Promise

Promise
5. Alex, Saga dan Basket


__ADS_3

Tandai typonya guys...😅😅😅



*******



Dear dairy



Tuhan, aku tau engkau menyisipkan suatu pesan dibalik kejadian hari ini. Entah apa aku belum yakin, apa mungkin kepedulian saga? atau ketulusan sahabatku? ataupun perhatiannya alex yang bahkan baru kukenal beberapa hari ini.



Renata



Setelah insiden tamparan itu, nata di antar pulang oleh alex. Nata mengompres pipinya yang sedikit memerah dengan es batu. Berharap bundanya tak menyadari bekas tamparan. Karena jujur, nata tak ingin bercerita apapun mengenai kejadian ini.



Bisa-bisa bundanya meminta pertanggungjawaban dari sekolah. Eh kok malah tanggungjawab kan renata nggak tekdung... oke lupakan.



Nata membuka aplikasi whatsappnya. Jujur, nata tidak sesering teman-temannya dalam menggunakan aplikasi ini. Bukan karena room chatnya sepi, tapi entahlah ia terlalu malas menanyakan nomor siapa yang bergonta-ganti mengiriminya pesan. Yang isinya tidak jauh-jauh dari Hai re, Renata cantik, save ya. Bullshit semua.



Tapi satu pesan dari nomor bernama Alex ini harus dibalas. Pasalnya dia sudah puluhan menyepamnya.



Alex



Re, lo udah baikan?


bunda lo nanya macem-macem ya?


udah lo kompres belum?


udah makaj siang?


anjir typo, makan.


re


renata


yah kacang, gak menarik ya pertanyaan gue?



Mesti bales yang mana dulu ini lex,


udah gpp kok


bunda nggak nanya


soalnya belum pulang.


thx ya udah dianter tadi.



setelah membalas pesan alex, satu pesan masuk membuatnya mengekrutkan kening dalam.


Itu pesan dari saga yang isinya.



Saga


Re,



ada apa saga? √√



setelah mungkin lebih dari sepuluh menit Renata tidak keluar dari room chatnya dengan saga. Dan belum ada balasan sama sekali. Dibaca saja belum padahal dia online.



Renata berpikir ini cukup aneh. Apa saga salah kirim.



"Ah ngapain sih gue pakek acara penasaran gini. ih, biasnya juga gapernah dichat saga biasa aja. Sadar re sadar dia gebetannya lisa adek lo" ucapnya pada diri sendiri.



tiba-tiba pintu kamarnya dibuka dan sosok yang baru ia sebut diakhir kalimat itu masuk.



"Hai kak, gimana? udah dikompres pasti sakit banget ya?" Cerca lisa



"gapapa kok de, udah mendingan cuman agak inget trauma dulu aja" ucap renata sambil tersenyum getir.



"Bunda, tadi aku telfon-"



"kamu ngomong apa sama bunda?" potong nata cepat.



"Dengerin dulu ishh, aku cuman nanya sama bunda pulang kapan aku tau kakak gaberani kasih tau bunda kan. Bunda nginep dirumah budhe soalnya Ayah mendadak keluar kota sama om."


Nata langsung menghembuskan nafasnya lega.



"kakak udah makan?" tanya lisa khawatir melihat wajah kakaknya yang sedikit pucat.



"kakak nggak sakit dek, jangan berlebihan ih, ntar kalo laper juga makan. Kamu udah makan?"



Lisa hanya menganggukan kepalnya dua kali dengan cepat.



*Ting nong ting nong*


bunyi bel rumah mereka nyaring.



"Aku buka pintu dulu, ada tamu keknya" ucap lisa buru-buru.



Renata bingung, sepertinya itu tamunya lisa melihat adiknya antusias ingin membuka pintu.



Saat hendak memejamkan mata. Sebuah suara familiar mengintrupsi indra pendengarannya.



"Kak ada kak alex didepan" yang membuat nata membuka matanya lebar. Ngapain alex kerumahnya. Mau tak mau Nata bangun dan melangkah keruang tamu untuk menemui alex.



"hai re, udah baikan?" tanyanya saat nata benar-benar sudah duduk disampingnya.



"lo udah nanya seribu kali" Jawab nata senyum



Alex tertegun dengan senyum manis nata. Dadanya bergemuruh, ia ingin menjadi alasan dari senyum nata.



Ia berdehem pelan menetralkan persaan gugupnya.



"Oh ya ini, gue beliin makanan sama buah. Lo makan ya"



"Lo kok repotin diri sih lex, gue yakin lo belum sempet balik kan? btw thanks ya buat semuanya lo baik banget" Tulus nata dan tersenyum.

__ADS_1



Setelah itu, suara cempreng mita memecahkan suasana.



"Hai baby, Loh udah baikan?" ucapnya langsung memeluk nata.


Begitu pula sasa dan jeni yang turut berpelukan layaknya teletubis.



"Apaan sih kalian gue gpp kali lebay banget" Ucap nata sambil terkikik geli sahabatnya ini sungguh lebay pikirnya.



"heh gak kebalik neng, situ pingsan bego gimana gak khwatir coba" Ucap jeni. Heran ya jeni mulutnya isinya kotor semua.



Alex yang merasa dikacangipun berdehem pelan. Dan membuat semua perhatian cewek-cewek mengarah padanya.



"eh sampek gak ngeh ada alex, Dari kapan lex?" tanya sasa.



"Pokonya lebih dulu ketimbang kalian" ucap alex memutar bola matanya yang disambut gelak tawa dari mita dan jeni.



"Sorry lex, gue gak ngeliat lo sumpah dah" ucap mita.



"Ciee nata, ada yang overdose nih khawatirnya ya gak guys. Sampai-sampai paling cepet nyampe sininya padahal doi lo yang nganter" Goda jeni yang dibalas tatapan membunuh dari nata.



Tapi jeni tak takut sama sekali ditatap seperti itu, tatapan nata itukan teduh jadi gak pantes natap tajam.



Alex yang merasa tersindir itupun hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.



"Hai kakak-kakak semua, lisa pamit ya" ucap lisa yang entah datang dari mana hingga ia tiba-tiba berada diantara mereka semua.



"mau kemana de?" Tanya nata.



"Mau nyari bahan buat acara besok kak. Soalnya besok ada pertandingan basket dan ada dari sekolah lain juga. Tadi diutus pak Rahmat buat beli perlengkapan. Soalnya ini mendadak banget tiba-tiba ada sparing" jawab lisa panjang lebar.



"ohh berangkat sama siapa?" Tanya nata lagi.



"kebetulan pak rahmat nyuruh kak saga buat nyiapin ini juga jadi berangkat sama- eh tuh kak saganya udah didepan" ucap lisa.



Reflek nata menolehkan kepalanya kepintu dan melihat saga berdiri diambang pintu yang terbuka.



Kebiasaan teman-temannya kalo masuk rumah suka lupa tutup pintu.



Tatapan mata nata bertubrukan dengan tatapan saga. Entahlah nata jadi agak canggung.



Saga melihat kehadiran tamu yang cukup banyak dirumah nata. Satu-satunya cowok membuatnya terfokus. Alex.


Sejak kapan nata benar-benar dekat dengan dia.



"Lisa berangkat duku ya assalamualikum"



"walaikumsallam" ucap mereka bersamaan. Saga tak besuara sama sekali ia hanya menatap nata sekilas kemudian meninggalkan rumah nata dan pergi bersama lisa.




Tanpa diketahui oleh nata, saga menjemput lisa menggunakan mobil ayahnya bukan mobil kesayanganya jadi ia masih satu-satunya perempuan yang pernah naik mobil itu.



Dan satu fakta lagi, mereka tak hanya pergi berdua karena sudah ada bima yang tengah tertidur di kursi penumpang di samping kemudi dengan nyaman.



*****



Entahlah pagi ini untuk pertama kalinya ia merasa enggan untuk berangkat kesekolah.



Ia malas, bukan itu sih tepatnya ia merasa aneh dan tak ingin bertemu dengan saga. Gila aja tuh cowok bikin semalem gak bisa tidur gara-gara dia seliweran diotak gue.


Sadar nat, sadar di cemceman adek lo. Udah biasakan dari dulu elo ngalah sama lisa kalo ada barang sama yang disuka. Begitu pula dengan saga, lo harus buang jauh-jauh getaran kalo lagi sama saga. Toh keliatan banget saga lebih pro ke Lisa.



"Kak, mobilnya boleh lisa bawa nggak? soalnya lisa buru-buru banget. Takut kena hukum kalo telat. Osis harus sampe satu jam sebelum bel" ucap lisa buru-buru sambil memasukan potingan roti selai bikinan nata.



"Ehhh hati-hati makannya pelan aja lis, iya kamu bawa nggak papa. Ntar kakak bisa gocar tapi minum dulu gih"



Dengan mulut penuh, Lisa menyambar gelas susunya dan meminumnya hingga tandas. Kemudian ia segera berlari garasi dan meniggalkan nata yang hanya geleng-geleng kepala karena ulah adiknya.



Sebenarnya nata sudah siap kalo berangkat kesekolah. Tapi ngapain berangkat sepagi ini? ? mau ikut kumpul osis. Lebih baik ia bersih-bersih rumah karena bundanya belum juga pulang.



30 menit kemudian, Mobil putih terparkir manis didepan gerbangnya saat ia menyiram tanaman mawar milik bundanya.



Seseorang melambai dan menghampiri nata.



Alex? apa yang dilakukan alex sepagi ini?



Nata membuka gerbang, dan membiarkan alex masuk rumahnya.



"Ada apa lex?" tanya nata



"Hahah, lo tuh to the point banget sih nat. Berangkat bareng yuk"



"Hah? kita ada janji?" tanya nata lagi. Ia cukup kaget tiba-tiba dijemput alex.



"Enggak sih, emang kalo mau jemput elo harus bikin janji dulu?"



"Enggak juga sih, yaudah tunggu bentar gue pake sepatu dulu. Lo duduk dulu gih." ucap nata meninggalkan Alex.



Alex memilih duduk diteras rumah nata. Alex memandang sekeliling halaman warna-warni rumah ini. Sungguh terasa harmonis keluarga ini. rumahnya nyaman.


Alex jadi betah berlama-lama disini hingga tak sadar nata sudah berdiri disampingnya.



"Ngomong-ngoming mobil lo kemana kok garasi udah kosong?" tanya Alex


__ADS_1


"Oh itu, dibawa lisa tadi pagi"



"Si lisa udah berangkat? pagi bener. Tumben gak barengan"



"Iya lisa rapat osis. Dia berangakat sekitar 40 menit yang lalu. Yakali gue berangkat sepagi itu. Yaudah yuk berangkat 15 menit lagi bel"



Mereka berdua berangkat kesekolah bersama. Ini kali pertama nata berangkat bareng cowok.



Sesampainya diparkiran, nata langsung turun. Suasana sekolah sudah cukup ramai. Mengingat hari ini ada beberapa sekolah luar yang datang kesini. Saat berjalan beriringan ke kelas dengan alex, kita simpangan dengan saga.



"Woi sag" sapa alex



Batinku bertanya-tanya apa alex kenal saga?



"Hem" sahut saga sambil melirikku sebentar. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya.


Mulutku sudah gatal ingin tanya pada alex.



"Lo kenal deket sama saga lex?



"hem? oh itu, ya lumayanlah kita sekelas terus dari SD sampai SMP. Tetangga komplek" jelasnya, gue hanya manggut-manggut.



Tapi kok gue menangkap aura yang gak enak ya antara mereka.


Entahlah, gue mengendikan bahu.



****



Suasana lapangan indoor ramai dipenuhi siswa-siswi.


Beberapa terlihat membawa papan nama anggota tim basket sekolah.


Jeni mengajak kita duduk dibarisan paling depan.


Padahal perasaan udah nggak karuan.


Pertandingan berjalan mulus, Tim basket Smahasa masuk final.



Saat ingin mencetak skor terakhir, bola basket melayang hingga kebangku penonton dan mengenai nata hingga mimisan.



Oh my god! Suasana jadi gaduh di barisan bangku penonton. Beberapa siswa mengerumuni nata.



Saga yang melihat itu langsung meninggalkan permainan dan menghampiri nata yang menutup hidungnya yang terus mengeluarkan banyak darah.



Saga membuka pengikat kepalanya dan menutup hidup nata. Dari kejauhan ia terlihat memeluk nata.



Saga menutup hidung nata dan menuntunya ke uks.


Permainan berlanjut, saga digantikan oleh tim cadangan. Dan sekolah mereka menang, karena memang sedari tadi skor lawan tertinggal jauh.



Dokter uks, menyuruh nata untuk berisitirahat sejenak. Mimisannya sudah berhenti dan dokter bilang tak perlu ada yang dikhawatirkan.



Saga bingung, kenapa ia bisa sepanik ini melihat darah. Bukankan cita-citanya menjadi dokter? kenapa melihat darah saja tubuhnya berkeringat dingin. Apa ia terlalu mengkhawatirkan nata?



Jeni dan yang lain meninggalkan saga berdua dengan nata. Mereka meminta saga menjaga nata sebentar. Mereka ingin makan siang. Dan tentunya membelikan nata makanan juga.



"Thank ya ga, dan sorry itu headband lo jadi kotor kena darah gue" ucap nata lirih.



"santai aja kali. Lo udah gpp?"


Tanya saga bingung. Ia bingung dengan suasana canggung ini. Dua orang tak pandai komunikasi disatuin? tau sendirilah suasanya gimana.



"Em udah gak terlalu pusing sih"



"Nat....... lo pacaran ya sama alex?" tanya saga yang sontak membuat nata kaget dan langsung duduk.



"Enggak kok" jawab nata cepat. Ia memukul mulutnya pelan kenapa harus secepat itu.



"Ohh"



"emm ga, gue boleh tanya gak?"



"tanya aja"



"Lo ada hubungan sama lisa ya?


maksudnya gue sebagai kakak harus tau dong adeknya deket sama siapa?" tanya nata hati-hati



Gue pikir biar lo masih ada kesempatan nat. Gataunya soal rasa perhatian kakak sama adiknya.batin saga membeo.



"Gak ada kok. Cuman adek kakak kelas osis" jawab saga datar.



"Ohh gitu, ga gue mohon ya sama lo jangan sakiti adek gue.


Kalo emang lo gak suka sama dia jangan buat adek gue berharap lebih ama lo"



"Apasih nat gue gaper~" ucapan saga terhenti karena jeni dan yang lain masuk.



Tanpa mengucapkan apapun saga keluar dari Uks.



"Kenapa tuh?" tanya jeni



"entah, sibuk kali dia kan ketua osis" jawab gue yang sejujurnya penasaran apa yang mau diomongin saga yang terpotong tadi.



Gue makan bubur ayam yang dibelikan jeni. Setelah itu kembali berbaring. Kepalanya kembali pusing.



Nat, sadar gak sih lo. Akhir-akhir ini banyak yang terjadi melibatkan elo. Dan elo udah mulai bisa membiasakan diri diantara keramaian. elo juga banyak berinteraksi sama orang lain Batin jeni sambil membenarkan selimut nata yang sudah terlelap.



##############################


Yuhuuuu udah up lagi.. 

__ADS_1


__ADS_2