat dengan kecepatan tinggi.


"jadi dia membuat Anna meninggal dalam keadaan buta? Hyerin!!!!! ternyata bukan hanya membuat Anna menderita tapi kau juga membuat Anna meninggal dalam keadaan buta!!!"


Kediaman Park,

__ADS_1


disebuah kursi taman, seorang gadis cantik duduk dengan tenang disana. ditemani kucing anggora yang diberikan oleh ibu mertuanya beberapa hari yang lalu. Hyerin sangat senang saat itu, ada hewan lucu yang bisa ia ajak cerita meksipun ia tak tau bahasa Hyerin.


"aegi sayang, ini adalah Milo. dia kucing pemberian nenek. ketika kau lahir dia akan menjadi teman keduamu setelah ibu" perut semakin membesar dan mulai turun. tinggal menunggu waktu untuk menunggu aegi lahir kedunia. Hyerin sangat berharap bahwa anaknya adalah seorang Puteri. tapi disisi lain setelah mengingat ucapannya pada Jimin, ia memilih untuk bayinya berjenis kelamin laki-laki.


agar nantinya ia bisa melindungi dirinya ketika Hyerin sudah tak ada disampingnya.


pagar terbuka dengan keras, pengawal buru-buru membuka setelah tau Jimin kembali dengan cepat dan hampir menerobos masuk karena tak ada yang membuka pagar.


"Jimin.. dia sudah kembali yaa.."


Hyerin berdiri menunggu Jimin keluar dari mobil, ia mendekat kesana tapi baru beberapa langkah Jimin keluar dari mobil. langsung menatapnya dan berjalan kearahnya.


*dia marah, apa aku melakukan kesalahan?* batin Hyerin.


"Jimin.. kau sudah kembali? lebih cepat dari dugaanku" Hyerin berusaha dengan lembut disertai senyuman. tapi,


PLAAKK!!


Tamparan tak biasa didapatkan oleh Hyerin. ia langsung tumbang, terduduk kembali dibangku yang tadi ia duduki. Jimin menarik rambutnya dan menatap matanya.


"Anna ku..." ucap Jimin.


damn it!


Hyerin membolakan matanya, ia tercengang dan terkejut dengan ucapan Jimin. belum saatnya memberitahu Jimin tentang kebenaran ini, tapi ia sudah mengetahuinya.


"Hyerin.. ternyata kau!!! kau membunuh Anna dan mengambil matanya haaa?!!; JAWAB!" emosinya tak terkontrol, ia menarik Hyerin dengan keras dan menyeretnya kedalam rumah.


Hyerin menangis dan memohon agar Jimin tak melukai bayinya tapi pria ini buta mata dan hatinya seperti orang tak memiliki rasa belas kasihan dan iba pada sang istri.


"JEMS!!!" teriak Jimin menggema.


dengan tergesa-gesa Jems datang menghampiri Jimin dikamarnya dengan Hyerin yang telah terduduk dilantai.


"yaa Tuan?"


"ambilkan pisau dan jangan lupa asah hingga tajam!"


"Tuan.."

__ADS_1


"CEPAT!"


"baik"


Jems segera pergi mengambil pisau sesuai keinginan Jimin. Hyerin terdiam ia tak percaya bahwa Jimin akan tau secepat ini. dalam fikirannya hanya ada Pisau yang diasah tajam.


"Jim.."


BRUAK!!


Jimin melempar kursi kearah Hyerin dan hampir mengenainya.


"Hyerin sayang.. ternyata ini rahasia terbesarmu eum? membunuh Anna dan mengambil matanya untuk melihat dunia ini?!!" bentaknya semakin meninggikan suaranya.


"Tidak.. a-aku bisa jelaskan, aku tidak mengambil mata Anna percayalah. a-anna yang memberikannya" Hyerin sesegukan dan terbata-bata mencoba merangkak dibawah kaki Jimin dengan perut besarnya.


"lihat bagaimana akan ku siksa kau dan bayimu hari ini!! kau membuat Anna meninggal dan membuatnya buta dialam sana!! kau membuatnya meninggal dalam keadaan buta!!!!" bentak Jimin menarik Hyerin dan menamparnya berkali-kali.


Jems kembali dengan buru-buru, ia membawa pisau panjang yang telah diasah tajam. pisau yang sangat mengkilap itu membuat Hyerin ketakutan setengah mati.


Jimin mendekat dan menjambak Hyerin, meletakkan pisau itu dilehernya dan sedikit menekannya. setetes darah mulai keluar, Hyerin merasakan perih dan cekikan yang erat. wajahnya memucat karena Jimin mencengkram leher belakangnya dan menekannya dengan pisau.


*aegi ibu mohon bertahanlah dengan semua guncangan ini*


"setelah kau melahirkan anak ini, aku akan benar-benar menyayat kulit lehermu dengan pisau ini!!"


"lihat saja Hyerin!! aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup bahagia sedikitpun!!" bentaknya membanting Hyerin ke lantai dan membuatnya terbaring lemah disana. kondisi tubuhnya menurun dan ia takut bayinya terluka.


darah mengalir dari lehernya, sedikit demi sedikit semua darah itu mengalir dibaju yang ia kenakan. wajahnya memucat, perutnya bergerak. aegi melakukan pergerak agar ibunya tau bahwa dia baik-baik saja berada didalam sana.


*iya sayang, ibu tau kau bisa. kau anak kuat* batin Hyerin mengelus perutnya.


Jimin duduk disofa, membuang pisau kesebrang arah dan berhenti tepat dihadapan Hyerin.


"nyalimu cukup berani karena telah menyembunyikan rahasia sebesar ini Hyerin!"


"maaf.. maafkan aku, aku tak bermaksud membuat Anna meninggal dalam keadaan buta. maafkan aku" ucap Hyerin lemah.


"kau pantas mati Hyerin!, setelah bayimu lahir kau akan tau sekejam apa diriku" ucap Jimin sambil menyalakan sebatang rokok.

__ADS_1


__ADS_2