Promise

Promise
Promise Eps 34


__ADS_3

"aku ingin bicara dengan Jimin, kenapa terlalu tiba-tiba? semua persiapannya telah disiapkan, aku juga sudah berbicara pada rekan kerja ayahnya tapi kenapa dia mengambil keputusan sendiri Jems?!" ibu Jimin marah saat itu karena Jimin merubah rencana awal yang telah mereka buat secara sepihak.


"Nyonya maafkan aku, tapi aku tak bisa berbuat apapun. keputusan yang dibuat oleh Tuan muda sudah bulat, tidak bisa dirubah" Jawab Jems sopan.


"tapi Jems.. dia seharusnya mengatakan padaku terlebih dahulu, ini terlalu mendadak disaat setengah persiapan sudah dibuat" ucap ibu Jimin.


"maafkan aku Nyonya"


Nyonya Minhee terlihat sangat kecewa, ia ingin sekali merayakan kehadiran cucu pertamanya dengan meriah, tapi lagi-lagi keinginannya selalu gagal. ia tampak kecewa dan sedih saat Jems berkata Jimin tak ingin ada pesta untuk cucu kecilnya.


"istriku kau jangan berlebihan, aku tau perasaanmu tapi jika Jimin dan Hyerin tak bisa maka jangan dipaksa. kita bisa merayakan ulang tahunnya yang pertama nanti, akan kita lakukan dengan meriah. aku janji" ucap sang suami dengan lembut.


nyonya Minhee menatap suaminya dengan raut wajah kecewanya.


"aku tak masalah, tapi Jimin mengambil keputusan sepihak setelah setengah persiapan sudah kita buat" ucapnya.


"kita baik-baik tanyakan ini padanya nanti, jika tetap tidak bisa maka kita bisa merayakan ulang tahunnya tahun depan.." ucapnya.


"hufftt.. baiklah.."


Jems yang berdiri disana merasa tertolong berkat hadirnya suami nyonya Minhee yang menenangkan istrinya itu. memang benar setengah dari persiapan acara telah jadi dan hanya beberapa perlengkapan maka semua akan beres. ini terlalu tiba-tiba untuk nyonya Minhee yang begitu bersemangat atas hadirnya cucu pertamanya.


"apa Jimin merubah nama yang telah aku siapkan untuknya juga?" tanya Nyonya Minhee pada Jems.


"Park Jian, Tuan muda memberi nama itu untuk Tuan kecil" jawab Jems.


"sudah ku duga!! dia merubah nama yang seharusnya Park Jiyeon" kesalnya.


"sudahlah... hanya sedikit berbeda diakhir nama kan kau tetap bisa memanggilnya Baby J" ucap suaminya menenangkan.


"iya tapikan.. aisshhh sudahlah!!"


karena kesal, nyonya Minhee beranjak pergi menuju kamarnya. Tuan besar Park hanya bisa menggeleng dan menghela nafas pelan.


"Jems, katakan pada Jimin aku ingin bertemu dengannya malam ini di tempat biasanya" ucap Tuan Park.


"baik Tuan, saya permisi" ucap Jems dan mendapat anggukan dari Tuan besar Park.

__ADS_1


*


*


Kediaman Park,


"Namanya adalah Chen Duxiu dia dari keluarga yang sebenarnya kurang mampu, orang tuanya seorang petani di negaranya. keluarganya adalah orang-orang yang terkenal baik dia dua bersaudara, adiknya bernama Chen Cherry dia berusia 20 tahun dan mengidap penyakit kanker hati yang cukup parah" jelas Jeremy pada Jimin


"lalu apalagi?"


"Dia juga melakukan pekerjaan serabutan dan paruh waktu hanya untuk mencari biaya pengobatan untuk adiknya. penghasilan panen dari orang tuanya hanya cukup untuk makan sehari-hari apalagi ketika gagal panen maka mereka hanya bisa memakan jagung dan ubi hasil dari sisa-sisa tanaman mereka" tambahan dari Jeremy.


Jimin langsung mengetahui apa alasan pria itu datang ke kantornya sebagai mata-mata dan berusaha merusak reputasi dan hasil kerjanya.


"apa ada kaitannya dengan pekerjaannya yang sekarang?"


"Tuan, menurutku dia menerima tawaran pekerjaan yang cukup berbahaya seperti ini, itu artinya dia dibayar mahal dan dijamin oleh bosnya" ucap Jeremy.


Jimin tampak berfikir, ini pertama kalinya ada penyusup yang berani melakukan hal yang begitu besar pada perusahaanya.


"apa Jems sudah kembali?"


"sudah Tuan"


Jimin mengambil ponselnya dan menelfon Jems untuk segera datang keruangannya.


"Aku datang Tuan"


"Jems, Jeremy telah menggali informasi tentang pria itu. namanya Chen Duxiu dari namanya sudah jelas dia adalah orang China. aku ingin kau melakukan rencana awal yang ku katakan padamu saat itu"


"berpura-pura mengkhianatimu dan membantumu untuk mencari tau siapa dalang dari semua ini, aku yakin penyamaranmu sangat bagus" jelas Jimin.


"baik, Tuan aku akan segera melakukannya"


"dan.. Tuan besar ingin bertemu anda di tempat biasanya" tambah Jems.


Jimin mengangguk dan menyuruh Jems segera pergi, disaat itu juga Jimin sudah memiliki rencana selanjutnya saat sudah mengetahui siapa dalangnya.

__ADS_1


"Jeremy, kau terus awasi pergerakannya dan biarkan dia melakukan semua yang dia inginkan" perintah Jimin.


"Tuan, jika dibiarkan maka perusahaan akan terus menurun drastis" ucap Jeremy.


"lakukan saja seperti yang aku katakan, setelah Jems menemukan dalangnya baru aku akan turun tangan untuk menanganinya sendiri" ucap Jimin dan Jeremy hanya mengangguk.


"pastikan ayah dan ibu tidak mengetahui hal ini, aku akan pergi menemui ayahku"


"baik"


*


*


Rumah sakit,


"sudah sedikit membaik, tolong tetap menjaga kondisi anda, kami permisi dulu"


setelah diperiksa dan diberi obat tambahan pada malam hari, Hyerin sudah sedikit lebih baik dari sebelumnya. bibi Kim terus menemaninya bersama dengan putra kecilnya. melihat tawa dan sedikit senyuman dari bayi mungil itu membuat Hyerin bersemangat untuk sembuh.


persediaan asi yang ia pompa hampir habis, Hyerin masih sakit dan takut jika bayinya akan ikut jatuh sakit jika menyusuinya maka Hyerin sempat bertanya apa dokter apakah bisa memberikan susu formula pada Bayinya dan dokter setuju akan hal itu dan tidak masalah.


"bagaimana Jimin?" tanya Hyerin tiba-tiba.


"Tuan muda, sedang mengurus masalah dikantor. perusahaan menurun 3000 poin dalam satu hari. Tuan sedang menelusurinya" jelas Bibi Kim.


"baiklah, setidaknya dia akan sedikit sibuk untuk belakangan ini" ucap Hyerin.


"Nyonya, Tuan membatalkan acara untuk Tuan kecil. Tuan muda juga merubah namanya menjadi Park Jian" ucap Bibi Kim.


"dibatalkan? apa karena aku?"


"benar, salah satunya adalah nyonya yang belum pulih sisa beberapa hari lagi untuk mengadakan acara dan tidak memungkinkan bagi tubuh dan kondisi anda. Tuan muda khawatir jika Nyonya dan Tuan besar tau" jelas bibi Kim.


"dan sisanya karena masalah perusahaan" tambahnya.


"benar juga... ayah dan ibu, mereka akan tau dengan kondisiku saat ini dan hal ini akan membuat semuanya terbongkar" gumam Hyerin.

__ADS_1


__ADS_2