
2 bulan kemudian,
Milan, Italia.
Hyerin dan Jimin pergi berbulan madu ke Milan, sesuai keinginan ibu Jimin beberapa bulan yang lalu. kebetulan jimin ada kerja sama di Milan. fashion show yang di kerja samai bersama Hoseok dilangsungkan di Milan. banyak artis dan model ternama yang terpilih. sesuai perjanjian awal bahwa model utama adalah Miranda.
tentu saja Taehyung juga ada disana dan juga Jungkook serta Yoon-gi sebagai tamu VVIP.
Hyerin tampak lesu dan tidak bersemangat, wajahnya pucat dan terlihat sangat letih. berada di Milan sudah hampir dua bulan ini, Jimin benar-benar tidak mengijinkannya bahagia meksipun hanya satu detik. akan ada masalah setiap harinya meksipun Hyerin tak melakukan apapun. untungnya polesan make up nya sangat cantik dan elegan.
"Jimin.. bisakah aku kembali lebih awal? kepalaku sangat sakit" ucap Hyerin lirih memohon pada sang suami.
Jimin tidak meresponnya dan sengaja tidak mendengarnya. Hyerin hanya bisa menahan rasa sakit dikepalanya dan meremas erat gaun indah yang membalut tubuhnya.
"Jim.."
"Jimin.. aku mohon, biarkan aku kembali lebih awal. kepalaku sakit sekali.." rintih Hyerin lagi dan menarik pelan baju Jimin.
Hoseok yang duduk disamping Jimin melihatnya dan menyenggol bahu Jimin.
"istrimu, dia kelihatan kurang sehat" bisik Hoseok.
Jimin menoleh kearah Hyerin, menatap tajam dan detik berikutnya mencengkram tangan Hyerin dengan sangat erat.
__ADS_1
"Tuan-tuan, istriku kurang sehat. aku akan mengantarnya ke hotel terlebih dahulu. aku akan segera kembali" ucap Jimin tersenyum.
ia menarik Hyerin kuat hingga wanita ini hampir terjatuh. Hoseok menatap keduanya ada sedikit rasa kasihan dalam hatinya.
*istri Jimin, sebenarnya dia sedang menyembunyikan apa* Batin Hoseok.
"Jimin, pelan-pelan saja.. kakiku sakit.."
Jimin mengeraskan rahangnya, ia tak peduli dengan Hyerin dan terus menariknya dengan kasar. sesampainya dikamar hotel Jimin mendorong Hyerin hingga terbentur meja.
"aawwwhh..." Vas bunga terjatuh, tangan mulusnya terkena pecahan kecil dan tergores.
"kau membuat suasana hatiku jadi tidak nyaman dan benar-benar rusak!! acara ini adalah acara terbesar yang bisa menghasilkan miliaran uang tapi kau membuat hatiku sangat kesal!!"
Jimin melepas jasnya dan melepaskan ikat pinggangnya dan melipatnya menjadi dua
"kenapa? kepalamu sakit eum? sini, akan ku sembuhkan sakitnya!"
Jimin menyeret Hyerin, menarik rambutnya dengan kasar hingga sebagian hampir rontok. Hyerin memberontak kesakitan menjerit sekuatnya tapi sayang sekali, kamar hotel yang di tempat mereka adalah kamar kedap suara. Jimin sengaja meminta kamar kedap suara dan berani membayar mahal karena hal ini akan dia lakukan setiap hari selama dua bulan terakhir berada di Milan.
"tolong lepaskan Jim sakit sekali hiks tolong.. aku mohon ampuni aku, t-tolong.. aaahhhkkk!!!"
"hiks ampun Jim ampun.. hiks.."
__ADS_1
BRUAK!!
Jimin menghantam Hyerin kemeja tepat dibagian ujung meja. membuat darah segar mengalir di titik keningnya. Hyerin melemah, pandangannya kabur tapi Jimin masih menariknya lagi.
"bukankah tadi kau bilang kakimu sakit? baiklah, akan ku sembuhkan"
Jimin menarik kaki Hyerin, satu cambukan mendarat di kaki mulus Hyerin. cambukan yang berhasil membuat Hyerin menjerit sejadi-jadinya. bukan hanya sekali, tapi Jimin melakukannya sebanyak 10 kali cambukan dengan brutal.
keringat bercucuran tapi tidak membuat Jimin berhenti menyiksa Hyerin. amarahnya meledak dan membara, tangisan dan permohonan Hyerin hanyalah angin lalu baginya.
setelah puas memukuli sang istri, Jimin duduk di sofa, nafas terengah dan mengambil segelas air kemudian meneguknya. menyalakan Rokok dan duduk santai melihat Hyerin dengan tubuh berantakan. darah dimana-mana pecahan benda-benda tajam berserakan. Hyerin terbaring lemah dilantai yang dingin dengan mata tertuju pada Jimin.
karena terkena pukulan kuat, mata Hyerin memerah dan membiru. tulangnya seakan patah dan remuk, matanya sayu dan tubuhnya dipenuhi luka dan memar. bajunya yang sangat indah telah menjadi baju tak layak pakai. rambut panjangnya rontok dan bertaburan di seluruh kamar.
*aku masih bisa bernafas.. terimakasih Tuhan, kau membuatku sekuat ini. Anna maaf, matamu telah rusak* Batin Hyerin.
"kau selalu mencari masalah Hyerin" ucap Jimin datar.
"aku bisa membunuhmu hari ini jika aku mau, tapi itu sangat tidak mungkin. aku lebih menyayangi Anna, aku sudah berjanji padanya" Ucapnya lagi.
*aku juga sudah berjanji padanya Jim, jika seperti ini bisa membuatmu bahagia. aku tak apa* Batin Hyerin.
Jimin bersiap-siap untuk pergi melanjutkan acara yang belum selesai.
__ADS_1
"jika kau berani keluar dari kamar hotel ini, maka kau akan tau akibatnya" Ucap Jimin kemudian berjalan keluar.
"aku tidak akan pernah pergi, kecuali kau yang memintanya" ucap Hyerin lirih.